ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 49



Keesokan paginya erica setelah selesai bersiap siap untuk pergi sekolah. Dia langsung menghampiri ibunya di meja makan.


"Bu!" ucap erica sambil berjalan mendekati ibunya.


"Ada apa sayang!".


"Bu! erica ingin mengatakan sesuatu!".


"Apa yang ingin kau katakan pada ibu!".


"Ini mengenai nadira dan keluarganya!".


"Ada apa dengan nadira? apa dia sedang ada masalah lagi?".


"Tidak ada bu!".


"Terus apa yang kau cemaskan tentang dia!".


"Ini tentang bu sandra ibunya rio dan nadira!".


"Ada apa dengan wanita jahat itu? apa dia akan mencelakai nadira?".


"Itu yang erica takutkan bu! erica takut jika ibunya rio akan mencari wanita wanita yang pernah rio sakiti dan akan menutup mulut mereka! entah itu dengan uang yang mau bekerjasama dengannya ataupun melenyapkan yang tidak mau bekerjasama dengannya!".


"Iya betul katamu sayang! ibu tak memikirkan sampai kesana! wanita itu pasti akan melakukan berbagai cara agar dia bisa menyelamatkan anaknya!".


"Itulah yang erica takutkan bu! erica juga baru sadar setelah evan berbicara seperti itu tadi malam!".


"Untung saja evan segera memberitahumu kalau tidak kita pasti sudah kecolongan!".


"Jadi bagaimana jika kita menyembunyikan nadira di tempat yang aman bu!".


"Kita harus menyembunyikannya dimana?". ucap ibunya erica sambil berpikir.


"Ayah kemana bu?".


"Ayahmu sudah pergi dari tadi sayang! dia ada meeting penting pagi ini!".


"Jadi bagaimana bu?".


"Ibu juga bingung sayang harus menyembunyikan nadira dimana!".


"Tempat yang tidak pernah diketahui oleh bu sandra! dimana itu kira kira bu?".


"Kalau di villa kita terlalu jauh! kalau di hotel pasti akan ketahuan!".


"Bagaimana jika dirumah kita saja bu! bu sandra pasti tak akan berpikir jika nadira berada dirumah kita!".


"Ah iya betul juga katamu sayang! rumah kita tempat yang paling aman untuk nadira bersembunyi!".


"Kita juga bisa menjaga nadira disini karena dia berada dekat dengan kita!".


"Ok sudah kita tetapkan nadira akan tinggal dirumah kita sampai persidangan selesai!".


"Apa ibu tidak berbicara dulu pada ayah?".


"Nanti sore ayahmu juga akan bertemu dengan nadira! O iya sayang nanti sepulang sekolah langsung datang saja ke yayasan kita akan pergi ke desa menjemput orang tuanya nadira!".


"Baik bu!".


"O iya ajak saja evan jika dia mau nanti!".


"Baiklah nanti akan kutanyakan pada evan dia mau ikut atau tidak!".


"Ok kita harus menjalankan semuanya dengan hati hati dan teliti jangan sampai ada yang terlewatkan!".


"Erica pergi berangkat ke sekolah dulu bu! sampai jumpa nanti sore!".


"Baik sayang hati hati di jalan!".


"Iya bu!" ucap erica sambil berjalan keluar rumah dan langsung masuk ke dalam mobil.


"Huuuh untung saja evan memikirkan hal itu dan mengatakan pada erica! kalau tidak pasti nadira akan dicelakai oleh wanita sialan itu!" ucap ibunya erica kesal.


Sementara itu ibunya rio bu sandra menyewa seseorang untuk mencari tahu semua wanita yang di sebutkan oleh rio. Bu sandra berniat ingin mencari mereka semua dan menemuinya secara langsung.


"Nyonya apa anda memanggil saya?".


"Iya betul! aku ingin kau menyelidiki semua wanita yang pernah menjadi pacarnya rio! cari tahu dimana mereka sekarang! dan bawakan semua alamat mereka padaku! karena aku ingin menemui mereka secara pribadi!".


"Baik nyonya akan segera saya lakukan!".


"Itu semua nama nama wanita yang di sebut oleh rio tadi malam!" ucap ibunya rio sambil menunjuk ke arah meja.


"Baik nyonya!".


"Sayang apa yang akan kau lakukan pada mereka semua?".


