
Setelah pergi dari sekolahnya Erica langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Ayahnya Nadira yang akan pulang dari rumah sakit dan juga membesuk Evan yang masih di rawat.
"Pak Darmin kita langsung ke rumah sakit saja, karena ibu pasti sudah ada disana," ucap Erica.
"Baik non."
"Maaf Erica soal Rey tadi aku benar benar lupa dengannya, aku tidak menyangka jika dia masih mengingat dirimu," ucap Maya.
"Kita bicara dirumah saja nanti Maya," bisik Erica pada Maya.
"Baiklah Erica."
Setelah sampai di rumah sakit Erica langsung berjalan menuju ke ruangan Ayahnya Nadira. Disana sudah ada Ibunya Erica, Nadira dan juga Nadine.
"Tok tok tok" Erica mengetuk pintu.
"Erica masuklah kami dari tadi menunggumu," ucap Ibunya Erica.
"Maaf bu Erica terlambat datang kemari."
"Tidak apa apa sayang, kita juga masih menunngu obat yang belum di antarkan kemari oleh dokter yang merawat Pak Arya," ucap Ibunya Erica.
"Apa Nadira dan Nadine juga akan ikut pulang ke rumahnya yang di desa?" tanya Erica.
"Tidak Erica, kami tidak bisa ikut pulang, karena besok masih kuliah di kampus," jawab Nadira.
"Iya betul Nadira dan Nadine harus rajin belajar agar bisa mendapatkan nilai yang bagus," ucap Ibunya Erica.
"Dimana Pak Daniel?" tanya Pak Arya.
"Ooo iya saya lupa bilang jika suami saya tidak bisa datang kemari karena ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan! dia titip salam untuk anda dan juga ini modal usaha yang di janjikan suami saya pada Pak Arya," ucap Ibunya Erica sambil memberikan sebuah amplop yangg berisi uang.
Pak Arya mengambil uang yang diberikan Ibunya Erica dan membukanya. Dia sangat terkejut melihat jumlah uang yang sangat banyak menurutnya.
"Apa ini tidak terlalu banyak Bu Rosa," ucap Ayahnya Nadira.
"Menurut saya ini sudah lebih dari cukup sisanya untuk simpanan anda jika saja nanti terjadi sesuatu," ucap Ibunya Erica.
"Terimakasih Bu Rosa, anda dan suami beserta putri anda benar benar sangat baik, saya sampai tidak bisa berkata kata lagi," ucap Ayahnya Nadira.
"Sama sama Pak Arya kami sangat senang bisa membantu anda dan keluarga."
Dokter masuk ke dalam ruangan Pak Arya.
"Selamat siang Pak Arya, senang sekali melihat anda hari ini sudah bisa pulang dan sehat," ucap Dokter itu.
"Terimakasih dok," ucap Pak Arya.
"Ini obat anda harus diminum secara teratur dan jangan sampai tidak menjaga kesehatan anda dengan baik, jka tidak anda akan masuk rumah sakit lagi karena sakitnya kambuh."
"Baik dok, saya akan menjaga kesehatan dengan baik."
"Anda sudah bisa pulang sekarang, semoga Pak Arya selalu sehat ya."
"Terimakasih dok, telah merawat saya selama berada di rumah sakit ini," ucap Pak Arya."
" Sama sama, saya permisi dulu," ucap Dokter itu.
Dokter berjalan keluar dari ruangan Pak Arya.
"Syukurlah anda sekarang sudah bisa pulang kerumah," ucap Ibunya Erica.
"Iya Bu Rosa, saya sangat senang akhirnya suami saya sudah bisa pulang hari ini," ucap Ibunya Nadira.
"Ooo iya nanti biar supir saya yang mengantarkan anda untuk pulang ke desa, saya bawa dua mobil kemari, Erica nanti bisa pulang bersama dengan saya."
"Tak perlu Bu Ros, kami bisa naik taksi atau angkot saja untuk pulang."
"Ehm, anda baru saja sembuh dari sakit dan tak boleh terlalu lelah! tak apa apa biar supir saya saja yang mengantarkan anda sekarang supir saya sudah ada di luar menunggu anda."
"Saya benar benar berterimakasih pada anda telah baik kepada suami dan anak anak saya," ucap Ibunya Nadira.
"Sama sama Bu Nisa, ayo cepat siap siap nanti pulangnya kemalaman jika terlalu lama di sini," ucap Ibunya Erica.
"Iya Bu Rosa, kami sudah siap sekarang," ucap Pak Arya sambil berdiri dari tempat tidurnya.
