ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 36



Setelah Erica dan Ibunya Rey berbicara mengenai Maya, Rey datang masuk ke dalam kamar ibunya untuk memanggil Erica dan Ibunya untuk makan bersama di ruang makan.


"Erica! apa kau dan ibuku sudah selesai bercerita? sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang serius," ucap Rey sambil berjalan mendekati ibunya.


"Kami hanya membicarakan hal yang biasa saja," jawab Ibunya Rey.


"Apa kalian sedang membicarakan diriku?" ucap Rey.


"Ah Rey, mana mungkin Erica menceritakan sesuatu tentangmu pada ibu," ucap Ibunya Rey.


"Siapa tahu saja kalian membicarakan diriku terutama tentang kebiasaan burukku," ucap Rey.


"Kami hanya bercerita tentang satu sama lain saja agar bisa lebih akrab," jawab Erica.


"Ooo begitu, baru kali ini ibu bisa sangat akrab dengan temanku, apa ibu sangat menyukai Erica?"


"Tentu saja aku sangat menyukai Erica, dia gadis yang sangat baik dan cantik! andai saja jika dia bisa menjadi menantu ibu," ucap Ibunya Rey sambil menatap Erica.


"Aku juga sangat menginginkan itu bu," ucap Rey di dalam hati.


Erica hanya tersenyum mendengar ucapan Rey dan ibunya.


"Ayo kita ke ruang makan, ayahmu dan temanmu pasti sedang menunggu kita," ucap Ibunya Rey.


"Ah iya bu,aku akan membantu ibu untuk duduk di kursi roda," ucap Rey.


"Aku akan mengambil kursi rodanya," ucap Erica.


"Baiklah terimakasih Erica," ucap Rey.


Erica mengambil kursi roda dan Rey menggendong ibunya dan memindahkannya ke kursi roda yang telah di ambil oleh Erica.


"Ayo kita ke ruang makan sekarang," ucap Rey sambil mendorong kursi roda ibunya.


Lalu mereka berjalan menuju ke ruang makan yang telah di siapkan oleh Rey dan ayahnya bersama dengan Putri.


"Kenapa kalian lama sekali? kami telah menunggu dari tadi," ucap Ayahnya Rey.


"Ibu dan Erica mereka masih mengobrol makanya kita agak sedikit lama," ucap Rey.


Kemudian Ayahnya Rey berjalan mendekati istrinya.


"Berarti ibumu telah menemukan orang yang cocok dengannya, baiklah ayo kita duduk dan memulai acara makan bersama," ucap Ayahnya Rey.


Lalu semuanya duduk di kursi makan dan ibunya Rey berada di samping suaminya dengan menggunakan kursi roda.


"Untuk acara hari ini aku telah memesan masakan dari restoran yang terkenal, semoga kalian semua suka kokinya sendiri spesial yang mengantarkan semuanya kemari," ucap Ayahnya Rey.


Koki dan pelayan restoran masuk ke dalam ruang makan dan menyajikan semua hidangan makanan dan minuman di atas meja makan.


"Wah, semuanya makanan dan minuman yang sangat enak, terimakasi om atas jamuan makannya," ucap Putri.


"Apa ini tidak terlalu berlebihan om?" ucap Erica.


"Ini tidak berlebihan menurutku, karena aku ingin yang terbaik untuk acara makan bersama dengan istriku dan bersama kalian, ini mengungkapkan rasa senangku," ucap Ayahnya Rey.


"Erica bukankah di keluargamu juga biasa makan makanan seperti ini," bisik Putri.


"Tidak juga berlebihan seperti ini Put," jawab Erica.


"Begitukah! kita nikmati saja bukankah ini adalah rezeki kita jangan di tolak," bisik Putri.


"Temanmu sangat semangat sekali jika berhubungan dengan makanan," ucap Maya tersenyum pada Erica.


"Kenapa kalian diam saja, ayo silahkan di nikmati semua makanannya," ucap Ayahnya Rey.


"Baik om," ucap Erica dan Putri.


"Tentu saja Rey, dengan senang hati," ucap Putri.


Kemudian mereka memulai acara makan bersama, Rey tak berhenti menatap Erica yang duduk saling berhadapan. Ibunya Rey memperhatikan anaknya yang tak berpaling dari Erica.


