
Sementara itu orang suruhan Rian yang mendatangi rumahnya Indri untuk bertemu dengannya dia sudah tidak ada lagi dirumahnya karena Indri telah pergi dari sana ke tempat persembunyian yang telah di siapkan oleh bos besar.
"Kita terlambat datang kemari, dia pasti sudah pergi jauh dari sini."
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, satu satunya petunjuk adalah dirinya, dia pasti sekarang telah pergi menemui bos besar mereka, sedangkan Yoga dia masih berada di dalam penjara sekarang."
"Kita harus melaporkan semua ini pada Pak Rian, dan menanyakan apa yang harus kita lakukan sekarang."
"Pasti dia akan marah pada kita jika tidak mendapatkan informasi dari Indri karena dia telah pergi dari sini."
"Pak Rian akan lebih marah pada kita jika tidak melaporkan ini, jika kau tidak mau menelponnya biar aku saja."
"Ok kau saja yang menelponnya."
"Dasar penakut, jika berhubungan dengan uang saja kau pasti akan duluan menerimanya."
Lalu orang suruhan Rian menelpon dirinya untuk mengabari jika Indri telah pergi meninggalkan rumahnya.
"Kring kring kring" Suara handphone Rian berdering.
"Halo" ucap Rian menjawab telponnya.
"Halo Pak Rian, maaf mengganggu anda malam malam begini, kami ingin memberitahu anda jika Indri tidak berada dirumahnya lagi, dia telah pergi dari sini."
"Mungkin dia sekarang telah menemui bos besar mereka, apa kalian menemukan suatu petunjuk dirumahnya?" tanya Rian.
"Tidak ada yang mencurigakan disini sepertinya wanita itu telah menyingkirkan semua barang bukti disini."
"Baiklah jika kalian tidak menemukan apapun disana lebih baik kalian segera pergi dari sana, sebelum kalian di curigai oleh orang," ucap Rian.
"Baik Pak Rian."
"Tunggu sebentar, aku ingin kalian menyelidiki anak yang bernama Erica dan juga Evan, cari semua informasi yang berkaitan dengan mereka sebanyak mungkin, lalu kalian laporkan padaku," ucap Rian.
"Baiklah Pak Rian akan kami laksanakan."
Kemudian Rian menutup telponnya, kedua orang suruhan Rian merasa heran karena Rian yang tidak marah kepada mereka berdua.
"Apa kata Pak Rian? apa dia memarahi kita?"
"Dia tidak marah kepada kita, sikapnya tenang tenang saja, dan dia menyuruh kita menyelidiki anak yang bernama Erica dan Evan yang pernah menemuinya, kita sudah mempunyai sedikit informasi tentang mereka jadi kita hanya perlu mencari lebih banyak lagi dan melaporkannya pada Pak Rian."
"Apa saat ini hatinya sedang baik dan senang, makanya dia tidak marah pada kita."
"Daripada memikirkan itu lebih baik kita pergi dari sini, nanti orang mencurigai kita masuk ke dalam rumah ini."
"Ooo iya benar juga kata dirimu, ayo kita pergi sekarang dan mencari informasi tentang kedua anak itu."
Kemudian kedua orang suruhan Rian mereka keluar dari rumahnya Indri dan menuju ke kota. Saat mereka keluar dari rumahnya Indri ternyata pimpinan polisi melihat mereka berdua dan melaporkannya pada bos besar.
"Siapa kedua orang itu dia memasuki rumahnya Indri? aku harus memberitahu nyonya tentang ini."
Lalu pimpinan polisi itu menelpon bos besar.
"Kring kring kring" Suara handphone berdering.
"Halo"
"Ada apa kau menelponku?" tanya Bos besar itu.
"Aku ingin memberitahu anda jika baru saja ada kedua orang laki laki yang memasuki rumahnya Indri dan melihat dari plat mobil mereka sepertinya mereka dari kota bukan orang daerah sini."
"Kau cari informasi dari Yoga, apa dia mungkin mengenal kedua orang itu, jika mereka tidak membahayakan kita biarkan saja, jika mereka berbahaya kau pasti tahu apa yang harus kau lakukan selanjutnya."
