
Setelah Dian memancing pembicaraan mengenai kecelakaan orang tuanya Rian dan juga Maya. Bu Vira dan Jenni telah berhasil mendapatkan rekaman video dan suara dari mereka semua. Maya merasa cukup lega karena dia bisa mendapatkan cukup bukti untuk menahan mereka semua di kantor polisi.
"Akhirnya kita bisa mendapatkan bukti untuk menangkap mereka semua," ucap Maya.
"Sepertinya Bos besar itu sangat marah pada Tuan Irfan," ucap Bu Vira.
"Ternyata memang betul Om Irfan terlibat kasus kecelakaan ayah dan ibuku, selama ini dugaanku benar, aku tak menyangka jika dia tega melakukan itu pada ayah dan ibuku, padahal dia adalah adik kandung dari ayahku demi harta dia membunuh kakaknya sendiri," ucap Rian sedih.
"Kau harus sabar Rian, tenang saja mereka semua akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas semua perbuatan mereka selama ini, aku pun selama ini mencurigai Irfan dan mencoba menyelidikinya waktu itu, tapi dia tahu jika aku mulai mencurigainya jadi dia bekerja sama untuk membunuhku dengan bos besar itu, apalagi boa besar itu mengetahui jika target Irfan adalah diriku yang kebetulan juga sedang menyelidikinya," ucap Maya.
"Akhirnya kau dan juga Rian sekarang bisa membalaskan dendam pada mereka," ucap Jenni.
"Sekarang adalah giliranku dan Adrian untuk menghadapi hantu jahat yang berada di dalam tubuh bos besar itu," ucap Erica.
"Apa kau benar benar sudah siap Erica?" tanya Maya.
"Tentu Maya, aku benar benar sudah siap, hari ini aku pasti bisa mengalahkan hantu jahat itu," jawab Erica.
"Kami pasti berhasil kau tak perlu khawatir," ucap Adrian.
"Tapi sepertinya di luar rumah itu ada anak buah dari bos besar mereka berjaga di depan pintu masuk rumah," ucap Bu Vira.
"Kalian tenang saja aku, Heru, dan juga Riki akan menghadapi mereka agar Erica dan Adrian bisa masuk ke dalam rumah itu," ucap Jenni.
"Tentu kami akan melawan para penjahat itu," ucap Heru dan Riki.
"Terimakasih karena telah mau membantu," ucap Maya.
"Ini adalah tugas kita sebagai polisi untuk menangkap semua penjahat itu," ucap Jenni.
"Selagi Erica dam Adrian melawan hantu jahat itu, bagaimana dengan. Om Irfan siapa yang akan menangkapnya?" tanya Rian.
"Biar aku saja yang menangkap dia," ucap Maya.
"Tapi kau baru saja sadar dari koma, apa kau bisa melawan dan menangkapnya? bagaimana jika Bu Vira saja," ucap Rian khawatir.
"Iya nona Maya, biar saya saja yang melakukannya," ucap Bu Vira.
"Aku baik baik saja, dan tidak akan terjadi apa apa padaku, aku juga ingin melindungi Erica aku tak mau jika terjadi sesuatu yang buruk padanya," ucap Maya.
"Tapi Maya," ucap Rian.
"Kau percaya saja padaku Rian, aku tak selemah yang kau pikir, aku pasti bisa melakukannya," ucap Maya sambil tersenyum.
"Baiklah jika kau bersikeras untuk tetap pergi, jika terjadi sesuatu padamu Bu Vira akan segera menyusul ke sana," ucap Rian.
"Baiklah Rian, aku hanya ingin menyelesaikan tugas yang tertunda hari ini," ucap Maya.
"Ayo kita berangkat sekarang," ucap Jenni.
Akhirnya Erica, Adrian, Heru, Riki, Jenni, dan juga Maya pergi menuju ke rumahnya Dian untuk menangkap semua penjahat itu.
"Kebetulan aku sudah lama tidak menghajar orang, hari ini akan ku bantai habis mereka semua," ucap Jenni.
"Aku akan membalaskan semua kekalahan hari ini," ucap Riki.
"Aku akan menghajar mereka semua," ucap Heru.
"Aku akan membalas semua perbuatan kalian pada Rian dan juga diriku," ucap Maya.
