ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 130



 


 


Keesokan harinya Erica bersiap siap untuk pergi bersama dengan Evan, saat akan menyiapkan semua perlengkapannya dia tanpa sengaja menyebutkan nama Maya di dalam kamarnya.


 


"Maya apa kau sudah siap? aku lupa jika dia sudah tidak ada di sini lagi, sekarang dia pasti juga sudah bersiap siap untuk pergi juga," ucap Erica.


 


Erica kemudian keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan ayah dan ibunya.


 


"Pagi ayah ibu," ucap Erica sambil duduk di kursi makan.


 


"Pagi sayang, kau ingin kemana pagi pagi begini?" tanya Ayahnya Erica.


 


"Aku akan pergi bersama Evan hari ini yah," jawab Erica.


 


"Tidak apa apa yah, hari ini juga kan hari libur biarkan saja dia pergi bersama Evan," ucap Ibunya Erica.


 


"Tapi ingat jangan pulang terlalu malam," ucap Ayahnya Erica.


 


"Baik yah," ucap Erica.


 


Tak lama kemudian Evan telah sampai di rumahnya Erica, Pak Darmin masuk ke dalam rumah dan memberitahu Erica jika Evan telah menunggunya di luar rumah.


 


"Maaf non, Evan sudah datang dan sekarang sedang menunggu di luar," ucap Pak Darmin.


 


"Iya Pak Darmin, sebentar lagi saya akan keluar," ucap Erica.


 


"Kenapa tidak kau suruh dia masuk saja dulu dan sarapan bersama dengan kita?" tanya Ibunya Erica.


 


"Tidak perlu bu, karena aku dan Evan sedang terburu buru saat ini," jawab Erica.


 


"Baiklah kalau begitu, hati hati di jalan sayang," ucap Ibunya Erica.


 


"Iya bu," ucap Erica.


 


Lalu Erica berjalan keluar rumahnya untuk menemui Evan yang telah menunggunya.


 


"Evan, maaf karena telah menunggu cukup lama," ucap Erica.


 


"Tidak apa apa Erica, jika untukmu aku akan menunggu selama mungkin," ucap Evan sambil tersenyum.


 


"Ayo kita pergi sekarang," ucap Erica.


 


"Baiklah ayo," ucap Evan.


 


Evan dan Erica langsung masuk ke dalam mobil dan pergi menuju ke rumahnya Dian, di dalam perjalanan Erica menanyakan Jenni pada Evan.


 


"Evan, bagaimana dengan Kak Jenni? apa dia ikut dengan kita hari ini?" tanya Erica.


 


"Tentu saja, mungkin sekarang dia sudah ada di rumahnya Dian, dan bertemu dengan Bu Vira dan yang lainnya, Riki dan juga Heru juga ikut bergabung hari ini," jawab Evan sambil menyetir mobil.


 


"Syukurlah banyak orang yang membantu kita," ucap Erica.


 


"Bagaimana dengan Adrian? apa kau sudah menelponnya?" tanya Evan.


 


"Iya Evan aku sudah menelponnya tadi malam, dia juga akan ke rumahnya Dian pagi ini, dia juga akan membantu kita untuk melenyapkan hantu jahat yang berada di tubuh bos besar itu," ucap Erica.


 


"Baguslah, akhirnya kita bisa mengakhiri semua ini Erica," ucap Evan senang.


 


"Aku hanya berharap jika hari ini tidak ada yang akan terluka, entah kenapa aku masih merasa takut dan gelisah," ucap Erica.


 


"Kenapa kau harus takut dan juga gelisah Erica, ada banyak orang yang akan membantumu, terutama diriku yang akan selalu mendukungmu," ucap Evan.


 


"Terimakasih Evan kau selalu ada untuk membantuku," ucap Erica sambil menatap Evan.


 


"Tentu saja aku akan selalu membantumu, karena kau adalah pacarku," ucap Evan tersenyum.


 


Sementara itu Bu Vira dan Dian telah menyiapkan semua alat perekam dan penyadap serta kamera tersembunyi yang mereka pasang di setiap sudut rumah itu, Jenni yang sudah tiba di rumahnya Dian dia langsung masuk ke dalam rumah itu.


 


"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.


 


 


"Baiklah, mungkin saja yang lainnya sudah datang," ucap Bu Vira.


