ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 128



Saat masuk ke dalam rumahnya Erica, sangat terkejut melihat ibunya yang sedang duduk menunggunya pulang saat itu. Erica kemudian berjalan mendekati ibunya dan mencoba berbicara padanya.


 


"Bu, kenapa belum tidur? apa ibu sudah lama pulang bersama dengan ayah?" tanya Erica sambil menatap ibunya.


 


"Erica kau dari mana saja? kenapa pulang sangat larut malam? walaupun kau besok tidak sekolah karena libur, tapi kau tetap harus beristirahat  agar tidak sakit," ucap Ibunya Erica khawatir.


 


"Maaf bu, aku tidak memberitahumu jika pergi malam ini bersama dengan Evan, karena ada sesuatu yang harus kami selesaikan malam ini," ucap Erica.


 


"Hal apa yang akan kalian selesaikan sampai larut malam begini? apa ini tentang pelajaran di sekolahmu?" tanya Ibunya Erica.


 


"Iya bu, karena guru di sekolah bilang jika harus mengumpulkan semuanya malam ini, makanya Evan membantuku untuk menyelesaikannya," jawab Erica.


 


"Ooo begitu, baiklah setidaknya kau tidak pergi sendiri karena di temani oleh Evan, masuklah ke kamarmu dan beristirahat," ucap Ibunya Erica.


 


"Bu, besok pagi aku akan pergi lagi dengan Evan ingin mengunjungi seorang teman," ucap Erica.


 


"Ya baiklah, tapi ingat jangan pulang larut malam lagi."


 


"Baik bu," jawab Erica.


 


Lalu Erica langsung berjalan menuju ke kamarnya, setelah sampai di dalam kamarnya Erica langsung mengambil handphonenya di dalam tas untuk menelpon Adrian untuk memberitahunya tentang rencana mereka besok.


 


"Aku harus menelpon Adrian sekarang, agar dia bisa bersiap siap untuk besok," ucap Erica.


 


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


 


"Halo" 


 


"Halo Adrian."


 


"Iya Erica, ada apa kau menelponku malam malam begini? apa terjadi sesuatu?" tanya Adrian.


 


"Aku ingin memberitahumu jika kami telah menemukan tubuhnya Maya dan juga aku telah membantunya kembali masuk ke dalam tubuhnya, sehingga Maya sekarang telah sadar dari komanya dan telah berkumpul bersama ibu dan juga kekasihnya Rian," ucap Erica.


 


"Syukurlah aku sangat senang mendengarnya jika Maya telah berhasil berkat bantuanmu Erica, lalu apa terjadi sesuatu yang lain?" tanya Adrian.


 


"Kami besok berencana ingin menjebak bos besar itu dan juga Irfan yang telah mencelakai Maya, ternyata mereka juga terlibat dalam kasus kecelakaan yang menimpa orang tua dari kekasihnya Maya, besok juga Kak Jenni dan polisi yang lainnya bersiap siap untuk menangakap mereka setelah kami menjebaknya, masalah yang lainnya sebelum bos besar itu di tangkap kita harus mengeluarkan hantu jahat itu dari dalam tubuh bos besar itu, sebelum dia berpindah ke tubuh manusia lainnya," jawab Erica.


 


"Aku akan membantumu menghadapi hantu jahat itu, aku juga punya urusan yang harus aku selesaikan dengannya, kita harus bisa melenyapkan hantu jahat itu," ucap Adrian.


 


"Terimakasih karena kau telah mau membantu kami," ucap Erica.


 


"Kita memang harus saling membantu Erica, asal kau tahu saja kau sebenarnya lebih kuat dariku, hanya saja kekuatan yang kau miliki belum sepenuhnya keluar, aku akan membantumu besok agar semua itu bisa keluar dan kekuatanmu akan semakin kuat, agar bisa melawan hantu jahat itu, kita tidak bisa meremehkannya karena dia bukan hantu biasa Erica," ucap Adrian.


 


"Tapi aku apa memang bisa benar benar mengalahkan hantu jahat itu?" ucap Erica ragu.


 


 


"Iya Adrian baiklah kalau begitu, terimakasih karena kau telah sangat yakin padaku dan membantuku, aku akan mengirimkan alamatnya padamu, tempat kita akan melenyapkan hantu jahat itu," ucap Erica.


