ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 68



Sementara itu kedua orang suruhan Rian yang mengamati para penjahat itu setelah melihat semua di tangkap oleh polisi mereka kembali ke kota untuk bertemu dan melaporkan semua kejadian itu pada Rian. Mereka langsung menelpon Rian setelah sampai di kota untuk bertemu di luar rumahnya agar tidak ada yang mengetahui mereka.


"Lebih baik kau telpon Pak Rian sekarang, untuk menemui kita di tempat biasa."


"Baiklah aku akan menelponnya sekarang."


Lalu mereka menelpon Rian untuk meminta bertemu dengannya.


"Kring kring kring" suara handphone Rian berdering.


"Halo" ucap Rian sambil menjawab telponnya.


"Halo Pak Rian."


"Ada apa kalian menelponku malam malam begini?"


"Maaf Pak Rian jika kami mengganggu anda malam malam begini, ada sesuatu yang ingin kami laporkan secara langsung pada anda."


"Apa yang ingin kalian laporkan padaku?"


"Ini tentang kedua anak yang menemui anda dan juga para penjahat yang sedang kami awasi selama ini, mereka semua di tangkap oleh polisi malam ini, kami juga memfoto semua kejadian yang kami lihat."


"Dimana kalian sekarang?" tanya Rian.


"Di tempat biasa kita bertemu Pak Rian."


"Baiklah aku akan segera ke sana untuk menemui kalian," ucap Rian.


"Baik Pak Rian, kami akan menunggu anda disini."


Lalu Rian menutup telpon dari orang suruhannya.


"Para penjahat itu di tangkap oleh polisi? apa kedua anak itu yang membuat mereka menjadi tertangkap? aku harus menemui mereka dan melihat foto yang telah mereka dapatkan," ucap Rian.


Saat Rian akan pergi pelayan wanita dirumah Rian mendekatinya dan bertanya pada Rian.


"Tuan, hari sudah malam, apa anda ingin keluar sendirian?" tanya Pelayan wanita itu.


"Aku akan keluar sebentar ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan sekarang," jawab Rian.


"Jangan pulang terlalu malam tuan, agar kesehatan anda tidak menurun lagi," ucap Pelayan wanita itu.


"Tentu aku tidak akan pulang larut malam," ucap Rian.


Kemudian Rian keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobil lalu pergi untuk menemui kedua orang suruhannya.


"Mau pergi kemana Tuan Rian malam malam begini? sepertinya ada sesuatu yang sedang dilakukannya," ucap Pelayan wanita itu.


Setelah sampai di tempat pertemuan Rian langsung tutun dari mobilnya dan berjalan masuk ke sebuah cafe.


"Itu mereka," ucap Rian sambil berjalan mendekati kedua orang suruhannya.


"Malam Pak Rian, maaf telah mengganggu anda malam ini." ucap Orang suruhan Rian sambil berdiri.


Rian melihat sekelilingnya karena takut jika saja dia diikuti oleh seseorang saat kesana.


"Tenang saja Pak Rian kami telah memeriksa tempat ini, tidak ada yang mencurigakan."


"Baiklah katakan padaku semua yang terjadi hari ini," ucap Rian.


"Kami melihat kedua orang anak yang dibicarakan Pak Rian yang bernama Evan dan Erica mereka masuk ke dalam gedung tua itu bersama seorang wanita yang bernama indri, aku rasa mereka pasti datang kesana untuk menjebak Yoga agar ditangkap oleh polisi."


"Bagaimana bisa kalian yakin jika mereka bekerjasama dengan polisi?" tanya Rian penasaran.


"Kami sudah beberapa bulan ini mengamati mereka wanita yang bernama Indri dan juga bos mereka yang bernama Yoga, hari ini saat orang yang bernama Evan dan Erica itu masuk kesana, rupanya juga ada tiga orang polisi yang juga membantu mereka saat itu, terdengar seperti suara perkelahian dan tembakan dari dalam gedung itu, kami ingin melihat lebih dekat tapi takut jika mereka melihat kami, jadi kami hanya bisa memfoto mereka semua dari kejauhan saat itu."


