
Setelah melihat mereka keluar dari ruang interogasi itu Riki dan juga Heru langsung menghampiri Jenni, Erica dan juga Evan.
"Bagaimana apa kalian mendapatkan sebuah informasi darinya?" tanya Heru.
"Apa dia mengatakan sesuatu tentang Maya?" tanya Riki.
Jenni menatap Riki dan juga Heru yang ada di hadapannya.
"Orang itu benar benar sangat keras kepala, dia tidak mau mengatakan apapun pada kami, malah dia balik mengancam, rasanya aku benar benar ingin memukul orang itu dengan tanganku sampai dia babak belur," jawab Jenni kesal.
"Tapi dia mengatakan pada kami jika bos besar mereka seorang wanita, dan juga dia mengetahui soal Maya, hanya dia tidak mau mengatakan itu pada kita mungkin karena takut pada bos mereka, karena yang kami dengar dia juga mengatakan jika bos besar mereka tidak segan segan akan membunuh seseorang yang berkhianat padanya," ucap Erica.
"Bagaimana kita dapat menemukan bos besar mereka, nama dan wajahnya saja kita tidak tahu, ini akan sangat sulit," ucap Jenni.
"Bukankah kau mengatakan tadi jika bos besar mereka seorang wanita?" tanya Riki.
"Iya betul," jawab Erica.
Riki mendekati Erica dan Jenni dan berbicara dengan sangat pelan pada mereka.
"Kami mengira jika bos besar mereka adalah seorang wanita yang pernah datang kemari menemui pimpinan saat terjadi kasus hilangnya Maya secara tiba tiba, tapi sejak saat itu wanita itu tidak pernah muncul lagi kemari untuk menemui pimpinan kami," ucap Riki.
"Apa kau mengetahui namanya?" tanya Jenni.
"Aku tidak tahu namanya," jawab Riki.
"Percuma saja kau tidak tahu namanya," ucap Jenni.
"Tapi aku tahu wajahnya, karena saat itu aku melihatnya dengan sangat jelas," ucap Riki.
"Baguslah jika kau tahu wajah wanita itu, setidaknya kita tahu wajahnya," ucap Jenni.
"Apa mungkin jika dia akan menemui pimpinan kalian di luar dari kantor polisi, yaitu mereka bertemu di tempat lain agar tidak ada yang mencurigai mereka," ucap Erica.
"Betul kata Erica, pasti mereka sekarang bertemu di luar dan di suatu tempat, menurutku bos besar itu pasti akan menemui pimpinan kalian lagi karena kalian telah menangkap semua anak buahnya dan menyita banyak barang bukti disini," ucap Jenni.
"Maksudmu jadi mereka pasti akan bertemu lagi?" ucap Heru.
"Iya, jadi kalian harus mengikuti pimpinan kalian secara diam diam mulai sekarang, jika memang mereka akan bertemu di luar, kalian harus memfoto mereka agar menjadi bukti dan juga kami bisa mengetahui wajah dari bos besar itu dengan melihat foto yang kalian dapatkan," ucap Jenni.
"Baiklah kami akan mengawasi pimpinan mulai sekarang," ucap Riki pelan.
"Jangan sampai ada orang lain yang mengetahui rencana kita, kalian harus berhati hati ini kesempatan kita untuk mengetahui siapa bos besar mereka," ucap Jenni.
"Baiklah kami akan segera mengabarimu jika mendapatkan sesuatu yang penting nanti," ucap Heru.
"Aku sangat berharap jika kali ini kita akan berhasiil mendapatkan informasi tentang keberadaan Maya," ucap Jenni.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang Kak Jenni?" tanya Evan.
"Kita hanya akan menunggu saja saat ini, mereka pasti akan segera bergerak untuk membalas kita, sebelum itu terjadi sebaiknya kita bersantai terlebih dahulu sebelum bertempur melawan para penjahat ini," ucap Jenni sambil tersenyum.
"Betul kata Kak Jenni, lebih baik sekarang kita menunggu saja," ucap Erica.
"Menunggu dan mengamati yang benarnya," ucap Maya.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita pulang ke kota, hari sudah malam pasti ayah dan ibu Erica akan sangat cemas jika anaknya pulang terlambat," ucap Jenni.
"Bagaimana dengan lukanya Erica? pasti orang tuanya akan sangat terkejut melihatnya," ucap Evan khawatir.
"Apa kita bawa saja Erica kerumah sakit untuk di periksa lebih lanjut, bagaimana jika terdapat luka yang lain yang tidak kita ketahui," ucap Riki.
"Betul itu, kita periksakan saja dulu di rumah sakit terdekat disini," ucap Heru.
