
Tasya yang muncul di hadapan ayahnya rio, membuatnya sangat ketakutan.
"Kenapa kau mengganggu kami!" teriak ayahnya rio.
"Hahahahahahahaha" Tasya tertawa.
"Kalian semua harus membayar semua perbuatan jahat kalian padaku!" teriak tasya.
"Kami sudah meminta maaf kepadamu dan ibumu! kenapa kau masih mengganggu kami!" teriak ibunya rio.
"Apa hanya dengan meminta maaf semuanya akan selesai! aku tak akan memaafkan kalian semua sampai rio mendapatkan hukuman yang pantas atas semua perbuatannya!" teriak tasya marah.
"Ma...maafkan aku tasya! aku memang telah bersalah padamu! aku mohon untuk memaafkan dan melepaskanku!" ucap rio memohon pada tasya.
"Kau harus merasakan semua penderitaanku!" teriak tasya marah.
"Kau tidak berhak menghukum anakku!" teriak ibunya rio marah.
"Apa katamu tidak berhak!" ucap tasya kesal.
Tasya menarik ibunya rio dan mencekik lehernya.
"Aaaaarrgghhhh" Suara ibunya rio menahan sakit.
"Kau benar benar berani melawanku!" teriak tasya marah sambil mencekik leher ibunya rio.
"Tolong lepaskan istriku!" ucap ayahnya rio.
"Melepaskan dia! kenapa aku harus melakukannya!" ucap tasya.
"Aku tahu kami telah bersalah padamu! kami akan menebus semuanya! jadi aku mohon lepaskan dia!" ucap ayahnya rio memohon.
"Baik aku akan melepaskannya! tapi ingat jika kalian mengingkari janji untuk menebus semua kesalahan kalian! aku akan benar benar membunuh kalian semua!" teriak tasya.
Tasya kemudian melepaskan tangannya dari leher ibunya rio.
"Huuuuuk huuuuk huuuuuk" Suara ibunya rio batuk.
"Aku benar benar menyesal tasya tolong maafkan kedua orang tuaku, mereka tidak ada kaitannya dengan semua ini!" ucap rio sambil berlutut di depan tasya.
"Benar benar sebuah pertunjukan yang menarik!" ucap maya sambil tersenyum.
"Kau harus menebus semua kesalahanmu rio! kau harus dihukum!" teriak tasya.
"Aku akan menyerahkan diri kepada polisi dan akan melakukan sidang di pengadilan! tolong jangan libatkan kedua orang tuaku!" ucap rio.
"Rio apa yang kau lakukan!" teriak ibunya rio.
"Sudah cukup ibu, aku tak ingin kalian celaka karena semua perbuatanku! biarkan aku dihukum karena semua perbuatanku selama ini!" ucap rio.
"Tidak!!!!! tidak kau tidak boleh dihukum! ibu hanya memiliki dirimu rio!" ucap ibunya rio sambil memeluk anaknya.
"Bu ini semua memang sudah kesalahan rio! biarkan rio mendapatkan hukuman atas semua perbuatanku!" ucap rio.
"Ibu tidak ingin kehilanganmu rio!" teriak ibunya rio.
"Rio kau anak kami satu satunya jangan tinggalkan kami!" ucap ayahnya rio.
"Mulai drama lagi! sudah tahu anak salah masih saja tetap di bela!" ucap maya kesal.
Rio sudah membulatkan niatnya untuk menjalani sidang di pengadilan dan menerima semua hukuman atas perbuatannya.
"Jangan tinggalkan kami rio! ibu mohon, ibu akan melakukan apapun agar kau tidak dihukum dan meninggalkan kami!" ucap ibunya rio sedih.
"Ayah dan ibu akan memperjuangkan kebebasanmu! kami akan berusaha rio!" ucap ayahnya rio.
"Percuma saja yah! hidup rio juga tidak akan tenang! apalagi tasya terus menghantui kita!" ucap rio.
"Biarkan rio mengakui semua perbuatannya terhadapku! dia memang pantas untuk mendapatkan hukuman!" teriak tasya.
"Aku mohon padamu tasya lepaskanlah rio! jangan mengganggu kami lagi! aku akan memberikan uang dan harta pada ibumu agar dia bisa hidup dengan layak!" ucap ibunya rio.
"Apa semuanya hanya bisa kau nilai hanya dengan harta! apa kau pikir semuanya akan selesai dengan harta! itu tak akan pernah terjadi!" ucap tasya.
