
Maya menatap tajam adrian yang berada di depannya. Tasya merasa cukup takut saat berhadapan dengan adrian. Tasya merasakan aura adrian yang saat kuat.
"Coba saja jika kau bisa mengusir kami dari sini!" ucap maya.
"Baiklah jika itu keinginan kalian!" ucap adrian.
"Maya apa kau yakin kita akan melawan dia! sepertinya dia cukup kuat!" ucap tasya.
"Aku ingin melihat seberapa kuat dia!" ucap maya.
Adrian berjalan mendekati maya dan tasya, adrian hanya tersenyum dan menatap maya dan tasya yang berada di depannya. Lalu adrian menghentikan langkah kakinya tepat di hadapan maya.
"Sepertinya kau hantu yang cukup kuat menurutku! wajahmu juga cukup cantik coba saja kau masih hidup mungkin aku akan menyukaimu!" ucap adrian sambil menatap maya.
"Kau pun terlalu tampan untuk menjadi seorang dukun!" ucap maya.
Tasya mencoba mendorong adrian, lalu adrian menangkisnya dan membuat tasya terjatuh.
"Aaaaaarrrhhhggg!" Suara teriakan tasya.
"Buuuuuk!" tasya terjatuh.
"Tasya!!" teriak maya sambil mendekati tasya yang terjatuh.
"Apa kau baik baik saja tasya?" tanya maya khawatir.
"Aku baik baik saja maya! kau harus berhati hati padanya maya! dia lebih kuat dari dugaanku!" ucap tasya.
"Jangan mencoba menyentuhku jika kalian tidak ingin terluka!" ucap adrian.
Maya mendekati adrian, wajahnya maya berada tepat di depan wajahnya adrian.
"Kau lebih tampan jika dilihat dari dekat!" ucap maya.
Maya berusaha mencekik adrian, tapi adrian memegang tangannya maya yang berada di lehernya.
"Berani sekali kau ingin menyentuhku!" ucap adrian.
"Kau pun ingin menyakiti kami!" ucap maya.
Saat menyentuh tangannya maya, adrian melihat sepintas masa lalunya maya. Lalu maya pun melihat sepintas kejadian masa lalunya. Maya menarik tangannya dari adrian.
"Apa yang kulihat tadi! siapa laki laki yang mendorongku ke sungai!" ucap maya di dalam hati.
"Ternyata kau juga mati karena dibunuh seseorang!" ucap adrian.
"Apa maksudmu?" tanya maya.
"Aku baru saja melihatnya saat memegang tanganmu!" ucap adrian.
"Apa kau bisa melihat masa lalu orang lain hanya dengan menyentuhnya?" tanya maya penasaran.
"Tentu! apa kau ingin mengetahui siapa dirimu sebenarnya dan siapa yang membunuhmu!" ucap adrian.
"Tidak perlu! aku bisa mencari tahu sendiri!" ucap maya.
"Sepertinya kau mengalami lupa ingatan karena sesuatu! apa ucapanku benar!" ucap adrian.
"Aku pun tak tahu kenapa bisa tak mengingat apapun dari masa laluku!" ucap maya.
"Menurutku kau bukan orang biasa! ada alasan yang kuat kenapa kau dibunuh oleh seseorang!" ucap adrian.
"Tak perlu ikut campur urusanku!" teriak maya.
"Untuk saat ini lebih baik kalian pergi dak tak kemari lagi! jika kalian tidak pergi tentu saja kalian akan berhadapan denganku!" ucap adrian.
"Kenapa kau membantu seorang penjahat?" teriak tasya.
"Aku tidak membantunya hanya ingin kalian tidak melakukan hal bodoh dengan mengotori tangan kalian untuk membalas mereka!" ucap adrian.
"Apa maksudmu?" tanya tasya.
"Bukankah dia besok akan di sidang di pengadilan! menurutku dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas semua perbuatannya!" ucap adrian.
"Bagaimana kau bisa tahu itu?" tanya maya.
"Aku hanya tahu saja! karena kebenaran itu pasti akan menang walaupun sulit!" ucap adrian.
"Maya apa yang harus kita lakukan! dia tak akan membiarkan kita masuk ke dalam! dia cukup kuat jika kita lawan!" ucap tasya.
"Baiklah kami akan pergi dari sini! tapi jika besok sidang rio yang menang akan kupastikan kami akan membalasnya dengan cara kami sendiri!" ucap maya.
"Baiklah terserah padamu! itu hak kalian ingin membalas dendam atau tidak!" ucap adrian.
"Baik maya!" ucap tasya.
"Nanti kami akan kemari lagi!" ucap maya.