"Aku rasa tidak perlu, aku baik baik saja, aku akan bilang pada orang tuaku jika aku terjatuh dan terluka jadi mereka tak akan khawatir lagi," ucap Erica.
"Benarkah kau tidak apa apa Erica? apa perlu kami juga ikut mengantarmu pulang?" ucap Riki.
"Lagipula kalian akan sibuk menangani semua penjahat yang baru saja kalian tangkap disini, biar Erica aku saja yang mengantarkannya pulang," ucap Jenni.
"Kami harus pulang sekarang, sampai jumpa lagi," ucap Erica.
"Sampai jumpa Erica, hati hati saja dijalan jika terjadi sesuatu langsung saja hubungi kami," ucap Riki.
"Kami akan selalu siap membantumu," ucap Heru.
"Baiklah," ucap Erica.
"Mereka benar benar sangat jelas terlihat jika ingin terlihat baik di depan Erica karena Erica anak yang sangat kaya raya," ucap Maya sambil menatap Heru dan juga Riki.
"Ingat jangan lupa dengan tugas kalian," bisik Jenni.
"Tentu kami tidak akan lupa, kami akan segera menghubungimu jika mendapatkan informasi yang penting," ucap Riki.
"Baiklah aku akan menunggu kabar dari kalian berdua, sampai jumpa lagi," ucap Jenni.
Kemudian Jenni, Erica dan juga Evan pergi berjalan keluar dari kantor polisi dan langsung masuk ke dalam mobil. Lalu Jenni menjalankan mobilnya kembali menuju ke kota.
"Penjahat ini mereka benar benar sangat licik," ucap Jenni kesal.
"Aku rasa jika wanita yang bernama Indri itu pasti telah melaporkan semuanya pada bos besar mereka," ucap Erica.
"Tentu saja itu pasti dia lakukan, aku rasa jika dia mungkin telah bertemu dengan bos besar mereka di suatu tempat saat ini," ucap Jenni.
"Apa menurut Kak Jenni, bos besar mereka akan bertemu dengan pimpinan di kantor polisi itu?" tanya Evan.
"Berdoa saja jika tebakan kakak benar, jika itu terjadi kita bisa mengetahui siapa dia sebenarnya dan juga kita bisa mengetahui keberadaannya Maya," jawab Jenni.
"Jika aku bertemu dengan wanita yang di panggil bos besar itu, aku akan membalaskan dendamku padanya," ucap Maya di dalam hati.
"Erica, apa tidak apa apa jika kau pulang sendiri dengan keadaan seperti itu?" tanya Jenni.
"Tidak apa apa kak, kebetulan mungkin ayah dan ibu sedang ada acara di luar rumah saat ini, biasanya mereka akan pulang larut malam," jawab Erica.
"Jika terjadi sesuatu padamu kau langsung saja menghubungi kakak," ucap Kak Jenni.
"Baik Kak Jenni," jawab Erica.
"Kau harus langsung segera istirahat jika sampai di rumah nanti, aku tak ingin kau kelelahan karena besok harus pergi ke sekolah," ucap Evan khawatir.
"Baiklah Evan," jawab Erica.
"Kalian jangan membuatku merasa iri dengan kemesraan kalian berdua," ucap Jenni sambil tersenyum.
"Ooo iya bukankah Kak Jenni berjanji padaku akan memperkenalkan pacarmu padaku, bagaimana jika itu besok saja," ucap Evan.
"Dasar anak ini, dia masih sibuk bekerja saat ini, aku saja sangat sulit untuk bertemu dengannya," jawab Jenni.
"Aku tahu jika kakak itu berbohong padaku, akui saja jika kakak tidak memiliki seorang pacar saat ini, aku akan mencarikan kakak seorang pacar yang tampan dan juga baik," ucap Evan sambil tersenyum.
"Tentu saja aku punya, aku pasti akan segera membawanya untuk bertemu dengannya," ucap Jenni.
"Baiklah Erica menjadi saksinya jika kakak berbohong kakak harus mentraktir kami makan sepuasnya di tempat pilihanku bagaimana?"
"Baiklah siapa takut," ucap Jenni.
"Aku tahu jika Jenni itu berbohong pada adiknya mengenai pacarnya itu, ehm wajar saja jika dia tidak bisa mencari seorang pacar jika sibuk selalu bekerja setiap hari," ucap Maya di dalam hati.
"Dimana aku akan mendapatkan seorang pacar dalam waktu sekejab, aku akan sangat malu di depan Erica dan juga Evan," ucap Jenni di dalam hati.
Tak lama kemudian mereka sampai dirumahnya Erica, Erica langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. Jenni dan juga Evan juga langsung pergi menuju ke rumah mereka setelah mengantarkan Erica pulang ke rumahnya.