 


Dian kemudian berjalan ke arah pintu rumahnya dan membukakan pintu.


 


"Kreek" Suara membuka pintu.


 


"Selamat pagi," ucap Jenni.


 


"Iya pagi, anda ingin bertemu dengan siapa?" tanya Dian.


 


"Apa ini benar rumahnya Dian?"


 


"Iya benar, saya Dian pemilik rumah ini," jawab Dian.


 


"Berarti anda adalah adik dari bos besar itu?" tanya Jenni.


 


Dian terdiam saat Jenni mengatakan tentang kakaknya, dia merasa takut saat Jenni mengatakan itu padanya.


 


"Tak perlu takut padaku, aku seorang polisi dan kakak dari Evan," ucap Jenni sambil menunjukkan tanda pengenalnya.


 


"Ooo ternyata anda adalah kakaknya Evan yang bernama Jenni itu," ucap Dian.


 


"Iya betul," jawab Jenni.


 


"Kalau begitu silahkan masuk ke dalam," ucap Dian.


 


"Baik terimakasih," ucap Jenni.


 


Dian dan Jenni masuk ke dalam rumah itu, lalu Dian mengajak Jenni menemui Bu Vira yang masih sibuk memasang kamera dan alat penyadap di dalam rumah itu.


 


"Siapa yang datang Dian?" tanya Bu Vira.


 


"Bu Vira, ini Jenni kakaknya Evan yang bekerja sebagai polisi itu dia telah datang," jawab Dian.


 


Bu Vira membalikkan badannya dan menatap Jenni yang berdiri di samping Dian saat itu.


 


"Apa betul kau seorang polisi dan kakaknya Evan?"tanya Bu Vira.


 


"Tentu saja, ini tanda pengenalku," jawan Jenni.


 


Bu Vira melihat tanda pengenal yang di tunjukkan oeh Jenni padanya.


 


"Maaf jika aku sedikit curiga padamu tadi, aku hanya tidak ingin ada kesalahan hari ini, aku masih sibuk memasang kamera dan alat penyadap di setiap sudut rumah ini," ucap Bu Vira.


 


"Aku akan membantumu untuk memasangnya, bukankah akan lebih cepat jika di kerjakan secara bersama sama," ucap Jenni.


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Bu Vira.


 


"Apa yang lainnya juga akan datang ke rumah ini?" tanya Jenni.


 


"Tidak, semuanya akan berkumpul tidak jauh dari rumah ini, ada satu rumah yang telah di beli oleh Tuan Rian kira kira kelang 4 rumah dari sini, jadi kita akan berkumpul disana agar bos besar itu dan Tuan Irfan tidak curiga jika akan kita jebak hari ini," jawab Bu Vira.


 


"Rian membeli sebuah rumah di dekat sini? apa itu sudah lama dia beli?" tanya Jenni.


 


"Tidak, baru tadi malam dia membelinya melalui sekretarisnya dan juga dia membeli mobil baru untuk kemari agar tidak di curigai oleh Tuan Irfan jika dia juga sedang ada di sekitar sini," jawab Bu Vira.


 


"Dasar orang kaya, tentu saja itu akan sangat mudah baginya jika dengan membeli semuanya, bisa saja jika dia naik taksi atau menumpang mobil dengan yang lainnya, malah dia membeli mobil baru dan rumah untuk rencana hari ini," ucap Jenni di dalam hati.


 


"Ayo kita kerjakan sekarang," ucap Bu Vira.


 


"Ah iya baiklah," ucap Jenni.


 


Jenni kemudian membantu Bu Vira untuk menyiapkan semuanya di dalam rumah itu, sementara itu Rian yang masih berada di rumah Sinta dia mengirimkan pesan pada Erica agar tidak ke rumahnya Dian dan menyuruhnya ke rumah yang telah dia siapkan untuk berkumpul agar tidak di curigai oleh orang sekitarnya dan juga oleh bos besar dan Irfan yang akan datang ke sana. Sekretaris Rian yang bernama Yogi mengantarkan mobil dan juga kunci rumah yang telah dia beli melalui sekretarisnya. Yogi telah menyiapkan semua keperluan yang telah di pinta oleh Rian untuk menjalankan rencana mereka.