ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 46



Maya menunggu kedatangan erica dan ibunya di rumahnya nadira. Tak lama maya sampai dirumah nadira, mobilnya erica sampai juga disana.


"Itu erica ternyata dia juga baru sampai disini!" ucap maya.


"Itu maya dia sudah ada disini!" teriak tasya sambil menghilang dan muncul di sampingnya maya.


"Ternyata dia sudah ada disini!" ucap erica di dalam hati.


"Apa ini rumahnya nadira?" tanya ibunya erica.


"Benar bu, ini rumahnya!" ucap erica.


"Ayo kita turun erica!" ucap ibunya erica.


"Baik bu!" ucap erica.


"Pak tunggu di sini saja ya! saya dan erica akan masuk ke dalam rumah temannya erica!" ucap ibunya erica.


"Baik nyonya!" ucap pak darmin.


"Ayo erica kita kerumahnya!" ucap ibunya erica.


"Baik bu!" ucap erica sambil berjalan kearah rumahnya nadira bersama ibunya.


"Sepertinya nadira ada dirumah erica!" ucap maya.


"Baguslah kalau begitu!" ucap erica di dalam hati.


"Tok tok tok" Suara erica mengetuk pintu.


"Iya sebentar!" teriak suara dari dalam rumah.


"Kreekk" Suara membuka pintu.


"Selamat sore!" ucap erica.


"Sore! Mau bertemu dengan siapa?" tanya nadine adiknya nadira.


"Itu adiknya nadira!" ucap maya memberitahu erica.


"Bisa bertemu dengan nadira?" tanya erica.


"Oo ingin bertemu dengan kak nadira!" ucap nadine.


"Iya apakah dia ada dirumah?" tanya erica.


"Siapa nadine!" teriak nadira dari dalam rumah.


"Silahkan masuk!" ucap nadine.


"Terimakasih!" ucap erica.


Erica dan ibunya masuk ke dalam rumahnya nadira dan nadine. Ibunya erica benar benar sangat prihatin melihat rumah mereka yang agak kecil dan cukup sempit.


"Ada tamu yang mencari kakak!" ucap nadine.


"Siapa?" teriak nadira.


"Apa kabar nadira?" ucap erica.


"Ternyata kau erica! silahkan duduk!" ucap nadira.


"Terimakasih!" ucap erica.


"Ini siapa erica?" tanya nadira sambil menatap ibunya erica.


"Ini ibu saya!" ucap erica.


"Perkenalkan saya ibunya erica nama saya rosa!" ucap ibunya erica.


"Salam kenal tante! saya nadira!".


"Nadine buatkan minum dulu ya kak!" ucap nadine sambil berjalan menuju dapur.


"Tak perlu repot repot!" ucap ibunya erica.


"Ada perlu apa datang kemari erica?" tanya nadira.


"Kami datang kemari ingin menyampaikan sesuatu padamu!" ucap erica.


"Menyampaikan apa erica?" tanya nadira penasaran.


"Sebelumnya jangan tersinggung dengan perkataan kami!" ucap ibunya erica.


"Iya tante!" ucap nadira.


"Kami kemari bermaksud ingin membantumu nadira!" ucap ibunya erica.


"Membantuku! maksudnya apa tante?" tanya nadira bingung.


"Di yayasan yang tante kelola kita ada beasiswa untuk anak yang kurang mampu dan berprestasi! maksud tante kemari ingin menawarkan beasiswa tersebut kepada nadira dan nadine!" ucap ibunya erica.


"Iya betul!" jawab ibunya erica.


"Apa nadira dan nadine mau menerimanya?" tanya ibunya erica.


"Terima saja nadira!" ucap erica.


"Silahkan diminum!" ucap nadine sambil meletakkan teh di atas meja.


"Apakah nadine mau menerima beasiswa dari yayasan tante?" tanya ibunya erica sambil menatap nadine.


"Apakah kita pantas mendapatkannya tante?" ucap nadine ragu.


"Tentu saja kalian sangat pantas! kalian akan di biayai sampai selesai kuliah! dan akan tante carikan pekerjaan di perusahaan ayahnya erica!" ucap ibunya erica.


"Maaf tante tapi kami tak ingin merepotkan orang lain!" ucap nadira.


"Tante tak merasa direpotkan oleh kalian! memang sudah kewajiban membantu orang lain yang membutuhkan!" ucap ibunya erica.


"Kami hanya ingin membantumu saja nadira! tak ada maksud lain!" ucap erica.


