ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 39



Keesokan paginya erica bangun dari tidur, dan langsung bersiap siap pergi ke sekolah. Maya dan tasya pun ikut bersama erica pergi ke sekolah karena mereka akan menemui nadira setelah pulang dari sekolah.


"Erica! apa kau tidak ingin sarapan pagi dulu sebelum pergi ke sekolah!" teriak ibunya erica.


"Tidak bu! nanti erica akan sarapan di sekolah saja! aku sedang terburu buru pergi ke sekolah!" ucap erica sambil berjalan menuju mobilnya.


"Hati hati dijalan sayang!" teriak ibunya erica.


"Iya bu! ayo pak darmin kita berangkat sekarang ke sekolah!" ucap erica sambil masuk ke dalam mobil.


"Baik non!" ucap pak darmin sambil menghidupkan mobilnya.


"Kenapa erica tidak sarapan dulu bu?" tanya ayahnya erica heran.


" Sepertinya dia ada perlu di sekolah jadi pergi terburu buru!" ucap ibunya erica.


"Ooo begitu!" ucap ayahnya erica sambil duduk dan memakan sarapannya.


"Apa hari ini ayah ada meeting di kantor?" tanya ibunya erica.


"Iya bu! sepertinya ayah akan pulang telat malam ini!" ucap ayahnya erica.


"Ibu juga hari ini ada acara pertemuan dengan ibu ibu di yayasan kita!" ucap ibunya erica.


"Ayah pergi dulu ke kantor sampai jumpa nanti malam!" ucap ayahnya erica.


"Hati hati di jalan yah!" ucap ibunya erica.


Ayah dan ibunya erica memiliki yayasan yang membantu orang orang yang tidak mampu dan anak anak terlantar. Ayah dan ibunya erica sangat terkenal baik hati dan darmawan suka membantu orang lain yang sedang kesusahan. Sementara itu erica setelah sampai di sekolah dia langsung turun dari mobilnya.


"Pak darmin! nanti tak perlu menjemputku, aku akan pulang bersama evan!" ucap erica.


"Baik non!" ucap pak darmin.


Pak darmin pergi kembali pulang ke rumah. Erica langsung masuk ke sekolah dan berjalan menuju ke kelasnya. Pada saat berjalan ke kelasnya erica bertemu dengan cindy. Cindy berjalan mendekati erica.


"Apa hasil dari sidangmu kemarin?" tanya cindy penasaran.


"Kenapa kau ingin mengetahuinya?" ucap erica.


"Aku hanya penasaran saja! bukankah selain kasus denganmu rio juga banyak kasus lain yang ditujukan padanya?" tanya cindy.


"Apa kau takut jika terseret dalam kasus ini cindy?" tanya erica sambil tersenyum.


"Apa katamu! kenapa aku harus takut! aku tidak ada kaitannya dengan rio!" ucap cindy.


"Untuk sementara semua pernyataan masih meringankan rio! tapi ini baru sidang pertama, kita lihat pada sidang kedua nanti setelah mendengar semuanya dari saksi saksi yang hadir!" ucap erica.


"Kapan sidang keduanya?" tanya cindy.


"Senin nanti! jika kau ingin mengetahuinya lebih jelas lebih baik jika kau menghadiri sidang lanjutannya nanti!" ucap erica sambil berjalan meninggalkan cindy.


"Apa! sekarang dia mulai berani membentakku!" ucap cindy kesal.


"wow erica kau sangat keren tadi!" ucap tasya.


"Siapa dulu yang mengajarinya!" ucap maya tersenyum menatap erica.


"Husss jangan asal bicara!" bisik erica.


Tiba tiba evan datang menghampiri erica yang sedang berjalan.


"Erica!" teriak evan.


"Evan baru saja aku ingin menemuimu!" ucap erica.


"Kenapa kau ingin menemuiku? apa kau sedang rindu padaku?" ucap evan menggoda erica.


"Apaan sih evan!" ucap erica.


"Maaf aku hanya bercanda! ada apa kau ingin menemuiku erica?" tanya evan penasaran.


"Sepulang sekolah nanti apa bisa kau menemaniku menemui seseorang?" tanya erica.


"Siapa yang ingin kau temui erica?" tanya evan penasaran.


"Nanti kau akan tahu siapa yang ingin kutemui evan! aku tak bisa mengatakannya sekarang!" ucap erica.


