ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 97



 


 


Keesokan paginya seperti biasa Erica bersiap siap akan berangkat ke sekolahnya, saat masih menyiapkan semua keperluan sekolahnya Maya mendekati Erica dan berbicara dengannya.


 


"Erica!"


 


"Iya Maya, ada apa?" tanya Erica.


 


"Apa kau sudah memberitahu Evan tentang rencana kita tadi malam?" tanya Maya.


 


"Aku akan memberitahunya saat sudah sampai di sekolah nanti," jawab Erica.


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Maya.


 


"Ayo kita berangkat sekolah sekarang," ucap Erica sambil berjalan keluar dari kamarnya.


 


Kemudian dia menuju ke ruang makan dan sarapan bersama kedua orang tuanya.


 


"Erica, apa kau benar benar sudah ingin masuk sekolah hari ini? jika kau masih belum merasa sehat ibu akan menelpon gurumu untuk izin," ucap Ibunya Erica.


 


"Erica sudah sehat, dan baik baik saja bu, lagipula sudah 2 hari tidak masuk sekolah nanti Erica akan banyak tertinggal pelajaran jika tidak masuk lagi hari ini," jawab Erica.


 


"Ibu tak perlu khawatir, sepertinya Erica saat ini sudah sehat, lagi pula dokter telah mengizinkan dia kembali ke sekolah hari ini," ucap Ayahnya Erica.


 


"Baiklah kalau begitu, tapi jika ada apa apa padamu kau harus segera menelpon ibu."


 


"Baik bu, akan Erica lakukan semua ucapan ibu," jawab Erica.


 


"Habiskanlah sarapanmu sayang, jangan sampai kau nanti merasa lapar saat belajar nanti," ucap Ibunya Erica.


 


"Hari sudah semakin siang bu, Erica harus berangkat sekarang nanti akan terlambat, Ooo iya bu hari ini Erica akan pergi dengan Evan kerumah teman, jadi mungkin akan pulang terlambat," ucap Erica.


 


"Baiklah sayang, tapi jangan pulang malam, kau masih harus banyak istirahat," ucap Ibunya Erica.


 


"Baik bu," ucap Erica sambil berlari keluar menuju mobilnya.


 


Lalu Erica berangkat ke sekolahnya dengan di antar oleh Pak Darmin mengendarai mobilnya. Setelah sampai di sekolah Erica langsung mencari Evan dan ingin berbicara dengannya.


 


"Evan!" teriak Erica.


 


"Erica, kau baru sampai," ucap Evan.


 


"Iya Evan, aku ingin berbicara denganmu sebentar tentang rencana hari ini," ucap Erica.


 


"Tentu baiklah, ayo kita berbicara di tempat yang lain jangan di sini," ucap Evan.


 


Kemudian Evan dan Erica berjalan ke arah samping sekolah mereka dan berbicara di sana, Maya juga ikut bersama mereka.


 


"Sepertinya tempat ini sudah aman, apa yang ingin kau bicarakan padaku Erica?" tanya Evan.


 


"Aku dan Maya berenacana saat menemui Rian nanti untuk mengatakan yang sebenarnya tentang Maya," jawab Erica.


 


"Apa dia akan percaya dengan ucapanmu? kita belum mempunyai bukti apapun saat ini," ucap Evan.


 


"Aku akan melakukan hal yang sama dengan hantu Yuda waktu itu, yaitu membuat Rian bisa melihat dan berkomunikasi dengan Maya secara langsung dengan bantuan kekuatan dariku," jawab Erica.


 


"Tapi itu akan memakan banyak energimu Erica, bukankah kau baru sembuh dari sakit," ucap Evan khawatir.


 


"Tidak apa apa Evan, hanya dengan cara ini aku bisa membuat Rian yakin dengan tujuan kita untuk membantu Maya dan dirinya," ucap Erica.


 


"Apa Maya juga sudah menyetujuinyadan dia juga memang ingin berkomunikasi dengan Rian?" tanya Evan.


 


"Iya Evan, Maya sudah menyetujui semua ini, dan Maya juga akan membantu kita untuk menghalangi orang yang sedang mengikuti kita untuk bertemu dengan Rian, jika orang itu mengikuti kita hari ini dia akan mengetahui semua rencana kita," jawab Erica.


 


"Baiklah kalau begitu, tapi bagaimana cara Maya menghalangi orang itu agar tidak mengikuti kita nanti?" tanya Evan penasaran.


 


"Kalian tak perlu mengkhawatirkan itu, aku akan melakukannya dengan sangat baik jadi kalian hanya perlu langsung pergi saja menemui Rian, orang itu akan menjadi bagianku nanti," ucap Maya.


 


"Maya tak mengatakan bagaimana cara dia menghalangi orang itu, tap dia mengatakan jika kita hanya perlu langsung pergi saja menemui Rian di rumahnya," jawab Erica.


 


"Apa Maya akan mencelakai orang itu?" tanya Evan.


 


 


"Maya mengatakan jika dia tidak akan mencelakai orang itu, dia hanya akan membuatnya tidak bisa mengikuti kita saja," jawab Erica sambil tersenyum menatap Maya yang ada di sampingnya.


