ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 73



Setelah berbicara dengan Erica, Evan dan Erica keluar dari mobilnya. Evan menggandeng tangannya Erica saat mereka keluar dari dalam mobil. Maya dan Tasya yang melihat itu merasa sangat senang.


"Ini saatnya aku membalas semuanya!" ucap Ibunya Rio sambil menjalankan mobilnya ke arah Erica.


Saat Ibunya Rio menjalankan mobilnya dengan sangat kencang, Maya dan Tasya masih belum menyadari keberadaan Ibunya Rio.


"Rasakan kau Rosa! kau akan kehilangan anakmu juga sama sepertiku!" teriak Ibunya Rio sambil menjalankan mobilnya dengan sangat kencang.


"Maya mobil itu mengarah kemari!" teriak Tasya.


"Erica awas!" teriak Maya.


Erica menoleh ke arah mobil, Evan yang melihat mobil itu menuju ke arah Erica lalu Evan mendorong Erica. Karena menolong Erica membuat Evan yang tertabrak oleh Bu Sandra.


"Braaaaaak Bruuuuuuuuk" Suara mobil menabrak tubuhnya Evan dan dia terpental jauh dari sana.


"Evan!!!!!!" teriak Erica sambil berlari menuju Evan.


"Sial kenapa harus dia yang tertabrak!" ucap Ibunya Rio sambil menjalankan mobilnya pergi dari sana.


"Maya itu Bu Sandra Ibunya Rio!" teriak Tasya.


"Dasar kurang ajar wanita itu!" ucap Maya kesal.


"Kita harus mengejarnya!" ucap Tasya.


Maya dan Tasya menghilang dan muncul di dalam mobil Ibunya Rio.


"Berani sekali kau ingin mencelakai Erica dan Evan!" ucap Maya marah.


Maya menarik rambut Ibunya Rio dan membuat dia kesakitan dan menabrak pagar rumah yang ada disana.


"Siapa yang menarik rambutku!" teriak Ibunya Rio marah dan menoleh ke kursi belakangnya.


Maya dan Tasya menunjukkan wujud mereka yang menyeramkan dan membuat Ibunya Rio ketakutan.


"Siapa kalian kenapa bisa ada di dalam mobilku!" teriak Ibunya Rio ketakutan.


"Berani sekali kau ingin mencelakai Erica!" teriak Maya.


"Kami akan membunuhmu kau memang pantas untuk dibunuh!" teriak Tasya.


"Bu...bukankah kau Tasya kenapa kau masih ada disini?"


"Aku akan pergi dengan tenang jika kau sudah mati!!!!!" teriak Tasya.


"To...to....tolong ada hantu di dalam mobilku!" teriak Ibunya Rio keluar dari dalam mobilnya.


"Nyonya apakah kau baik baik saja?" tanya orang yang ingin menolong.


"Tolong aku! hantu itu ingin membunuhku!" teriak Ibunya Rio sambil menunjuk ke dalam mobil.


"Tidak ada hantu di dalam mobil nyonya!"


"Apa kau buta! disana ada hantu!"


"Mungkin dia sedang mabuk!" ucap orang lain yang ada disana.


"Pergi pergi kalian jangan dekati aku!" teriak Ibunya Rio sambil berlari dari sana.


"Telpon saja polisi biar dia yang menangani nyonya itu dan mobilnya!"


Warga setempat akhirnya menelpon polisi dan mengatakan jika terjadi kecelakaan disana. Karena merasa ketakutan setelah melihat Maya dan Tasya Ibunya Rio kabur berlari meninggalkan mobilnya.


"Maya kita urus dia nanti! kita harus melihat keadaan Evan sekarang," ucap Tasya.


"Iya Tasya, ayo kita pergi dari sini," ucap Maya.


Maya dan Tasya pergi melihat keadaan Evan yang masih berada di depan rumahnya Erica. Karena terdengar suara tabrakan yang cukup keras membuat Ibunya Erica keluar dari rumah dan semua orang yang melihatnya juga langsung menghampiri.


"Ada apa ini?" ucap Ibunya Erica keluar dari dalam rumah.


"Evan!!! bangun Evan hiks hiks hiks," teriak Erica sambil menangis.


"Erica!!!! apa yang terjadi pada Evan?" ucap Ibunya Erica sambil berlari mendekati Erica dan Evan.


Erica memeluk Evan dan melihat kepala Evan yang berdarah membuat Erica menjadi histeris ketakutan.


"Ibu!!! Evan kepalanya berdarah bagaimana ini!"


"Siapa yang melakukan ini pada Evan?"


