ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 71



Bu Sandra pulang kerumahnya dengan perasaan yang sangat marah atas kekalahan dirinya. Ayahnya Rio mencoba untuk menenangkan istrinya. Ibunya Rio langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya dan menuju ruang kerjanya.


"Praaaaaaaaang" Suara Ibunya Rio melempar gelas ke lantai.


"Dasar sialan!! berani sekali mereka mengejek dan mengalahkanku di pengadilan!" teriak Ibunya Rio.


"Sudahlah tenangkan dirimu! kita akan mengurusnya lagi agar masa hukuman Rio dapat berkurang," ucap Ayahnya Rio.


"Bagaimana aku bisa tenang! Rio sekarang menjadi tahanan dan berada di dalam penjara! Rosa berani sekali dia mengejek keluarga kita! aku akan membalas semua perbuatannya!" teriak Ibunya Rio kesal.


"Kring kring kring" Suara handphone Ibunya Rio berdering.


"Alex! kenapa dia menelponku?"


"Halo, Bu Sandra," ucap Pak Alex.


"Iya Pak Alex," jawab Bu Sandra.


"Maaf tadi aku benar benar tidak bisa membantumu karena semua saksi dan bukti yang ada sangat kuat dan Rio tidak bisa mengelaknya," ucap Pak Alex.


"Apa bisa masa hukuman Rio dikurangi Pak Alex? aku akan membayar berapapun asal Rio bisa cepat keluar dari sana," ucap Bu Sandra.


"Mungkin Rio hanya bisa dikurangi separuh dari tuntutan hukumannya Bu Sandra! karena dia di jatuhi hukuman seumur hidup itu berarti 20 tahun lebih, jika dikurangi remisi tahanan Rio hanya akan menjalani sekitar 10 sampai 11 tahun di penjara," ucap Pak Alex.


"Apa tidak ada cara lain Pak Alex? 10 tahun itu sangat lama 1 bulan saja Rio pasti tidak akan tahan berada disana!"


"Untuk sementara aku tak bisa membantunya Bu Sandra hakim kita ini sangat sulit dan jujur! dia tidak akan mau jika di suap dengan uang," ucap Pak Alex.


"Tolong kabari diriku lagi jika ada sesuatu yang penting Pak Alex," ucap Ibunya Rio.


"Baik Bu Sandra! aku akan mengusahakan yang terbaik untuk Rio," ucap Pak Alex sambil menutup telponnya.


"Apa kata Alex bu?" tanya Ayahnya Rio.


"Dia tidak bisa membantu kita lagi," jawab Ibunya Rio.


"Kenapa dia tidak bisa membantu kita?"


"Hakim yang menangani kasus Rio dia orang yang sangat jujur dan sulit untuk menyuapnya dengan uang," ucap Ibunya Rio.


"Apa kau tidak mengenal hakim itu bu?"


"Jika aku mengenal sudah sejak awal pasti dia kutemui dan kuberi uang agar dapat menolong Rio."


"Apa dia hakim baru di pengadilan?"


"Iya sepertinya dia baru pindah ke kota ini," jawab Ibunya Rio sambil duduk di sofa.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan untuk menolong Rio?"


"Aku juga sedang memikirkannya! tapi sebelum itu aku ingin melakukan sesuatu," ucap Ibunya Rio.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Ayahnya Rio penasaran.


"Aku akan membalas Rosa dengan menyakiti Erica!"


"Apa yang akan kau lakukan pada Erica? Daniel dan Rosa tidak akan tinggal diam jika kau menyakiti anaknya lagi bu!" teriak Ayahnya Rio khawatir.


"Aku tidak peduli! aku ingin membalaskan dendamku pada mereka! aku ingin Rosa merasakan bagaimana dia akan kehilangan anaknya," ucap Ibunya Rio.


"Bu, jangan berbuat sesuatu yang nekat kau bisa saja ikut masuk ke dalam penjara!"


"Tidak apa apa aku masuk penjara! yang penting rasa dendamku terbalaskan," ucap Ibunya Rio.


"Sudahlah tak perlu ikut campur! biar aku sendiri yang mengurus ini!" ucap Ibunya Rio sambil berjalan keluar dari ruang kerjanya.


"Apalagi yang akan dia lakukan? kenapa semuanya bisa jadi begini! jika saja Rio tidak melakukan hal bodoh dengan para wanita itu ini pasti tak akan terjadi," ucap Ayahnya Rio.