"Bagi yang mau bekerjasama dengan kita dia akan ibu berikan uang yang banyak! tapi jika yang menolaknya akan dilenyapkan!" jawab ibunya rio.


"Apa ayah ingin jika anak kita yang di lenyapkan oleh erica dan keluarganya dengan memasukkan anak kita satu satunya ke dalam penjara!".


"Ayah juga tidak ingin itu terjadi! tapi kita juga tidak harus melenyapkan orang lain bu!".


"Aku tak ingin mendengar apapun saat ini! aku hanya ingin anak kita keluar dari penjara dan menjalani hidupnya dengan baik itu saja keinginan ibu sekarang!".


"Baiklah terserah pada ibu saja!".


"Kita harus membuat mereka tak memiliki celah untuk mengalahkan kita di pengadilan nanti!" ucap ibunya rio sambil menatap foto rio.


"Kita berdua memang sangat menyayangi rio! ayah juga ingin yang terbaik untuknya!".


"kalau ayah menyayanginya harusnya ayah mendukung semua keputusanku tanpa mempertanyakan apapun!".


"Aku hanya khawatir saja bu padamu dan juga rio! ayah tak ingin jika ibu dan rio celaka! ayah tak ingin kehilangan kalian!".


"Ibu ingin keluarga kita bahagia terus tanpa ada suatu masalah sedikitpun!".


"Iya bu! ayah mengerti!".


"Sudahlah kita tak perlu bertengkar saat ini! kita harus fokus untuk rio!".


"Iya bu!" ucap ayahnya rio.


Setelah sampai di sekolah erica langsung mencari evan untuk mengajaknya pergi bersama sepulang sekolah nanti.


"Dimana evan kenapa dia belum datang ke sekolah?" ucap erica sambil mengintip kelasnya evan dari jendela.


"Dooooooor" Evan mengagetkan erica dari belakangnya.


"Astaga evan kau mengagetkanku saja!" ucap erica terkejut.


"Ada apa erica pagi pagi kau sudah mencariku dikelas? apa kau rindu padaku?" ucap evan menggoda erica.


"Apaan sih! aku kemari ingin mengajakmu pergi sepulang sekolah nanti!".


"Kau ingin mengajakku kemana? apa ingin mengajakku berkencan?".


"Heem maunya kamu itu sih! aku dan ibu ingin mengajakmu pergi untuk menjemput orang tuanya nadira di desa!".


"Apakah desanya jauh erica?".


"Mungkin tidak seberapa jauh kok! ayah juga ikut nanti!".


"Ehm baiklah kalau begitu aku akan ikut nanti! tapi kau satu mobil denganku!".


"Ehm baiklah deal!" ucap erica tersenyum.


"Baiklah sampai jumpa sepulang sekolah nanti!".


"Baik evan!" ucap erica sambil berjalan menuju ke kelasnya.


Ibunya erica menelpon rumah sakit untuk meminta ambulance untuk dibawa saat menjemput ayahnya nadira yang sakit keras. Ibunya erica khawatir jika terjadi sesuatu pada ayahnya nadira jika mereka tak membawa ambulance.


"Kring kring kring" Suara telpon berdering.


"Halo"


"Selamat siang pak direktur!" ucap ibunya erica.


"Selamat siang bu rosa! apa kabar lama kita tidak bertemu?".


"Kabar saya sangat baik! bagaimana dengan anda?".


"Tentu saja saya juga baik!".


"Syukurlah kalau begitu! maaf pak direktur saya mengganggu anda! saya ingin meminta bantuan anda hari ini!".


"Iya bu rosa apa yang perlu saya bantu?".


"Saya ingin meminta sebuah ambulance untuk dibawa ke desa! karena saya ingin membawa orang sakit dan langsung membawanya ke rumah sakit anda!".


"Tentu saja bisa! apa yang tidak untuk bu rosa!".


"Terimakasih sebelumnya pak direktur!".


"Jam berapa anda akan berangkat dan membawa ambulancenya akan segera saya siapkan!".


"Sore ini di yayasan saja! saya akan berangkat dari sana bersama keluarga pasien!".


"Baiklah bu rosa akan saya persiapkan semua!".


"Terimakasih banyak pak direktur!".


"Sama sama bu rosa!".


Ibunya erica menutup telponnya, Setelah menelpon rumah sakit ibunya erica langsung berangkat ke yayasan. Karena nadira dan nadine akan ke sana untuk mengurus beasiswa mereka.