ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 16



Maya dan tasya pergi menghilang dari rumah sakit dan kembali ke kamarnya erica. Keesokan paginya saat erica terbangun dia langsung menanyakan pada maya tasya tentang semua kejadian yang terjadi di rumah sakit.


"Huuuuaaammm" Erica bangun dari tidurnya.


"Ehm ternyata hari sudah pagi!" Erica bangun dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi.


"Ooo iya dimana maya dan tasya!" Erica keluar lagi dari kamar mandi dan mencari maya dan tasya.


"Dimana mereka kenapa tidak ada di kamarku!" ucap erica heran.


Tiba tiba maya dan tasya muncul dan membuat erica terkejut.


"Erica!!!" maya memegang bahunya erica.


"Haaaah!! maya kau membuatku kaget dengan muncul tiba tiba!" ucap erica terkejut.


"Maaf erica!!" ucap maya.


"Bagaimana tadi malam? apa yang terjadi?" tanya erica penasaran.


"Ehm bagaimana ya!" ucap maya.


"Apa yang terjadi maya coba ceritakan padaku!"


"Kita sudah melakukannya dengan menakuti ibunya rio!" ucap tasya.


"Apa kalian berhasil membuatnya ketakutan?"


"Ibunya rio termasuk orang yang cukup kuat lumayan sulit membuatnya merasa ketakutan!" ucap maya.


"Jadi kalian tidak berhasil!"


"Kami akhirnya bisa membuatnya merasa cukup ketakutan, tasya menampakkan wujudnya yang sangat menyeramkan! Huuh aku saja cukup takut melihatnya!" ucap maya.


"Tapi itu belum seberapa erica! aku dan tasya akan lebih berusaha menakutinya malam nanti!" ucap maya.


"Jadi kalian akan kembali menakutinya malam ini?"


"Iya erica! malam ini aku dan maya juga akan menakuti rio! kami ingin membuat mereka semua ketakutan dan merasa bersalah atas semua perbuatannya!"


"Tadi malam kita juga mendengar percakapan orang tua rio dengan dokter yang merawatnya!"


"Mereka berbicara tentang apa maya?" tanya erica penasaran.


"Sebenarnya keadaan rio sekarang dia sudah membaik dan bisa mengikuti persidangan! sepertinya depresi yang dia alami sudah mulai berkurang!" ucap tasya.


"Apa kita harus membuatnya menjadi benar benar gila!" ucap maya kesal.


"Jika kau membuatnya benar benar menjadi gila dia tidak akan mendapatkan hukuman di pengadilan! malah dia akan dikirim kerumah sakit jiwa!" ucap erica.


"Ehm akan lebih baik jika aku membunuhnya langsung!" ucap maya kesal.


"Apa katamu maya!" ucap erica.


"Aku hanya mengatakan seandainya saja jika aku bisa membunuhnya saja maka itu akan impas!"


"Jika kau melakukan itu maya kau akan sama seperti rio menjadi seorang pembunuh!" ucap erica.


"Betul maya! kita tidak boleh sampai membunuhnya! biar hukum yang akan mengadilinya!" ucap tasya.


"Apa hukum akan bisa adil!" ucap maya.


"Tenang saja maya! pengacara kita pasti akan melakukan yang terbaik!" ucap erica.


"Heem baiklah! tapi jangan larang diriku dan tasya untuk menakuti dan mengganggu mereka!" ucap maya.


"Baiklah aku tidak akan melarang kalian!" ucap erica.


"Apa hari ini kau tidak sekolah erica?" tanya tasya.


"Astaga!! aku harus segera bersiap siap!!" Erica berlari masuk ke kamar mandi.


"Heem seperti biasa dia akan pergi kesekolah dengan terburu buru!" ucap maya tersenyum.


Erica langsung pergi kesekolah dengan terburu buru. Maya dan tasya seperti biasa mengikutinya.


"Erica berangkat kesekolah dulu ayah ibu!!" ucap erica langsung berlari menuju mobil dan masuk ke dalamnya.


"Apa kau tidak sarapan erica!!" teriak ibunya erica.


"Tidak bu!! Daaa ibu!!" teriak erica dari dalam mobil.


"Kenapa dia hari ini sangat bisa terlambat pergi ke sekolah!" ucap ibunya erica heran.


"Ehhmm, mungkin saja! Oo iya bagaimana apa pak pengacara sudah menghubungimu?" tanya ibunya erica.


