ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 88



Setelah mendapat informasi dari Dokter Diana, Zio yang berencana ingin memanfaatkannya meminta nomor telponnya agar selalu bisa menghubungi Dokter Diana.


"Apa aku boleh meminta nomor handphonemu?" tanya Zio.


"Tentu saja boleh," jawab Diana.


Lalu Dokter Diana menuliskan nomor handphonenya di selembar kertas dan memberikannya pada Zio.


"Ini nomor handphoneku, aku sangat berharap bisa bertemu lagi denganmu," ucap Diana sambil menatap Zio.


"Tentu saja, aku pun mengharapkan begitu, aku minta tolong padamu jangan katakan pada siapapun jika aku menanyakan padamu tentang Erica dan juga Evan," ucap Zio.


"Baiklah aku akan merahasiakannya, asalkan kau berjanji padaku jika akan menemuiku lagi nanti," ucap Diana.


"Dengan senang hati aku akan melakukannya," ucap Zio.


"Senyumnya benar benar membuat dia menjadi lebih tampan, aku sangat suka dengan semua yang ada di dirinya," ucap Diana di dalam hati.


"Bukankah sekarang kau harus segera kembali bekerja?" tanya Zio.


"Ah iya betul, aku akan melanjutkan pekerjaanku," jawab Diana.


"Aku juga harus pergi bekerja, sampai jumpa lagi," ucap Zio.


"Jika aku boleh tahu kau bekerja dimana?" tanya Diana penasaran.


"Aku bekerja di perusahaan swasta," jawab Zio.


"Ooo begitu, baiklah semoga kita bisa cepat bertemu kembali," ucap Diana.


"Tentu, aku harus pergi sekarang, terimakasih atas bantuannya, apa kau ingin aku antar lagi ke sekolahan?" tanya Zio.


"Ah tidak perlu, aku bisa naik taksi saja nanti ke sekolahan lagi pula itu tidak jauh dari sini, sepertinya kau juga sedang terburu buru," ucap Diana.


"Baiklah kalau begitu," ucap Zio.


Lalu Zio pergi keluar dari cafe itu, Diana tak berhenti menatap Zio sampai dia keluar dan masuk ke dalam mobil. Saat Diana masih menatap ke arah luar cafe salah satu pegawai cafe yang memang temannya mendekati Diana dan mengejutkannya.


"Dooooooor!"


"Kau mengejutkanku saja!" teriak Diana.


"Sepertinya dari awal masuk sampai laki laki muda itu keluar kau tak berhenti menatapnya, apa kau jatuh cinta pada pandangan pertama?"


"Ehm, bisa di katakan begitu, baru kali ini aku melihat seorang lelaki yang bisa membuat hatiku bergetar dan jantungku berdetak dengan cepat," jawab Diana.


"Itu karena dia laki laki yang tampan, coba saja jika dia jelek, apa hatimu masih bergetar dan jantungmu berdetak dengan kencang saat melihatnya."


"Kau ini merusak suasana hatiku saja," ucap Diana.


"Kau baru pertama kali bertemu dan berkenalan dengannya, jangan mudah percaya pada orang yang baru kau kenal, bisa saja dia orang yang jahat yang memanfaatkanmu."


"Aku rasa dia bukan orang yang jahat, lihat saja wajahnya dia sangat tampan dan tidak mungkin jika dia seorang penjahat," ucap Diana.


"Ehm, dasar kau, percuma saja bergelar dokter tapi kok bodoh," ucap Pegawai cafe itu.


"Apa katamu aku bodoh! enak saja kau bilang begitu! aku melakukan ini karena menyukai laki laki tadi, aku juga sebenarnya merasa sedikit curiga padanya karena menanyakan Erica dan Evan padaku, sepertinya dia mempunyai suatu rahasia tapi entah apa itu, tapi aku tak akan memperdulikannya sepertinya itu tidak akan membahayakan Erica dan Evan juga," ucap Diana.


"Bagaimana jika laki laki tadi berniat akan mencelakai Erica dan Evan?"


"Sudah kubilang itu tak akan mungkin karena dia orang yang tampan," ucap Diana.


