ME And GHOST

ME And GHOST
Mulai mendapatkan petunjuk 9



Waktu malam pun tiba erica bersiap siap untuk pergi bersama evan ke acara makan malam bersama dengan semua tim basket. Erica berdandan dengan sangat cantik karena dia akan makan malam bersama untuk yang pertama kali dengan evan.


"Maya, apakah aku sudah cantik berdandan seperti ini?" tanya erica sambil bercermin di depan kaca.


"Kau cantik sekali erica, kurasa semua orang akan terpesona melihatmu terutama evan" ucap maya menggoda erica.


"Benarkah aku sudah cantik?".


"Tentu erica, kau berdandan dengan sempurna tidak berlebihan namun elegan".


"Aku ingin tampak cantik di depan evan, karena ini makan malam pertama aku dengannya walaupun termasuk makan bersama dengan yang lainnya" ucap erica sambil merapikan pakaiannya.


"Kau ingin memberikan kesan pertama yang tak terlupakan, sungguh ide yang bagus!!".


Evan sudah sampai dirumah erica, lalu dia menelpon untuk memberitahu erica jika dia sudah ada di depan rumah erica.


"Kring kring kring" suara telpon erica.


"Iya halo evan", ucap erica mengangkat telpon dari evan.


"Erica, aku sudah ada di depan rumahmu! apa aku harus masuk kerumahmu untuk meminta izin pada ayah dan ibumu erica?" tanya evan.


"Tak perlu evan, biar aku saja yang keluar rumah tadi siang aku sudah meminta izin pada ibuku" ucap erica.


"Ehm, baiklah aku akan menunggumu di dalam mobil" ucap evan sambil menutup telponnya.


"Ayo maya kita berangkat, evan sudah ada di depan rumah dia menunggu di dalam mobil" ucap erica buru buru keluar kamar menuju keluar rumah.


Erica langsung menuju keluar rumah dan menghampiri evan di dalam mobilnya.


"Tok tok tok" suara erica mengetuk kaca mobil evan.


"Erica, ayo masuk" ucap evan sambil membuka pintu mobilnya.


"Maaf evan jadi lama menungguku" ucap erica sambil masuk ke dalam mobil.


"Tidak apa apa erica, selama apapun akan kutunggu jika itu dirimu" ucap evan tersenyum menatap erica.


"Ah evan, ayo kita berangkat nanti kita telat".


"Baiklah ayo kita berangkat" ucap evan menghidupkan mobilnya dan pergi menuju ke restoran.


"Erica, bolehkah jika aku bertanya padamu?".


"Iya evan, memangnya apa yang ingin kau tanyakan padaku?".


"Apa orang tuamu sudah mengetahui tentang hubungan kita erica?".


"Aku belum mengatakan apapun pada orang tuaku evan".


"Kenapa kau belum memberitahunya erica?".


"Itu karena mereka menginginkan aku dekat dengan rio".


"Apa orang tuamu belum mengetahui siapa rio yang sebenarnya?".


"Belum evan, aku belum mengatakan apapun tentang rio pada orang tuaku karena aku belum memiliki bukti yang kuat".


"Baiklah erica, yang penting kau lebih menyukaiku daripada rio" ucap evan tersenyum.


"Tentu saja aku lebih memilihmu daripada dia evan".


"Aku sangat senang mendengarnya erica".


"O iya evan, aku ingin kita merencanakan untuk menjebak evan besok malam" ucap erica.


"Maksudmu apa erica menjebak bagaimana?" tanya evan.


"Setelah selesai kita makan malam bersama kita akan menemui intan dan mengajaknya bekerja sama untuk menjebak rio besok".


"Apa kau sudah mempunyai rencana erica?" tanya evan penasaran.


"Tentu aku sudah punya rencana evan" ucap erica tersenyum.


"Tentu saja erica kita akan mengejutkan rio dan cindy besok" ucap maya tersenyum sinis.


