ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 37



Keesokan harinya saat datang ke sekolah Erica melihat Evan yang telah masuk ke sekolah. Erica sangat senang melihat Evan telah sehat dan bisa memulai kembali kegiatannya seperti biasa.


"Evan! apa kau sudah benar benar sembuh?" tanya Erica.


"Tentu saja aku sudah sembuh, lihatlah aku sekarang," jawab Evan sambil menatap Erica.


Erica memandangi Evan dari ujung kaki sampai ujung rambutnya.


"Ehm, sepertinya begitu ternyata kau memang benar benar sudah sangat sehat," ucap Erica.


"Aku juga sangat rindu ingin bertemu denganmu di sekolah," ucap Evan sambil memegang tangannya Erica.


"Evan, lepaskan tanganku kita di lihat semua orang," ucap Erica.


"Biar saja mereka melihat kita, bukankah kau memang sudah menjadi pacarku wajar saja jika aku memegang tanganmu," jawab Evan.


Saat Erica dan Evan sedang berbicara Rey yang baru saja datang ke sekolah menghampiri Erica.


"Erica!!" teriak Rey.


"Rey," ucap Erica.


"Ayo kita masuk ke kelas bersama sama," ucap Rey.


"Apa dia orang yang bernama Rey teman satu kelasmu?" tanya Evan sambil menatap Rey yang ada di samping Erica.


"Iya Evan, ini Rey teman satu kelas yang kuceritakan waktu itu," jawab Erica.


"Siapa dia Erica? sepertinya aku baru melihatnya di sekolah?" tanya Rey.


"Aku Evan pacarnya Erica! salam kenal," ucap Evan.


"Apa dia pacarmu yang bernama Evan?" tanya Rey.


"Iya Rey dia Evan yang selama ini kuceritakan padamu, dia sudah kembali ke sekolah karena telah sembuh dari sakitnya," jawab Erica.


"Ooo begitu, salam kenal juga namaku Rey, aku temannya Erica," ucap Rey.


"Baiklah Erica sampai jumpa nanti sepulang sekolah, aku akan ke kelasku sekarang," ucap Evan.


"Iya Evan, sampai jumpa nanti," jawab Erica.


Evan kemudian pergi berjalan menuju ke kelasnya, Evan merasa kurang nyaman melihat Rey yang selalu berada di dekat Erica.


"Erica, melihat wajah Evan sepertinya dia tidak suka denganku," ucap Rey.


"Ah itu mungkin hanya perasaanmu saja Rey, Evan orangnya baik kok, nanti setelah kau mengenalnya lebih pasti kau juga akan bersahabat dengannya," jawab Erica.


"Hei, sedang apa kalian disini, ayo kita masuk ke dalam kelas sebentar lagi pelajaran akan di mulai," ucap Putri sambil berjalan mendekati Rey dan Erica.


"Kalian duluan saja aku mau ke kamar kecil sebentar, biasa panggilan alam," ucap Rey.


"Ih sana cepat, ada ada saja sih Rey," ucap Putri.


"Kami duluan masuk ke kelas," ucap Erica.


"Ok" jawab Rey.


Erica dan Putri berjalan menuju ke kelasnya sedangkan Rey pergi ke kamar kecil (WC).


"Kenapa juga aku pagi pagi bisa sakit perut? apa tadi malam aku salah makan ya?" ucap Rey.


Setelah keluar dari kamar kecil Rey terkejut melihat Cindy yang sedang menunggunya keluar dari kamar kecil.


"Cindy? ngapain kamu disini? bukannya kamar kecil perempuan ada di sebelah sana?" ucap Rey.


"Aku kemari karena menunggumu Rey," jawab Cindy.


"Menungguku? ada perlu apa kau sampai menungguku disini?" tanya Rey penasaran.


"Aku melihatmu tadi saat bertemu dengan Evan pacarnya Erica."


"Terus kenapa jika aku bertemu dengan Evan, apa hubungannya denganmu?"


"Apa maksudmu berkata begitu padaku Cindy?"


"Aku sangat tahu jika kau benar benar menyukai Erica," jawab Cindy.


"Kenapa memangnya jika aku menyukainya? itu bukan yang yang di larang! aku tetap menyukainya walaupun dia telah memiliki seorang pacar, setidaknya aku bisa menjadi teman baiknya dan akan selau berada di dekatnya," ucap Rey.