"Mana foto yang kalian ambil aku ingin melihatnya?" tanya Rian.


"Ini Pak Rian foto yang berhasil kami ambil," ucap Salah satu orang suruhan itu sambil memperlihatkan foto yang ada di handphonenya.


Rian mengambil handphone itu dan melihat semua foto yang telah mereka dapatkan saat itu.


"Kedua polisi laki laki yang ada di foto ini mereka adalah teman Maya yang bernama Riki dan juga Heru di kantor polisi disana, aku juga pernah bertemu dengan mereka, tetapi polisi wanita ini aku tak mengenalnya, apa mungkin dia juga temannya Maya?" ucap Rian.


"Itu mungkin bisa saja Pak Rian, karena dia mau membantu dalam misi menangkap para penjahat itu, dan juga sepertinya gadis yang bernama Erica itu juga terluka di tangannya saat terjadi perkelahian disana."


"Betul katamu, dia memang terluka di tangan kanannya, terlihat ada noda darah," ucap Rian sambil melihat foto Erica yang ada di handphone itu.


"Bagaimana dengan bos besar yang sering kalian dengar itu, apa dia pernah muncul disana saat kalian mengawasi Yoga?" tanya Rian.


"Dia tak pernah datang kesana untuk bertemu Yoga, mungkin dia hanya mengirim orang lain untuk menjadi perantara antara dia dan Yoga, sangat sulit untuk mengetahui identitas dari bos besar ini Pak Rian."


"Bagaimanapun kalian harus tetap menyelidikinya sampai mengetahui identitas dari bos besar itu, hanya itu cara agar aku bisa mengetahui dimana keberadaan Maya sekarang," ucap Rian.


"Baik Pak Rian kami akan menyelidikinya lagi."


"Tapi kami melihat jika wanita yang bernama Indri itu kabur dari sana dengan menggunakan mobil saat perkelahian itu terjadi sebelum polisi lainnya datang kesana."


"Kenapa kalian tidak mengikuti wanita yang bernama Indri itu, mungkin saja dia akan melapor pada bos besar mereka." ucap Rian.


"Kami tahu alamat rumahnya Pak Rian, kami akan mengawasinya."


"Baiklah lakukan itu sekarang sebelum dia pergi melarikan diri," ucap Rian.


"Baik tuan kami akan segera menuju ke rumah wanita itu dan mengawasinya."


"Baiklah lakukan dengan baik, aku akan menambahkan uang untuk kerja keras kalian jika mendapatkan apa yang kuinginkan," ucap Rian.


"Siap Pak Rian."


Lalu kedua orang suruhan Rian pergi berjalan keluar dari cafe itu dan pergi lagi menuju ke rumah wanita yang bernama Indri untuk mengawasinya.


"Ehm, sepertinya Erica dan Evan mereka memang berniat untuk mencari Maya, tapi apa tujuan mereka sebenarnya? aku harus mencari tahu sendiri tentang itu, tapi Ibunya Maya juga tak mengenal mereka berdua, kapan Maya bisa mengenal kedua orang ini, benar benar membuatku menjadi lebih penasaran tentang mereka, sepertinya aku harus bertemu dengan mereka untuk memastikannya lagi," ucap Rian.


Setelah bertemu dengan orang suruhannya di cafe itu, Rian kemudian keluar dari sana lalu menuju ke mobilnya dan kembali pulang ke rumahnya. Dia berniat ingin menemui Erica dan Evan keesokan harinya dengan bertemu mereka di tempat lain. Rian tak ingin bertemu dengan Erica dan Evan secara pribadi di rumahnya karena tak ingin jika ada yang mengetahuinya jika Rian selama ini telah berusaha untuk menemukan Maya.