
Setelah mengendarai mobil sekitar 1 jam akhirnya mereka sampai di pelabuhan. Lalu mereka semua turun dari mobil dan berjalan menuju ke kapal kecil milik Rian.
"Ini kapal milikku, ayo kita masuk ke dalam," ucap Rian.
"Apa kau membawa kunci kapal ini?" tanya Maya.
"Tentu saja aku selalu membawanya, kuncinya selalu ada didalam tas kecil yang sering ku bawa," jawab Rian.
"Syukurlah aku pikir kau lupa untuk membawanya," ucap Maya.
"Ayo kita masuk sekarang, kita harus membuang kalung itu di tengah laut," ucap Rian.
"Ayo Erica, Evan kita masuk ke dalam kapal ini," ucap Maya.
"Iya Maya," ucap Erica.
Lalu mereka semua masuk ke dalam kapal miliknya Rian, kemudian Rian menghidupkan kapal itu dan pergi ke tengah laut yang cukup jauh dari pelabuhan.
"Kita harus membuang kalung ini sangat jauh dan tidak bisa di temukan oleh siapapun lagi," ucap Maya.
"Erica, apa tanganmu masih terasa sakit?" tanya Evan.
"Aku tidak apa apa Evan, hanya melepuh saja sedikit," jawab Erica.
"Telah di kurung dalam sebuah kalung pun dia sangat berani ingin melawan keluar dari sana," ucap Maya kesal.
"Tentu saja pasti dia akan mencoba untuk keluar dari kalung ini, apalagi dia memang bukan hantu biasa seperti yang lainnya," ucap Erica.
Setelah sekitar 1 jam mengendarai kapal miliknya Rian kemudian menghentikan kapal di tengah laut lepas.
"Aku rasa tempat ini lautnya sudah cukup dalam, kau bisa membuang kalung itu di sini," ucap Rian.
Erica melihat di sekelilingnya, mereka di kelilingi oleh laut lepas yang sangat dalam dan luas.
"Iya tentu, ini adalah tempat yang tepat untuk membuang kalung ini, dia pasti tak akan di temukan oleh siapapun di sini," ucap Erica.
"Buanglah sekarang Erica, setelah melakukan ini tugas kita telah selesai," ucap Evan.
"Aku sangat berharap jika hantu jahat ini tak akan di temukan oleh siapapun lagi," ucap Erica.
Lalu Erica melempar kalung itu ke dalam laut yang sangat dalam. Erica merasa sangat lega setelah menyelesaikan tugasnya. Setelah membuang kalung itu mereka semua kembali pulang ke rumahnya Dian. Sesampainya di sana Evan dan Erica pulang dengan mobilnya Evan, Maya dan Rian pergi ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian mereka di sana, sedangkan Adrian pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Erica yang langsung masuk ke dalam kamarnya di hampiri oleh Ibunya Erica.
"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.
"Erica"
"Iya bu," ucap Erica dari dalam kamarnya.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Sayang apa kau baru saja pulang dengan Evan?" tanya Ibunya Erica sambil masuk ke dalam kamar.
"Iya bu, aku baru saja sampai dan ingin pergi mandi dan mengganti pakaianku," jawab Erica.
Ibu Erica melihat tangan anaknya yang melepuh menjadi terkejut dan memegang tangannya Erica.
"Sayang, apa yang terjadi pada tanganmu? kenapa bisa seperti ini?" tanya Ibunya Erica.
"Ini tidak apa apa bu, hanya terkena air panas saja tadi tanpa sengaja," jawab Erica sambil menarik tangan dari ibunya.
"Jangan berbohong pada ibu sayang, dimana kalung yang biasa kau pakai? itu adalah kalung turun temurun dari keluarga ayahmu sayang," ucap Ibunya Erica.
"Sebenarnya soal kalung itu, aku telah membuangnya bu," jawab Erica.
"Apa kau membuangnya! itu kalung pemberian dari nenekmu sayang," ucap Ibunya Erica terkejut.
"Erica membuangnya itu karena perintah dari nenek," ucap Erica.
"Iya bu, kemarin aku bertemu dengannya," jawab Erica.
"Erica katakan yang sejujurnya pada ibu, apa yang sebenarnya terjadi dan yang kau lakukan selama ini? ibu sangat yakin kau sedang melakukan sesuatu," ucap Ibunya Erica.
