ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 61



 


 


 


Setelah mendapatkan uang tunai dari bank, kemudian Jenni dan Erica langsung masuk ke dalam mobil. Saat di dalam mobil Jenni menyuruh Erica untuk menelpon Riki dan juga Heru untuk menjalankan rencana mereka yang selanjutnya.


 


 


 


"Erica kau sekarang telpon kedua polisi itu, beritahu mereka jika kita sudah mengambil uangnya dan sekarang kita harus menuju ke tempat yang mereka katakan tadi," ucap Jenni.


 


 


 


"Baik Kak," jawab Erica.


 


 


 


 


Lalu Erica mengeluarkan handphonenya dan menelpon Riki dan juga Heru.


 


 


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


 


 


"Ini Erica yang menelpon," ucap Riki.


 


 


 


"Cepat kau angkat telponnya," ucap Heru.


 


 


 


"Halo" 


 


 


 


"Iya halo, kami sudah mengambil uangnya sekarang kita akan ke tempat yang kalian katakan tadi," ucap Erica.


 


 


 


"Baiklah kita menuju kesana," ucap Riki.


 


 


 


"Kita jangan berhenti terlalu dekat dengan tempat itu, karena Erica dan Evan mereka tidak boleh terlihat bersama kita, aku akan pindah ke mobil kalian nanti!" teriak Jenni.


 


 


 


 


"Baiklah," ucap Riki.


 


 


 


Lalu Erica menutup telpon itu.


 


 


 


"Baiklah ayo kita berangkat dan menangkap para bedebah itu," ucap Heru sambil menjalankan mobilnya.


 


 


 


Jenni mengikuti mobil yang di kendarai oleh Riki dan juga Heru, tidak lama kemudian Riki dan Heru menghentikan mobilnya dan Riki turun dari mobil menghampiri mobilnya Jenni.


 


 


 


 


"Tok tok  tok" suara Riki mengetuk pintu kaca mobil Jenni.


 


 


 


Jenni membuka kaca mobilnya.


 


 


 


"Apa kita sudah sampai?" tanya Jenni.


 


 


 


"Kita sudah sampai di depan sana tempatnya," ucap Riki.


 


 


 


Jenni melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Riki.


 


 


 


"Ooo jadi itu tempatnya, baiklah kita akan segera bersiap, Erica dan Evan kalian bawa mobil ini kesana, aku akan naik mobil bersama Riki dan juga Heru," ucap Jenni.


 


 


 


"Apa kami kesana langsung masuk saja dan mencari pemandu karaoke itu?" tanya Evan.


 


 


 


"Tentu saja, kau harus melakukan itu, jangan smapi membuat mereka curiga pada kalian berdua, buat mereka percaya jika kalian benar benar ingin memakai dan menjual narkotika itu," jawab Jenni.


 


 


 


 


"Baik kak, kami akan melakukan itu," ucap Erica.


 


 


 


 


"Kalian harus berhati hati kami akan mengawasi kalian dari sini," ucap Jenni.


 


 


 


"Baik kak," ucap Evan.


 


 


 


Lalu Jenni turun dari mobil dan masuk kedalam mobil bersama Riki dan juga Heru mengawasi Erica dan Evan dari luar tempat karaoke itu, sedangkan Evan dan juga Erica pergi ke tempat karaoke itu dengan mengendarai mobil. Setelah sampai di sana Erica dan Evan turun dari mobil dan masuk ke dalam tempat karaoke itu.


 


 


 


 


"Kalian ingin berkaraoke disini?" tanya seorang wanita yang menghampiri Erica dan Evan.


 


 


 


"Iya betul kami ingin bersenang senang disini," jawab Evan.


 


 


 


"Sepertinya kalian bukan orang di daerah ini, apa kalian dari kota? melihat penampilan kalian sepertinya kalian masih seorang pelajar," ucap wanita itu.


 


 


 


"Tentu kami memang seorang pelajar yang ingin mencoba bersenang senang disini dan juga kami sedang mencari sesuatu yang bisa membuat kami lebih dapat bersenang senang," ucap Erica.


 


 


 


 


"Apa yang sedang kalian cari? di tempat ini kalian akan menemukan apapun yang dibutuhkan untuk bersenang senang," ucap Wanita itu.


 


 


 


"Benarkah kami akan menemukan itu disini?" tanya Evan sambil menatap wanita itu.


 


 


 


 


"Tentu saja jika kalian mempunyai uang kalian akan mendapatkan apapun disini dengan sangat mudah," ucap Wanita itu sambil tersenyum.


 


 


 


 


"Kami mencari sesuatu yang cukup berharga dan sangat sulit di dapatkan untuk bersenang senang, dan kami juga berniat ingin menjalankan bisnis itu agar dapat bisa menghasilkan banyak uang," ucap Erica.


 


 


 


 


"Aku tahu maksud kalian, tapi jika kalian menginginkan itu kalian harus punya cukup banyak uang, apa kalian memiliki itu?"


