
Setelah rio diperiksa dan diobati oleh dokter, Rio di bawa keruang pasien. Karena rio masih dalam keadaan belum sadarkan diri. Orang tua rio merasa sangat cemas dengan keadaan rio. Mereka penasaran apa yang terjadi dengan anaknya.
"Dok!!" Ibunya rio menghampiri dokter yang memeriksa anaknya.
"Iya" jawab pak dokter.
"Bagaimana keadaan anak saya?" tanya ibunya rio.
"Anak ibu sudah kita lakukan tindakan pengobatan sekarang dia sudah baik baik saja, anda bisa melihatnya di ruang pasien," jawab pak dokter.
"Tidak ada luka yang serius kan dok?"
"Tidak ada bu, sekarang anak anda sudah baik baik saja."
"Terimakasih dok" ucap ayahnya rio.
"Ayo kita lihat keadaan rio," Ibunya rio menarik tangan ayah rio dan menuju ke ruangan tempat rio di rawat.
"Krek" Suara ibunya rio membuka pintu.
"Rio!!" Ibu dan ayahnya rio masuk ke dalam ruangan rio.
"Rio masih belum sadar bu," ucap ayahnya rio.
"Maaf bu, pasien masih dalam pengaruh obat biarkan dia beristirahat dulu," ucap suster yang memeriksa rio.
"Baik suster," ucap ayahnya rio.
"Ibu akan disini saja untuk melihat keadaan rio."
"Lebih baik kita pulang dulu bu, biarkan rio disini ada dokter dan suster yang menjaganya," ucap ayahnya rio.
"Baiklah yah, besok pagi ibu akan kesini lagi untuk melihat keadaan rio."
"Ayo kita pulang bu."
"Iya yah," Ibu dan ayahnya rio keluar dari ruangan rio.
"Apa tidak apa apa kita meninggalkan rio yah!" Ibunya rio kembali melihat rio yang sedang terbaring tak sadarkan diri.
"Ibu tenang saja, jika terjadi sesuatu pada rio nanti dokter pasti menghubungi kita."
"Baiklah yah," Ibu dan ayahnya rio berjalan keluar dari rumah sakit.
Ibunya rio masih mencemaskan keadaan rio yang masih belum sadarkan diri. Ibunya sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada anaknya.
Sementara itu tasya tetap berada di dekat rio dan mengawasinya, dan maya kembali kerumah erica. Keesokan paginya saat erica bangun dari tidur maya menceritakan semua yang dia lakukan dengan tasya. Tentu saja erica sangat terkejut dan senang dapat membalas semua perbuatan rio.
"Huuuuaaammmm," Erica menguap bangun dari tidurnya.
"Pagi erica!!!" ucap maya tersenyum.
"Sepertinya pagi ini kau tampak senang sekali maya," Erica duduk di tempat tidurnya.
"Tentu aku senang, tadi malam aku dan tasya menghantui dan mengganggu rio."
"Apa!!! kalian mengganggunya, terus apa yang terjadi padanya?" tanya erica penasaran.
"Kita membuatnya merasa ketakutan setengah mati sampai dia jatuh dari tangga dan kepala terbentur dinding," ucap maya.
"Terus bagaimana keadaan dia sekarang?"
"Tentu saja sekarang dia berada di rumah sakit."
"Apa kalian membuat dia terluka parah maya? sampai dia harus masuk rumah sakit?"
"Ehhmm sepertinya kakinya agak terkilir karena jatuh dari tangga dan ada luka lumayan besar di kepalanya," ucap maya.
"Woow, kalian memang membuat dia benar benar merasa ketakutan sampai dia bisa masuk rumah sakit."
"Tentu saja, aku membuat dia sangat ketakutan! siapa dulu dong maya," ucap maya tersenyum senang.
"Heem memang kalau masalah membalas dendam tampaknya kau yang paling hebat maya," Erica berjalan menuju ke kamar mandi.
"Begitulah diriku!!" teriak maya senang.
Erica bersiap siap untuk pergi ke sekolah, saat ingin bersiap ke sekolah erica menemui ibunya dan menceritakan keadaan rio sekarang.
"Pagi bu!!!" Erica menghampiri ibunya yang sedang sarapan.
"Pagi sayang, ayo sarapan dulu."
"Iya bu" Erica duduk dan sarapan bersama ibunya.
"Dimana ayah bu? kenapa belum sarapan?"
"Ayahmu masih ada di kamar, mungkin sebentar lagi kemari."
"Pagi putri ayah yang cantik," Ayahnya erica berjalan menuju meja makan dan duduk bersama.
"Pagi yah," ucap erica.
"Sepertinya kau agak senang hari ini erica? apa ada sesuatu yang membuatmu senang?" tanya ibunya erica penasaran.
"Oo iya bu, erica mendapatkan kabar jika rio sekarang masuk rumah sakit!!"
"Dari teman erica yang kebetulan dia tadi malam sedang berada di rumah sakit!!"
"Apa yang membuat dia di rawat di rumah sakit?"
"Ehhmm sepertinya dia jatuh dari tangga dan terluka di bagian kepalanya," ucap erica.
