
Setelah sampai di rumahnya Erica langsung turun dari mobilya Evan, karena merasa heran melihat Erica yang begitu gelisah Evan ikut turun dari mobil dan bertanya pada Erica.
"Erica!"
"Iya Evan, ada apa?" tanya Erica.
"Erica apa telah terjadi sesuatu padamu? kulihat setelah pulang dari sana kau sangat tampak gelisah, apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Evan.
"Aku tidak memikirkan apapun, mungkin aku hanya kelelahan saja," jawab Erica.
"Baiklah kalau begitu, langsung saja beristirahat supaya besok kau bisa kembali sehat," ucap Evan.
"Iya Evan, terimakasih untuk hari ini, sampai jumpa besok di sekolah," ucap Erica.
"Semoga kau tidur dengan nyenyak, sampai jumpa besok," ucap Evan.
Lalu Erica berjalan masuk ke dalam rumahnya, Evan merasa jika Erica berbohong padanya.
"Entah kenapa aku merasa jika Erica tidak mengatakan yang sebenarnya padaku, pasti dia sedang mengkhawatirkan sesuatu saat ini," ucap Evan khawatir.
Kemudian Evan pergi dari rumah Erica dan pulang kerumahnya, Erica yang msih merasa sangat gelisah saat itu langsung masuk ke kamarnya dan duduk di atas tempat tidur. Melihat Erica yang merasa gelisah lalu Maya mendekati Erica dan duduk di sampingnya.
"Erica, kau sedang memikirkan apa?" tanya Maya.
Erica kemudian menatap Maya yang duduk di sampingnya.
"Maya saat kita akan pulang tadi, aku melihat sebuah mobil yang berlintasan denganku saat aku akan masuk ke dalam mobil, saat itu aku merasakan sesuatu yang sangat aneh," ucap Erica.
"Apa maksudmu Erica?"
"Aku merasakan kekuatan yang sangat jahat saat itu, dari orang yang berada di dalam mobil itu, entah mengapa aku merasa jika mungkin saja orang itu adalah orang yang telah jahat padamu selama ini, tapi aku belum merasa yakin apa mungkin manusia biasa bisa memiliki kekuatan jahat yang begitu besar," ucap Erica.
"Tentu itu bisa Erica, jika dia di rasuki oleh hantu yang sangat jahat, pasti manusia itu juga akan memiliki kekuatan yang sangat jahat," jawab Maya.
"Bagaimana kau bisa mengetaui hal itu Maya?"
"Aku mengetahuinya dari Yuda, dia mengatakan padaku jika disana ada sebuah pohon besar yang tua dan terdapat hantu yang sangat jahat bersemayam disana, tapi sudah satu tahun lebih hantu itu menghilang dari sana, dia mengetahui dari hantu lainnya jika hantu jahat itu merasuki seorang manusia saat itu, semakin manusia itu berbuat jahat maka semakin kuat hantu yang merasukinya, ucap Maya.
"Apa dia merasuki setiap manusia dan berpindah pindah?" tanya Erica.
"Menurutku dia hanya tertarik pada manusia yang memiliki sifat yang jahat dan berambisi untuk melakukan sesuatu yang jahat, dia akan memanfaatkan itu dengan sangat mudah dia akan mempengaruhi manusia yang sudah memiliki sifat seperti itu," ucap Maya.
"Kita perlu menghentikan hantu jahat itu, agar dia semakin bertambah kuat dan melakukan kejahatan lainnya," ucap Erica.
"Tapi kita tidak mengetahui siapa orang yang telah di rasuki oleh hantu itu, hanya dirimu yang bisa merasakan kehadiran hantu itu Erica, aku yang hanya hantu biasa tak bisa mengetahui keberadarannya," ucap Maya.
"Maksudmu hanya orang yang memiliki kemampuan khusus yang bisa melakukannya?"
"Iya Erica, aku juga sangat ingin menemukan hantu itu, bisa saja dia juga di balik semua ini yang terjadi padaku, itu hanya dugaanku saja," ucap Maya.
"Bukankah kata Riki dan juga Heru temanmu jika kau menghilang saat akan menyelidiki kasus Narkotika yang ada di daerah itu," ucap Erica.