Cindy tersenyum mendengar ucapan Rey padanya, lalu dia mendekati Rey dan berbisik padanya.


"Bagaimana jika kau rebut saja Erica dari Evan? bukankah kau sangat menyukainya."


"Apa yang kau katakan Cindy aku tidak mungkin melakukan itu!" teriak Rey.


"Itu hanya saran saja dariku untukmu, tapi itu terserah padamu untuk melakukannya atau tidak," ucap Cindy.


"Aku harus pergi ke kelas sekarang, sebentar lagi pelajaran akan di mulai," ucap Rey.


Rey pergi meninggalkan Cindy, lalu Cindy merasa sangat yakin jika nanti Rey akan terpengaruh dengan ucapannya.


"Aku yakin kau akan melakukan itu Rey, terlihat jelas di matamu jika kau sangat menyukai Erica! itu akan sangat menguntungkanku untuk merebut Evan kembali tanpa melakukan apapun," ucap Cindy.


Setelah sampai di kelas Rey langsung berjalan menuju ke tempat duduknya. Saat dia duduk Rey masih memikirkan ucapan Cindy padanya, lalu Rey menatap Erica yang ada disampingnya.


"Memang aku sangat menyukai Erica, tapi apa mungkin jika aku merebutnya dari Evan? kulihat di matanya jika Erica begitu mencintai Evan, apa mungkin aku bisa mengambil hatinya Erica?" ucap Rey di dalam hati.


Melihat Rey yang terus menatap Erica lalu Putri mencubit pipinya Rey.


"Apa yang sedang kau lihat Rey?" ucap Putri sambil mencubit pipinya Rey.


"Aduh!! ah Putri bikin aku kaget saja," ucap Rey sambil memegang pipinya yang di cubit Putri.


"Aku perhatikan kau dari tadi hanya menatap Erica saja, hei apa kau benar benar suka padanya?" tanya Putri sambil menatap Rey.


"Ah tidak, aku hanya menganggap Erica teman baikku saja kok," ucap Rey.


"Benarkah itu? kenapa aku merasa jika dirimu sedang berbohong?" ucap Putri sambil menatap Rey.


"Ih apaan sih kamu Putri! jangan mengatakan yang tidak tidak!" ucap Rey.


"Kalian sedang membicarakan apa? sepertinya serius sekali?" tanya Erica sambil menatap Rey dan Putri.


"Aku mengatakan apa mungkin Rey."


Melihat Putri yang akan mengatakan semua pembicaraan mereka tadi, Rey langsung memasukkan kertas ke mulut Putri agar dia berhenti berbicara.


"Apaan sih Rey! kertas kok dimasukkan ke mulutku!" ucap Putri.


"Putri hanya ingin mengatakan jika kita akan makan bersama kembali nanti! hahahaha, betulkan Putri," ucap Rey sambil menatap Putri.


"Ehm, mungkin dia tidak ingin Erica tahu tentang perasaannya," ucap Putri di dalam hati.


"Betulkah itu Putri?" tanya Erica.


"Iya Erica! nanti Rey akan mengajak kita makan bersama lagi dirumahnya," jawab Putri.


"Ooo begitu, aku pikir kalian sedang membicarakan hal lain tadi," ucap Erica.


"Ah kami tidak membicarakan apa apa kok," ucap Rey.


"Kau harus membayar mahal untuk semua ini Rey, hehehehe," ucap Putri di dalam hati sambil menatap Rey.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? jadi takut aku melihatnya," ucap Rey.


"Kau harus mentraktirku makanan yang mahal untuk kebohongan tadi pada Erica," bisik Putri pada Rey.


"Huuh dasar, baiklah aku akan mentraktirmu apa saja yang kau inginkan," bisik Rey.


"Ok sip," ucap Putri.


Rey masih memikirkan ucapan Cindy padanya, Rey memang sangat menyukai Erica tapi dia tidak ingin merebut atau merusak hubungan Erica dengan Evan. Rey juga tak ingin Erica mengetahui tentang perasaannya. Maya yang telah mengetahui perasaan Rey yang sebenarnya pada Erica, dia juga hanya membiarkannya saja karena menyukai seseorang adalah bukan kejahatan bagi Maya.