
Evan pergi kerumahnya Erica, Setelah sampai disana semua orang sudah datang berkumpul termasuk Pak Andre pengacara yang mengurus kasus itu juga sudah datang.
"Maaf aku datang terlambat," ucap Evan sambil masuk ke dalam rumah Erica.
"Ah tidak kok, kau belum terlambat Evan kita juga baru saja berkumpul," ucap Ibunya Erica.
"Duduk saja disini Evan," ucap Erica memanggil Evan.
"Iya Erica," ucap Evan sambil duduk di samping Erica.
"Apakah semuanya sudah berkumpul Pak Daniel?" tanya Pak Andre.
"Seperti sudah Pak Andre! bisa kita mulai saja sekarang tidak ada lagi yang ditunggu," ucap Ayahnya Erica.
"Ooo iya Pak Andre saya ingin memperkenalkan saksi baru kita! ini namanya Nadira dia juga pernah menjadi korbannya Rio sama seperti Tasya," ucap Ibunya Erica.
"Perkenalkan nama saya Nadira," ucap Nadira memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga Nadira! saya senang kau bisa membantu kami dengan menjadi saksi di kasus ini," ucap Pak Andre.
"Bagaimana kita besok Pak Andre? Apa saksi yang kita miliki sudah cukup kuat untuk melawan mereka?" tanya Ayahnya Erica.
"Kalau menurut saya saksi yang kita miliki sudah cukup kuat dan juga di bantu dengan bukti bukti yang sudah ada dengan polisi! cuma saya tidak tahu jika Bu Sandra berbuat curang lagi, kita perlu berhati hati padanya!" ucap Pak Andre.
"Wanita itu tentu saja pasti akan berbuat curang pada saat sidang," ucap Ibunya Erica.
"Bukankah kita sudah memiliki saksi baru Nadira! tapi sebenarnya Pak Andre masih ada korban lain selain Nadira, tapi wanita jahat itu sudah menyuap mereka untuk tutup mulut!" ucap Ibunya Erica kesal.
"Ibu jangan berbicara begitu kita kan belum punya bukti! jangan asal menuduh saja," ucap Ayahnya Erica.
"Bisa saja betul yang dikatakan oleh Bu Rosa, Bu Sandra pasti akan melakukan apapun untuk menyelamatkan anaknya," ucap Pak Andre.
"Jadi apa kita akan sulit untuk membuat Rio masuk ke dalam penjara?" tanya Ibunya Tasya.
"Tentu saja Rio akan tetap di penjara Bu Vera, tapi kemungkinan hukumannya yang saya takutkan," ucap Pak Andre.
"Maksudnya apa Pak Daniel?" tanya Erica.
"Maksud saya masa hukuman Rio tidak akan lama dia di dalam penjara! jika Bu Sandra berhasil membela Rio di sidang nanti," ucap Pak Andre.
"Berarti masa hukuman yang akan dia terima tidak begitu lama di dalam penjara?" tanya Intan.
"Betul" ucap Pak Andre.
"Wah, enak saja laki laki jahat itu setelah melakukan semua perbuatan jahat dia langsung bisa bebas dengan masa hukuman yang tidak lama!" ucap Maya kesal.
"Kemungkinan itu yang di rencanakan oleh Ibunya Rio," ucap Tasya.
"Mungkin Bu Sandra tidak mungkin bisa membebaskan anaknya dari penjara! tapi dia berusaha untuk mengurangi masa hukuman anaknya dengan memenangkan sidang ini," ucap Maya pada Tasya.
"Apa yang harus kita lakukan Maya untuk menggagalkan rencana Bu Sandra?" tanya Tasya khawatir.
"Malam ini kita akan berkunjung lagi kerumahnya untuk mengetahui lebih banyak informasi tentang rencananya," ucap Maya.
"Baiklah Maya," ucap Tasya.
"Tapi kalian tidak perlu khawatir saya akan berusaha untuk memenangkan kasus ini besok di pengadilan! dan saya akan berusaha agar Rio mendapatkan hukuman yang berat atas semua kejahatannya!" ucap Pak Andre.
"Memang dia pantas mendapatkan hukuman yang berat karena menghilangkan nyawa orang lain dan merusak masa depan wanita," ucap Ibunya Erica kesal.
"Ibumu sangat menyeramkan jika sedang marah Erica," bisik Evan pada Erica.
"Ibuku memang begitu kalau marah, tapi dia orangnya sangat baik kok," ucap Erica sambil tersenyum.