Sementara itu Erica yang sudah berada dirumahnya. Dia langsung menuju ke kamarnya mencari Maya dan Tasya.


"Maya Tasya!" teriak Erica sambil membuka pintu kamarnya.


"Iya Erica," jawab Maya dan Tasya.


"Aku sangat senang hari ini akhirnya Rio mendapatkan hukuman atas semua perbuatannya," ucap Erica senang.


"Kami pun sangat senang Erica sepertinya hakim di kasus ini juga sangat adil dan baik," ucap Maya.


"Tasya bagaimana perasaanmu sekarang? apa kau sudah merasa senang dan lega?" tanya Erica.


"Aku sangat senang dengan keputusan hakim hari ini! tapi entah mengapa aku masih merasa belum bisa pergi dengan tenang! padahal Rio sudah masuk ke dalam penjara dan mendapatkan hukuman," ucap Tasya heran.


"Kenapa bisa begitu? seharusnya urusanmu sudah selesai?" ucap Erica bingung.


"Apa itu karena kau masih ada urusan dengan Bu Sandra?" tanya Maya sambil menatap Tasya.


"Mungkin karena aku punya dendam dengannya Maya! karena dia juga telah menyakiti aku dan ibuku," ucap Tasya.


"Erica sepertinya wanita jahat itu tidak akan tinggal diam! dia pasti akan melakukan sesuatu untuk membalas kekalahannya," ucap Maya khawatir.


"Maksudmu dia akan membalas aku dan ibuku?"


"Iya Erica! melihat dia menatapmu tadi aku sangat mengkhawatirkanmu karena kita tahu Bu Sandra akan melakukan apapun untuk membalaskan dendamnya," ucap Maya.


"Mungkin itu juga yang membuatku belum bisa pergi Erica! karena aku mengkhawatirkanmu soalnya Bu Sandra pasti akan melakukan sesuatu yang jahat entah itu pada dirimu atau ibumu," ucap Tasya.


"Seharusnya wanita jahat itu ditahan juga di dalam penjara agar tidak membuat kejahatan lagi!" ucap Maya kesal.


"Jangan berpikiran buruk tentang orang lain! mungkin saja dia begitu tadi karena masih kesal dan marah kalah di sidang itu," ucap Erica.


"Haah, wanita itu pasti sekarang akan merencanakan sesuatu yang jahat untuk membalas dendamnya!" ucap Maya.


"Lalu kalian ingin aku bagaimana?" tanya Erica.


"Kami ingin kau tetap berhati hati Erica! kami juga akan selalu bersamamu dan menjagamu agar dia tidak bisa menyakitimu," ucap Tasya.


"Kami akan selalu bersamamu sampai benar benar yakin wanita jahat itu tidak akan berbuat sesuatu yang jahat padamu dan keluargamu Erica," ucap Maya.


"Jadi bagaimana dengan Tasya? bukankah seharusnya kau sudah bisa pergi tapi karena memikirkanku jadi kau tidak bisa pergi dengan tenang?"


"Tentu saja aku tidak bisa pergi dengan tenang! karena Bu Sandra masih berkeliaran di dekatmu," ucap Tasya.


"Haah, kenapa dia harus berbuat jahat pada orang lain? padahal menurutku mereka adalah keluarga yang harmonis, hanya saja mereka memilih jalan yg salah," ucap Erica sedih.


"Intinya mereka itu keluarga yang tidak mensyukuri nikmat tuhan! mereka juga sangat sombong dan suka merendahkan orang lain!" ucap Maya kesal.


"Mereka berasal dari keluarga yang kaya raya dan juga berpendidikan, seharusnya mereka mengunakan semua itu di jalan kebaikan," ucap Erica.


"Tapi mungkin mereka lebih menyukai jalan keburukan Erica," ucap Maya tersenyum.


"Maya kau tidak boleh berkata seperti itu! siapa tahu nanti mereka sadar dan bertobat menjadi orang baik," ucap Erica.


"Yaaa semoga saja mereka bisa berubah menjadi baik," ucap Maya.


Erica tetap berpikiran yang baik tentang keluarganya Rio, walaupun Ibunya Rio tetap berbuat jahat. Maya dan Tasya sangat mengkhawatirkan Erica jika Bu Sandra akan merencanakan sesuatu dan menyakiti Erica, sehingga membuat Tasya belum bisa pergi dengan tenang.