ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 102



 


Mendengar ucapan dari Irfan membuat bos besar itu cukup merasa gelisah, dia berencana agar dapat segera bertemu dengan Erica secara pribadi agar bisa memastikan sberapa kekuatan yang di miliki oleh Erica, hantu jahat yang berada di tubuh bos besar itu mulai merasa tidak tenang karena mengetahui ada seorang manusia yang bisa melenyapkannya.


 


"Ternyata gadis itu sudah mulai menunjukkan kemampuannya untuk mencariku," ucap Bos besar itu.


 


"Apa nyonya ingin jika aku menculik gadis itu dan membawanya kemari?" tanya Monica.


 


"Belum saatnya Monica, ada waktunya aku akan segera bertemu sendiri dengannya, kau tidak bisa menganggap remeh gadis itu, dia memiliki kemampuan spiritual yang cukup kuat, dia akan menjadi urusanku," jawab Bos besar itu.


 


"Baik nyonya," ucap Monica.


 


"Ternyata dia masih bekerja di tempat itu, sudah lama aku tidak bertemu dengannya, bagaimana keadaan dia sekarang? dia juga masih menutupi identitas dia yang sebenarnya dari orang lain," ucap Bos besar itu di dalam hati.


 


Kemudian tiba tiba handphone bos besar itu berdering.


 


"Kring kring kring" suara handphone berdering.


 


"Nyonya, Zio menelpon anda," ucap Monica sambil memberikan handphone pada bos besar.


 


Lalu bos besar itu menerima telpon dari Zio.


 


"Halo"


 


"Halo bos, maaf mengganggu anda, saya ingin memberitahu jika hari ini mobil saya tiba tiba mengalami kecelakaan, dan sekarang saya berada di bengkel sedang memperbaiki mobil, jadi hari ini saya tidak bisa mengikuti Erica dan juga Evan bos," ucap Zio.


 


"Bagaimana bisa kau mengalami kecelakaan mobil? apa terjadi sesuatu yang aneh pada dirimu tadi?" tanya bos besar itu.


 


"Iya bos, saya merasa sangat aneh karena saat mengikuti mereka tiba tiba setir mobil menjadi tidak bisa saya kendalikan sehingga menabrak trotoar jalan, tapi yang lebih anehnya lagi saat saya turun dari mobil dan melihat mobil, samar samar seperti melihat seorang wanita yang ada di dekatku, tapi setelah aku perhatikan lagi wanita itu tiba tiba menghilang," ucap Zio heran.


 


"Ini semua perbuatan hantu yang mengikuti gadis itu, dia tidak ingin kau mengikuti mereka hari ini," jawab Bos besar itu.


 


"Apa maksud bos? apa ada hantu yang melindungi gadis yang bernama Erica itu?" tanya Zio penasaran.


 


"Betul ucapanmu, dia di lindungi oleh hantu, mulai sekarang kau harus lebih berhati hati jika mengikuti mereka sekarang, jangan menganggap remeh mereka, termasuk polisi wanita yang bernama jenni itu, setelah mobilmu di perbaiki lanjutkan saja besok kau mengikuti mereka, tapi tetap berhati hati karena hantu yang melindungi gadis itu selalu berada di dekat mereka," ucap Bos besar itu.


 


"Baik bos, saya akan mengingat ucapan anda," jawab Zio.


 


"Tetap menghubungiku melalui telpon saja untuk sementara ini, karena bisa saja ada orang yang juga sedang mengawasimu," ucap Bos besar itu.


 


"Baik bos," jawab Zio.


 


Lalu bos besar menutup telpon dari Zio.


 


"Nyonya, apa mungkin jika hantu yang berada di dekat gadis itu adalah hantu dari polisi yang bernama Maya itu?" tanya Monica.


 


"Akupun memikirkan hal yang sama tentang itu, bisa saja jika hantu itu juga berniat ingin membalas dendam padaku, karena aku yang telah melenyapkannya," ucap Bos besar itu.


 


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya nyonya?" tanya Monica.


 


"Untuk saat ini lebih baik kita menunggu mereka bertindak saja, secepatnya aku akan segera bertemu dengan gadis itu dan juga hantu Maya," jawab Bos besar itu sambil tersenyum.


 


"Baik bos," ucap Monica.


 


Sementara itu kedua orang suruhan Rian masih mengikuti Zio saat itu.


 


"Sepertinya tidak ada hal yang mencurigakan padanya hari ini."