"Hahahahaha, rasakan anak brengsek itu dia mendapatkan balasan," Ibunya erica tertawa senang.
"Ibu kenapa bilang seperti itu," ucap ayahnya erica.
"Biar saja dia celaka!! kenapa dia tidak langsung mati saja sekalian," ucap ibunya erica.
"Ibu boleh berkata seperti itu," ucap ayahnya erica.
"Dia mendapatkan balasan dari tuhan secara tidak langsung!!"
"Heem sepertinya begitu bu," Erica tersenyum menatap maya yang ada di sampingnya.
"Bagaimana yah!! apa sudah mendapatkan pengacara yang bagus?" tanya ibunya erica.
"Tentu saja bu, ayah sudah mendapatkannya!apa yang tidak bisa ayah lakukan untuk istri dan putri ayah tercinta."
"Bagus jika kita sudah mendapatkan pengacara!! akan ibu pastikan rio mendapatkan hukuman yang berat atas perbuatannya," ucap ibunya erica senang.
"Ayah sudah berbicara dengan pengacara kita tentang kasus yang sedang kita alami, dan dia bisa memastikan kita akan memenangkannya dan membuat rio mendapatkan hukuman yang berat," ucap ayahnya erica.
"Siapa suruh mereka berani mengganggu keluarga kita, terutama mengganggu putri tunggal kita!!" ucap ibunya erica.
"Ibu, ayah!! erica mau berangkat sekolah dulu," Erica berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah sayang hati hati di jalan," ucap ibunya erica.
"Oo iya bu, nanti erica agak pulang terlambat karena erica ingin kerumah ibunya tasya bersama evan."
"Kenapa kau ingin kesana erica?" tanya ayahnya erica.
"Erica hanya ingin melihat keadaan ibunya tasya saja yah! apalagi dia hanya tinggal sendiri dirumahnya."
"Ya sudah sayang tidak apa apa, apalagi dia pergi dengan pria tampan yang kemarin!!" Ibunya erica tersenyum menatap erica.
"Maksud ibu teman laki laki erica yang bernama evan itu?" tanya ayahnya erica.
"Betul sekali yah!!" Ibunya erica terlihat senang.
"Tapi jangan pulang terlalu malam erica," ucap ayahnya erica khawatir.
"Baiklah yah, erica pergi dulu," Erica berjalan dan masuk ke dalam mobil.
"Ayo pak darmin, kita berangkat ke sekolah!!"
"Baik non," Pak darmin menjalankan mobilnya menuju ke sekolah erica.
"Nanti tak perlu menjemputku pak darmin, karena nanti aku akan pergi dengan teman dan pulang dengannya."
"Baik non"
Setelah sampai disekolah erica langsung menuju ke kelasnya. Cindy yang melihat erica telah berada di kelas, dia menghampiri erica dan bertanya tentang rio.
"Hei, kau cupu!!" teriak cindy mendekati erica.
"Ada apa cindy? aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu hari ini!!"
"Aku pun tak niat berkelahi denganmu hari ini, aku hanya ingin menanyakan padamu tentang rio?"
"Apa yang ingin kau tanyakan tentang dia?"
"Apa sebenarnya terjadi padamu dan rio sehingga dia terancam masuk penjara?" tanya cindy penasaran.
"Heem soal itu apa kau tidak tahu cindy!!"
"Jika aku tahu tak mungkin aku bertanya padamu," ucap cindy.
"Rio terlibat kasus pembunuhan seorang gadis, dan dia juga berniat ingin melecehkanku!!"
"Apa katamu dia terlibat kasus pembunuhan?" ucap cindy terkejut.
"Iya, sepertinya kalau dia terlibat kasus pembunuhan kau terkejut! tetapi kasus dia yang berkaitan denganku kau tak tampak terkejut cindy!!" ucap erica menatap cindy.
"Apa kau ingin menuduhku jika aku terlibat dengannya!!"
"Aku tak bilang jika menuduhmu!! kenapa kau tersinggung cindy?"
"Aku tak tersinggung, aku hanya terkejut saja dengan ucapanmu!!" Cindy berjalan menuju ke kursinya dan duduk dengan gelisah setelah mendengar ucapan erica.
"Memang dia terlibat kasus rio yang ingin melecehkanmu erica, lihat saja dia sekarang menjadi gelisah!!" ucap maya menatap cindy.
"Aku pun berpikir begitu maya, aku tak menyangka jika dia sangat membenciku sehingga dia sering ingin selalu mencelakaiku," ucap erica sedih.
"Tak perlu kau bersedih hanya untuk orang seperti mereka erica," ucap maya.
"Entahlah maya, aku hanya tak ingin jika orang lain membenciku padahal diriku selalu berusaha untuk baik pada semua orang," ucap erica.
Cindy yang setelah mendengar ucapan erica tentang rio, dia menjadi sangat gelisah dan takut. Apalagi dia juga yang bekerja sama dengan rio untuk mencelakai erica. Tetapi cindy sangat terkejut jika rio juga terlibat kasus pembunuhan.