
Sementara itu ibunya rio menyusun rencana untuk memenangkan sidang yang kedua. Dia berencana untuk mengancam bu serly jika berani melawan dia dan mengatakan sebenarnya ibunya rio berniat akan melenyapkan bu serly.
"Kita harus menutup mulutnya serly! jangan sampai dia mengatakan jika rio pernah membawa wanita ke kliniknya!" ucap ibunya rio.
"Kita belum sempat menemuinya semenjak dia di tangkap!" ucap ayahnya rio.
"Kita tak perlu menemuinya cukup hanya menelponnya saja untuk memastikan dia memihak kita atau tidak!" ucap ibunya rio.
"Betul sekali akan sangat berbahaya jika kita menemuinya dalam situasi sekarang!" ucap ayahnya rio.
"Ibu sangat sedih karena rio sekarang harus berada di penjara gara gara pengacaranya erica sialan itu!" ucap ibunya rio kesal.
"Tenang saja bu! jika rio tidak terbukti bersalah dia akan segera di bebaskan!" ucap ayahnya rio.
"Tapi kita tidak tahu siapa saja yang akan dijadikan saksi oleh mereka untuk melawan kita!" ucap ibunya rio khawatir.
"Kita harus menanyakan rio siapa saja wanita yang pernah dia sakiti! lalu kita beri mereka uang agar tutup mulut dan tidak membantu erica dan keluarganya!" ucap ayahnya rio.
"Betul juga katamu kita harus menanyakan semua ini pada rio! untuk berjaga jaga agar mereka tidak muncul di pengadilan nanti!" ucap ibunya rio.
"Coba kau telpon pak danu dan kita berbicara dengan rio dan serly malam ini!" ucap ayahnya rio.
"Baiklah ibu akan menelpon danu dan memintanya untuk membawa handphonenya pada rio dan serly agar kita bisa berbicara pada mereka!" ucap ibunya rio.
Akhirnya ibunya rio menelpon danu seorang polisi yang memihak mereka.
"Kring kring kring" suara handphone berbunyi.
"Malam bu sandra!" ucap pak danu mengangkat telponnya.
"Malam pak danu!".
"Ada perlu apa bu sandra menelpon saya malam malam begini?".
"Apakah sekarang dirimu masih berada di kantor polisi?".
"Iya bu sandra saya masih bertugas besok pagi baru saya turun piket! ada apa bu sandra? apa anda ingin berbicara dengan rio?".
"Iya saya ingin berbicara dengan rio dan serly!".
"Tentu saja bisa bu sandra! anda mau berbicara dengan siapa dulu?".
"Saya ingin berbicara dulu dengan rio!".
"Baik bu sandra saya akan memberikan handphone pada rio! tunggu sebentar saya akan ke tempat rio!" ucap pak danu sambil berjalan ke arah sel tempat rio di tahan.
"Rio! ada telpon untukmu!" teriak pak danu.
Rio mengambil handphone yang diberikan oleh pak danu.
"Halo!".
"Halo sayang ini ibu!".
"Ibu kenapa baru menelpon sekarang?".
"Maaf sayang tadi ibu sedang banyak urusan! apa kau baik baik saja disana? apa ada sesuatu yang kau inginkan biar nanti pak danu yang akan menyiapkan untukmu!"
"Tidak ada bu! kapan rio akan keluar dari penjara ini?".
"Sabar sayang kau tidak akan lama berada disana! ibu ingin menanyakan sesuatu padamu?".
"Apa yang ingin ibu tanyakan pada rio?".
"Jawab ibu dengan jujur! berapa wanita yang pernah kau tiduri rio?".
"Soal itu aku tidak mengingatnya bu!".
"Berarti sangat banyak wanita yang pernah kau tiduri!".
"Iya bu!".
"Coba kau ingat lagi! siapa saja yang paling kau ingat selain tasya! ini akan menjadi bom waktu untukmu jika mereka tiba tiba muncul menjadi saksi di pengadilan nanti!".
"Seingatku selain tasya, ada nadira, reyna, risa, dan melinda! selebihnya aku tak mengingatnya bu!".
"Astaga rio kenapa kau baru bilang pada ibu jika banyak wanita yang telah kau tiduri!".
"Maaf bu! rio pikir ibu tak akan marah jika rio melakukan apapun yang rio inginkan!".
"Ibu tak marah dengan kau meniduri mereka! cuma kenapa baru bilang jika masih banyak wanita lain yang pernah dekat denganmu!".