"Tolong kasihanilah kami! rio adalah anak kami satu satunya, kami tidak bisa kehilangan dia!" ucap ayahnya rio.
"Apa kalian pernah berpikir tentang perasaan ibuku! sama seperti kalian aku juga anak dia satu satunya dan sekarang aku telah menjadi hantu karena di bunuh oleh anak kalian!" ucap tasya marah.
"Mereka selalu ingin menyelesaikan semuanya dengan harta, dasar orang orang licik!" ucap maya.
"Aku tak mau tahu jika rio tidak mengakui semua perbuatannya di pengadilan! aku akan membunuhnya secara langsung di depan mata kalian!" ucap tasya.
Kemudian tasya dan maya pergi menghilang dari ruangan rio. Orang tua rio merasa sangat kesal dan bingung karena takut kehilangan rio.
"Tunggu tasya!!!" teriak ibunya rio.
"Bagaimana ini bu! sepertinya kali ini hantu tasya benar benar telah memperingati kita!" ucap ayahnya rio ketakutan.
"Tidak!! ibu tidak ingin kehilangan rio! apapun akan kulakukan agar rio bebas dari semua tuduhan!" ucap ibunya rio.
"Tapi bagaimana kita akan melindungi rio jika dia sendiri yang mau mengakui semua perbuatan dia!" ucap ayahnya rio.
"Rio dengarkan ibu! jangan pernah kau mengakui semua perbuatanmu nanti di pengadilan biar ayah dan ibu yang mengurus semuanya!" ucap ibunya rio sambil memegang tangan anaknya.
"Dengarkan perkataan ibumu rio! jangan sampai kau mengakui semuanya, jika itu kau katakan ibu dan ayah tidak akan bisa menolongmu!" teriak ayahnya rio.
"Keputusan rio sudah bulat ayah! rio tak ingin menghindar lagi! semua ini memang kesalahanku dan harus ku akui!" ucap rio.
"Kasihani ibu rio! ibu sangat menyayangimu, hiks hiks hiks!" ibunya rio menangis.
"Rio sangat berterimakasih pada ayah dan ibu yang sudah sangat menyayangiku dengan sepenuh hati! rio memang bukan anak yang baik, maafkan rio!" ucap rio sedih.
"Jangan berkata seperti itu rio! kau seperti ingin pergi jauh dari ayah dan ibu dengan berkata seperti itu!" ucap ibunya rio sedih.
"Jika kau mengakui semuanya hukumanmu pasti akan sangat berat rio!" ucap ayahnya rio sambil menatap rio.
"Tidak apa apa ayah rio ikhlas menerimanya aku memang pantas mendapatkan hukuman yang berat!" ucap rio.
"Ayah bujuk rio! ibu tidak ingin kehilangan dia, aku tidak ingin rio pergi dari kita!" teriak ibunya rio histeris.
"Ayah tak bisa mengatakan apapun lagi! tekad rio sudah sangat bulat bu!" ucap ayahnya rio sedih.
"Hiks hiks hiks" ibunya rio menangis.
"Maafkan rio ayah ibu sudah membuat kalian kecewa dan sedih dengan semua perbuatan rio selama ini!"
"Ayah akan mendukung semua keputusanmu rio!"
"Apa yang ayah katakan! kenapa kau malah mendukung keputusan rio!" teriak ibunya rio.
"Hanya ini yang dapat kita lakukan sekarang bu! kita sangat memahami rio jika dia sudah bertekad untuk sesuatu itu tidak akan mungkin kita ubah!" ucap ayahnya rio.
"Kenapa semuanya jadi begini! ini semua karena hantu sialan itu kenapa dia harus mengganggu kita dan membuat rio berubah pikiran!" ucap ibunya rio kesal.
"Untuk sementara kita ikuti saja semua keinginan rio! untuk selanjutnya nanti kita pikirkan lagi!" ucap ayahnya rio.
"Apa ayah memiliki sebuah rencana?" tanya ibunya rio.
"Aku akan berkonsultasi dengan pengacara kita besok! ayah akan mengusahakan rio hanya menerima hukuman yang ringan!"
"Iya betul! paling tidak kita bisa berusaha meringankan hukuman rio!" ucap ibunya rio.
Tasya dan maya berhasil membuat rio berubah pikiran dan dia mau mengakui semua perbuatannya di pengadilan. Ayah dan ibunya rio masih tetap tidak menerima jika anaknya akan menerima hukuman atas semua perbuatannya. Mereka berusaha untuk tetap menolong rio dengan berusaha untuk mendapatkan hukuman yang ringan.