
Setelah mengetahui bahwa Rian menemui dirinya di rumah sakit, Erica berencana ingin menghubungi Rian dan bertemu dengannya setelah keluar dari rumah sakit, dia ingin meminta bantuan Rian untuk menemukan wanita yang bernama Dian itu.
"Aku harus segera bertemu dengan Rian untuk meminta bantuannya mencari wanita yang bernama Dian itu," ucap Erica.
"Tentu Erica siapa tahu jika Rian mengenal wanita yang bernama Dian itu," ucap Maya.
Keesokan paginya Riki dan juga Heru menelpon Jenni dan menceritakan yang telah mereka ketahui mengenai adiknya Yoga saat melihat CCTV itu dan pengakuan Yoga yang mengatakan jika adiknya kerasukan hantu saat membantu mereka menemukan penawar racun malam itu.
"Bukankah kita harus menceritakan pada Jenni mengenai adiknya Yoga," ucap Riki.
"Betul katamu, setidaknya kita harus memberitahu mereka, aku juga masih merasa kurang percaya tentang hal mistis, tapi jika kita melihat rekaman CCTV itu kemungkinan itu memang ada," ucap Heru.
"Baiklah aku akan menelpon Jenni untuk memberitahunya dan juga menanyakan keadaannya Erica saat ini," ucap Riki.
"Ooo iya kita belum mengetahui kabarnya Erica saat ini, apa sekarang dia sudah sadar apa belum," ucap Heru.
Lalu Riki menelpon Jenni menggunakan handphonenya.
"Kring kring kring" Suara handphone berdering.
"Halo" ucap Jenni menjawab telponnya.
"Halo, saya Riki."
"Ooo iya, ada apa menelponku pagi pagi ini?" tanya Jenni.
"Bagaimana kabarnya Erica? apa dia sekarang sudah sadar?" tanya Riki.
"Ooo iya maaf tadi malam aku lupa menelpon kalian berdua, Erica sudah sadar dan sekarang sudah sehat hari ini dia sudah boleh pulang dari rumah sakit," jawab Jenni.
"Syukurlah jika Erica sudah sehat dan bisa pulang dari rumah sakit," ucap Riki.
"Apa kalian menelponku hanya untuk menanyakan itu?" tanya Jenni.
"Tentu tidak ada yang ingin kami katakan padamu mengenai adiknya Yoga," ucap Riki.
"Ada apa dengan adiknya Yoga? apa telah terjadi sesuatu padanya?" tanya Jenni.
"Menurut pengakuan Yoga jika adiknya telah di rasuki oleh hantu saat bersama kita kemarin malam," jawab Riki.
"Kerasukan hantu? apa itu mungkin? tapi sepertinya dia biasa saja dan tidak ada yang mencurigakan," ucap Jenni heran.
"Kami juga sempat tak percaya dengan ucapannya Yoga, tapi kami memeriksa CCTV saat adiknya menemui Yoga kemarin, setelah melihatnya kami percaya dengan ucapannya memang ada yang aneh dengan adiknya saat itu," ucap Riki.
"Memangnya apa yang telah kalian lihat di CCTV?" tanya Jenni penasaran.
"Adiknya mencekik leher Yoga, mengangkatnya lalu melemparnya ke dinding saat itu, kau pikirkan saja secara logika badan adiknya yang kecil bisa melakukan itu dengan kakaknya yang berbadan dua kali lebih besar darinya, apa itu mungkin," ucap Riki.
"Betul juga katamu, bukankah badannya Yoga lebih besar dua kali dari badan adiknya, aku saja tidak akan sanggup melakukan itu, tapi apa mungkin itu karena dia dirasuki oleh hantu," ucap Jenni.
"Entahlah kami tidak bisa memastikan dia kerasukan atau tidak, tapi Yoga mengatakan jika hantu yang merasuki adiknya memaksanya untuk mengatakan tempat penawar itu berada," ucap Riki.
