ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 26



Setelah sampai di rumah Erica msuk ke dalam kamarnya dan berbicara dengan Maya dan Ibunya Rey, Erica menatap wajah Ibunya Rey yang sedikit gelisah setelah dari kantor polisi, karena merasa penasaran Erica mencoba mengajak Ibunya Rey untuk berbicara.


"Tante aku perhatikan semenjak kita pulang dari kantor polisi sepertinya tante agak merasa sedikit gelisah? apa ada sesuatu yang tante pikirkan?" tanya Erica.


"Aku memikirkan suami dan anakku mereka pasti akan merasa sedih setelah mengetahui semua kebenaran ini," jawab Ibunya Rey.


"Bukankah lebih baik mereka mengetahui semuanya? cepat atau lambat semua kejahatan Leo pasti akan terungkap, dia memang pantas jika masuk ke dalam penjara dengan kejahatan yang telah dia lakukan selama ini," ucap Maya.


"Benar itu tante tak perlu khawatir lagi, suami dan anak tante pasti akan baik baik saja, mereka memang berhak tahu semua ini, dan Leo memang pantas di hukum atas perbuatannya," ucap Erica.


Mendengar ucapan Maya dan Erica membuat Ibunya Rey merasa sedikit lega, sementara itu setelah mendapatkan surat penangkapan Jenni langsung menuju ke rumah Leo untuk menangkapnya. Leo yang saat itu msih berada di dalam rumah karena masih merasa tidak sehat setelah di pukul oleh Maya kemarin malam saat merasuki gadis muda yang dibawanya.


"Kemarin malam aku benar benar sangat sial, hantu itu telah berani merasuki gadis yang kubawa dan memukulku sampai wajahku luka luka," ucap Leo.


Leo mengobati wajah dan tangannya yang terluka dan memar karena pukulan Maya/


"Tapi bagaimana hantu itu bisa tahu semuanya? seharusnya tak ada yang mengetahui semua itu kecuali Kak Clara kakak iparku yang sekarang sedang koma, apa dia sekarang telah menjadi hantu gentayangan! tapi itu tidak mungkin karena sekarang dia masih hidup walaupun sedang koma selama 1 tahun ini, jadi siapa hantu yang mendatangiku kemarin malam," ucap Leo penasaran.


Sementara itu Maya ingin mengajak Ibunya Rey untuk melihat polisi menangkap Leo di rumahnya.


"Bu Clara, bagaimana jika kita pergi untuk melihat suatu pertunjukan yang cukup menarik," ucap Maya.


"Pertunjukan apa maksudmu Maya?" tanya Ibunya Rey.


"Tentu saja pertunjukan penangkapan Leo saat ini, seharusnya sekarang polisi pasti sedang menuju kerumahnya, kau mau melihatnya?"


"Apa kita akan pergi berdua saja tanpa Erica?"


"Tenang saja Bu Clara, Erica pasti akan menyusul kita di kantor polisi, bukankah dia akan di panggil ke kantor polisi jika Leo sudah di tangkap," ucap Maya.


"Iya kau betul juga, ayo kita pergi sekarang," ucap Ibunya Rey.


"Ok ayo kita pergi aku sudah tidak sabar ingin melihat dia di tangkap," ucap Maya.


Lalu Maya dan Ibunya Rey pergi menghilang menuju kerumah Leo tanpa memberitahu Erica. Saat Erica keluar dari kamar mandi dia merasa heran melihat Maya dan Ibunya Rey yang tiba tiba menghilang dari kamarnya.


"Pergi kemana mereka berdua? kenapa mereka tiba tiba saja pergi tanpa memberitahuku?"  ucap Erica heran.


Setelah sampai di rumahnya Leo, Maya dan Ibunya Rey merasa heran belum melihat polisi yangdatang kesana.


"Ehm, bukankah seharusnya polisi sudah datang kemari? kenapa mereka belum juga datang?" ucap Maya.


"Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai disini Maya," ucap Ibunya Rey.


Tak lama kemudian Jenni dan polisi yang lainnya tiba di rumah Leo dengan menggunakan mobil polisi.


"Maya itu polisi sudah datang kemari!" teriak Ibunya Rey senang.