"Aku akan menanti kalian datang kemari!" ucap adrian sambil tersenyum.
Maya dan tasya pergi menghilang dari rumah sakit. Orang tua rio yang merasa penasaran dia mengintip dari pintu. Untuk memastikan jika adrian telah mengusir hantunya tasya.
"Keluar saja tak usah mengintip! hantunya telah pergi dari sini!" ucap adrian.
"Benarkah mereka telah pergi dari sini!" teriak ibunya rio sambil membuka pintu.
"Apa kau benar benar telah mengusir mereka?" tanya ayahnya rio.
"Iya mereka sudah pergi dari sini!" ucap adrian.
"Apa katamu mereka? berarti benar ada 2 hantu yang sering datang kemari!" ucap ayahnya rio.
"Iya ada 2 hantu yang kulihat tadi!" ucap adrian.
"Siapa hantu yang satunya!" ucap ayahnya rio penasaran.
"Apa dia juga memiliki dendam dengan anak kami rio?" tanya ibunya rio penasaran.
"Sepertinya dia hanya membantu tasya yang mempunyai dendam pada anakmu!" ucap adrian.
"Kenapa dia membantu tasya untuk menggangu kami!" ucap ayahnya rio.
"Kurasa dia hanya ingin membantu tasya mendapatkan keadilannya!" ucap adrian.
"Jadi maksudmu dia hanya membantu tasya saja untuk membalas kami!" ucap ayahnya rio.
"Sepertinya begitu! dia bukan korban dari rio! tapi dia juga adalah korban pembunuhan!" ucap adrian.
"Kukira hantu satunya juga korban dari rio!" ucap ibunya rio khawatir.
"Menurutku hanya tasya yang dibunuh oleh rio! kalau wanita yang lainnya kemungkinan mereka masih hidup!" ucap adrian.
"Rio siapa saja wanita yang telah kau sakiti?" tanya ayahnya rio.
"Mereka juga sama seperti rio sama sama mahasiswa di kampus!" ucap rio.
"Ada berapa orang mereka?" tanya ayahnya rio.
"Seingatku ada 4 orang dan salah satunya adalah tasya yah!" ucap rio.
"Kenapa kau baru bilang pada ayah dan ibu sekarang! bagaimana jika mereka juga menuntutmu rio!" ucap ayahnya rio khawatir.
"Rio rasa tidak mungkin mereka menuntut! karena mereka telah rio beri uang untuk menjaga rahasia jika mereka menggugurkan kandungan dengan rio yah!" ucap rio.
"Bagus! berarti jika mereka nanti menuntut kita! kita bisa mengancam mereka karena mereka telah menerima uang dari kita!" ucap ibunya rio.
"Tapi kalian harus tetap berhati hati! kita tidak tahu jika siapa tahu mereka berubah pikiran dan akan memberikan kesaksian karena mereka juga korban dari anak kalian!" ucap adrian.
"Kenapa kau bilang seperti itu?" tanya ibunya rio kesal.
"Aku hanya memberikan saran saja! sepertinya musuh kalian cukup kuat menurutku!" ucap adrian.
"Betul perkataan adrian bu! saingan kita di sidang nanti adalah keluarganya erica! ayahnya pasti tidak akan membiarkan kita menang dengan begitu mudah!" ucap ayahnya rio khawatir.
"Ternyata ada satu lagi korban dari anak kalian! siapa namanya erica ya!" ucap adrian.
"Tapi rio belum melakukan apapun padanya!" ucap ibunya rio.
"Tetapi ada niat untuk melakukannya!" ucap adrian.
"Terimakasih atas bantuannya hari ini adrian! apa mereka akan kembali lagi kemari?" tanya ayahnya rio.
"Aku tak bisa memastikannya! jika terjadi sesuatu hubungi saya saja nanti!" ucap adrian.
"Baiklah! maaf jika merepotkanmu!" ucap ayahnya rio.
"Baiklah saya permisi pulang dulu! sampai jumpa lagi nanti!" ucap adrian.
"Aku akan mengantarmu pulang!" ucap ayahnya rio.
"Tak perlu aku bisa pulang sendiri! disini saja temani keluargamu!" ucap adrian.
"Baiklah kalau begitu! sampai jumpa lagi!" ucap ayahnya rio.
Adrian pergi dari rumah sakit dan pulang menuju rumahnya dengan mengendarai taksi. Maya dan tasya pergi dari rumah sakit karena maya merasa dia belum cukup kuat untuk melawan adrian saat itu. Orang tuanya rio merasa sangat senang karena adrian telah membantu mereka untuk mengusir tasya dan maya yang sering mengganggu mereka.