"Ibunya Rio Bu Sandra!" jawab Erica.


"Terlalu lama nyonya jika kita memanggil ambulance! lebih baik kita bawa Evan dengan mobil kerumah sakit," ucap Bik Mina.


"Ah iya betul, tolong bantu Evan masuk ke dalam mobil! aku yang akan menyetir mobilnya," ucap Ibunya Erica.


Semua orang yang melihat membantu mengangkat Evan ke dalam mobil, lalu Erica dan Ibunya pergi menuju ke rumah sakit untuk membawa Evan.


"Hiks hiks hiks, Evan bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit," ucap Erica sambil menggenggam tangannya Evan.


"Erica" ucap Evan


"Iya Evan, aku disini," ucap Erica.


Evan menggenggam erat tangan Erica, kepala Evan terus mengeluarkan darah dan membuat Erica dan Ibunya menjadi panik.


"Bu, Evan terus mengeluarkan darah!" ucap Erica.


"Tenang sayang, sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit," ucap Ibunya Erica sambil menyetir mobil.


"Semua ini karena diriku! seharusnya aku yang ditabrak Bu Sandra tapi Evan menyelamatkanku bu," ucap Erica sambil menangis.


"Tenang saja sayang, tidak akan terjadi apa apa pada Evan! tunggu saja wanita sialan itu dia tidak akan lepas dariku!" ucap Ibunya Erica kesal.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Ibunya Erica turun dari mobil dan memanggil dokter dan perawat untuk membawa Evan ke IGD.


"Tolong ada pasien kecelakaan di mobilku!" teriak Ibunya Erica.


Evan lalu dibawa ke ruang IGD dan di periksa oleh dokter.


"Bu, apa Evan akan selamat?"


"Tenang saja sayang dia pasti akan selamat," ucap Ibunya Erica.


Pakaian Erica penuh dengan darahnya Evan, Maya dan Tasya yang melihat Erica yang merasa sangat bersalah menjadi sedih.


"Apa anda wali dari pasien ini?" tanya Dokter yang memeriksa.


"Saya bukan orang tuanya."


"Pasien harus segera di operasi secepatnya! jika terlambat akan sangat berbahaya untuknya! bisa dihubungi keluarganya sekarang."


"Bagaimana jika dia langsung di operasi saja? biar saya yang bertanggung jawab dan membiayainya," ucap Ibunya Erica.


"Tidak bisa, harus dari keluarga pasien."


Saat sedang berbicara dengan dokter, Direktur rumah sakit yang merupakan teman Ibunya Erica lewat dan melihat lalu menghampiri Ibunya Erica.


"Bu Rosa"


"Pak direktur" ucap Dokter menyapa.


"Siapa yang sedang sakit? kenapa pakaian Erica berlumuran darah?"


"Temannya Erica mengalami kecelakaan di depan rumah saya Pak Direktur, dan dia sekarang harus di operasi," ucap Ibunya Erica.


"Lalu apa ada masalah Bu Rosa?"


"Dokter ini bilang harus menunggu keluarga pasien baru bisa di operasi," ucap Ibunya Erica menunjuk dokter yang memeriksa Evan.


"Langsung saja operasi pasien yang di bawa oleh Bu Rosa! saya yang akan bertanggung jawab," ucap Pak Direktur.


"Baik Pak Direktur kami akan segera menyiapkan ruang operasinya," ucap Dokter itu.


"Jika harus menunggu keluarganya datang kemari! apa kau mau menjamin keselamatannya! apalagi dia sekarang sudah sangat kritis!" ucap Pak Direktur marah.


"Baik Pak Direktur," ucap Dokter itu langsung pergi menuju ruang operasi.


"Terimakasih Pak Direktur atas bantuannya," ucap Ibunya Erica.


"Bu Rosa tenang saja, pasien itu akan ditangani oleh dokter terbaik dirumah sakit ini."


"Iya Pak Direktur."


"Hubungi saja keluarganya agar mereka bisa datang kemari," ucap Pak Direktur.


"Baik Pak Direktur."


"Saya tinggal dulu Bu Rosa! ada pekerjaan yang masih menunggu."


"Sampai jumpa lagi Pak Direktur," ucap Ibunya Erica.


Pak Direktur itu kemudian pergi dari ruang IGD. Evan lalu di persiapkan untuk segera operasi. Erica masih gemetar ketakutan melihat kejadian itu di depan matanya. Ibunya Erica menelpon kepala sekolah untuk mengetahui nomor telpon dari orang tuanya Evan. Agar bisa memberitahu keadaan Evan sekarang.