"Benar itu mereka, saatnya pertunjukan di mulai," ucap Maya.


Jenni dan polisi lainya mereka semua turun dari mobil polisi dan langsung berjalan menuju rumahnya Leo. 


"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.


"Iya sebentar," teriak Leo dari dalam rumah.


"Kreek" suara Leo membuka pintu.


Setelah membuka pintu Leo merasa sangat terkejut melihat polisi yang datang kerumahnya.


Leo menatap Jenni yang ada di hadapannya.


"Iya saya Leo, ada apa kalian polisi datang kerumahku?" 


"Maaf Pak Leo kami membawa surat perintah penangkapan anda!" ucap Jenni.


"Surat penangkapanku? atas tuduhan apa aku ditangkap?"


"Atas tuduhan kasus pelecehan kepada seorang gadis dan juga kasus penggelapan uang perusahaan," jawab Jenni.


"Apa kalian punya bukti atas semua tuduhan itu!" teriak Leo.


"Ehm, tentu kami memilikinya jika tidak ada mana mungkin kami menerima surat penangkapan untuk anda Pak Leo, untuk lebih jelasnya kita bicarakan nanti di kantor polisi," ucap Jenni.


"Kalian tidak bisa sembarangan menangkapku begini, aku akan menghubungi pengacaraku! kalian tidak tahu siapa diriku aku Leo adik dari produser terkenal di kota ini," ucap Leo.


"Maaf Pak Leo kami hanya menjalankan tugas, dan saya tidak peduli anda kerabat produser terkenal ataupun seorang menteri kami akan tetap menangkap anda! tangkap dia dan masukkan ke dalam mobil!" teriak Jenni.


"Siap Bu" ucap Polisi lainnya.


"Kalian akan menyesall telah menangkapku! aku akan buat perhitungan dengan kalian semua! terutama kau polisi wanita yang menyebalkan!" ucap Leo menatap Jenni.


Jenni berjalan mendekati Leo dan berbisik padanya.


"Aku tidak akan takut dengan ancaman dari laki laki brengsek seperti dirimu, kita lihat saja nanti siapa yang akan menyesal nanti," ucap Jenni.


"Dasar kau," ucap Leo.


"Cepat masukkan dia ke dalam mobil dan bawa langsung ke kantor polisi untuk di interogasi!" ucap Jenni.


"Siap bu."


"Dan yang lainnya geledah rumah ini dan bawa semua barang yang mencurigakan ke kantor polisi," ucap Jenni.


"Siap bu"


"Berani sekali dia mengancamku, dia pikir siapa dia mau orang penting di dunia pun akan kutangkap jika dia memang terbukti bersalah!" ucap Jenni kesal.


"Wah Maya ternyata betul ucapanmu, dia memang seorang polisi yang sangat hebat," ucap Ibunya Rey.


"Penilaianku tidak mungkin salah, dia memang polisi yang baik dan hebat, hanya saja jika kita menjadi polisi yang baik dan jujur pasti akan memilki banyak musuh itu resiko yang pasti di dapat," ucap Maya.


"Maksudmu seperti nasibmu yang di bunuh seseorang karena menjadi polisi yang baik dan jujur?" tanya Ibunya Rey.


"Entahlah aku dulu menjadi polisi wanita seperti apa aku belum bisa mengingatnya, tapi sosok Jenni aku melihatnya seperti agak mirip denganku, itu hanya perasaanku saja tidak tahu itu benar atau tidak," ucap Maya.


"Menurutku dulu pasti kau seorang polisi yang baik Maya, aku yakin itu," ucap Ibunya Rey.


"Sekarang kita akan ikut ke kantor polisi dan melanjutkan menonton pertunjukan disana, kurasa Erica juga pasti akan kesana nanti," ucap Maya.


"Baiklah Maya, aku juga merasa senang melihat dia ditangkap oleh polisi," ucap Ibunya Rey.


"Ayo kita pergi," ucap Maya.


"Baik Maya"


Maya dan Ibunya Rey pergi mengikuti Leo yang di tangkap polisi menuju ke kantor polisi. Jenni masih berada di rumahnya Leo untuk menggeledah rumahnya dan mencari bukti bukti lain yang berkaitan dengan kasusnya.