
Setelah menemui nadira, erica dan ibunya langsung pulang kerumahnya. Erica setelah sampai dirumahnya langsung masuk kedalam kamarnya untuk menelpon evan.
"Bu, erica mau langsung istirahat saja di kamar!"
"Baiklah sayang selamat malam!".
"Erica kau tidak ingin makan malam dulu?" tanya ayahnya erica.
"Tidak yah! erica tidak lapar!".
"Baiklah kalau begitu selamat tidur sayang!" ucap ayahnya erica.
"Apa ayah sudah lama pulang?" tanya ibunya erica sambil duduk di sofa.
"Belum lama! bagaimana hasil dari menemui nadira hari ini?".
"Ya begitulah nadira mau menerima bantuan dari kita! besok dia dan adiknya akan ke kantor yayasan untuk mengurus beasiswa mereka!".
"Apa dia bersedia membantu kita di persidangan nanti?".
"Ibu belum tahu dia mau atau tidak!".
"Kenapa bisa begitu?".
"Erica melarang ibu untuk memintanya membantu kita di pengadilan nanti! erica bilang akan lebih baik jika dia yang menawarkan bantuannya pada kita nanti!".
"Mungkin erica ada pertimbangan sendiri tentang ini! kita turuti saja kemauannya erica!".
"Erica tidak ingin memaksa nadira karena erica tahu jika nadira mengalami frustasi yang cukup serius! erica tak ingin menambah beban pikiran pada nadira dengan memaksanya untuk saat ini!".
"Betul juga kata erica!".
"Oo iya apa ayah besok bisa ikut menjemput orang tuanya nadira di desa untuk membawanya kemari! ibu bermaksud membawanya ke rumah sakit yang bagus!".
"Sepertinya besok jadwal ayah tidak terlalu padat! akan ayah usahakan ikut nanti kesana!".
"Haaaah hari ini sangat lelah ibu juga ingin langsung istirahat di kamar!".
"Sepertinya istriku yang cantik ini sangat lelah! apa perlu ayah gendong ke kamar?" ucap ayahnya erica tersenyum menatap istrinya.
"Heeem tentu saja suamiku sayang! aku mau sekali di gendongmu!" ucap ibunya erica.
"Siap istriku sayang!" ucap ayahnya erica sambil menggendong ibunya erica ke dalam kamar.
"Ayah memang suami yang paling terbaik di dunia!" ucap ibunya erica sambil memeluk suaminya.
Sementara itu erica di dalam kamar langsung menelpon evan untuk memberitahunya masalah nadira dan keluarganya.
"Aku harus menelpon evan! pasti dia sudah menunggu kabar dariku!" ucap erica sambil mengeluarkan handphonenya.
"Ehm yang punya pacar langsung saja gelisah ingin menelponnya!" ucap maya menggoda erica.
"Ah maya, aku hanya ingin mengabarinya saja kok!".
"Iya deh aku percaya kok!" ucap maya sambil tersenyum.
"Kring kring kring" suara handphone berdering.
"Halo erica" ucap evan sambil menjawab telponnya.
"Halo evan! apa aku mengganggumu?".
"Ah tidak erica! aku juga dari tadi menunggu telpon darimu! bagaimana apa kau sudah menemui nadira?".
"Iya aku sudah bertemu dengannya hari ini dirumahnya!".
"Jadi bagaimana hasil pertemuan hari ini?".
"Sebenarnya nadira mempunyai seorang adik perempuan yang tinggal bersamanya! dia juga seorang mahasiswi!".
"Terus apa yang terjadi?".
"Ternyata kehidupan mereka cukup sulit evan! adiknya bekerja paruh waktu untuk membiayai kehidupan mereka! nadira juga mengalami frustasi yang cukup serius sampai kecanduan alkohol karena perbuatan rio!".
"Separah itukah penderitaan nadira karena perbuatan rio! aku benar benar merasa sedih mendengarnya!".
"Nadira juga sebenarnya seorang mantan fotomodel yang profesional, apalagi sekarang ayahnya sedang sakit keras di desa!".
"Wajar saja jika dia mantan seorang model karena memang dari postur tubuhnya memang menunjukkan begitu!".
"Besok mereka akan ke yayasan ibuku untuk mengurus beasiswa mereka agar bisa kuliah sampai selesai! setelah itu kita akan menjemput orang tuanya nadira ke kota untuk membawa ayahnya ke rumah sakit disini!".
"Syukurlah jika ibu dan ayahmu membantu nadira dan keluarganya!".
"Iya evan! aku ingin sekali membantunya dan masalah yang ingin menjadikan dia saksi aku tidak bisa memaksakannya!".
