
Keesokan paginya saat erica bangun dari tidur maya dan tasya sudah berada di samping erica sambil menatapnya. Erica terkejut melihat maya dan tasya yang berada di dekatnya.
"Heeeem sudah pagi ternyata!" ucap erica sambil bangun dari tempat tidur.
"Erica!" ucap maya.
"Astaga maya sejak kapan kau berada di sampingku mengagetkan saja!" ucap erica terkejut.
"Aku berada disini sejak tadi malam bersama tasya!" ucap maya.
"Dari tatapan matamu sepertinya ada yang ingin kau katakan padaku!" ucap erica sambil menatap maya.
"Hehehehe! kenapa kau bisa tahu erica!" ucap maya.
"Ehm terlihat jelas di wajahmu maya!" ucap erica.
"Ooo begitu!" ucap maya.
"Wah erica kau benar benar bisa menebak semuanya!" ucap tasya terkejut.
"Tentu saja dong!"ucap erica tersenyum.
"Kami ingin mengatakan sesuatu padamu erica!" ucap maya.
"Apa itu?" tanya erica penasaran.
"Sebenarnya tadi malam kita mendatangi rumahnya nadira!" ucap maya.
"Kalian kesana! apa yang kalian lakukan disana?" ucap erica terkejut.
"Kita tidak melakukan apa apa kok! hanya melihat lihat saja kesana!" ucap maya.
"Kita hanya ingin memastikan kebenaran dari semua ucapannya saja!" ucap tasya sambil melirik maya.
"Betul itu!" ucap maya.
"Lalu apa yang kalian dapatkan setelah dari sana?" tanya erica.
"Ternyata semua ucapan yang dia katakan itu jujur! kita kesana melihat dia sangat frustasi setelah di tinggalkan oleh rio!" ucap maya.
"Frustasi bagaimana maksudmu?" tanya erica.
"Sepertinya jika dia mengingat semua kejadian tentang rio, dia akan minum sampai mabuk di rumahnya!" ucap maya.
"Sepertinya dia juga sudah kecanduan alkohol!" ucap tasya.
"Separah itukah nadira!" ucap erica sedih.
"Sepertinya cukup parah erica! dia tinggal dengan seorang adik perempuan disana!" ucap maya.
"Dia punya adik perempuan!" ucap erica.
"Iya sepertinya dia juga seorang mahasiswi! dia juga bekerja paruh waktu untuk membiayai hidup mereka!" ucap tasya.
"Ternyata nadira juga dulu seorang fotomodel! banyak foto dan penghargaan yang dia dapat di kamarnya! impiannya hancur setelah di perlakukan rio seperti itu!" ucap maya.
"Apalagi kita mendengar dari adiknya jika ayah mereka sedang sakit keras di desa!" ucap tasya.
"Ternyata begitu berat cobaan yang di hadapi oleh nadira! kenapa dia tidak mengatakan semuanya dengan jujur kepadaku!" ucap erica sedih.
"Mungkin dia merasa malu karena baru mengenalmu erica!" ucap tasya.
"Mungkin juga karena itu!" ucap erica.
"Apa kau bisa membantu nadira? siapa tahu dengan membantunya dia akan mau menjadi saksi di pengadilan nanti!" ucap maya.
"Aku harus berbicara dengan ibuku dulu! karena ini pasti akan membutuhkan lumayan banyak uang untuk membantu dia!" ucap erica.
"Betul erica! cobalah berbicara pada ibumu, bukankah kemarin dia berniat untuk memberikan uang pada nadira!" ucap maya.
"Iya memang betul itu!" ucap erica.
"Cobalah ceritakan semuanya pada ibumu! dan temui nadira secara pribadi di rumahnya sore nanti!" ucap maya.
"Baiklah aku akan berbicara pada ibu mengenai nadira dan keluarganya! aku harus bersiap siap untuk pergi ke sekolah!" ucap erica sambil berjalan ke kamar mandi.
"Iya erica!" ucap maya.
"Semoga saja ibunya erica mau membantu nadira!" ucap tasya.
"Betul itu!" ucap tasya.
Setelah selesai bersiap siap untuk pergi ke sekolah erica langsung menemui ibunya di ruang makan untuk membicarakan tentang nadira.
"Pagi bu! pagi yah!" ucap erica sambil duduk di kursi makan.
"Pagi sayang! ayo cepat dimakan sarapanmu!" ucap ibunya erica.