"Rio pikir jika bercerita pada ibu! nanti ibu dan ayah akan marah padaku!".
"Ibu dan ayah tak akan marah padamu sayang! siapa saja yang pernah sampai hamil dan kau gugurkan di tempat serly!".
"Semuanya kecuali melinda yang tidak sampai hamil bu!".
"Sekarang mereka semua berada dimana?".
"Tunggu sepertinya ibu mengenal salah satu wanita yang kau sebut tadi! nadira apa dia wanita sebelum tasya?".
"Iya dia pacarku sebelum tasya! ibu yang menyuruh dia menggugurkan kandungan ke tempat bu serly dan memberinya uang sebagai gantinya!".
"Nah itu dia! dimana dia sekarang!".
"Rio tidak tahu! semenjak dia menggugurkan kandungannya dia menghilang pergi!".
"Kita harus mencari mereka semua dan menutup mulutnya agar tidak muncul di pengadilan nanti!".
"Tolong cepat keluarkan rio bu!".
"Kau bersabar saja sayang ibu akan berusaha mengeluarkan kau secepatnya dari sana!".
"Baik bu!".
"Berikan handphonenya pada pak danu!".
"Iya bu!" ucap rio sambil memberikan handphone pada danu.
"Iya bu sandra!" ucap pak danu.
"Bisa saya berbicara dengan serly selanjutnya?".
"Tentu bisa bu sandra! saya akan menuju ke selnya bu serly!" ucap pak danu sambil berjalan ke arah selnya bu serly.
"Serly! bu sandra ingin berbicara padamu!" ucap pak danu sambil memberikan handphonenya.
Bu serly mengambil handphone pak danu dan berbicara dengan bu sandra ibunya rio.
"Halo bu sandra!".
"Halo serly!".
"Bu sandra tolong keluarkan saya dari sini! bantu saya bu sandra!".
"Tentu serly saya akan membantumu keluar dari sana! tapi ada syaratnya!".
"Apa itu bu sandra katakan saja akan saya lakukan semua perintah bu sandra!".
"Di hari persidangan nanti saat kau bersaksi di kasusnya rio, kau bilang jika tidak mengenal rio ataupun diriku!".
"Baiklah akan saya lakukan bu sandra! tapi bagaimana dengan kasusku? apa anda akan menyelamatkanku dari semua tuduhan?".
"Tentu saja aku akan mengusahakannya, jika kau menuruti semua perintahku!".
"Baik bu sandra akan kulakukan semua perintahmu!".
"Bagus kalau begitu!".
"Ini pak handphonenya saya sudah berbicara dengan bu sandra!" ucap bu serly sambil memberikan handphone pada pak danu.
"Baiklah! sebaiknya kau turuti semua perintah bu sandra jika ingin selamat!" ucap pak danu sambil mengambil handphone dari bu serly.
"Baik pak!".
"Halo bu sandra! bagaimana apa telah selesai semua pembicaraannya?".
"Tentu terimakasih atas semua bantuannya danu!".
"Sama sama bu sandra!".
"Saya akan mengirimkan uang padamu sebagai ucapan terimakasih! dan saya titip rio tolong jaga anak saya dengan baik disana!".
"Tentu bu sandra sesuai dengan perintah anda! terimakasih untuk pengertiannya!".
"Sama sama!" ucap bu sandra sambil menutup telponnya.
"Lumayan dapat tambahan uang dari bu sandra!" ucap pak danu senang.
"Bagaimana bu keadaan rio disana?" tanya ayahnya rio khawatir.
"Rio baik baik saja disana! ayah tak perlu khawatir!".
"Bagaimana dengan serly? apa dia mau bekerjasama dengan kita?".
"Tentu saja dia mau! tak ada pilihan lain untuknya!".
"Bagaimana jika nanti dia berencana akan membuka mulutnya! setahuku kasus dia sangat sulit jika dia meminta di bebaskan! karena buktinya terlalu banyak mengarah ke dia!".
"Ayah tenang saja paling ibu hanya bisa membantu mengurangi hukumannya saja! jika dia balik berkhianat pada kita tinggal kita bungkam saja mulutnya selamanya!".
"Maksud ibu melenyapkan serly?".
"Tentu saja ibu tak ingin di persulit oleh dirinya jika dia balik menyerang kita nanti!" ucap ibunya rio tersenyum sinis.
Ibunya rio merencanakan akan menutup semua mulut wanita yang pernah di kencani rio dengan uang. Dan jika ada yang tidak mau bekerjasama ibunya rio berniat akan melenyapkan mereka.