ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 51



Tak lama ibunya erica menunggu suaminya pak daniel tiba di yayasan dengan mobilnya. Setelah sampai ayahnya erica langsung masuk ke dalam ruangan untuk menemui istrinya.


"Kreek" Suara ayahnya erica membuka pintu.


"Oo sayang kenapa tak memberitahuku jika kau sudah sampai kemari!" ucap ibunya erica menghampiri suaminya.


"Aku tadi ingin menelponmu cuma takut jika mengganggu makanya aku langsung saja kemari!" ucap ayahnya erica.


"Yah ini nadira dan nadine!".


"Selamat sore pak! perkenalkan saya nadira dan ini adik saya nadine!" ucap nadira sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Salam kenal juga nadira dan nadine! saya suaminya bu rosa dan ayahnya erica! nama saya daniel!".


"Ayo duduk dulu yah! kita juga masih menunggu erica dan evan! mungkin mereka sebentar lagi sampai disini!" ucap ibunya erica.


"Apa ibu sudah menyiapkan semuanya? Oo iya bagaimana urusan beasiswanya apa sudah selesai?" tanya ayahnya erica.


"Ayah tenang saja! semuanya sudah beres! ibu sudah menyiapkan semuanya dengan baik kok!".


"Baguslah kalau begitu!" ucap ayahnya erica.


"Saya dan adik saya benar benar sangat mengucapkan banyak terimakasih pada bapak dan ibu karena telah membantu kami!" ucap nadira.


"Sama sama nadira! saya dan istri serta erica sangat ikhlas membantu kalian! tak perlu sungkan!" ucap ayahnya erica sambil tersenyum.


"Erica kok belum sampai kemari! seharusnya dia sudah sampai jam segini!" ucap ibunya erica gelisah.


"Tunggu saja bu! mungkin jalanan sedang macet makanya mereka telat sampai kemari!" ucap ayahnya erica.


"Ehm mungkin juga sih!" ucap ibunya erica.


Tidak lama kemudian erica dan evan tiba di sana. Erica dan evan langsung masuk ke dalam ruangan ibunya.


"Apa semuanya sudah ada disini erica?" tanya evan sambil berjalan mengikuti erica.


"Sepertinya semuanya sudah datang kemari! ayo cepat kita langsung saja keruangan ibuku!" ucap erica.


"Baiklah!".


"Sore ibu ayah! maaf erica terlambat datang kemari!" ucap erica sambil masuk ke dalam ruangan ibunya.


"Sore sayang! tidak apa apa yang penting kamu datang kemari dengan selamat!".


"Sore om tante!" ucap evan.


"Sore evan!" ucap ibunya erica.


"Baiklah semuanya sudah berkumpul ayo berangkat!" ucap ayahnya erica.


"Iya sepertinya tidak ada lagi yang kita tunggu! hanya 1 lagi tapi mungkin sekarang sudah ada di luar!" ucap ibunya erica.


"Apa itu bu? 1 lagi maksud ibu apa?" tanya erica penasaran.


"Kau akan tahu nanti lihat saja langsung!" ucap ibunya erica.


"Ayo kita keluar sekarang!" ucap ayahnya erica.


Mereka semua berjalan keluar dari ruangan ibunya erica menuju keluar yayasan. Erica sangat terkejut melihat ada mobil ambulance dan lengkap dengan dokter dan perawat yang akan ikut mereka menjemput orang tuanya nadira.


"Ibu yang menyiapkan ini semuanya!" ucap erica terkejut.


"Tentu saja! ibu tak ingin jika terjadi sesuatu nanti pada ayahnya nadira, jadi ibu membawa ambulance dan lengkap dengan dokter dan perawat yang akan memeriksa ayahnya nadira!" ucap ibunya erica.


"Wow ibunya erica sangat keren sampai memikirkan hal seperti ini!" ucap maya kagum.


"Tentu saja maya! ibunya erica memikirkan sesuatu yang tak terpikirkan oleh kita!" ucap tasya.


"Terimakasih bu!" ucap erica.


"Sama sama sayang!".


"Ayo kita berangkat sekarang!" ucap ayahnya erica.


"Nadira dan nadine kalian ingin ikut mobilnya evan atau mobil suami saya?" tanya ibunya erica.


"Saya naik mobil bersama erica saja bu rosa!" jawab nadira.


"Ok baiklah kalau begitu! kami akan mengikuti kalian dari belakang!" ucap ibunya erica.