Lalu mereka semua berjalan keluar dari rumah sakit, dan menuju ke mobil yang telah di siapkan Ibunya Erica.
"Silahkan Pak Arya da Bu Nisa masuklah ke dalam mobil," ucap Ibunya Erica.
"Sampai jumpa lagi Bu Rosa dan Erica, terimakasih untuk semuanya," ucap Ayahnya Nadira.
"Sama sama, sampai jumpa lagi juga Pak Arya dan Bu Nisa! hati hati di jalan."
"Baik bu," jawab Nadira dan Nadine.
Lalu ayah dan ibunya Nadira pulang ke rumahnya dengan mobil yang di supir oleh Pak Darmin.
"Bu Ros, kami juga pamit pulang kerumah! hari sudah hampir malam," ucap Nadira.
"Saya dan Kak Nadira benar benar sangat berterima kasih atas bantuan yang telah di berikan kepada kami, kami hanya bisa mendoakan semoga keluarga anda selalu bahagia," ucap Nadine.
"Sama sama, kalian jangan lupa belajar yang rajin agar bisa menjadi orang yang sukses dan membanggakan kedua orang tua kalian," ucap Ibunya Erica.
"Baik Bu Rosa, kami pasti akan rajin belajar dan tak akan mengecewakan anda dan orang tua kami," ucap Nadira.
"Kami permisi pulang," ucap Nadine.
"Hati hati di jalan," ucap Ibunya Erica.
"Erica sampai jumpa lagi," ucap Nadira.
"Sampai jumpa juga Nadira dan Nadine," ucap Erica.
Nadira dan Nadine pergi dari rumah sakit dan pulang kerumahnya.
"Erica ayo kita pulang sekarang."
"Aku akan melihat Evan sebentar bu," ucap Erica.
"Ibu tidak bisa ikut denganmu kesana, karena ibu ada urusan di luar."
"Tidak apa apa bu, aku nanti pulangnya naik taksi saja."
"Baiklah sayang, jangan pulang terlalu malam."
"Baik bu," ucap Erica.
"Ibu pergi dulu sayang, sampai jumpa nanti dirumah."
"Iya bu, hati hati di jalan."
"Tentu sayang," ucap Ibunya Erica sambil masuk ke dalam mobil.
Kemudian Ibunya Erica pergi dari rumah sakit dan Erica berjalan menuju ke ruangan Evan.
"Eric, ibu dan ayahmu sangat baik sekali pada orang lain, biasanya orang kaya tidak mau berbuat begitu kepada orang miskin,' ucap Maya.
"Tidak semua orang kaya itu jahat Maya, ada juga yang baik dan suka menolong orang lain! di keluargaku di ajarkan harus membantu orang lain yang sedang kesusahan sesuai dengan kemampuan kita," ucap Erica.
"Ehm, mungkin benar katamu! apa Evan sekarang sudah lebih sehat dari kemarin?"
"Semoga saja, Evan cepat sehat dan bisa pulang kerumahnya." ucap Erica.
"Tok tok tok" suara Erica mengetuk pintu ruangan Evan.
"Kreek" suara Ibuya Evan membuka Pintu.
"Selamat sore tante,"ucap Erica.
"Erica! ayo masuk ke dalam," ucap Ibunya Evan.
"Terimakasih tante," ucap Erica sambil masuk ke dalam ruangan.
"Evan ada Erica datang kemari."
"Hai Evan."
"Erica kau akhirnya datang juga, aku menunggumu datang hari ini," ucap Evan.
"Aku sudah cukup lama sampai di rumah sakit, tapi tadi ke ruangan Ayahnya Nadira dulu, karena dia akan pulang hari ini."
"Apa Ayahnya Nadira sudah sembuh dari sakitnya?"
"Iya Evan, dia sudah sembuh dan sekarang sudah pulang ke rumahnya diantar sama Pak Darmin supirku," ucap Erica.
"Syukurlah jika Ayahnya Nadira sudah sembuh," ucap Evan.
"Kau dan orang tuamu memang sangat baik Erica, suka menolong orang lain! kemarin ada teman Evan yang datang kemari yang sangat sombong dan kurang ajar sekali, namanya Cindy kalau tidak salah,"ucap Ibunya Evan.
"Apa Cindy datang kemari kemarin?" tanya Erica.
"Iya Erica, tapi dia tidak lama disini hanya sebentar saja dan langsung pulang," ucap Evan.
Medengar ucapan Ibunya Evan yang mengatakan jika Cindy datang menjenguk Evan membuat Erica merasa cemburu. Evan menjadi terdiam melihat raut wajah Erica yang langsung berubah setelah mendengar semua ucapan Ibunya.