Tak lama kemudian erica dan evan sampai di restoran. Disana semua tim basket dan pak guru telah datang di restoran.


"Baiklah erica, nanti setelah selesai acara makan bersama kita akan menemui intan" ucap evan.


"Iya evan".


"Ayo kita turun erica, semua orang sudah berkumpul di dalam" ucap evan sambil turun dari mobil.


"Baiklah evan" ucap erica sambil turun dari mobil.


Evan menggandeng tangan erica saat masuk ke dalam restoran. Semua orang menatap erica dan evan mereka datang ke restoran dengan penampilan yang sangat serasi. Erica yang sangat cantik dan evan yang begitu tampan. Mereka menjadi pusat perhatian di dalan restoran.


"Wow kalian berdua memang pasangan yang sangat serasi yang satunya cantik dan yang satunya tampan" ucap silvi.


"Ayo evan dan erica duduk kita akan mulai acara makannya" ucap pak guru.


"Baik pak" ucap erica dan evan.


"Erica duduk disini" ucap evan menarik kursi untuk erica.


"Terimakasih evan" ucap erica sambil duduk di kursi.


"Baiklah anak anak kita mulai acara malam ini, bapak sangat senang kita bisa memenangkan pertandingan ini, ayo semuanya silahkan dimakan tenang saja semuanya bapak yang traktir" ucap pak guru senang.


"Terimakasih pak" ucap semua tim.


Acara makan bersama pun dimulai, semuanya sangat senang dan bersenda gurau. Erica sangat senang bisa bergabung dengan tim basket yang semuanya sangat baik kepadanya. Apalagi sekarang dia telah mendapatkan cintanya evan yang telah menjadi pacarnya. Setelah acara makan bersama selesai erica dan evan meminta izin kepada pak guru dan semua tim untuk pulang lebih dahulu.


"Pak, saya dan erica ingin permisi pulang" ucap evan.


"Saya dan erica ingin menemui teman, takutnya nanti pulang kemalaman kasian erica kakinya masih sakit karena jatuh".


"Kakimu masih sakit erica?" tanya pak guru khawatir.


"Ah tidak begitu sakit lagi pak, hanya tinggal memarnya saja tadi juga sudah di periksa oleh dokter" ucap erica.


"Baiklah, kalian berdua pulanglah hati hati di jalan evan dan erica! dan kau erica beristirahatlah besok kita juga libur tidak sekolah" ucap pak guru.


"Iya pak terimakasih" ucap erica.


"Saya dan erica pamit pulang semuanya" ucap evan.


"Sampai jumpa lagi evan dan erica" ucap semua tim.


Erica dan evan pergi dari restoran dan menuju ke mobil. Kemudian evan dan erica langsung menuju kerumah intan untuk mengajaknya bekerja sama menjebak rio besok. Setelah sampai dirumah intan evan dan erica langsung turun dari mobil dan berjalan menuju rumah intan.


"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.


"Iya sebentar" suara intan dari dalam rumah.


"Krek" suara intan membuka pintu rumahnya.


"Apa kabar intan?" ucap erica.


"Ooo ternyata kalian, ayo silahkan masuk" ucap intan mempersilahkan evan dan erica masuk kerumahnya.


Evan dan erica masuk kedalam rumah intan.


"Silahkan duduk" ucap intan.


"Terimakasih" ucap erica.


"Ada apa kalian kemari malam malam begini?" tanya intan penasaran.


"Kita ingin mengajak intan untuk menjebak rio besok" ucap erica.


"Bagaimana caramu agar bisa menjebaknya? rio dia orang yang sangat licik dan cerdik erica!" ucap intan.


"Aku tahu itu, tapi jika kita tidak mencobanya bagaimana bisa kita membuat dia mengakui semua perbuatan dia kepada tasya!" ucap erica.


"Lalu apa rencanamu aku ingin mendengarnya erica?" ucap intan penasaran.


"Ada seorang teman yang memberitahuku jika besok rio dan cindy mereka berencana untuk mencelakaiku" ucap erica.


