ME And GHOST

ME And GHOST
Mulai mendapatkan petunjuk 11



Erica dan rio yang pergi menuju villa yang ada di puncak, mereka tak memakan waktu lama sampai disana. Rio turun dari mobil dan mengajak erica masuk ke dalam villa. Erica dan maya melihat sekeliling mencari hantu tasya. Maya kemudian melihat tasya di samping villa, lalu maya mendekati tasya.


"Tasya kemana saja kau kenapa baru muncul sekarang?" tanya maya.


"Maafkan aku entah kenapa akhir akhir ini aku merasa takut dan gelisah" ucap tasya dengan nada sedih.


"Kenapa sepertinya kau sedih tasya?".


"Awalnya memang aku sangat marah dengan rio dan sangat membencinya, tapi kenapa rasa cintaku kepadanya kembali muncul".


"Kenapa bisa seperti itu tasya?".


"Kemarin rio datang kemari dan menangis di samping kuburanku, dia mengatakan tak sengaja membunuhku karena ketakutan melihatku sekarat karena pendarahan" ucap tasya sambil menunjuk tempat di mana dia dikuburkan rio.


"Tapi tetap saja dia pembunuh tasya!! dia telah merenggut nyawamu dan janin yang ada di dalam kandunganmu!!".


"Aku tahu dia salah maya, entah apa yang harus aku lakukan!!".


"Kita harus membuat dia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya kepadamu tasya!! kau lihat sekarang dia ingin mencelakai erica seperti dirimu, jangan percaya lagi padanya" ucap maya sambil menunjuk erica yang masuk ke dalam villa.


"Kau benar maya, aku tidak boleh merasa cinta lagi padanya".


"Nah itu yang ku maksud hilangkan rasa cintamu pada laki laki brengsek itu, kita balaskan semua perbuatannya padamu" ucap maya sambil memegang kedua tangan tasya.


"Baiklah maya aku tidak akan mencintai rio lagi".


"Itu keputusan yang tepat, ayo kita masuk ke dalam sebelum terjadi sesuatu dengan erica" ucap maya.


Maya dan tasya menghilang dan muncul di dalam villa bersama.


Erica melihat sekeliling isi villa rio, Rio yang telah menyiapkan obat tidur untuk erica memasukkannya ke dalam minuman dan memberikannya kepada erica.


"Villa mu cukup bagus rio" ucap erica sambil melihat lihat sekeliling villa.


"Benarkah apa kau suka disini erica?" tanya rio.


"Aku lumayan suka di sini" ucap erica sambil duduk di sofa.


"Ini minuman mu erica silahkan di minum" ucap rio memberikan minuman ke erica.


"Terima kasih rio" ucap erica mengambil minuman dari rio dan meminumnya.


"Erica aku ingin jujur padamu" ucap rio mendekati erica dan duduk di sebelahnya.


"Kau ingin jujur apa padaku rio?" tanya erica menatap rio.


"Kau sangat cantik dan membuatku sangat ingin untuk memilikimu sepenuhnya" ucap rio memegang tangan erica.


"Apa maksudmu rio? aku sudah memiliki pacar mana mungkin aku menjadi milikmu!" ucap erica melepaskan tangannya dari rio.


"Tetapi hari ini kau akan menjadi milikku erica".


"Ada apa dengan dirimu rio? aduh kenapa kepalaku pusing" ucap erica memegangi kepala dan pingsan di atas sofa.


"Kau akan menjadi milikku selamanya erica" ucap rio memegangi wajahnya erica yang telah tertidur karena obat yang telah di campur dengan minumannya.


"Lihat tasya laki laki seperti ini yang ingin kau cintai selamanya!!" ucap maya menunjuk rio di depan tasya.


"Ternyata kau tidak pernah berubah rio!!!" ucap tasya marah.


"Aku harus masuk ke tubuh erica sebelum dia melakukan yang buruk pada erica" Maya mendekati erica dan masuk ke dalam tubuh erica.


"Kau benar benar sangat cantik erica" ucap rio ingin mencium bibirnya erica.


"Apa yang ingin kau lakukan padaku" ucap erica membuka matanya dan menatap rio yang sudah ada di depan wajahnya dan ingin mencium erica.


"Kenapa kau bisa sadar kembali" ucap rio terkejut dan menjauh dari erica.


"Kenapa kau terkejut rio" ucap maya bangun dan duduk di atas sofa sambil tersenyum menatap rio.


"Seharusnya tidak mungkin kau bisa sadar aku telah mencampur banyak obat tidur di minuman mu" ucap rio menunjuk erica yang duduk di sofa.


"Kenapa aku merasa jika kau menjadi takut melihatku yang tersadar kembali" ucap maya berdiri dari sofa dan mendekati rio.


"Jangan mendekatiku, kau pasti bukan erica" ucap rio ketakutan melihat erica.


"Hahahaha, bukankah kau tadi ingin menciumku dan meniduriku rio, kenapa sekarang kau malah menjauh dariku".


"Siapa kau sebenarnya? cara bicaramu saja berbeda dengan erica, sangat jelas kau bukan erica!!" teriak rio.


"Bagaimana jika ku bilang jika aku hantu yang menjaga erica, apa kau percaya" ucap maya menatap tajam rio.


"Apa!! kau hantu yang menjaga erica!!" ucap rio terkejut mendengar ucapan maya.