"Baiklah kalau begitu aku akan menemanimu nanti sepulang sekolah!" ucap evan.


"Sama sama sayangku! sampai jumpa nanti pulang sekolah!" ucap evan.


"Iya evan!" ucap erica.


"Ehm yang sedang kasmaran!" ucap maya sambil tersenyum.


"Biasalah maya kalau sedang jatuh cinta pasti begitu!" ucap tasya.


"Ah kalian jangan menggodaku!" bisik erica malu.


"Apa aku dulu juga pernah jatuh cinta ya?" ucap maya penasaran.


"Pasti pernahlah maya! mungkin kau tidak mengingatnya saja!" ucap tasya.


"Begitukah! kenapa juga aku harus kehilangan semua ingatanku!" ucap maya kesal.


"Nanti kau akan mengingat semuanya maya cepat atau lambat! bersabar saja!" bisik erica.


"Iya erica!" ucap maya.


Erica masuk ke dalam kelasnya dan berjalan menuju kursinya. Cindy tanpa sengaja mendengar semua percakapan evan dan erica, serta percakapan erica dengan maya dan tasya.


"Siapa yang akan ditemui oleh erica dan evan sepulang sekolah nanti? terus kenapa erica berbicara sendiri setelah evan pergi dari sana? membuatku menjadi merinding saja!" ucap cindy heran.


Setelah sampai di kelas putri menghampiri erica yang sedang duduk di kursinya.


"Erica!" teriak putri.


"Putri! apa kita ada tugas kemarin?" tanya erica.


"Ada sih! ini tugas tugas kita kemarin!" ucap putri sambil memberikan buku pada erica.


"Terimakasih putri! kau teman terbaikku!" ucap erica senang.


"Sama sama erica! Oo iya bagaimana hasil sidang kemarin?" tanya putri penasaran.


"Ehm kemarin hasilnya kurang memuaskan! Semuanya masih meringankan rio!" ucap erica kesal.


"Itu berarti kemarin rio yang memenangkannya?" tanya putri.


"Begitulah! tapi itu baru sidang pertama senin depan pada sidang kedua kita pasti akan memenangkannya!" ucap erica.


"Itu pasti dan harus!" ucap putri memberikan semangat pada erica.


"Tentu!" ucap erica sambil tersenyum.


"Selamat pagi anak anak!" teriak pak guru masuk ke dalam kelas.


"Nanti kita lanjut cerita lagi erica!" ucap putri sambil berjalan ke kursinya.


"Tentu putri!" ucap erica.


Erica memulai pelajarannya di sekolah, Tanpa erica sadari cindy selalu memperhatikannya. Cindy merasa penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh erica. Setelah jam pulang sekolah erica bersiap siap membereskan semua bukunya dan memasukkannya ke dalam tasnya. Evan datang dan menghampiri erica di dalam kelas.


"Apa kau belum selesai?" tanya evan.


"Ah evan kau mengagetkanku saja! Sebentar lagi aku siap!" ucap erica sambil menyusun bukunya.


"Apa kau akan pergi dengan evan?" tanya putri.


"O iya put! aku ada perlu pergi dengan evan hari ini!" ucap erica sambil berdiri dari kursinya.


"Baiklah lain kali saja nanti kita bercerita lagi! sampai jumpa besok erica!" ucap putri.


"Iya put! sampai jumpa besok!" ucap erica.


"Ayo kita pergi sekarang!" ucap evan.


"Baiklah evan!" ucap erica.


Evan dan erica berjalan menuju mobilnya evan yang berada di parkiran sekolah. Cindy yang merasa penasaran dia berencana untuk mengikuti evan dan erica.


"Siapa orang yang akan ditemui oleh evan dan erica? kenapa sepertinya sangat di rahasiakan olehnya? aku harus mencari tahu dengan mengikuti mereka!" ucap cindy penasaran.


Evan dan erica masuk ke dalam mobil dan pergi dari sekolah. Cindy mengikuti mereka dengan taksi agar dia tidak diketahui oleh evan dan erica bahwa dia mengikuti mereka. Cindy merasa sangat membenci erica karena dia telah menjadi pacarnya evan laki laki yang sangat dia cintai. Cindy masih terus ingin mencelakai erica walaupun erica telah baik dan memaafkan semua kejahatan cindy padanya.