 


"Baiklah kalau begitu, kita akan menemui Rian sepulag sekolah nanti, lebih baik sekarang kita masuk ke dalam kelas, sebelum pelajaran di mulai," ucap Evan.


 


"Baik Evan," ucap Erica.


 


Lalu Erica dan Evan berjalan menuju ke kelas masing masing, saat mereka berjalan keluar dari samping sekolah, Dokter Diana melihat mereka dan merasa curiga dan penasaran dengan yang dilakukan mereka disana.


 


"Apa yang dilakukan mereka disana? mereka berjalan keluar dari samping sekolah secara bersama sama, mereka benar benar selalu membuatku menjadi penasaran, apalagi saat Zio yang juga mengenal mereka berdua, sebenarnya apa yang di lakuka mereka?" ucap Dokter Diana curiga.


 


Kemudian Dokter Diana kembali ke ruangannya dengan perasaannya yang msih penasaran dengan Erica dan juga Evan. Setelah sampai di dalam kelasnya Erica langsung duduk di kursi miliknya.


 


"Erica!" teriak Putri sambil mendekatinya.


 


"Iya Put," ucap Erica.


 


"Aku sangat senang melihatmu telah kembali bersekolah, apalagi Rey dia orang yang paling mengharapkan jika kau dapat segera masuk ke sekolah," ucap Putri.


 


"Tentu saja, aku megharapkan dia masuk ke sekolah karena sebagai sahabatnya aku sangat khawatir jika dia akan tertinggal pelajaran," jawab Rey sambil tersenyum menatap Erica.


 


"Ehm, senyuman itu adalah senyuman cintanya pada Erica, jika aku memberitahu Erica tentang perasaan anak itu, Erica pasti akan menjaga jarak padanya itu akan membuat mereka menjadi lebih canggung, lebih baik aku diam saja dan tak mengatakannya pada Erica untuk saat ini," ucap Maya di dalam hati.


 


"Aku sangat senang bisa kembali ke sekolah dan berkumpul lag dengan kalian semua," ucap Erica sambil tersenyum.


 


Tak lama kemudian guru masuk ke dalam kelas dan mereka memulai pelajarannya, selama dalam pelajaran di dalam kelas, Cindy selalu memperhatikan Erica saat itu.


 


"Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh dia dan Evan? aku merasa jika mereka sedang melakukan sesuatu tapi apa itu," ucap Cindy penasaran.


 


Setelah pelajaran selesai Erica langsung membereskan semua buku bukunya dan memasukkannya ke dalam tas, saat itu Putri dan Rey mendekati Erica.


 


"Erica, bagaimana jika hari ini kita makan diluar bersama," ucap Putri.


 


"Aku akan mentraktir kalian," ucap Rey.


 


"Maaf, tapi hari ini aku dan Evan akan pergi bersama, bagaimana jika lain kali saja," ucap Erica.


 


"Apa kau dan Evan akan pergi berkencan?" tanya Putri.


 


"Tidak Put, ada sesuatu yang harus aku lakukan dengan Evan, baiklah aku harus pergi sekarang sampai jumpa besok," ucap Erica sambil berjalan keluar dari kelasnya.


 


"Ehm, mereka berdua benar benar sangat mencurigakan saat ini? sebenarnya apa yang sedang mereka berdua lakukan?" ucap Putri penasaran.


 


"Mungkin itu berkaitan dengan kasus polisi yang mereka bantu kemarin," ucap Rey.


 


"Bisa jadi juga itu, apalagi kakaknya Evan seorang polisi, apa mereka akan membantu polisi untuk menangkap penjahat lagi?" ucap Putri.


 


"Sudahlah tak perlu membahas itu sekarang lebih baik kita pulang saja," ucap Rey.


 


"Apa kau masih tidak cemburu dengan mereka?" tanya Putri.


 


"Tidak, aku menganggap Erica sebagai sahabatku," jawab Rey.


 


"Ehm, baguslah kalau begitu, aku juga akan pulang sekarang, sampai jumpa besok Rey," ucap Putri sambil berjalan keluar dari kelas.


 


Melihat Rey yang sudah sendirian saat itu Cindy mendekatinya.


 


"Hai Rey," ucap Cindy.


 


"Ada apa kau mendekatiku?"


 


"Kenapa kau tidak ramah padaku Rey? kita bisa saja menjadi teman baik dengan melakukan kerjasama yang dapat saling menguntungkan," ucap Cindy.


 


"Apa maksudmu Cindy?"


 


"Aku tahu kau menyukai Erica, kenapa kau tak merebutnya dari Evan? bagaimana jika kita membuat mereka terpisah kau mendapatkan Erica dan aku mendapatkan Evan, kita akan saling menguntungkan, pikirkanlah tawaranku ini," ucap Cindy.


 


Kemudian Cindy berjalan keluar dari kelas setelah berbicara dengan Rey, setelah mendengar ucapan Cindy, dia menjadi gelisah dan bingung dengan pilihan antara cinta dan persahabatannya dengan Erica.