"Aku pasti bisa mengalahkan hantu jahat itu," ucap Erica.
Mereka semua satu sama lain berkaitan dan ingin menangkap semua penjahat itu secara bersama sama. Setelah sampai di depan rumahnya Dian, Monica dan dua anak buahnya bos besar yang berjaga di depan pintu rumah sangat terkejut mereka semua datang ke sana. Monica yang mengenali Maya sangat terkejut melihatnya berdiri di hadapannya saat itu.
"Siapa kalian? kenapa kemari? tunggu bukankah kau Maya? kenapa bisa masih hidup?" tanya Monica heran.
"Kau banyak pertanyaan juga ya! baiklah aku yang akan menjawab pertanyaanmu," ucap Jenni.
"Bagaimana bisa orang mati bisa hidup kembali," ucap Monica penasaran.
"Tapi bagaimana itu bisa terjadi?" tanya Monica.
"Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk hidup dan membalaskan semua perbuatan kalian padaku, ada orang baik hati yang telah menolong dan merawatku selama ini," jawab Maya.
"Siapa orang yang menolongmu?" tanya Monica.
"Kau pun sangat mengenal orang itu dan dia pemilik dari rumah ini," jawab Maya.
"Maksudmu Nona Dian," ucap Monica.
"Iya betul, dia orang baik yang telah menolongku," jawab Maya.
"Sial ternyata nyonya telah di jebak hari ini oleh mereka semua, aku tak menyangka jika adik dari nyonya juga ikut membantu mereka," ucap Monica di dalam hati.
"Bagaimana apa kau masih kurang jelas? lebih baik kau biarkan kami masuk ke dalam jadi kami tidak perlu menghajar kalian di sini," ucap Jenni.
"Jangan harap kau bisa menangkap bos kami," ucap Monica.
"Tentu saja kami bisa melakukannya," ucap Maya.
"Hajar mereka semua!" teriak Monica.
"Baik nona," ucap anak buah dari bos besar itu.
"Kalian urus kedua orang itu, wanita itu bagianku," ucap Jenni.
"Kami akan masuk ke dalam," ucap Maya.
"Baiklah tetaplah berhati hati," ucap Jenni.
"Kemarilah kalian semua, dengan senang hati kami akan menghadapi dan menghajar kalian semua," ucap Jenni.
"Aku sangat ingin menghajar kalian semua sampai babak belur," ucap Riki.
"Jangan menganggap remeh kami polisi," ucap Heru.
Monica dan kedua orang anak buah dari Bos besar itu berkelahi di depan rumahnya Dian. Jenni menghadapi Monica yang juga sangat pintar dalam bela diri.
"Hiiiiyaaaa! bak buk bak buk!" Suara mereka saling memukul.
"Ternyata kau kuat juga," ucap Jenni.
"Kau cukup kuat untuk ukuran seorang polisi seorang wanita," ucap Monica.
"Hiiiiiyaaaaa! bak buk bak buk bak buk!" Suara pukulan.
"Erica, Adrian, ayo kita masuk sekarang!" teriak Maya.
"Baik Maya," ucap Erica.
Lalu Erica, Adrian, dan Maya masuk ke dalam rumahnya Dian. Merasa ada keributan di luar rumah, lalu Irfan mengintip dari jendela rumah itu.
"Sepertinya ada yang sedang berkelahi dengan anak buahmu," ucap Irfan.
"Apa katamu!" teriak bos besar itu.
Bos besar itu pun berjalan mendekati jendela dan melihatnya.
"Siapa mereka semua? kenapa mereka menghajar anak buahku? apa mereka semua adalah polisi?" tanya Bos besar itu.
"Apa katamu polisi! bagaimana bisa ada polisi yang kemari?"ucap Irfan terkejut.
"Dian! katakan padaku apa kau yang membawa polisi kemari!" teriak Bos besar itu marah.
Bos besar itu berjalan mendekati Dian dan menatapnya dengan tatapan yang sangat marah. Dian yang melihat kakaknya sangat marah menjadi sangat ketakutan, mata bos besar itu berubah menjadi merah dan wajahnya seperti bukan kakaknya seperti biasanya, itu semua karena pengaruh dari hantu jahat yang ada di dalam tubuhnya.