
Melihat Erica yang merasa cemburu Evan berusaha mengalihkan perhatian dari Erica agar tak menanggapi ucapan ibunya.
"Sepertinya kau cukup senang setelah di jenguk oleh Cindy," ucap Erica.
"Aku tak senang malah terganggu waktu Cindy kemari, kalau tidak percaya tanya saja pada ibuku."
"Benarkah seperti itu."
"Tentu Erica, Evan langsung mengusirnya dari sini, karena dia menjelek jelekkanmu dan juga bilang jika dia sangat mencintai Evan! tante sangat marah mendengarnya, bukankah Evan dan dirimu sudah berpacaran apalagi jika dirimu dan Evan memang benar benar jadi bertunangan itu sangat membuat tante bahagia! kalian pasangan yang sangat serasi," ucap Ibunya Evan.
"Apa semua yang di katakan itu benar Evan? jika Cindy menyatakan cintanya padamu?"
"Ya itu memang benar tapi aku menolaknya, selama ini aku hanya menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih dari itu," jawab Evan.
"Baiklah aku akan percaya pada ucapanmu," ucap Erica.
"Kau tenang saja Erica tante pasti akan mengawasi Evan, dan tak akan ada gadis lain yang mendekatinya, karena tante sudah sangat menyukaimu untuk menjadi pasangan Evan," ucap Ibunya Evan.
"Terimakasih tante, telah mendukung hubungan diriku dan Evan."
"Tentu saja Erica," ucap Ibunya Evan.
"Ehm, sepertinya ada yang cemburu nih," ucap Maya.
"Bagaimana kabar di sekolah? apakah ada sesuatu yang baru?" tanya Evan.
"Tidak ada yang baru hanya seperti biasa saja, pantas saja Cindy tadi pagi menghampiriku dan memakiku karena dia menyalahkanku atas apa yang terjadi padamu Evan," ucap Erica.
"Benarkah dia begitu padamu, tunggu saja aku akan memarahinya," ucap Evan.
"Tak perlu karena dia yang mencari masalah denganku tadi pagi, aku sudah membalasnya."
'Membalasnya bagaimana maksudmu Erica?"
"Aku berkelahi dengannya tadi pagi di dalam kelas, sehingga kami di hukum oleh pak guru membersihkan halaman sekolah," jawab Erica.
"Benarkah kau berkelahi di dalam kelas karena diriku Erica?"
"Aku berkelahi dengannya karena Putri, dia menampar Putri lalu aku membalasnya kemudian kami berkelahi bertiga di dalam kelas."
"Jadi itu dua lawan satu! hahahahaha, pasti sangat seru melihatnya," ucap Evan sambil tertawa.
"Kenapa kau tertawa ini tidak lucu sama sekali."
"Aku tertawa karena tidak menyangka kau berani berkelahi di dalam kelas sekarang dan membalas perbuatan Cindy! itu membuatku sangat senang sekarang kau sudah berani melawan orang yang berbuat jahat pada orang lain," ucap Evan.
Mendengar Evan yang menertawakannya Erica kemudian mengerjainya dengan mengatakan jika dia mendapat teman laki laki baru di dalam kelas.
"Kita lihat siapa yang akan cemburu setelah dia tahu jika ada laki laki tampan yang baru di sekolah," ucap Erica di dalam hati.
"Aku sangat senang melihat kau cemburu padaku itu berarti kau sangat mencintaiku," ucap Evan tersenyum senang.
"Aku lupa bilang padamu jika ada murid baru di sekolah kita dan satu kelas denganku, dia juga duduk di sampingku," ucap Erica.
"Murid baru? dia laki laki atau perempuan?" tanya Evan penasaran.
"Dia seorang murid laki laki pindahan dari sekolah lain."
"Murid laki laki? apa dia tampan?"
"Tentu saja dia sangat tampan banyak gadis di sekolah kita yang ingin dekat dengannya! apalagi dia anak orang yang sangat kaya," ucap Erica.
"Apa dia mendekatimu Erica?"
"Tentu saja dia dekat denganku di kelas, apalagi memang kami sudah saling mengenal," jawab Erica.
"Kau harus menjauh darinya, kita tidak tahu dia orang yang baik atau jahat."
"Tapi aku sudah mengenalnya sebelum dia menjaddi murid di sekolah kita, jadi wajar saja jika aku dekat dengannya."