"Tante juga akan membantu biaya pengobatan ayahmu sampai sembuh dan mencarikan pekerjaan yang cocok untuknya nanti setelah dia sembuh!" ucap ibunya erica.


"Darimana tante tahu jika ayah kami sedang sakit keras?" tanya nadira terkejut.


"Tante akan selalu tahu apapun nadira! termasuk dirimu yang sering merasa frustasi dan kecanduan alkohol!" ucap ibunya erica.


"Kalian sudah tahu semuanya tentang diriku dan keluargaku?" tanya nadira.


"Iya betul! tante akan membantu biaya pengobatanmu sampai kau sembuh dari kecanduan alkohol! masalah keuangan kalian setiap bulan akan di bantu oleh yayasan! jadi kalian tidak perlu bekerja paruh waktu lagi hanya cukup konsentrasi belajar dan kuliah saja!" ucap ibunya erica.


"Bagaimana cara saya membalas semua kebaikan tante dan erica karena telah membantu saya dan keluarga saya?" tanya nadira.


"Kita tidak mengharapkan balasan darimu nadira!" ucap erica.


"Erica!" ucap ibunya erica sambil menatap erica.


Erica menggelengkan kepala memberi isyarat pada ibunya agar tidak mengatakan memaksanya untuk menjadi saksi di pengadilan nanti.


"I...iya kita hanya berniat membantu saja nadira!" ucap ibunya erica.


"Kalian benar benar orang yang sangat baik dan mau membantu kami! hiks hiks hiks!" ucap nadira sambil menangis.


"Saya sebagai adiknya nadira benar benar sangat mengucapkan terimakasih! semoga tuhan yang membalas semua kebaikan kalian! hiks hiks hiks!" ucap nadine menangis sambil memeluk kakaknya nadira.


"Kalian tak perlu bersedih! seharusnya kalian bahagia!" ucap ibunya erica.


"Selama ini saya merasa tuhan sangat tidak adil kepada kami! memberikan begitu banyak cobaan hidup! sampai aku bertemu dengan erica semuanya menjadi lebih baik sekarang!" ucap nadira sambil mengusap air matanya.


"Tak perlu sedih lagi nadira! semua cobaan yang datang pasti akan ada hikmahnya! jangan berburuk sangka kepada tuhan!" ucap erica.


"Iya erica aku dan adikku benar benar berterimakasih karena telah membantu kami!" ucap nadira.


"Sama sama nadira!" ucap erica.


"Nadira ini kartu nama tante dan ada alamat yayasan yang tante kelola! besok temui tante disana dan bawa semua berkas kalian!" ucap ibunya erica.


"Baik tante!" ucap nadira sambil mengambil kartu nama.


"Masalah ayahmu besok setelah selesai urusan kalian di yayasan, kita akan menjemput orang tua kalian ke kota dan membawanya ke rumah sakit yang paling bagus di kota ini!" ucap ibunya erica.


"Terimakasih banyak tante!" ucap nadira dan nadine.


"Sama sama" ucap ibunya erica.


"Jadi kalian tidak perlu bersedih lagi sekarang!" ucap erica.


"Tante dan erica mohon pamit pulang! sampai jumpa besok di yayasan!" ucap ibunya erica.


"Iya tante kami akan datang kesana!" ucap nadira.


"Tetap semangat nadira dan nadine!" ucap erica.


"Iya erica!" ucap nadira tersenyum senang.


"Sampai jumpa besok nadira dan nadine!" ucap erica.


Erica dan ibunya keluar dari rumah nadira dan masuk ke dalam mobil dan menuju pulang kerumahnya. Di dalam perjalanan pulang ibunya erica bertanya kepada anaknya mengenai nadira.


"Erica! mengapa kau tadi melarang ibu meminta dia menjadi saksi di pengadilan nanti?" tanya ibunya erica.


"Jika ibu mengatakan itu, pasti nadira akan ragu menerima bantuan dari kita! erica ingin dia tulus membantu kita tanpa tekanan!" ucap erica.


"Begitukah!" ucap ibunya erica.


"Tentu bu! kita tak perlu memaksa nadira! biar dia sendiri nanti yang menawarkan diri!" ucap erica sambil tersenyum.


"Memang kau sangat baik sayang kepada orang lain!" ucap ibunya erica sambil mengelus rambut anaknya.


Erica tak ingin ibunya memaksa nadira untuk menjadi saksi di pengadilan nanti di kasusnya rio. Erica ingin nadira ikhlas membantu mereka tanpa tekanan dari siapapun. Karena erica tak ingin membuat nadira lebih merasa frustasi dan depresi lagi.