 


"Baiklah, sampai jumpa besok di sana, istirahatlah untuk malam ini," ucap Adrian.


 


"Baiklah, terimakasih Adrian, sampai jumpa besok," ucap Erica.


 


Lalu Adrian menutup telponnya.


 


"Akhirnya Erica telah berhasil membantu Maya kembali ke tubuhnya, kenapa anak itu masih belum menyadari kekuatan yang ada adi dalam dirinya sendiri, tapi kenapa bisa kekuatan sebesar itu tersegel di dalam dirinya? aku akan mencoba membukanya agar dia bisa mengalahkan hantu jahat itu besok, aku dan Erica harus bisa mengalahkannya sebelum dia menghilang seperti dulu lagi," ucap Adrian.


 


Sementara itu Erica yang berada di dalam kamarnya, dia mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur lalu berbaring di atas tempat tidur untuk beristirahat. Dia merasa sangat gelisah dan tak bisa tidur sambil melihat sekeliling kamarnya, Erica merasa sangat berbeda saat itu dengan tidak adanya Maya yang ada lagi di dekatnya.


 


"Kenapa aku tidak bisa tidur? aku bahkan merasa sangat kesepian di dalam kamarku sendiri, ini mungkin karena tidak ada lagi Maya di dekatku, aku sangat merindukannya padahal baru sekitar 2 jam aku tidak bertemu dengannya, apa sekarang Maya juga telah pergi tidur atau berbicara dengan ibunya dan juga Rian, dia sekarang pasti sangat senang karena bisa kembali berkumpul dengan keluarganya," ucap Erica.


 


Maya malam itu pun juga tak bisa tidur karena memikirkan Erica saat itu, dia pun juga telah terbiasa selalu di dekat Erica selama beberapa bulan ini, Maya pun juga merasa sangat kesepian walaupun telah bersama dengan ibunya dan juga Rian. Maya juga mengkhawatirkan tentang rencana mereka besok akan berjalan lancar atau tidak, sehingga membuatnya sangat gelisah.


 


"Apa Erica sekarang telah tidur dengan nyenyak? kenapa aku sangat mengkhawatikan dirinya malam ini? apa karena aku terbiasa selalu berada di dekatnya, dan sekarang aku akan tinggal berbeda dengannya, aku merasa sangat kesepian dan gelisah saat memikirkan itu," ucap Maya di dalam hati.


 


Sementara itu Evan yang telah sampai di rumahnya langsung masuk ke kamarnya Jenni untuk menemuinya.


 


"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.


 


"Kreek" Suara membuka pintu.


 


"Evan, kau juga baru pulang?"


 


"Iya Kak Jenni, apa kakak juga baru pulang?"


 


"Iya, kenapa kau tiba tiba mendatangi kamarku? apa kau berhasil bertemu dengan kekasihnya Maya?" tanya Jenni.


 


"Iya kami berhasil menemuinya, dan ada kabar lainnya juga," ucap Evan.


 


"Apa itu?"


 


"Kami telah menemukan Maya dan sekarang dia telah sadar dari komanya," ucap Evan.


 


"Bagaimana bisa kalian menemukannya? dan bagaimana dengan orang yang telah mencelakainya? apa itu benar bos besar atau penjahat yang lainnya?" tanya Jenni.


 


"Sebenarnya begini ceritanya Kak Jenni."


 


Evan menceritakan semua kejadian yang terjadi malam itu dan juga rencana mereka untuk menjebak bos besar dan juga Irfan di waktu dan tempat yang bersamaan. Jenni sangat terkejut setelah mendengarkan ucapan dari Evan mengenai kenyataan jika Erica memang bukan gadis biasa, dan juga Maya yang sadar kembali berkat bantuan dari Erica. Evan juga menjelaskan jika selama ini Maya juga telah membantu mereka dengan merasuki Erica dan juga yang lainnya dalam menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi selama ini. Jenni hanya terdiam mendengar penjelasan dari Evan, ternyata selama ini dugaan dia benar jika ada sosok hantu yang selalu membantu mereka, Jenni sudah mencurigainya saat melihat rekaman CCTV yang ada di kantor polisi saat adiknya Yoga bertingkah aneh yang tiba tiba membantu mereka secara sukarela.