 


"Tapi sepertinya ada yang aneh saat dia mengalami kecelakaan itu." 


 


 


"Entahlah itu apa, tapi aku merasa aneh saja."


 


Ehm, dasar kau! mengatakan itu terus malah membuatku menjadi bingung! tapi tampaknya dia tidak menemui siapapun hari ini? apa mungkin dia akan menemui bos besar itu?" 


 


"Mana aku tahu itu! lebih baik kita ikuti saja dia, jika ada yang mencurigakan baru kita lapor pada Pak Rian."


 


"Iya baiklah."


 


Kedua orang suruhan Rian itu tetap mengikuti Zio, sementara itu Rian, Evan dan juga Erica serta Maya yang msaih dalam perjalanan menuju tempat ibunya Maya, Rian menggunakan mobilnya sendiri sedangkan Evan satu mobil dengan Erica dan Maya. Di dalam perjalanan Maya merasa sangat gugup dan gelisah karena akan segera bertemu dengan ibunya.


 


"Kenapa hatiku menjadi gelisah dan juga gugup, padahal aku sangat ingin bertemu dengan ibuku dan melihatnya secara lansung walau tak bisa berbicara padanya," ucap Maya di dalam hati.


 


Melihat Maya yang gelisah, Erica kemudian berbicara dengannya.


 


"Maya, aku perhatikan kau sepertinya sangat gelisah? bukankah seharusnya kau merasa senang bisa bertemu dengan ibumu?" tanya Erica.


 


"Justru karena ingin bertemu dengan ibuku, aku menjadi sangat gelisah dan juga gugup, Erica aku ingin meminta tolong padamu," ucap Maya sambil menatap Erica.


 


"Ada apa Maya? apa yang ingin kau minta tolong padaku?" tanya Erica.


 


"Jangan katakan pada ibuku jika aku telah tiada, sebelum tubuhku di temukan biarkan saja dia menganggap jika putrinya masih hidup, aku tak ingn melihatnya menangis sedih karena diriku," jawab Maya.


 


"Baiklah Maya, aku akan melakukan apa yang kau inginkan, jadi sekarang kau tidak perlu sedih lagi, bergembiralah karena kau akan bertemu dengan ibumu," ucap Erica.


 


"Iya Erica," ucap Maya.


 


"Betul kata Maya, kita tidak harus mengatakan itu sekarang sebelum menemukan tubuhnya Maya," ucap Evan.


 


"Kadang kadang anak ini bisa sepemikiran denganku," ucap Maya sambil menatap Evan yang sedang menyetir mobil.


 


"Aku rasa jika itu adalah yang terbaik untuk sekarang," ucap Erica.


 


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah tempat ibunya Maya tinggal, lalu mereka semua turun dari mobil.


 


"Apa ini rumah tempat ibunya Maya tinggal?" tanya Erica.


 


"Iya ini rumah tempat tinggalnya, aku membeli rumah ini secara diam diam melalui pengawal pribadiku Bu Vira yang tinggal bersama dengan ibunya Maya di sini agar orang lain tidak curiga," jawab Rian.


 


"Dia memang sangat pintar sampai memikirkan hal itu," ucap Evan.


 


"Pak Rian, ada permintaan dari Maya," ucap Erica.


 


"Apa yang Maya minta?" tanya Rian.


 


"Maya menginginkan jika kita tetap merahasiakan kematiannya saat berada di dekat ibunya sampai kita menemukan tubuhnya," jawab Erica.


 


"Tentu saja, aku akan melakukannya karena itu permintaan Maya, lagi pula aku masih yakin jika dia masih hidup, selama belum kutemukan tubuhnya itu masih ada harapan, karena bisa saja seperti ucapan Evan tadi jika Maya kemungkinan koma dan arwahnya keluar dari tubuhnya sehingga dia tidak bisa sadar sampai sekarang, aku sangat mengharapkan jika itu benar, pasti akan selalu ada harapan dan aku tak akan berhenti berharap," ucap Rian.


 


"Semoga saja ucapanmu benar Pak Rian, aku pun sangat mengharapkan jika itu benar benar terjadi," ucap Erica.


 


 


Maya yang masih memandangi rumah itu dari luar dan menatapi semua tanaman yang ada disana, dia merasa sangat mengenal semua jenis jenis tanaman itu yang sering di tanam oleh ibunya, tiba tiba ingatan saat bersama dengan ibunya muncul di benaknya Maya saat itu.