ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 2



Waktu malam tiba maya dan tasya muncul di rumah rio dan mereka ingin melakukan rencana yang telah mereka rencanakan. Maya benar benar kesal dan marah pada rio dan keluarganya karena telah berani mengganggu erica.


"Tasya apa kau sudah siap untuk melakukannya" tanya maya menatap tasya yang ada di sampingnya.


"Aku sudah sangat siap untuk membalaskan dendamku pada rio" jawab tasya yakin.


"Tampakkan wujudmu yang paling seram sehingga membuatnya sangat takut karena melihatmu" ucap maya memberikan saran pada tasya.


"Tentu saja aku akan menunjukkan wujudku yang menakutkan".


"Heem bagus, kita pakai cara hantu untuk mengatasi dia, Hahahaha" ucap maya tertawa senang.


"Baiklah maya".


"Ayo kita masuk ke dalam rumahnya" Maya dan tasya menghilang dan muncul di kamarnya rio.


"Enak betul dia tidur dengan nyenyak di kasur yang empuk dan hangat" ucap maya geram.


"Dia masih bisa tidur dengan nyenyak setelah melakukan semua kejahatannya padaku dan erica!!" teriak tasya.


"Heem betul sekali, ayo kita mulai rencana kita tasya".


Rio yang sedang tertidur pulas, di ganggu oleh maya dan tasya. Maya menarik selimut yang di pakai oleh rio, dan membuatnya terbangun.


"Heem, kenapa selimutku bisa ada di bawah?" ucap rio heran.


Rio mengambil selimutnya kembali lalu maya menariknya kembali.


"Kenapa bisa jatuh lagi?" ucap rio mengambil selimut dengan tangan kanannya.


Tasya yang berad di bawah tempat tidur langsung menarik tangannya rio dan membuatnya terkejut.


"Haaaah!! apa itu tadi yang menarikku!!!" ucap rio menarik tangannya kembali.


Rio melihat ke bawah tempat tidurnya, namun dia tak melihat apapun disana. Tiba tiba jendela kamar terbuka.


"Kreeeek" suara jendela terbuka.


"Kenapa jendela itu terbuka?" ucap rio berdiri dan berjalan untuk menutup jendela.


Rio melihat ke arah luar jendela, dia melihat tasya dengan wajah menyeramkan dengan menggunakan gaun merah yang menatap rio, Rio terkejut berlari ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut.


"Apa yang kulihat tadi itu tasya, wajahnya benar benar menyeramkan!!" Rio mengintip dari balik selimutnya.


Rio melihat sekeliling kamarnya, untuk memastikan apa ada hantu tasya di dalam kamarnya. Tiba tiba kursi di kamar rio bergerak sendiri.


"Bagaimana bisa kursi itu berpindah tempat!! siapa yang memindahkannya" Rio gemetar ketakutan.


Hantu tasya berbaring di sebelah rio di atas tempat tidur dan memeluk rio dari belakang, lalu rio membalikkan badannya dan terkejut melihat tasya yang ada di sebelahnya.


"Haaaaaaaah, pergi kau dari sini!!!" ucap rio berdiri dari tempat tidur.


Tasya menampakkan wujudnya pada rio.


"Kenapa kau harus takut rio, ini aku tasya!!!" Hantu tasya berjalan mendekati rio.


"Pergi kau dari sini!! kau sudah mati!!!" Rio melempar semua barang yang ada di meja belajarnya ke arah tasya.


Tasya kemudian menghilang dan muncul lagi di samping rio.


"Sayaaaaaaang!!" Tasya berbisik di telinga rio.


"Pergiii!!!" teriak rio.


"Hahahahahahahhahahah Hihihihihihihiiii" Hantu tasya tertawa dan tasya membuat dirinya terbang ke atas dan mengejar rio.


Rio berlari keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Karena terburu buru turun dari tangga membuat rio terjatuh dari tangga dan kakinya terkilir.


"Duuk duuk duuuk duuk" Suara rio terjatuh menggelinding dari tangga.


"Aaaaaarrrrggghhh" teriak rio kesakitan memegang kaki dan kepalanya.


Rio melihat sekelilingnya, namun tasya menghilang lagi. Rio berdiri dan berusaha berjalan keluar dari rumah.


"Krek" Suara rio membuka pintu rumah.


Rio terkejut melihat hantu tasya berada di depan pintu dengan wajah yang menyeramkan.


"Haaaaah, kenapa kau menggangguku tasya!! tolong maafkan aku!!" Rio jatuh karena terkejut melihat tasya.