"Benarkah itu, jadi hantu itu secara tidak langsung membantu kita mendapatkan penawar racun itu," ucap Jenni.
"Ehm, ini membuatku cukup merasa bingung dengan yang terjadi, memang aku merasa seperti ada sesuatu yang berbeda pada adiknya Yoga, dia berbicara dengan adikku seperti telah mengenal dia dengan baik," ucap Jenni.
"Apa kau sudah menemukan petunjuk lain yang mengarah pada bos besar mereka?" tanya Riki.
"Kami belum menemukan petunjuk apapun saat ini," jawab Jenni.
"Baiklah kalau begitu kami hanya ingin mengabarimu itu saja, jika ada sesuatu yang penting lagi kami akan segera menghubungimu," ucap Riki.
"Tentu, aku juga akan mengabari kalian jika mendapatkan suatu petunjuk lainnya," ucap Jenni.
Kemudian Jenni menutup telponnya, dia merasa sangat heran dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Riki padanya.
"Zaman sekarang masih ada hantu yang berkeliaran? apa itu mungkin?" ucap Jenni sambil berpikir.
Saat itu Evan berjalan melewati Jenni yang masih duduk di kursi, lalu Jenni memanggil Evan dan bercerita padanya.
"Evan! apa kau akan pergi sekolah sekarang?" tanya Jenni.
"Tentu saja kak, ada apa?"
"Apa kau percaya dengan adanya hantu pada zaman sekarang?" tanya Jenni sambil menatap Evan.
"Tentu saja aku percaya, kenapa kakak menanyakan tentang hantu? apa kakak melihat hantu baru baru ini?"
"Dasar kau! kakak bertanya serius padamu, kakak hanya ingin memastikan sesuatu saja," ucap Jenni.
"Hantu itu memang ada, dia ada dimana mana di sekitar kita, ada hantu yang baik dan juga hantu yang jahat, aku sangat percaya jika itu ada," ucap Evan.
"Apa kau merasa ada yang aneh pada adiknya Yoga saat bertemu dengan kita tadi malam?" tanya Jenni.
"Aneh bagaimana maksud kakak? dia biasa biasa saja tidak ada yang aneh menurutku," jawab Evan.
"Aku masih sedikit ragu dengan hal itu, tapi tadi Riki menelpon kakak dia mengatakan jika adiknya Yoga kerasukan hantu dan hantu itu yang memaksa Yoga untuk mengatakan tempat penyimpanan penawar racun itu," ucap Jenni.
"Memangnya Riki mendapatkan informasi itu dari mana? baguslah jika ada hantu yang membantu kita, berarti dia hantu yang sangat baik," ucap Evan sambil tersenyum.
"Dia mengetahuinya dari Yoga, dia yang mengatakan semua itu," ucap Jenni.
"Apa kakak percaya dengan yang di katakan Riki?" tanya Evan.
"Tentu saja aku merasa sedikit percaya padanya, karena memang ada yang sedikit aneh pada gadis itu menurut kakak," ucap Jenni.
"Itu semua tergantung dari pendapat kakak sendiri, kita bisa saja mempercayai itu, tapi jika hantu yang dikatakan oleh Riki yang merasuki adiknya Yoga, aku rasa dia hantu yang baik karena telah menolong kita sehingga Erica bisa tertolong," ucap Evan.
"Betul juga katamu, jika itu memang benar kita tidak dirugikan olehnya malah dia membantu kita," ucap Jenni.
"Hari sudah hampir siang, aku harus pergi ke sekolah sekarang, apa hari ini kakak akan kerumahnya Erica?" tanya Evan.
"Kakak akan mengusahakan datang kerumahnya Erica nanti," jawab Jenni.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu," ucap Evan.
Lalu Evan pergi ke sekolahnya dengan mengendarai mobil miliknya, Jenni masih merasa sangat penasaran dengan yang terjadi saat itu. Evan merasa terkejut karena Jenni yang juga merasa curiga dengan adiknya Yoga yang di rasuki Maya saat itu.