"Aku tak ingin dia merasa terpaksa membantuku! aku ingin dia ikhlas dan menawarkan sendiri untuk membantuku nanti!".
"Kau benar benar baik hati sekali erica! ngomong ngomong bagaimana dengan kabar pacarku hari ini?".
"Ah evan jangan menggodaku! bukankah tadi siang kita bertemu di sekolah!".
"Iya tetapi aku sudah merasa sangat rindu! ehm kira kira sudah 6 jam kita tidak bertemu!".
"Aku juga rindu padamu!" ucap erica malu malu.
"Mulai deh saling menggombal!" ucap maya sambil melirik erica.
"Hahahaha" suara tasya tertawa.
"Oo iya erica! aku mencemaskan sesuatu tentang nadira!".
"Apa itu evan?".
"Apa ibunya rio tahu tentang nadira dan wanita wanita lain yang pernah dekat dengan rio?".
"Soal itu aku tidak memikirkannya! memangnya kenapa evan?".
"Aku hanya takut saja! kau pasti lebih tahu bagaimana mengerikan dan liciknya ibunya rio! dia pasti akan memikirkan soal nadira dan yang lainnya!".
"Kau benar juga evan! kenapa aku tak memikirkannya!".
"Aku hanya takut jika mereka dalam bahaya ataupun di manfaatkan oleh ibunya rio! dia pasti akan menghalalkan segala cara untuk memenangkan kasus anaknya!".
"Kau benar kita harus menyembunyikan nadira dan adiknya dari ibunya rio! setahu nadira juga mengetahui beberapa orang wanita yang pernah menjadi korbannya rio!".
"Kau harus menjauhkan nadira dan adiknya sementara ini dari ibunya rio dan keluarganya! kita harus berjaga jaga supaya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan!".
"Benar evan! besok pagi aku akan berbicara pada ayah dan ibuku untuk menyembunyikan nadira dan adiknya sementara di tempat lain!".
"Betul itu!".
"Terimakasih evan kau telah mengingatkanku tentang masalah ini! hampir saja aku kecolongan!".
"Kau juga harus berhati hati mulai sekarang erica! kita tidak tahu senekat apa ibunya rio dan keluarganya untuk menyelamatkan anaknya!".
"Iya evan tenang saja aku akan baik baik saja!" ucap erica sambil menatap maya dan tasya.
"Tentu saja kau pasti akan baik baik saja erica ada kami yang akan selalu menjagamu!" ucap maya tersenyum.
"Yaps betul sekali kami akan melindungimu erica dari nenek sihir itu!" ucap tasya tersenyum.
"Ada banyak orang yang akan menjagaku evan! termasuk dirimu yang akan selalu bersamaku!".
"Tentu saja aku akan menjaga pacarku yang paling cantik dan baik!".
"Sampai jumpa besok di sekolah evan!".
"Iya erica sampai jumpa besok selamat malam!".
"Malam juga evan!" ucap erica sambil menutup telponnya.
Erica langsung merasa khawatir setelah mendengar ucapan rio.
"Kenapa aku tak memikirkan tentang itu!".
"Benar kata evan! nenek sihir itu pasti akan menghalalkan berbagai cara untuk menyelamatkan anaknya!" ucap maya.
"Kita harus melindungi nadira dan keluarganya! ibunya rio benar benar menyeramkan bisa bisa dia nanti melenyapkan nadira!" ucap tasya khawatir.
"Betul itu erica! kita harus menyembunyikan nadira di tempat yang aman!" ucap maya.
"Besok pagi aku akan berbicara pada ayah dan ibu mengenai ini!" ucap erica.
"Betul itu tindakan yang bagus! pasti ibumu akan melindungi nadira dan keluarganya!" ucap maya.
"Menurutku saingan berat ibunya rio adalah ibumu erica! dan ibumu yang paling hebat menurutku!" ucap tasya.
"Tentu saja ibu erica yang paling hebat! aku penggemar beratnya!" ucap maya sambil tersenyum.
"Kalian apaan sih! memang ibuku superhero apa!".
"Bukan superhero tapi supermom yang paling hebat!" ucap maya tersenyum.
"Hahahaha" Suara erica tertawa mendengar ucapan maya dan tasya.
Setelah mendengar semua ucapan evan, erica menjadi lebih berhati hati dalam bertindak. Dia berniat untuk menyembunyikan nadira sampai kasus rio selesai di pengadilan. Apalagi jika nadira bersedia menjadi saksi membantu mereka, erica takut jika ibunya rio akan mencelakai nadira dan keluarganya nanti.