 


 


 


"Tentu saja kami punya," ucap Erica.


 


 


 


 


 


 


 


 


"Kami membawa uang yang cukup banyak untuk membelinya," ucap Erica.


 


 


 


"Apa semua ini uang asli?" tanya wanita itu.


 


 


 


"Tentu saja kau boleh memeriksanya jika tak percaya," jawab Erica.


 


 


 


"Tapi apa mungkii kalian yang hanya seorang pelajar bisa mempunyai uang sebanyak ini? apa kalian ingin menipuku?" ucap Wanita itu curiga.


 


 


 


Erica kemudian mendekati wanita itu dan berbisik padanya.


 


 


 


"Kami hanya perantara saja, bos kami yang ingin membelinya pada kalian," bisik Erica.


 


 


 


 


"Benarkah kalian tidak berbohong?"


 


 


 


"Untuk apa kami berbohong padamu, kami juga hanya semacam pesuruh yang melayani bos besar, dia tidak ingin turun langsung karena takut di curigai oleh orang lain," ucap Erica.


 


 


 


"Ehm, baiklah berapa banyak yang kalian inginkan?" tanya wanita itu.


 


 


 


"Berapa banyak yang kami dapatkan jika membeli dengan harga satu milyar?" tanya Evan.


 


 


 


"Tentu itu dapat membeli dalam jumlah yang banyak," Jawab Wanita itu.


 


 


 


"Tapi kami memiliki sebuah permintaan padamu," ucap Erica.


 


 


 


"Apa yang kalian inginkan?" tanya Wanita itu.


 


 


 


 


"Kami ingin bertemu langsung dengan bosmu," jawab Erica.


 


 


 


"Hahahahaha, kalian benar benar anak yang sangat berani, jadi kalian ingin bertemu langsung dengan bos kami."


 


 


 


"Iya tentu saja, bukankah kami bukan pembeli biasa, kami membeli dengan jumlah yang cukup banyak, lagipula kami ingin membuat kesepakatan dengan bos kalian jika ingin menjadi penjual seperti kalian," ucap Evan.


 


 


 


"Bukankah kau akan mendapatkan imbalan dari bosmu jika membawa pelanggan tetap dan dapat menghasilkan uang yang banyak, bos kami juga orang yang sangat royal dengan uang, jadi kita dapat saling membantu satu sama lain," ucap Erica.


 


 


 


 


"Baiklah kalian tunggu disini aku akan menelpon bos kami," ucap wanita itu.


 


 


 


 


Lalu dia pergi dan memasuki salah satu ruangan disana untuk menelpon bosnya.


 


 


 


"Erica sandiwara kau dan Evan sangat bagus sekali, seperti di dalam film saja," ucap Maya.


 


 


 


 


"Tentu saja aku sangat pandai dalam berakting," ucap Erica pelan pada Maya.


 


 


 


 


"Erica, menurutmu apa mereka tidak akan curiga pada kita?" tanya Evan.


 


 


 


"Kalau menurutku mereka sampai saat ini belum mencurigai kita, bersikap sewajarnya saja sampai kita bisa mendapatkan bukti untuk menangkap mereka," ucap Erica.


 


 


 


 


"Baiklah Erica," ucap Evan.


 


 


 


 


"Erica kau tenang saja jika dalam bahaya aku akan melindungimu," ucap Maya.


 


 


 


"Tentu saja kau harus melindungiku Maya," bisik Erica pada Maya.


 


 


 


Tak lama kemudian wanita itu keluar dari ruangan yang dia masuki tadi dan berjalan menghampiri Erica dan Evan. Lalu dia tersenyum sambil menatap Erica dan Evan.


 


 


 


"Sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kalian, bos kami setuju untuk bertemu dengan kalian saat ini," ucap Wanita itu.


 


 


 


"Benarkah? dimana kami dapat bertemu dengannya?" tanya Evan.


 


 


 


"Dia tidak ada disini tentu saja di tempat biasa kami berkumpul yaitu markas kami," jawab Wanita itu.


 


 


 


"Apa tempatnya jauh dari sini?" tanya Erica.


 


 


 


"Tidak terlalu jauh, aku akn membawa kalian kesana dan bertemu dengan bos kami," ucap Wanita itu.


 


 


 


"Baiklah bagaimana jika kita pergi kesana sekarang lebih cepat lebih baik," ucap Evan.


 


 


 


"Ok kita berangkat sekarang, kalian mengendarai apa kemari?"


 


 


 


"Kami menggunakan mobil," jawab Evan.


 


 


 


"Kalian ikuti saja aku, karena aku juga akan membawa mobil kesana."


 


 


 


"Ok" jawab Evan.


 


 


 


Kemudian Erica dan Evan keluar dari tempat karaoke itu dan pergi mengikuti wanita itu dengan menggunakan mobilnya. Sementara itu Riki, Heru dan juga Jenni yang melihat Erica dan Evan keluar dari sana dan pergi dengan mobil mereka juga langsung mengikuti mereka dari belakang.