"Dia belum mengabariku mungkin saja hari ini dia akan menghubungiku!" ucap ayahnya erica.


"Jika ayah dihubungi jangan lupa cepat kabari ibu ya!"


"Tentu saja bu!"


"Semoga saja sidang akan cepat di laksanakan!" ucap ibunya erica.


"Ayah harus pergi ke kantor sekarang! sampai jumpa nanti sore bu!" Ayahnya erica berdiri dan mengambil tasnya.


"Sampai jumpa ayah sayang, muuuaacchh!" Ibunya erica mencium pipi suaminya.


"Ayah berangkat dulu!" Ayahnya erica berjalan keluar menuju mobilnya.


"Daaaa sayang!!" Ibunya erica melambaikan tangannya pada suaminya.


Sementara itu di rumah sakit ibunya rio masih merasa ketakutan karena tadi malam dihantui oleh maya dan tasya.


"Bu apa tidak ingin pergi ke kantor hari ini?" tanya ayahnya rio sambil duduk di samping istrinya.


"Ibu hari ini merasa sedang tidak baik!" ucap ibunya rio sambil bersandar di sofa.


"Apa karena kejadian tadi malam?" tanya ayahnya rio.


"Ibu masih setengah percaya dan tidak dengan kejadian tadi malam!" ucap ibunya rio sambil memegang kepalanya.


"Apa yang terjadi pada ibu?" tanya rio penasaran.


"Kau sudah bangun rio!" ucap ayahnya rio sambil mendekati anaknya.


"Iya ayah aku sudah merasa baikan hari ini!" ucap rio.


"Syukurlah jika begitu!"


"Apa aku sudah boleh pulang dari rumah sakit ini?" tanya rio.


"Tunggulah beberapa hari lagi disini kita harus benar benar memastikan jika dirimu benar benar sudah sehat!" ucap ayahnya rio.


"Baiklah yah! tapi apa yang terjadi pada ibu semalam?"


"Ibumu bilang jika dia melihat hantunya tasya disini!"


"Apa ibu juga melihatnya!" ucap rio terkejut.


"Iya ibu melihatnya cuma ibu belum terlalu merasa yakin!" ucap ibunya rio.


"Apa ibu benar benar melihat hantunya tasya diruangan ini?" tanya rio ketakutan.


"Entahlah rio ibu belum merasa terlalu yakin!"


"Kurasa itu benar benar dia bu! dia tak akan melepaskanku dan membalas dendam padaku!" Rio gemetar ketakutan.


"Sudahlah rio jangan kau pikirkan! itu semua hanya hayalanmu saja!" ucap ayahnya rio mencoba menenangkan anaknya.


"Jika itu memang hanya hayalanku, kenapa ibu juga bisa melihatnya tadi malam ayah!"


"Itu mungkin karena ibumu kelelahan jadi dia salah melihat!" ucap ayahnya rio.


"Tasya dia benar benar akan membunuhku yah! dia akan terus mengikutiku kemanapun aku pergi!" teriak rio ketakutan.


"Tenang saja ada ayah dan ibu yang akan selalu melindungimu!" ucap ayahnya rio.


"Ibu akan melakukan apapun untuk melindungimu rio! walaupun dia hantu akan ibu lawan untuk melindungimu!" ucap ibunya rio sambil berjalan mendekati anaknya.


"Dia tak akan melepaskan kita bu! rio harus menyerahkan diri ke polisi agar dia tidak mendatangi rio lagi!"


"Tidak! kau tidak boleh melakukan itu! kau anak ibu dan ayah satu satunya! ibu tak ingin kehilanganmu rio!" teriak ibunya rio.


"Ayah dan ibu akan tetap melindungimu apapun yang terjadi!" ucap ayahnya rio.


"Tapi ayah! memang rio telah berbuat salah kepada tasya, rio memang pantas menerima semua hukuman di pengadilan!" ucap rio.


"Ibu dan ayah memang tahu kau salah! tetapi ibu dan ayah tak ingin kau terluka dan disakiti oleh orang lain!" ucap ibunya rio


"Dengarkanlah semua ucapan ibu dan ayah! kami akan melakukan segala cara untuk melindungimu rio!" ucap ayahnya rio.


"Baik ayah!"


Rio mulai merasa ketakutan dan rasa bersalah kepada tasya dan membuatnya ingin menyerahkan diri. Tetapi ibu dan ayahnya rio tak ingin anaknya melakukan itu. Mereka akan tetap mempertahankan rio bagaimanapun caranya.