Erica terdiam mendengarkan ucapan dari ibunya. Lalu dia menatap ibunya yang sedang duduk di sampingnya di atas tempat tidur.
"Jujurlah pada ibu sayang, ibu tidak akan marah padamu," ucap Ibunya Erica.
"Sebenarnya aku menolong seorang hantu yang bernama Maya selama ini, dan ternyata dia hanya arwah yang tersesat dan masih hidup," jawab Erica.
"Lalu apa yang terjadi padanya Erica?" tanya Ibunya Erica.
Lalu Erica menceritakan semuanya pada ibunya dari awal dia bertemu dengan Maya dan sampai dia kembali ke tubuhnya lalu mengalahkan hantu jahat serta para penjahat lainnya. Ibunya Erica tersenyum mendengar cerita dari anaknya.
"Apa ibu marah padaku? karena selama ini aku telah berbohong pada ibu dan ayah soal ini?" tanya Erica.
Ibunya Erica mengelus rambut anaknya dan tersenyum.
"Sayang bagaimana mungkin ibu marah padamu, karena kau telah menolong orang lain dengan tulus, kau membuat ibu sangat bangga sayang," ucap Ibunya Erica.
"Terimakasih bu, aku sangat menyayangimu," ucap Erica tersenyum.
Erica dan ibunya kemudian saling berpelukan, sementara itu Maya dan Rian yang telah berada di kantor polisi memberikan semua kesaksian mereka. Setelah mendapatkan banyak informasi dan mengumpulkan bukti bukti, lalu Jenni mendapatkan surat perintah penangkapan untuk menangkap semua orang yang terlibat dengan bos besar itu dan juga Irfan. Setelah semua penjahat itu di tangkap dan di masukkan dalam penjara, Maya sangat merasa senang akhirnya bisa menyelesaikan semua tugas yang tertunda.
"Aku senang akhirnya bisa menangkap semua penjahat itu sekaligus berkat bantuan semuanya," ucap Maya.
"Aku pun ikut senang jika kau merasa sangat senang Maya," ucap Rian.
"Mulai besok aku akan melapor ke kantor pusat dan mulai bekerja lagi sebagai polisi," ucap Maya.
"Maya, apa tidak ada yang ingin kau lakukan lagi selain itu?" tanya Rian.
"Maksudmu apa Rian?"
Rian memegang tangan Maya dan menatapnya.
"Aku ingin segera menikah denganmu Maya," ucap Rian.
"Tapi kenapa harus secepat itu Rian, bisakah kita menundanya setidaknya tahun depan, karena aku ingin fokus untuk bekerja dulu," ucap Maya.
"Jawab aku dengan jujur dan tatap mataku, apa kau benar benar belum mau menikah denganku?" tanya Rian.
Maya kemudian menatap matanya Rian yang ada di hadapannya saat itu.
"Sebenarnya aku ingin menikah dengannya, tapi aku malu jika mengatakan langsung padanya," ucap Maya di dalam hati.
"Katakan dengan jujur padamu, jika kau tidak mencintaiku dan tidak ingin menikah denganku aku tidak akan memaksamu lagi," ucap Rian.
"Tentu saja aku mau menikah denganmu, kenapa kau langsung saja menyerah seperti itu," ucap Maya dengan wajahnya yang memerah karena malu.
"Aku tahu kau akan mengatakan itu padaku Maya, aku hanya membohongimu agar kau tidak menolak untuk menikah denganku," ucap Rian sambil tersenyum.
"Dasar kau berani sekali membohongiku!" ucap Maya kesal.
Rian lalu memeluk Maya dan mengelus rambutnya yang panjang.
"Jika kau marah seperti itu, menurutku kau semakin cantik dan aku sangat menyukainya," ucap Rian.
"Lepaskan, nanti di lihat orang lain kita seperti ini," ucap Maya.
"Aku tak akan pernah melepaskanmu lagi, kau akan menjadi milikku untuk selamanya," ucap Rian.
Rian dan Maya akhirnya memutuskan untuk segera menikah. Erica mendapatkan semua kekuatannya yang tersembunyi dan dia telah berani jujur pada kedua orang tuanya mengenai semua yang telah dia lakukan. Jenni, Maya, Riki, dan juga Heru mendapatkan penghargaan dan kenaikan pangkat karena telah berhasil menangkap semua penjahat. Erica dan Evan setelah lulus dari sekolahnya mereka sama sama kuliah di luar negeri untuk melanjutkan studinya. Tamat.