"Ibu ayah! erica ingin membicarakan sesuatu pada kalian!" ucap erica.
"Apa yang ingin kau bicarakan pada ibu dan ayah sayang?" tanya ibunya erica penasaran.
"Iya sayang apa itu?" tanya ayahnya erica sambil menatap anaknya.
"Ini soal nadira!" ucap erica.
"Nadira mantan pacarnya rio yang pernah kau temui itu?" tanya ibunya erica.
"Iya bu!" jawab erica.
"Ada apa dengannya? apa terjadi sesuatu padanya?" tanya ibunya erica penasaran.
"Iya erica! apa dia sedang dalam masalah?" tanya ayahnya erica.
"Iya ayah ibu! dia sedang dalam masalah dan membutuhkan bantuan!" ucap erica.
"Masalah apa yang sedang dia hadapi?" tanya ibunya erica.
"Semenjak di tinggalkan rio dia menjadi frustasi dan kecanduan alkohol! dia juga punya adik yang masih kuliah dan dia bekerja paruh waktu untuk membiayai hidup mereka! Apalagi sekarang ayahnya juga sedang sakit keras di desa!" ucap erica.
"Ternyata cukup menyedihkan hidupnya di buat oleh rio! memang keluarga mereka bisanya menghancurkan hidup orang lain!" ucap ibunya erica kesal.
"Dan ternyata nadira juga dulunya seorang fotomodel banyak penghargaan yang dia dapat! dia juga sangat pintar! tetapi karena frustasi semuanya menjadi berantakan!" ucap erica sedih.
"Masalah yang dia hadapi cukup serius! kita harus membantunya!" ucap ayahnya erica.
"Benar kita harus membantunya keluar dari masalah! dia juga hanya korban dari rio dan keluarganya!" ucap ibunya erica.
"Mungkin dengan membantunya dia mau membantu kita menjadi saksi di pengadilan nanti!" ucap erica.
"Betul itu! kita bisa saling membantu satu sama lain!" ucap ibunya erica.
"Bukankah yayasan kita membantu orang orang yang tidak mampu dan siswa yang berprestasi!" ucap ayahnya erica.
"Ah iya betul yah! jadi kita bisa membantunya melalui yayasan dan dia tidak merasa tersinggung!" ucap ibunya erica.
"Jika untuk nadira kita harus membawanya ke psikolog untuk melihat kejiwaannya! frustasi yang dia alami sepertinya lumayan serius!" ucap ayahnya erica.
"Betul yah!" ucap erica senang.
"Bagaimana jika kita menemui dia setelah kau pulang sekolah erica!" ucap ibunya erica.
"Iya bu" ucap erica.
"Tapi kita tidak tahu alamat rumahnya!" ucap ibunya erica.
"Ibu tenang saja erica tahu rumahnya nadira!" ucap erica.
"Syukurlah kalau begitu!" Ngomong ngomong darimana kau tahu semua informasi mengenai nadira dan alamat rumahnya?" tanya ibunya erica heran.
"Soal itu erica tahu dari seorang teman yang memberitahu semuanya!" ucap erica sambil menatap maya dan tasya yang ada di dekatnya.
"Tentu saja kita selalu memberikan informasi yang akurat!" ucap maya sambil tersenyum.
"Ayah juga akan membantu semuanya kau tenang saja erica!" ucap ayahnya erica.
"Ibu dan ayah akan memastikan nadira dan keluarganya mendapatkan semua bantuan dari kita!" ucap ibunya erica.
"Terimakasih ayah ibu! aku sayang pada kalian!" ucap erica tersenyum senang.
"Apa yang tidak ibu lakukan jika anak kesayangan ibu sudah memintanya!" ucap ibunya erica sambil mengelus rambut anaknya.
"Ternyata anak kita benar benar peduli kepada orang lain yang membutuhkan! ayah dan ibu bangga padamu erica!" ucap ayahnya erica senang.
"Siapa dulu dong anaknya kita!" ucap ibunya erica.
Setelah mengatakan semua informasi tentang nadira, ayah dan ibunya erica langsung menyetujui untuk membantu nadira dan keluarganya. Erica sangat senang bisa membantu nadira. Maya dan tasya juga merasa sangat senang akhirnya nadira bisa mendapatkan bantuan dari orang tuanya erica. Erica juga sangat mengharapkan jika nadira bisa membantunya dengan menjadi saksi di pengadilan nanti.