"Jadi maksudmu kita harus menyelidiki dari sana agar bisa mendapatkan petunjuk lainnya," ucap Maya.
"Tentu kita harus menemukan orang yang mengedarkan itu di daerah sana, jika kita menemukan orang itu kita bisa mengetahui siapa bos mereka yang sebenarnya," ucap Maya.
"Iya betul Maya, dengan begitu kita dapat menemukan suatu petunjuk dan dapat menemukan orang itu," ucap Erica.
"Jadi kau merasa jika hantu jahat itu merasuki bos dari Narkotika itu?"
"Iya Maya, bisa saja itu mungkin, kita harus mencari tahu tentang itu, aku juga bisa merasakan kehadiran hantu jahat itu jika dia berada di dekatku," jawab Erica.
"Sepertinya kau akan membutuhkan bantuan dari temanku disana," ucap Maya.
"Maksudmu Riki dan Heru," ucap Erica.
"Tentu saja, mereka pasti mengetahui para pengedar itu, apalagi ini memang pekerjaan mereka berdua," ucap Maya.
"Aku juga telah mendapatkan nomor telpon mereka berdua, aku akan mencoba berbicara pada mereka dan meminta bantuan," ucap Erica.
"Ini mungkin akan berbahaya Erica, aku harus melindungi dirimu saat akan mencari pengedar itu," ucap Maya.
"Maksudmu kau akan merasuki diriku dan mencari mereka bersama dengan Riki dan Heru?"
"Tentu saja, hanya itu yang bisa kulakukan untuk melindungi dirimu dari penjahat, bukankah kau tidak bisa bela diri bagaimana kau bisa melindungi dirimu sendiri," jaawab Maya.
"Baiklah jika itu memang harus, kau boleh merasuki diriku saat akan menangkap penjahat itu bersama Riki dan Heru, tapi bagaimana dengan Evan apa dia harus kita beri tahu tentang rencana kita?" tanya Erica.
"Tentu kita juga akan membutuhkan bantuan dirinya untuk menangkap penjahat itu, kita harus tetap mengajaknya bersama kita Erica, setidaknya dia juga pandai berkelahi," ucap Maya.
"Kakaknya Evan juga seorang polisi wanita, apa ada kemungkinan jika dia juga mengenal dirimu Maya," ucap Erica.
"Tapi di lihat dari umurya sepertinya dia satu tingkat di bawahku,"jawab Maya.
"Apa kita perlu memastikan apa dia juga mengenalmu atau tidak, siapa tahu kita bisa mendapatkan suatu petunjuk jika dia mengenal dirimu," ucap Erica.
"Bagaimana jika dia tidak mengenal diriku?"
"Ya tidak apa apa, kita hanya mencari suatu kemungkinan saja, aku akan memastikan dan bertanya langsung padanya nanti," ucap Erica.
"Baiklah terserah padamu saja Erica, apa kau akan menemui dia secara langsung, bagaimana dengan Bu Clara apa kau akan menemuinya lagi, siapa tahu dia sudah mengingat semuanya saat ini," ucap Maya.
"Aku akan bertemu langsug dengan Kak Jenni, besok aku akan menemui Bu Clara di rumahnya dan bertanya langsung padanya, aku juga berharap dia bisa mengingat semuanya," ucap Erica.
"Pergilah tidur Erica, hari sudah malam bukankah besok kau akan sekolah," ucap Maya.
"Benar katamu, sebelum tidur aku harus mandi dan mengganti pakaianku terlebih dahulu," ucap Erica sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
"Anak ini dia kadang tidak memikirkan keselamatan dirinya sendiri untuk membantu orang lain, sifatnya sedikit mirip denganku," ucap Maya di dalam hati.
Erica dan Maya berencana untuk menyelidiki kasus terakhir yang di tangani oleh Maya sebelum dia menghilang saat itu. Erica merasa jika hilangnya Maya berkaitan dengan kasus yang sedang dia selidiki selama ini, Erica juga merasa jika bos dari narkotika itu yang telah membunuh Maya yang telah di rasuki oleh hantu jahat itu.