"Maaf katamu!! kau telah membunuh calon anak kita dan membunuhku!!" ucap tasya marah.


"Sebenarnya aku tak berniat membunuhmu, itu karena aku khilaf dan ketakutan melihat keadaanmu tasya," ucap rio ketakutan.


"Aku tak percaya padamu rio, aku akan membalaskan semua perbuatanmu padaku!!!" teriak tasya.


Rio berdiri dan berlari menjauh dari tasya, Tapi maya mendorong rio dan membuatnya terjatuh dan kepalanya membentur dinding.


"Aaaarrrgghh" teriak rio.


"Kepalaku" Rio memegangi kepalanya.


"Haaaah darah!!!" Teriak rio terkejut melihat darah yang keluar dari kepalanya.


"Apa itu sakit rio!! hahhaahahaa" hantu tasya tertawa dan mendekati rio.


"Jangan menggangguku tasya! aku mohon padamu!!"


"Kau memohon padaku untuk mengampunimu, apa kau juga mengampuni nyawaku saat berniat untuk membunuhku!!!!" teriak tasya mendekati wajahnya ke wajah rio.


Tasya mencekik leher rio dan menariknya ke atas sehingga membuat rio tak bisa bernafas.


"Lepaskan aku tasya!!" ucap rio dengan suara pelan.


"Melepaskanmu!! baiklah," Tasya melepaskan tangannya dari leher rio dan membuat rio jatuh tersungkur.


"Bagus tasya buat dia lebih ketakutan lagi!!" ucap maya tersenyum senang melihat rio ketakutan.


"Jika kau ingin ku ampuni akui semua perbuatanmu dan mendapatkan hukuman yang sepantasnya!!" ucap tasya.


"Baiklah tasya aku akan melakukan semua itu!! kumohon maafkan aku!!" Rio berlutut di depan tasya memohon maaf padanya.


"Aku akan terus mengawasimu rio sampai kau mendapatkan hukuman atas perbuatanmu!!" teriak hantu tasya.


"Baiklah tasya!! aku akan mengakui semuanya!!".


Tiba tiba orang tua rio datang dan menghidupkan lampu, Tasya dan maya kemudian menghilang dari rumah rio.


"Riooooo!!" teriak ibunya rio terkejut melihat keadaan rio.


Ibu dan ayahnya rio berlari mendekati rio yang sedang berlutut.


"Apa yang terjadi padamu? mengapa kau berlutut disini, kenapa ada darah di kepalamu rio!!!" ucap ibunya rio khawatir.


"Ayo kita bawa rio ke rumah sakit dan memeriksanya," Ayahnya rio memegangi anaknya.


"Ayah, ibu maafkan rio!!" Rio kemudian pingsan dan tak sadarkan diri.


"Rioooo! ayo cepat kita bawa dia kerumah sakit," Ibunya rio berdiri dan berlari menuju mobil.


Ayahnya rio mengangkat tubuh rio dan membawanya ke dalam mobil.


"Ayo cepat, nanti kita terlambat membawa rio!!" teriak ibunya rio.


Ayahnya rio masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit. Rio yang terus mengeluarkan darahnya dari kepalanya membuat ibu dan ayahnya sangat ketakutan dan khawatir. Setelah sampai di rumah sakit ayahnya rio langsung menggendong rio dan membawanya masuk ke UGD.


"Dokter!!!" teriak ibunya rio.


"Tolong periksa anak kami," Ayahnya rio membaringkan rio.


"Bapak dan ibu tolong tunggu diluar biar kami memeriksanya," ucap perawat rumah sakit.


Kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan rio. Ayah dan ibunya rio menunggu di luar ruangan UGD.


"Semoga anak kita baik baik saja, hiks hiks hiks!" ibunya rio menangis mengkhawatirkan anaknya.


"Tenanglah bu, dokter sudah memeriksa rio," ucap ayahnya rio.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada anak kita mengapa dia bisa sampai terluka seperti itu, hiks hiks hiks!!"


"Kita akan menanyai rio setelah dia sadar nanti."


Dokter memeriksa rio dan menjahit luka di kepala rio, dan menghentikan darah yang keluar dari kepalanya. Sedangkan kaki rio yang terkilir di obati dan di perban. Karena rio yang terluka di kepalanya dan mengeluarkan banyak darah membuat dia pingsan dan tak sadarkan diri dalam beberapa jam. Maya dan tasya yang melihat keadaan rio seperti itu merasa sangat senang karena bisa membalaskan dendam pada rio.