
keesokan paginya ayah dan ibunya rio menemui pengacara yang mendampingi rio. Meski ibunya rio seorang pengacara dia tidak secara langsung ikut campur dalam kasus anaknya. Ibunya rio juga berencana menemui jaksa yang akan menangani kasus anaknya.
"Tok tok tok" Suara ayahnya rio mengetuk pintu.
"Silahkan masuk!" ucap haris pengacara yang mendampingi rio.
"Kreek" Suara ayahnya rio membuka pintu.
"Selamat pagi pak haris!" ucap ayahnya rio sambil masuk ke dalam ruangan.
"Apa kabar pak rico dan bu sandra! silahkan duduk!" ucap haris.
"Maaf kami telah mengganggumu pagi pagi begini!" ucap ayahnya rio.
"Ah tidak apa apa jangan sungkan pak! Oo iya ada apa datang kemari?" tanya haris.
"Begini pak haris saya dan istri ingin berdiskusi masalah kasusnya rio!" ucap ayahnya rio.
"Anak kami rio bersikeras akan mengakui semua perbuatannya di pengadilan nanti!" ucap ibunya rio.
"Bagaimana rio bisa berubah pikiran seperti itu? ini bukan rencana awal kita bu sandra!"
"Aku juga tahu! aku juga seorang pengacara jadi sangat tahu hukuman yang akan di dapatkan oleh rio jika dia mengakui semuanya!" ucap ibunya rio kesal.
"Jadi bagaimana ini! ancaman hukuman rio paling berat hukuman penjara seumur hidup!" ucap haris.
"Aku juga tak ingin rio di hukum berat! bagaimana jika kita mengusahakan hukuman yang ringan untuk rio!" ucap ibunya rio.
"Bagaimana caranya bu sandra? itu akan sangat sulit jika rio mengakui semuanya!" ucap haris.
"Kita bilang saja jika rio mengalami depresi berat dan harus menjalani perawatan serius dirumah sakit!" ucap ibunya rio.
"Kalau dengan cara itu kita harus bekerjasama dengan dokter yang merawat rio!" ucap haris.
"Itu soal gampang saya yang akan mengurusnya!" ucap ayahnya rio.
"Apa anda yakin bisa membuat dokter itu bekerjasama dengan kita?" tanya haris.
"Saya yakin dia akan membantu kita! saya juga seorang dokter jadi dia pasti akan membantu kita!" ucap ayahnya rio.
"Setidaknya kita bisa membuat alasan agar rio bisa mendapatkan keringanan hukuman!" ucap ibunya rio.
"Kita pasti bisa jika dokter yang merawat rio bekerjasama dengan kita!" ucap haris.
"Bagaimana dengan jaksa yang akan menangani kasusnya rio apa kau sudah menemuinya?" tanya ibunya rio.
"Aku belum sempat bertemu dengannya mungkin hari ini dia baru bisa di temui!" ucap haris.
"Baiklah saya dan suami juga akan ikut menemuinya!" ucap ibunya rio.
"Akan lebih baik jika kita bertemu diluar saja seperti di restoran atau cafe!" ucap haris.
"Baiklah kau atur saja!" ucap ibunya rio.
"Apa anda sudah mengetahui pengacara yang akan menangani kasus ini dari pihak korban?" tanya haris.
"memangnya kau sudah mengetahui siapa pengacaranya!" ucap ibunya rio.
"Iya saya sudah mengetahuinya!" jawab haris.
"Siapa pengacaranya?" tanya ibunya rio.
"Pak andre pasti anda sangat mengenalnya karena dia saingan anda!" ucap haris.
"Apa andre! haah ternyata dia, mungkin dia juga sengaja mengambil kesempatan ini untuk mengalahkanku!" ucap ibunya rio kesal.
"Dia juga termasuk pengacara yang cukup hebat sekelas dengan anda! kebetulan dia juga memang berteman dekat dengan pak daniel ayahnya erica!" ucap haris.
"Dia pasti dengan senang hati menerima kasus ini karena jika dia menang, aku akan benar benar hancur apalagi ini kasus anakku sendiri!" ucap ibunya rio kesal.
"Kita harus berhati hati dalam menangani kasus ini! jika kita salah sedikit saja akan sangat fatal untuk rio!" ucap ayahnya rio.
