
Erica dan Maya merasa penasaran dengan hantu wanita yang ada di perpustakaannya Rey, dan bertanya kepada Rey.
"Rey apa kau punya keluarga wanita yang sudah meninggal dunia?" tanya Erica.
"Tidak ada Erica! memangnya kenapa kau bertanya padaku?"
"Tidak apa apa aku hanya ingin bertanya saja padaku," ucap Erica.
Putri langsung mendekati Erica dan berbisik padanya.
"Erica apa kau melihat ada hantu disini?"
"Iya Put, hantu wanita tapi dia menghilang setelah aku melihatnya," jawab Erica.
"Rumah mewah kok bisa ada hantunya! membuatku menjadi takut saja Erica," ucap Putri.
"Kenapa kalian berdiri saja disana? ayo duduk saja di sini," ucap Rey.
"Baik Rey! ayo Put kita duduk disana," ucap Erica.
"Iya Erica, jangan jauh jauh dariku! aku menjadi sedikit takut di sini."
Erica dan Putri duduk di sofa yang ada di dalam perpustakaan, Maya berkeliling di dalam perpustakaan tapi tak menemukan hantu itu lagi di sana.
"Sepertinya dia sudah tidak ada lagi di sini! kalau di lihat dari wajahnya sepertinya dia bukan hantu yang jahat," ucap Maya.
Pembantu Rey membawakan makanan dan minuman ke perpustakaan.
"Permisi tuan! ini makanan dan minumannnya."
"Terimakasih bik! apa ayah sudah pulang kerumah?"
"Belum tuan, mungkin tuan besar akan pulang sebentar lagi."
"Baik bik, terimakasih."
"Iya tuan," jawab pembantu Rey sambil berjalan keluar dari perpustakaan.
"Apa kau anak tunggal Rey?" tanya Erica.
"Iya aku tidak punya saudara, aku anak tunggal."
"Wah ternyata kalian berdua sama, Erica juga anak tunggal dan orang tuanya juga sangat kaya sepertimu Rey," ucap Putri.
"Benarkah itu! kita banyak kesamaan Erica," ucap Rey.
"Yang jelas kalian berdua itu sama sama kaya," ucap Maya.
"Kalian bisa membaca buku yang kalian sukai di sini! aku hampir memiliki semua buku, kita juga bisa belajar bersama disini, bukankah besok kita ada ujian bulanan," ucap Rey.
"Betul Erica aku sampai lupa! Rey saja yang murid baru ingat kenapa aku bisa lupa," ucap Putri.
"Aku juga mendengar dari teman teman yang berada di kelas tadi," ucap Rey.
"Kalian berdua tidak perlu merasa khawatir, karena kalian berdua sudah pintar sejak lahir! diriku yang merasa pusing dengan ujian besok, belajar seharian pun aku tidak akan mengingatnya! apa kalian berdua punya cara khusus agar bisa pintar?" ucap Putri.
"Hahahahaha, kau sangat lucu Putri! mana ada cara khusus untuk pintar, jika kau ingin pintar cara satu satunya hanya belajar yang rajin," ucap Rey sambil tertawa.
"Aku bertanya hanya ingin tahu saja siapa tahu kalian punya rahasia tertentu," ucap Putri.
"Kau tenang saja Put, aku akan membantumu belajar hari ini," ucap Erica.
"Terimakasih Erica aku memang teman terbaikku," ucap Putri.
Lalu mereka bertiga belajar bersama di ruang perpustakaan, tak terasa hari pun hampir malam. Maya yang merasa sangat bosan lalu dia berkeliling di rumahnya Rey. Lalu Maya terkejut saat melihat foto keluarga Rey, hantu wanita yang dia lihat ada di foto itu.
"Wanita ini seperti hantu yang tadi aku lihat di perpustakaan," ucap Maya sambil menatap foto itu.
"Apa wanita ini adalah ibunya Rey? apa ibunya Rey sudah tidak ada lagi?" ucap Maya penasaran.
Erica melihat di sekeliling perpustakaan dan tak melihat Maya di sana.
"Kemana Maya? kenapa dia tidak ada di sini?" ucap Erica khawatir.
"Erica ada apa? sepertinya kau tampak mengkhawatirkan sesuatu?" tanya Rey.
