ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 39



Setelah sampai di cafe Erica dan Evan langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe itu. Mereka duduk dan memesan minuman disana sambil melihat lihat sekeliling dari cafe itu untuk mencari wanita yang bernama Aira.


"Tuan dan nona mau pesan apa?" tanya Pelayan cafe yang menghampiri Erica dan Evan.


"Kalau saya pesan kopi capucino saja, Erica kau mau pesan apa?" tanya Evan.


"Sama saja denganmu Evan."


"Baiklah kopi capucino dua," ucap Evan.


"Baik, saya akan siapkan pesanan anda mohon di tunggu," ucap pelayan cafe.


"Erica apa kau yakin jika wanita yang bernama Aira itu pemilik cafe ini?" tanya Evan.


"Menurut informasi yang kudapatkan dia bilang Aira pemilik dari cafe ini, tidak mungkin dia salah," jawab Erica.


"Baiklah kalau begitu, kita akan menunggu sampai wanita yang bernama Aira itu muncul," ucap Evan.


Pelayan cafe mengantarkan pesanan Erica dan Evan ke meja mereka.


"Silahkan, selamat menikmati," ucap Pelayan cafe.


"Permisi, bolehkah saya menanyakan sesuatu pada anda?" tanya Erica pada pelayan cafe.


"Iya nona, anda mau menanyakan apa?"


"Apa cafe ini milik seorang wanita yang bernama Aira?" tanya Erica.


"Iya betul nona ini cafe milik nona Aira, tapi dia sekarang hari ini belum datang ke cafe, mungkin dia sebentar lagi baru datang kemari," jawab pelayan cafe itu.


"Baiklah kalau begitu kami akan menunggunya, terimakasih," ucap Erica.


"Sama sama nona," jawab Pelayan cafe itu.


Pelayan cafe itu kemudian pergi dari meja Erica dan Evan.


"Ternyata info yang kau dapatkan ternyata benar Erica, cafe ini memang miliknya Aira," ucap Evan.


"Aku sangat penasaran dengan wanita yang bernama Aira ini, aku sangat berharap jika dia adalah benar benar temannya Maya," ucap Erica.


"Tentu saja dia pasti temannya Maya, bagaimana mungkin dia bukan temannya jika dia memperkenalkan Maya pada Ibunya Rey," ucap Evan.


"Betul juga katamu Evan, aku hanya khawatir saja," ucap Erica.


Maya melihat sekeliling cafe itu, lalu dia melihat sebuah meja di sudut ruangan yang dia rasa jika dulu dia sangat sering duduk disana bersama seseorang.


"Kenapa aku merasa jika sering mengunjungi tempat ini dan duduk di sana," ucap Maya di dalam hati.


Maya mendekati meja itu dan duduk di kursi, Maya melihat sepintas muncul di ingatannya jika dia duduk dengan seorang wanita dan laki laki yang bernama Rian yang waktu itu dia temui.


"Haah, aku memang sering kemari dulu, apa wanita yang muncul di ingatanku tadi dia adalah wanita yang bernama Aira?" ucap Maya di dalam hati.


Erica melihat Maya yang duduk di sudut ruangan, Maya tampak sedikit gelisah saat disana.


"Ada apa dengan Maya? apa dia mengingat sesuatu saat duduk di sana?" ucap Erica di dalam hati.


"Erica kau sedang melihat apa?" tanya Evan sambil menatap Erica.


"Maya sepertinya telah mengingat sesuatu," jawab Erica.


"Benarkah? sekarang dimana Maya? apa yang sudah dia ingat?" tanya Evan.


"Aku belum tahu apa yang sudah dia ingat, karena Maya sedang duduk di sudut sana," jawab Erica.


"Jadi Maya tidak ada di dekatmu?"


"Iya Evan, mungkin dia sedang berusaha untuk mengingat sesuatu," jawab Erica.


"Ehm, aku harap jika Maya mengingat sesuatu yang penting dan dapat memberikan petunjuk tentang masa lalunya," ucap Evan.