"Baik bu rosa!" jawab nadira.


"Ayo nadira dan nadine silahkan masuk ke dalam mobil!" ucap evan.


"Terimakasih!" ucap nadira dan nadine sambil masuk ke dalam mobil.


"Bukankah kalian hantu bisa dimana saja masuk saja ke dalam mobil di samping nadira dan nadine!" bisik erica.


"Iya maya kita masuk saja kan bisa nyelip ke dalam!" ucap tasya sambil tersenyum.


"Ehm iya baiklah kalau begitu!" ucap maya.


"Ayo erica masuk ke mobil!" teriak evan.


"Baik evan!" ucap erica sambil masuk ke dalam mobil.


"Tuh kan sempit di dalam mobil!" ucap maya kesal.


Erica tersenyum melihat maya dan tasya dan terjepit antara nadira dan nadine di dalam mobil evan.


"Baiklah ayo kita berangkat!" ucap evan sambil menjalankan mobilnya.


Akhirnya mereka berangkat menuju desa tempat tinggal orang tuanya nadira. Mereka menuju kesana selama 2 jam dari kota. Selama perjalanan maya dan tasya merasa sangat gelisah karena terhimpit nadira dan nadine di dalam mobil. Erica yang melihat maya dan tasya hanya tersenyum dan menahan tawanya.


"Apa masih lama desanya nadira?" tanya evan sambil mengendarai mobilnya.


"Kira kira 15 menit kita akan sampai di desa! rumahku tidak jauh masuknya!" ucap nadira.


Tidak lama kemudian mereka semua sampai di rumah orang tuanya nadira dan nadine.


"Itu rumah orang tua saya!" ucap nadira sambil menunjuk rumahnya.


Evan menghentikan mobilnya.


"Ayo kita turun!" ucap evan sambil membuka pintu mobilnya.


Erica, nadira, dan nadine juga ikut turun dari mobilnya evan. Sementara itu maya merasa mual dan pusing setelah turun dari mobilnya evan.


"Ada apa maya kenapa kamu pucat?" tanya tasya khawatir.


"Aku benar benar pusing karena di apit oleh mereka di dalam mobil!" ucap maya sambil memegangi kepalanya.


"Hemm ternyata hantu juga bisa mabuk kendaraan!" ucap erica di dalam hati dan tersenyum menatap maya.


"Lebih baik pulangnya kita naik saja mobil ayahnya erica!" ucap maya.


"Baiklah maya!" ucap tasya.


"Erica apa ini rumah orang tuanya nadira?" ucap ibunya erica.


"Iya bu ini rumahnya!" jawab erica.


"Mari silahkan masuk ke dalam!" ucap nadira.


"Baik terimakasih nadira!" ucap ibunya erica.


"Bu apa dokter dan perawat langsung saja ikut kita masuk ke dalam sekalian memeriksa ayahnya nadira!" ucap ayahnya erica.


"Ah iya betul kata ayah! pak dokter bisa ikut kita ke dalam agar bisa memeriksa langsung keadaan pasien!" teriak ibunya erica.


"Baik bu rosa!" jawab pak dokter.


"Ayo kita masuk yah!" ucap ibunya erica.


"Tempat disini benar benar masih sangat sejuk! rumah orang tuanya nadira juga sangat nyaman menurutku!" ucap ayahnya erica.


"Namanya juga di desa yah! udara juga masih sangat sejuk!".


"Tok tok tok" Suara nadira mengetuk pintu.


"Ibu ayah! ini nadira dan nadine!".


"Iya sebentar!" teriak ibunya nadira.


"Kreek" Suara ibunya nadira membuka pintu.


"Nadira nadine kalian pulang!" ucap ibunya sambil memeluk nadira dan nadine.


"Bu kami sangat rindu pada kalian!" ucap nadira dan nadine.


"Ayah dan ibu juga sangat rindu pada kalian berdua!".


"Bu perkenalkan ini bu rosa dan pak daniel! dan ini juga erica dan evan!".


"Salam kenal semuanya saya ibunya nadira dan nadine!".


"Salam kenal juga bu! saya pak daniel ini istri saya rosa dan anak saya erica serta pacarnya evan!" ucap ayahnya erica memperkenalkan diri.


Ibunya nadira sangat senang bertemu kedua anak perempuannya. Tetapi dia juga sangat terkejut melihat kedatangan erica dan orang tuanya yang datang bersama anak anaknya ke desa rumah tempat mereka tinggal.