"Apa erica!! maksudmu rio dan cindy ingin mencelakaimu?" ucap evan terkejut.


"Iya evan, aku mendapatkan informasi seperti itu! rio berniat akan meniduriku dan merusak masa depanku karena dia ingin menjadikan aku miliknya sepenuhnya".


"Wah ini sudah tidak benar dasar laki laki itu aku benar benar akan menghajarnya!!" ucap evan marah.


"Erica, siapa yang memberitahumu informasi tentang itu?" tanya intan.


"Dia orang yang sangat dekat denganmu intan" ucap erica.


"Siapa dia? orang yang sangat dekat denganku?".


"Jika besok kau mau ikut dengan kita untuk menjebak rio kau akan tahu siapa dia orang yang telah memberitahu semuanya" ucap erica.


"Baiklah erica lanjutkan apa saja rencanamu besok?".


"Besok aku berencana akan mengikuti rencana mereka dengan berpura pura tidak mengetahuinya, Saat aku memberikan kode sms padamu intan kau datang dengan membawa polisi ketempat yang akan ku beri tahu nanti, Dan evan besok ada kemungkinan cindy akan menghalangimu untuk menemuiku" ucap erica.


"Apa aku harus tidak memperdulikan Cindy yang ingin menghalangiku bertemu denganmu?" tanya Evan.


"Iya Evan, jangan perdulikan dia apapun yang akan dia lakukan dan katakan padamu, lalu aku akan mengirimkan alamat padamu Evan dimana Rio akan membawaku, lalu kau akan kesana kita akan menangkap basah perbuatan jahat Rio padaku," ucap Erica.


"Tapi kau akan sendiri bersama Rio, itu akan sangat berbahaya bagimu Erica" ucap Intan khawatir.


"Aku tidak sendiri akan ada yang menemaniku" ucap Erica tersenyum sambil menatap maya yang ada di sampingnya.


"Tentu aku akan selalu bersama denganmu erica" ucap maya.


"Cuma itu saja yang perlu kami lakukan besok erica?" tanya intan.


"Iya, selebihnya aku yang akan menanganinya" ucap erica.


"Kau harus berhati hati erica aku benar benar tahu jika rio orang yang sangat licik dan jahat jangan anggap remeh dia erica!" ucap intan khawatir.


"Aku sudah menyiapkan rencana yang khusus untuk menghadapi dia" ucap erica.


"Erica, aku tak ingin kau terluka jika menghadapi rio sendiri" ucap evan khawatir.


"Tenang saja evan, aku akan baik baik saja" ucap erica tersenyum.


"Baiklah, jika memang ini rencanamu aku akan membantumu! aku juga sangat ingin menemukan tasya" ucap intan.


"Maafkan aku intan aku tak bisa bilang sekarang jika tasya sudah tiada dan tak ada lagi di dunia ini" ucap erica di dalam hati.


"Baiklah erica aku juga akan membantumu" ucap evan.


"Kita sepakat besok kita akan menjebak rio dan membuatnya mengakui apa yang telah dia perbuat kepada tasya" ucap erica.


"Ok kita sepakat" ucap intan dan evan.


"Baiklah intan saya dan evan harus permisi pulang karena hari sudah sangat malam aku tak ingin membuat orang tuaku khawatir" ucap erica.


"Iya erica, hati hati dijalan terimakasih untuk semua kau mau membantu mencari tasya" ucap intan.


"Sama sama" ucap erica.


"Kita permisi pulang sampai jumpa besok" ucap evan.


Erica dan evan pulang dari rumah intan, evan sangat khawatir dengan rencana erica yang ingin menjebak rio. Karena erica akan bersama rio sendiri, evan tak tahu jika erica selalu di lindungi oleh maya dimanapun dia berada. Sementara erica dan maya sudah sangat tidak sabar untuk menjebak rio dan menjebloskannya ke penjara karena perbuatannya kepada tasya.