"Permisi apa kalian ingin bertemu denganku?"


"Maaf anda siapa?" tanya Erica.


"Wah, wanita ini sangat cantik dan elegan," ucap Evan di dalam hati.


"Bukankah kalian tadi bertanya pada karyawanku?"


"Apa anda adalah Aira?" tanya Erica.


"Iya betul saya Aira, ada apa kalian mencariku?"


"Salam kenal namaku Erica dan ini Evan, bisa kami berbicara sebentar dengan anda?" ucap Erica.


"Baiklah kebetulan hari ini saya tidak begitu sibuk, apa yang ingin kalian tanyakan padaku?"


Aira menarik kursi dan duduk di samping Erica.


"Maaf sebelumnya karena kami telah menyita waktu anda, sebenarnya kami kemari karena mendapatkan informasi dari Bu Clara mengenai anda," ucap Erica.


"Bu Clara? kalian mengenalnya?"


"Iya, kami mengenal Bu Clara kebetulan kami satu sekolah dengan anaknya yang bernama Rey," jawab Erica.


"Terus tujuan kalian mencariku karena ingin menanyakan apa?"


"Apa kau mengenal seseorang yang bernama Maya?" tanya Erica.


Aira terdiam saat Erica menyebutkan nama Maya di depannya. Maya yang saat itu masih duduk di sudut ruangan, melihat Aira yang duduk di samping Erica dia sangat terkejut karena wanita itu sama dengan yang dia lihat di dalam ingatannya tadi.


"Bukankah itu wanita yang muncul di dalam ingatanku tadi," ucap Maya terkejut.


Maya lalu mendekati Erica dan Evan dan menatap wanita itu dari dekat.


"Dari mana kalian bisa mengenal Maya?" tanya Aira.


"Aku temannya Maya," jawab Erica.


"Apa Maya punya teman yang tidak aku ketahui?"


"Jadi kau memang mengenal Maya?" tanya Erica.


"Iya aku mengenalnya, Bu Clara juga mengenal Maya karena aku yang mengenalkan mereka," jawab Aira.


"Apa kau teman baiknya Maya?" tanya Evan.


"Iya aku teman baiknya Maya," jawab Aira.


"Kenapa kau mengenalkan Maya pada Bu Clara?" tanya Erica.


"Karena Bu Clara ingin meminta tolong pada Maya untuk menyelidiki sesuatu tentang adik iparnya yang bernama Leo saat itu, tapi sebelum Maya menyelidiki hal itu dia tiba tiba saja menghilang sampai sekarang," jawab Aira.


"Maya tiba tiba saja menghilang? apa kau tahu sekarang dia dimana? atau berusaha untuk mencarinya?" tanya Erica.


"Aku tidak mengetahui dimana Maya sekarang, dia hilang tanpa jejak sedikitpun, aku juga telah berusaha untuk mencarinya tapi tak membuahkan hasil, ibunya pun sekarang ikut menghilang entah kemana," jawab Aira.


"Kalau boleh kami tahu Maya seorang polisi, saat itu dia bertugas di kantor polisi yang mana?" tanya Erica.


"Maya bekerja di kantor polisi di sebuah desa yang ada di perbatasan kota, kalian bisa mencari informasi disana jika ingin mengetahui lebih banyak lagi, Maya sering berkunjung kemari saat dia sedang senggang dan libur bekerja dia sering kemari bersama kekasihnya yang bernama Rian," jawab Aira.


"Maya mempunyai pacar yang bernama Rian?" tanya Erica.


"Iya, saat itu Maya berpacaran dengan Rian dia seorang pengusaha muda yang cukup sukses, semenjak Maya menghilang Rian tak pernah muncul lagi disini," jawab Aira.


Setelah mendengar semua ucapan dari Aira membuat Maya benar benar sangat terkejut. Maya tak menyangka jika ternyata Rian adalah kekasihnya di waktu dia masih hidup dulu.