"Iya aku hantu yang menjaga erica, kau berani sekali ingin berbuat jahat pada erica!!!!" teriak maya marah.


Rio berlari kearah pintu dan ingin keluar dari villa. Tiba tiba pintu tertutup sendiri dan membuat rio berhenti berlari.


"Kau tidak bisa meninggalkan tempat ini, urusan kita belum selesai!!!" ucap maya mendekati rio dan mencekik lehernya.


"Kau pasti kenal dengan tasya apa yang kau lakukan padanya?".


"Lepaskan tanganmu dari leherku, aku tak bisa bernafas!!".


Maya melepaskan tangannya dari leher rio.


"huk huk huk" suara rio.


"Kenapa kau ingin mengetahui tentang tasya?" ucap rio berdiri sambil memegangi lehernya.


"Heem kau suka berkelit jika berbicara rio, kenapa kau membunuhnya dan menguburkannya disini!!" ucap maya marah.


"Kenapa kau bisa tahu tentang semua itu?" tanya rio penasaran.


"Tentu saja aku tahu dari tasya".


"Apa dari tasya!!! bagaimana mungkin!!".


"Kau ingin melihat sendiri kalau tasya masih ada disini dan menunggumu" ucap maya mendekati rio dan memegang matanya sehingga membuat rio bisa melihat hantu tasya.


"Haaah, kenapa kau bisa ada disini bukankah kau sudah mati!!" teriak rio ketakutan melihat tasya dengan wujud yang mengerikan.


"Kenapa kau takut melihat tasya? bukankah kau dulu sangat mencintainya".


"Tidak!!!!!, pergi pergi kau dari sini tasya kau sudah mati!!!" teriak rio.


"Rio kemarilah aku sangat merindukanmu bukankah kau sangat mencintaiku" ucap tasya mendekati rio yang bersembunyi di balik sofa.


"Jangan dekati aku!! pergi sana kau sudah mati!!!!".


"Kenapa kau takut padaku rio bukankah aku sangat cantik" ucap tasya.


"Ampun tasya jangan dekati aku!!!!" teriak rio ketakutan melihat wujud tasya yang sangat mengerikan.


"Jika kau tak mau mengakui semua kejahatanmu pada tasya kau akan tetap bisa melihat dia dengan wujud mengerikan seperti itu" ucap maya.


"Baiklah aku akan mengakui semua perbuatanku, memang aku telah membunuhnya tapi itu karena terpaksa".


"Apa maksudmu dengan terpaksa?" tanya maya sambil mengeluarkan handphone erica dan merekam semua pengakuan rio.


"Karena kami yang menggugurkan kandungan di klinik membuat tasya menjadi pendarahan, karena melihat tasya yang hampir mati membuatku sangat ketakutan aku khilaf dan tak sengaja membunuhnya, hiks hiks hiks" ucap rio sambil menangis.


"Kenapa kau tidak membawanya ke rumah sakit padahal kau tahu jika dia bisa selamat jika dia mendapatkan penanganan di rumah sakit, bukankah kau seorang calon dokter kau pasti tahu itu!!!" teriak maya kesal.


"Itu karena aku sangat ketakutan, jika aku membawanya ke rumah sakit pasti orang tuaku akan tahu dan mereka akan menghukumku!!".


"Hanya karena takut di hukum orang tuamu sehingga kau lebih memilih membunuh tasya yang masih dalam keadaan hidup kau kubur dia disamping villa ini!!!".


"Paaaaaaakkk" ucap maya menampar muka rio dengan tangannya.


"Maafkan aku, tolong buat aku untuk tidak melihat hantu tasya!!".


"Kau benar benar sangat jahat rio, kau harus di hukum karena perbuatanmu pada tasya!!" ucap maya sambil mematikan rekaman pengakuan rio dan menyimpannya.


"Aku berjanji akan menyerahkan diri ke polisi dan mempertanggung jawabkan semua perbuatanku".


"Heem tunggulah disini sebentar lagi polisi akan datang kemari" ucap maya duduk di sofa sambil menatap rio.


"Apa katamu!! polisi akan kemari??".


"Tentu saja aku dan erica merencanakan semua ini, apa kau pikir erica menyukaimu! dia sudah lama tahu siapa dirimu yang sebenarnya" ucap maya.


"Jadi selama ini erica membohongiku!!!" teriak rio.


"Benar!!".


Rio berdiri dan berusaha untuk memukul erica dengan vas bunga.


"Rasakan ini!!!" teriak rio.


"Buuuuuuuk" suara maya memukul rio dan menghindar dari pukulan rio dengan vas bunga.


"Byaaaaaaaaaaar" suara vas terjatuh dan pecah.


Maya menendang dan membuat rio terpental jauh. Maya mendekati rio dan menaruh kakinya di leher rio.


"Kau mencari masalah dengan orang yang salah rio".


"Aaaaaah" suara rio menahan sakit.


"Sepertinya lebih baik kau ku buat pingsan agar kau tidak kabur" ucap maya.


"Buuuuuuukk" maya memukul lehernya rio dan membuatnya pingsan.


Maya mencari tali dan mengikat kaki dan tangannya rio agar dia tidak bisa melarikan diri dari villa, Sementara itu evan yang masih dalam perjalanan sangat mengkhawatirkan erica dan intan pun masih dalam perjalanan dengan polisi menuju villa rio.