
Setelah merasuki tubuhnya Erica lalu Maya keluar dari ruang ganti dan menuju keruang latihan untuk bertanding dengan Andra. Maya tersenyum menatap Andra yang ada di depannya. Senyuman Erica yang dirasuki Maya membuat Andra mengingat masa lalunya saat bertanding waktu itu.
"Erica kau sudah siap bertanding dengan Kak Andra?" tanya Rey.
"Tentu saja, aku sudah sangat siap sekali menghadapinya," jawab Maya yang merasuki Erica.
"Kenapa senyuman Erica mengingatkanku pada wanita itu? aku seperti sangat mengenal senyuman itu?" ucap Andra di dalam hati.
"Bagaimana denganmu Kak Andra apa kau sudah siap bertanding dengan Erica?" tanya Rey.
"Iya aku sudah siap bertanding," jawab Andra yang masih menatap Erica.
"Baik silahkan masuk ke dalam arena pertandingan," ucap Rey.
"Baiklah," ucap Maya.
Maya berjalan ke dalam arena pertandingan, Andra yang masih tetap menatap Erica merasa sangat terkejut dengan cara dia berjalan dan mengikat rambutnya sangat sama dengan wanita yang sangat dia kenal selama ini.
"Berjalan itu dan juga cara mengikat rambut itu kenapa sangat mirip dengannya?" ucap Andra di dalam hati.
"Kenapa kau belum masuk ke dalam arena pertandingan?" tanya Rey pada Andra.
"Ah iya aku akan segera kesana," ucap Andra.
Lalu Andra masuk ke dalam arena pertandingan untuk bertanding melawan Erica yang telah di rasuki oleh Maya.
"Sudah berapa lama kau belajar bela diri?" tanya Andra.
"Kurasa sudah cukup lama, dan yang jelas aku sangat hebat dan pasti bisa mengalahkanmu dengan mudah."
"Cara bicara itu sama seperti dia," ucap Andra di dalam hati.
"Kenapa kau terus menatapku? apa kau tertarik padaku?" ucap Maya sambil tersenyum.
"Kenapa kau sangat yakin bisa mengalahkanku?" tanya Andra.
"Karena aku sudah sering mengalahkanmu," ucap Maya.
"Apa maksudmu sudah sangat sering mengalahkanku, padahal kita baru saja bertemu hari ini," ucap Andra heran.
"Ah, maksudku aku sudah sangat sering mengalahkan laki laki sepertimu," ucap Maya.
"Begitukah?"
"Tentu saja!" jawab Maya.
"Kenapa aku mengatakan itu padanya? dan juga kenapa aku merasa jika sudah sangat sering mengatakan itu padanya? apa memang aku benar benar mengenalnya waktu masih hidup dulu?" ucap Maya di dalam hati.
"Bisakah kalian bertanding sekarang!" teriak Rey.
"Baiklah!" teriak Maya.
"Ok, ayo kita mulai! silahkan kau mulai terlebih dahulu menyerangku," ucap Andra.
"Apa kau yakin tidak akan menyesal jika aku yang menyerang terlebih dahulu padamu?"
"Tentu saja silahkan," ucap Andra.
"Haah, ternyata dia meremehkan kemampuanku," ucap Maya di dalam hati.
"Baiklah kalau begitu dengan senang hati aku melakukannya!" teriak Maya.
Lalu Maya menyerang Andra lebih dulu, Maya melayangkan tendangannya ke arah Andra dengan cepat. Gerakan Maya sangat cepat dan lincah sehingga membuat Andra cukup sulit membaca gerakan yang akan di lakukan oleh Maya yang merasuki tubuhnya Erica. Maya tak berhenti menyerang Andra, sehingga membuat Andra menjadi kewalahan karena kecepatan gerakan demi gerakan yang di lakukan Maya untuk melawan Andra.
"Cara dia bertanding sama persis seperti dia? kenapa bisa sama dan tidak berbeda sedikitpun? apa dia pernah juga berlatih dengan dia?" ucap Andra penasaran.
"Kenapa kau berhenti melawanku? apa kau sudah menyerah?" tanya Maya.
"Aku tidak menyerah," ucap Andra.
"Baiklah akan aku lanjutkan," ucap Maya sambil tersenyum.