"Saya akan menelpon jaksa yang akan menangani kasus ini! pasti anda mengenalnya bu sandra!"
"Siapa jaksanya?" tanya ibunya rio.
"Dia pak alex!" ucap haris.
"Apa alex! kalau memang dia yang menangani kasus ini aku benar benar bersyukur! karena aku sangat mengenalnya!" ucap ibunya rio senang.
"Biar aku saja yang menelponnya!" ucap ibunya rio.
"Baik bu sandra!"
"Kring kring kring" Suara handphone berbunyi.
"Ada apa sandra menelponku?" ucap alex sambil melihat handphonenya.
"Halo! selamat pagi bu sandra!" ucap alex menjawab telpon.
"Pagi pak alex! maaf mengganggu pagi pagi begini!"
"Ah tidak apa apa! ada keperluan apa bu sandra?" tanya alex.
"Saya dan suami ingin bertemu dengan anda apa bisa hari ini kita bertemu?"
"Tentu bisa! anda ingin bertemu dimana?"
"Kita akan bertemu di cafe dekat kantor kejaksaanmu saja bagaimana?"
"Baik boleh saja bu sandra! apa anda ingin membicarakan kasus anak anda rio?" tanya alex.
"Iya ini berkaitan dengan itu!"
"Baik saya akan segera berangkat ke cafe kita bertemu disana!" ucap alex.
"Baik terimakasih sebelumnya pak alex!" ucap ibunya rio.
"Sama sama bu sandra!" ucap alex sambil menutup telpon dari ibunya rio.
"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap ibunya rio.
"Apa dia setuju bertemu dengan kita?" tanya ayahnya rio.
"Tentu saja dia setuju! aku berteman dekat dengannya!" ucap ibunya rio.
"Baguslah kalau begitu!" ucap ayahnya rio senang.
"Ayo kita berangkat sekarang haris!" ucap ibunya rio.
"Baik bu sandra!" ucap haris.
Ayah dan ibunya rio berangkat menuju ke cafe untuk menemui alex jaksa yang akan menangani kasus rio. Haris juga ikut dengan orang tuanya rio.
"Apa kau ingin satu mobil dengan kami atau membawa mobil sendiri?" tanya ibunya rio.
"Saya akan membawa mobil saya sendiri saja bu sandra! karena setelah menemui pak alex saya ada urusan lain yang harus di selesaikan!" ucap haris.
"Baiklah kita bertemu di cafe dekat kejaksaan!" ucap ibunya rio sambil masuk ke dalam mobil.
"Baik bu sandra saya akan mengikuti mobil anda dari belakang!" ucap haris.
Akhirnya mereka pun berangkat menuju ke cafe dengan mobil. Setelah sampai disana pak alex sudah menunggu di dalam cafe. Orang tua rio dan haris turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam cafe.
"Ayo cepat kita masuk kedalam sepertinya pak alex sudah ada di dalam!" ucap ibunya rio sambil berjalan masuk ke dalam cafe.
Ayahnya rio dan haris berjalan mengikuti ibunya rio masuk ke dalam cafe.
"Itu pak alex!" Ibunya rio berjalan mendekati alex.
"Selamat pagi pak alex!" ucap ibunya rio.
"Pagi bu sandra!" jawab pak alex sambil berjabat tangan dengan ibunya rio.
"Kenalkan ini suami saya!"
"Salam kenal pak!" ucap alex sambil berjabat tangan dengan ayahnya rio.
"Salam kenal juga pak alex saya suaminya sandra!" ucap ayahnya rio.
"Dan ini pengacara yang mendampingi rio, pasti anda sudah mengenalnya!" ucap ibunya rio.
"Tentu aku mengenalnya dia rekan anda yang sering ikut menangani kasus bersamamu!" ucap alex.
"Apa kabar pak alex?" ucap haris.
"Kabarku baik! bagaimana denganmu?" tanya alex.
"Tentu saya sangat baik pak alex!" ucap haris.
"Mari silahkan duduk!" ucap alex.
"Baik terimakasih pak alex!" ucap ibunya rio.
Orang tua rio dan haris duduk bersama dengan alex di dalam cafe. Mereka berencana untuk membuat jaksa agar memihak mereka dan membantu agar rio mendapatkan hukuman yang ringan.