"Kau tetap harus menjaga jarak dengannya! jangan sampai dia akan menyukaimu Erica!" ucap Evan cemburu.
"Tapi memang sepertinya dia menyukaiku," ucap Erica sambil menatap Evan.
"Aku akan segera masuk ke sekolah! besok aku akan minta pulang pada dokter," ucap Evan.
"Bukankah kau masih harus di rumah sakit! dan lukamu juga belum benar benar sembuh Evan! nanti saja kau masuk ke sekolah jika lukamu sudah benar benar sembuh," ucap Erica.
"Aku sudah sangat sehat dan bisa kembali ke sekolah!" teriak Evan.
Tiba tiba Kakaknya Evan masuk ke dalam ruangan dan mendengar ucapan Evan.
"Aduh sakit kak!"
"Tuh masih sakitkan! kenapa kau sangat ingin cepat cepat masuk ke sekolah! apa kau takut jika Erica di ambil oleh laki laki tampan!"
"Bukannya begitu kak! aku hanya tidak ingin jika ketinggalan pelajaran terlalu jauh," jawab Evan.
"Tidak ada alasan kau tetap harus di rumah sakit sampai kau benar benar sembuh! jangan membuat ayah dan ibu khawatir padamu Evan."
"Baiklah kak," jawab Evan.
Erica tersenyum melihat perlakuan Kak Jenni pada adiknya Evan.
"Erica apa kau sudah lama disini?" tanya Kakaknya Evan.
"Belum terlalu lama kak."
"Jika adikku berbuat sesuatu yang jahat padamu langsung saja kau katakan padaku! aku akan menghajarnya untukmu!"
"Baik Kak Jenni," jawab Erica.
"Jenni apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya Ibunya Evan.
"Belum bu, aku hanya istirahat saja sebentar dan kemari untuk melihat keadaan adikku tersayang! sepertinya sekarang dia sudah sangat sehat."
"Begitulah dokter bilang adikmu tak akan lama di rawat karena dia sudah semakin sehat."
"Syukurlah kalau begitu."
"Apa kau sedang mendapatkan banyak kasus yang harus di selidiki?"
"Begitulah bu, sekarang kriminal sedang banyak terjadi, membuatku menjadi banyak pekerjaan di kantor."
"Kau tetap harus menjaga kesehatanmu jangan sampai kau jatuh sakit."
"Baik ibuku sayang."
"Evan, aku pulang dulu hari sudah malam nanti ibuku cemas jika aku pulang terlalu malam," ucap Erica.
"Baiklah kau harus hati hati di jalan," ucap Evan.
"Tante, Kak Jenni aku permisi pulang dulu karena hari sudah malam," ucap Erica.
"Kau pulang dengan apa Erica?" tanya Ibunya Evan.
"Aku pulang dengan taksi saja tante, karena supirku sekarang masih belum pulang karena mengantarkan orang tua dari temanku."
"Kau pulang denganku saja Erica! aku juga sudah harus kembali lagi ke kantor," ucap Kakaknya Evan.
"Apa tidak merepotkan Kak Jenni," ucap Erica.
"Tak apa aku juga sekalian ingin kembali ke kantor juga."
"Kau sudah mau pergi ke kantor lagi Jenni?"
"Iya bu, pekerjaan masih banyak yang menunggu di kantor!"
"Ehm, resiko jika punya anak polisi ya begini jarang berada di rumah bersama ibunya."
"Walau begitu tapi ibu banggakan dengan pekerjaanku," ucap Kakaknya Evan.
"Tentu ibu akan bangga kepada anak anaknya."
"Aku pergi dulu bu, dan kau adikku tersayang sampai jumpa lagi!" ucap Kakaknya Evan.
"Hati hati di jalan Kak! terimakasih sudah membantu mengantarkan Erica kerumahnya."
"Tentu aku harus baik kepada calon adik iparku," ucap Kakaknya Evan sambil tersenyum menatap Erica.
"Tante saya permisi pulang dulu," ucap Erica.
"Hati hati di jalan Erica, salam untuk ayah dan ibumu."
"Baik tante."
"Ayo Erica," ucap Kakaknya Evan.
Erica lalu pulang bersama Kakaknya Evan, setelah mendengar ucapan Erica mengenai teman baru laki laki yang dekat dengannya membuat Evan sangat cemburu dan ingin cepat kembali bisa masuk ke sekolah. Evan takut jika Erica berubah mencintai laki laki lain.