"Betul juga katamu, aku harus pergi bekerja sekarang, sampai jumpa lagi," ucap Diana.


"Dasar wanita satu ini dia jika melihat laki laki tampan selalu saja begitu."


Lalu Dokter Diana pergi keluar dari cafe dan mengendarai taksi menuju ke sekolahan. Sementara itu Zio yang telah mendapatkan informasi dari Dokter Diana langsung menelpon bos besar untuk melaporkan semuanya.


"Kring kring kring" Suara handphone berdering.


"Halo"


"Halo bos, aku telah mendapatkan sedikit informasi tentang mereka," ucap Zio.


"Informasi apa yang kau dapatkan?"


"Ternyata Erica terluka dan terkena racun saat membantu polisi dalam menangkap Yoga kemarin, tapi sepertinya Jenni polisi wanita itu berhasil mendapatkan penawar racun itu dari Yoga," jawab Zio.


"Bagaimana cara polisi wanita itu mendapatkan penawar racun dari Yoga? apakah semudah itu Yoga menyerahkan itu padanya, aku sedikit paham dengan wataknya dia orang yang tidak mudah di bujuk dan terpengaruh," ucap Bos besar.


"Mungkin polisi wanita itu memaksa Yoga untuk mengatakannya," ucap Zio.


"Aku akan menanyakan itu pada pimpinan polisi disana, apa yang sebenarnya terjadi, selain itu apa ada hal lagi yang mencurigakan tentang mereka?"


"Aku mendapatkan sedikit informasi mengenai Erica, aku tak tahu ini penting atau tidak bos," jawab Zio.


"Informasi apa yang dapatkan? katakan saja padaku," ucap Bos besar penasaran.


"Ternyata Erica mengalami perubahan yang sangat drastis dalam beberapa bulan ini," jawab Zio.


"Perubahan drastis bagaimana maksudmu?" tanya Bos besar.


"Dia berubah menjadi lebih modis dalam penampilan, dan juga tiba tiba ahli dalam bela diri atau berkelahi, dan pintar dan olahraga, padahal selama ini dia hanya gadis biasa saja dan tak pintar dalam berkelahi ataupun olahraga, menurutku dia memang sedikit aneh," ucap Zio.


"Sepertinya dia kerasukan hantu, dengan kata lain dia di dampingi oleh hantu, jika dia dalam bahaya hantu itu pasti akan membantunya," ucap Bos besar.


"Apa bos yakin dengan semua itu?" tanya Zio.


"Tentu saja aku sangat yakin, aura anak yang bernama Erica itu berbeda dari orang yang lainnya, aku akan memastikannya sendiri nanti dengan segera bertemu dengannya," ucap Bos besar.


"Selanjutnya apa yang harus aku lakukan bos?" tanya Zio.


"Kau tetap ikuti mereka, dan laporkan apapun yang mereka lakukan," jawab Bos besar.


"Tapi hari ini hanya ada Evan yang bersekolah, Erica tidak masuk sekolah hari ini," ucap Zio.


"Evan pasti akan menemui Erica hari ini, jadi lebih baik kau ikuti dia," ucap Bos besar.


"Baik bos, akan saya laksanakan," ucap Zio.


"Lakukan dengan hati hati, jangan sampai ada orang yang mencurigaimu," ucap Bos besar.


"Baik bos," ucap Zio.


Lalu bos besar menutup telpon dari Zio.


"Zio dia benar benar sangat cepat dalam bekerja, aku sangat menyukai cara kerja anak ini, aku sudah merasakan memang ada aura yang berbeda dari gadis yang bernama Erica itu, tapi siapa hantu yang sering merasukinya, apa mungkin aku mengenalnya," ucap Bos besar itu penasaran.


Zio setelah melaporkan semua informasi yang dia dapat dari Dokter Diana kepada Bos besar, dia menyimpan nomor telpon Diana di dalam handphonenya agar bisa selalu menghubunginya dan menanyakan tentang Erica dan Evan. Zio juga mendapatkan perintah dari Bos besar agar tetap mengikuti Evan hari itu, dia lalu memutar balik mobilnya dan kembali menuju ke sekolahan untuk mengintai Evan dan teman temannya Erica saat itu.