"Apa Rey menyukai Erica? tapi Erica telah memiliki seorang pacar, aku tak ingin jika Rey akan patah hati karena hal ini," ucap Ibunya Rey di dalam hati.


"Bu, ada apa? sepertinya ibu sedang memikirka sesuatu?" tanya Ayahnya Rey.


"Ah tidak apa apa yah, ibu hanya merasa sangat senang bisa berkumpul bersama seperti ini, karena kita suah lama sekali tidak berkumpul semenjak diriku sakit," jawab Ibunya Rey.


"Akupun merasa sangat senang jika melihatmu dan Rey juga merasa bahagia saat ini," ucap Ayahnya Rey.


Setelah selesai acara makan bersama Erica dan Putri pamit untuk pulang kerumah mereka.


"Om tante saya dan Putri mau pamit pulang karena hari sudah hampir malam, kami mengucapkan terimaksih atas jamuan makannya," ucap Erica.


"Sama sama Erica dan Putri kami sangat senang jika kalian sering kemari, apa perlu kalian di antar oleh supir om untuk pulang kerumah?" 


"Tak perlu om, supirku sudah datang menjemput dan dia sudah menunggu di luar," ucap Erica.


"Baiklah kalau begitu, hati hati di jalan," ucap Ayahnya Rey.


"Erica sering seringlah main kemari," ucap Ibunya Rey.


"Tentu tante, Erica akan sering datang kemari untuk menemui tante," ucap Erica.


"Baiklah kami permisi pulang," ucap Erica.


Lalu Erica dan Putri pulang dari rumahnya Rey dengan mengendarai mobilnya Erica bersama supirnya. Di dalam mobil karena merasa penasaran dengan Erica, Putri menanyakan tentang ibunya Rey pada Erica.


"Erica bukankah waktu kita pertama kali kerumah Rey kau bilang melihat hantu?" bisik Putri.


"Iya betul, kenapa kau menanyakan itu?"


"Apa hantu itu sekarang sudah tidak ada lagi disana?" 


"Tidak ada lagi Put, hantu itu adalah arwah ibunya Rey yang tersesat, aku telah membantunya kembali ke tubuhnya jadi sekarang dia telah bangun dari komanya," jawab  Erica.


"Apa dia mengingat semua kejadian yang dia alami selama menjadi hantu?"


"Aku rasa begitu, karena dia masih mengenalku tadi berarti dia mengingat semuanya," jawab Erica.


"Pantas saja aku merasa aneh, karena dia seperti telah mengenalmu dengan baik tadi," ucap Putri.


"Berbicara yang pelan saja Put, aku tak igin di dengar oleh orang lain masalah ini," ucap Erica.


"Ooo iya, aku lupa jika ada supirmu disini, kita lanjutkan bercerita besok di sekolah," bisik Putri.


"Baiklah," jawab Erica.


Setelah mengantarkan Putri pulang kerumahnya, Erica pun juga langsung pulang kerumahnya. Karena merasa sangat lelah Erica langsung menuju ke kamarnya dan pergi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya agar dapat segera beristirahat. Saat akan bersiap untuk pergi tidur Erica melihat Maya yang masih berdiri di dekat jendela yang sedang melamun.


"Maya! ada apa?"


"Erica! aku sedang memikirkan tentang ucapan Bu Clara tadi dirumahnya," jawab Maya.


"Apa kau memikirkan wanita yang bernama Aira itu?"


"Iya Erica, sama saat seperti diriku yang bertemu dengan Andra temanku, perasaanku mengatakan jika aku juga mengenal baik dirinya," ucap Maya.


"Ehm, baiklah kita akan mencari tahu besok, bukankah kita juga sudah tahu dimana akan menemukannya," ucap Erica.


"Iya Erica, kita harus mencari tahu semuanya dan memastikan apakah aku memang mengenal wanita yang bernama Aira ini! aku juga sangat mengharapkan jika Bu Clara dapat segera mengingat semuanya," ucap Maya.


Erica dan Maya berencana untuk menyelidiki wanita yang bernama Aira, karena Maya merasa tidak asing dengan nama itu. Bu Clara yang ingin membantu Maya dan Erica dia masih berusaha untuk mengingat semua yang dia tahu tentang Maya.