"Ooo begitu," ucap Evan.
"Apa yang harus kita persiapkan Pak Andre untuk sidang besok?" tanya Ayahnya Erica.
"Untuk semua saksi nanti katakan semua yang kalian ketahui dengan jujur tanpa ada yang ditutupi! sebisa mungkin kita harus memojokkan Rio sampai dia tidak bisa mengelak lagi atas kejahatan yang telah dia lakukan!" jawab Pak Andre.
"Tentu Pak Andre kami pasti akan melakukan itu semua," ucap Ibunya Erica.
"Saksi untuk kasus ini adalah Ibunya Tasya, Intan, Erica, Evan, dan terakhir Nadira! saya harap kalian semua bisa mengatakan semua yang kalian ketahui dan bisa membantu kita memenangkan kasus ini," ucap Pak Andre.
"Baik Pak Andre," ucap semua orang.
"Yang berbeda hanya Erica dan Nadira mereka saksi sekaligus korban dalam kasus ini," ucap Pak Andre.
"Kurasa wanita jahat itu pasti juga akan menutup mulutnya Bu Serly! agar meringankan hukuman anaknya," ucap Ibunya Erica.
"Koneksi Bu Sandra memang cukup banyak Bu Rosa, kita tidak boleh menganggap remeh dia! apalagi ini di bidang hukum," ucap Pak Andre.
"Betul Pak Andre dia memang memiliki banyak koneksi! saya juga begitu banyak memiliki koneksi dan juga kaya!" ucap Ibunya Erica.
"Itu karena anda dan Pak Daniel adalah orang yang terpandang di kota ini! makanya Bu Sandra tidak bisa berbuat semau dia kepada kepada keluarga anda! seperti yang kita tahu dia menutup mulut semua korban anaknya! hanya anda yang berani melawan dia saat ini," ucap Pak Andre.
"Betul itu! berarti dia juga cukup takut karena berhadapan dengan musuh yang kuat!" ucap Ibunya Erica sambil tersenyum.
"Betul Bu Rosa," ucap Pak Andre.
"Memang yang bisa bersaing dengan Ibunya Rio hanya ibumu Erica," ucap Evan.
"Iya Evan, ayah saja cukup takut pada ibu," ucap Erica tersenyum menatap ibunya.
"Betul kata Evan, hanya Ibunya Erica yang bisa mengalahkan Ibunya Rio dalam kasus ini! kalau orang lain yang menjadi korban tidak akan mungkin bisa melawan Bu Sandra!" ucap Maya.
"Sangat sayang sekali Bu Sandra memanfaatkan kekuasaannya di jalan yang salah," ucap Tasya.
"Dan juga menyayangi anaknya di jalan yang salah," ucap Maya.
"Sepertinya cukup sekian pertemuan kita hari ini! dan sampai jumpa besok di pengadilan," ucap Pak Andre.
"Terimakasih Pak Andre sudah datang kemari," ucap Ayahnya Erica sambil menjabat tangan Pak Andre.
"Sama sama Pak Daniel."
"Maaf Pak Andre jika ada ucapan saya yang menyinggung perasaan anda! itu karena saya sangat kesal pada Sandra," ucap Ibunya Erica.
"Tidak apa apa Bu Rosa, saya mengerti perasaan anda! memang Bu Sandra adalah lawan yang sangat sulit kita kalahkan, apalagi dia mempunyai reputasi pengacara yang sangat terkenal dan terkenal jarang kalah di pengadilan," ucap Pak Andre.
"Maka kita yang akan mengalahkan dia di persidangan nanti," ucap Ibunya Erica.
"Saya sangat mengharapkan kita memenangkan kasus ini dan dapat mengalahkan dia," ucap Pak Andre.
"Semoga saja persidangan besok berjalan lancar," ucap Ayahnya Erica.
"Baik kalau begitu saya permisi pulang dulu," ucap Pak Andre.
"Iya Pak Andre," ucap Ayahnya Erica.
"Kenapa semua orang harus takut pada Sandra," ucap Ibunya Erica kesal.
"Mereka takut karena tidak mampu mengalahkannya bu! tapi kalau kita pasti bisa mengalahkannya!" ucap Ayahnya Erica tersenyum menatap istrinya.
"Betul itu sayang," ucap Ibunya Erica tersenyum menatap suaminya.
Setelah selesai mengadakan pertemuan Maya dan Tasya berencana membantu Erica dengan mendatangi rumahnya Rio untuk mencari informasi dan rencana Bu Sandra.