"Baiklah aku menyerah!" teriak Andra.
"Kau mengaku kalah padaku?"
"Iya aku mengaku kalah padamu!" teriak Andra.
Lalu Maya melepaskan Andra.
"Huk huk huk" Andra memegang lehernya.
"Dimana kau belajar bela diri? kau sangat cepat dan hebat? aku sangat kagum padamu karena bisa mengalahkanku dengan sangat mudah," ucap Andra.
"Benarkah aku hebat?"
"Tentu saja Erica sangat hebat! dia adalah gadis impianku," ucap Rey.
"Ehm, apa apaan lagi anak ini," ucap Maya di dalam hati sambil menatap Rey yang ada di sampingnya.
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi Erica, dimana kau belajar semua gerakan yang kau lakukan tadi?" tanya Andra penasaran.
"Aku tidak belajar dengan siapapun, aku hanya bisa sendiri saja! mungkin itu sudah bakat alami yang telah aku miliki," jawab Maya.
"Benarkah begitu? tapi semua gerakan yang kau lakukan untuk melawanku tadi sama persis dengan seseorang yang kukenal, apa mungkin kau juga mengenal dia?" tanya Andra.
"Siapa yang kau maksud itu? siapa nama orang yang kau bicarakan itu?" tanya Maya penasaran.
"Dia teman baikku, dia juga yang telah menolongku dan mengajariku bela diri selama ini! namanya Maya," jawab Andra.
"Apa katamu tadi namanya Maya!" ucap Maya terkejut.
"Seperti apa dia? dan bagaimana dia bisa kau jelaskan padaku?" tanya Maya.
"Dia seorang wanita yang sangat hebat, sama seperti kau menolong Rey dari anak anak yang jahat begitu pula Maya menolongku saat disekolah! karena aku sangat mengagumi dan menyukainya lalu aku sangat ingin menjadi teman baiknya, lalu aku juga ikut belajar bela diri bersama dengannya disini," ucap Andra.
"Sekarang dimana dia?" tanya Maya penasaran.
"Terakhir kudengar kabar dia menjadi seorang polisi wanita, dia lulusan terbaik di angkatannya! tapi sudah sekitar 1 tahun lebih ini aku tak mendengar kabar lagi darinya," jawab Andra.
"Apa kau punya foto dirinya?" tanya Maya.
"Tentu saja Kak Andra punya fotonya bahkan dia menaruhnya di dalam dompet! karena Kak Andra sangat suka padanya," ucap Rey.
"Rey jangan katakan pada orang lain, aku tidak pernah memberitahu orang lain selain dirimu jika aku menyukai Maya," ucap Andra.
"Tidak apa apa bukankah Erica teman baikku berarti dia juga teman baikmu," ucap Rey.
"Bisa saja kau Rey mengatakan itu," ucap Andra tersenyum.
"Kau punya fotonya? bisa aku melihatnya?" ucap Maya penasaran.
"Baiklah kau boleh melihatnya tunggu sebentar aku akan mengambil dompetku di dalam loker," ucap Andra.
"Baiklah," ucap Maya.
"Foto wanita yang dia sukai cukup cantik menurutku, dia benar benar sangat menyukai wanita itu tapi tak pernah bisa mengatakan jika dia menyukainya sampai sekarang! sungguh cinta yang tak kesampaian," ucap Rey.
"Apa dia benar benar mengenalku? apa benar wanita yang dia sebut Maya itu adalah diriku?" ucap Maya di dalam hati gelisah.
Andra berjalan menuju loker dan mengambil dompetnya yang berada disana.
"Ehm, Maya kenapa Erica mengingatkanku padamu," ucap Andra sambil berjalan menuju Erica dan Rey.
Andra membuka dompetnya dan mengambil foto yang dia katakan dan menunjukkannya pada Maya yang merasuki Erica.
"Ini fotonya," ucap Andra.
Maya mengambil foto yang di berikan Andra padanya. Lalu Maya sangat terkejut melihat foto yang di berikan oleh Andra. Maya langsung jatuh terduduk dan matanya mengeluarkan air mata sehingga membuat Rey dan Andra menjadi bingung dengan yang terjadi pada Erica yang dirasuki oleh Maya.