"Baik nyonya, akan saya lakukan perintah anda, Ooo iya nyonya aku mendengar jika polisi wanita dari kota itu yang bernama Jenni dia datang lagi ke kantor polisi di sini untuk menemui Yoga, lalu tidak lama mereka berbicara Riki dan juga Heru keluar dari kantor polisi dan mereka membawa lagi barang bukti yang di dapatkan dari markas mereka," ucap Pimpinan polisi itu.
"Dasar anak itu benar benar bodoh mungkin dia mengatakan sesuatu yang tak seharusnya pada polisi wanita itu, cari tahu apa saja yang telah dia katakan pada polisi wanita itu, jika Yoga terus mengatakan hal yang bisa membahayakan lenyapkan saja dia," ucap Bos besar itu.
"Baik nyonya."
Lalu bos besar itu menutup telponnya, dia merasa sangat kesal setelah mendengar ucapan dari pimpinan polisi itu.
"Polisi wanita yang bernama Jenni ini, dia sangat semangat sekali ingin membuatku marah, siapa dia sebenarnya, akan ku pastikan kau akan menyesal jika selalu mencampuri semua urusanku," ucap Bos besar itu kesal.
Saat itu orang suruhan bos besar yang bernama Zio datang menemuinya untuk melaporkan informasi yang dia dapatkan tentang Erica dan juga Evan.
"Tok tok tok" suara mengetuk pintu.
"Masuk"
"Kreek" suara membuka pintu.
"Selamat malam bos," ucap Zio.
"Apa kau sudah mendapatkan semua informasi tentang mereka?" tanya Bos besar.
"Sudah bos, saya datang kemari untuk melaporkannya," jawab Zio.
"Mendekatlah kemari."
"Baik bos," ucap Zio sambil berjalan mendekati bos besar.
"Katakan informasi apa yang kau dapatkan?"
"Mereka berdua bersekolah di tempat yang sama yaitu di SMA Kusuma Bangsa tempat anak anak yang terbilang kaya, karena itu sekolah yang cukup elite di kota ini, Evan dia seorang atlit basket, orang tuanya hanya seorang manager di perusahaan Miko grup, dan kakaknya seorang polisi wanita yang bernama Jenni, ibunya hanya seorang ibu rumah tangga," ucap Zio.
"Ehm, ternyata polisi wanita itu kakak dari anak yang bernama Evan, terus bagaimana informasi tentang anak yang bernama Erica?"
"Keluarganya sangat kaya raya bos, pasti anda tahu perusahaan D&R grup itu perusahaan milik ayahnya yang bernama Pak Daniel dan ibunya bernama Rosa mempunyai beberapa bisnis dan yayasan sosial, mereka memang keturunan orang yang kaya raya," ucap Zio.
"Jadi Erica adalah anak tunggal dari Daniel pemilik perusahaan D&R grup, mereka berdua terbilang anak anak yang kaya dan berprestasi, tapi kenapa mereka ikut membantu menyelidiki kasus ini, apa yang sebenarnya mereka cari," ucap Bos besar itu penasaran.
"Saya merasa juga begitu bos, jika kedua anak ini sedang mencari atau menyelidiki sesuatu," ucap Zio.
"Baiklah kau cari tahu apa sebenarnya tujuan mereka berdua, dan satu lagi kau harus menyelidiki juga polisi wanita yang bernama Jenni itu, kita harus mencari tahu sebenarnya apa yang mereka semua rencanakan," ucap Bos besar.
"Baik bos akan segera saya laksanakan," ucap Zio.
"Kerja bagus hari ini, kau boleh pergi sekarang," ucap Bos besar itu.
"Baik bos," ucap Zio.
Kemudian Zio pergi keluar dari ruang kerja bos besar, dia merupakan orang suruhan dari bos besar yang sangat ahli dalam menyelidiki orang lain dan juga ahli dalam bela diri. Bos besar itu berencana untuk menyelidiki Erica, Evan dan juga Jenni, hantu jahat yang berada di dalam tubuh bos besar itu sangat merasa gelisah karena mendengar nama Erica dia seperti merasa terancam dan merasakan sesuatu yang berbeda darinya walaupun belum pernah bertemu dengan Erica.