Rey melihat jam tangannya untuk mengetahui waktu saat itu.
"Ooo tidak terasa haari sudah hampir malam! apa kalian ingin kuantarkan pulang saja?" ucap Rey.
"Tak perlu Rey, nanti sebentar lagi supirku akan kemari untuk menjemputku! Putri biar aku saja yang mengantarnya pulang," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu," ucap Rey.
Erica dan Putri membereskan semua buku buku mereka dan memasukannya ke dalam tas.
"Rey apa boleh aku meminjam buku ini untuk belajar dirumah," ucap Putri.
"Tentu saja Put, kau boleh membawa buku mana saja yang kau mau! aku akan meminjamkannya," ucap Rey.
"Benarkah Rey! aku boleh meminjam buku manapun yang aku mau?" tanya Putri.
"Iya tentu, silahkan saja," jawab Rey.
"Baiklah terimakasih Rey," ucap Putri.
Lalu Putri memilih buku buku yang dia perlukan untuk belajar dan memasukkannya ke dalam tas nya.
"Rey teriamkasih, setelah aku selesai belajar akua akn mengembalikan semuanya," ucap Putri.
"Baiklah Putri, belajarlah yang rajin agar kau bisa menjadi pintar."
"Tentu Rey, aku akan menjadi pintar seperti kalian berdua," ucap Putri.
"Rey, kami harus pulang sekarang," ucap Erica.
"Baiklah aku akan mengantarkan kalian sampai di depan rumah," ucap Rey.
"Iya Rey, terimakasih," ucap Erica.
Saat berjalan keluar dari perpustakaan, mereka melewati ruang keluarga dan disana Erica melihat Maya yang sedang melihat sebuah foto. Erica menatap Maya dan melihat foto itu juga, Erica sangat terkejut melihat foto itu wanita yang berfoto bersama Rey sangat mirip dengan hantu yang lihat tadi.
"Rey siapa wanita yang berfoto bersama dirimu itu?" tanya Erica.
"Ooo dia ibuku Erica," jawab Rey.
"Dimana ibumu sekarang Rey?"
"Ibuku sedang sakit dia ada di dalam kamarnya sekarang," jawab Rey.
"Ibumu sakit apa Rey?" tanya Putri.
"Ibuku sedang koma dan tak bisa sadarkan diri selama 1 tahun ini."
"Apa yang menyebabkan ibumu koma?" tanya Erica penasaran.
"Ibuku 1 tahun yang lalu mengalami kecelakaan mobil,karena kecelakaan itu diaharus di operasi karena luka di kepalanya yang cukup parah! tapi setelah di operasi ibuku samapai sekarang koma dan tak sadarkan diri, kami juga tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi padahal operasi telah berhasil dilakukan! karena dalam 1 tahun ini tidak ada perkembangan dari ibuku, kami membawanya ke rumah dan merawatnya disini,'" ucap Rey sedih.
" Apa dia seprti Evan waktu itu, arwahnya keluar dari tubuhnya dan tidak bisa masuk kembali karena tiak tahu caranya," ucap Maya yang mendengar ucapan Rey.
"Aku turut sedih atas apa yang terjai pada ibumu Rey, semoga ibumu cepat sembuh," ucap Erica.
"Rey yang sabar ya, pasti ibumu akan kembali sehat seperti dulu lagi," ucap Putri sedih.
"Apa kalian ingin bertemu ibuku?" tanya Rey.
"Apa itu tidak apa apa Rey?" tanya Erica.
"Tentu saja tidak apa apa, bukankah sekarang kalian adalah temanku! ibuku pasti akan sangat senang jika bertemu dengan kalian," ucap Rey.
"Baiklah kami akan bertemu ibumu," ucap Erica.
"Ayo ikut aku, kita akan ke kamar ibuku," ucap Rey.
"Baiklah," ucap Erica dan Putri berjalan mengikuti Rey menuju ke kamar ibunya.
Karena merasa sangat penasaran Erica menerima ajakan Rey yang akan bertemu ibunya yang sedang koma karena kecelakaan yang dia alami. Maya pun mengikuti Erica dan ingin bertemu juga dengan ibunya Rey. Maya merasa jika arwah ibunya Rey sedang meminta tolong padanya.