ME And GHOST

ME And GHOST
Mulai mendapatkan petunjuk 14



Setelah sampai dirumah ibunya erica masih kesal dan marah kepada rio dan orang tuanya. Ayah dan ibunya erica benar benar tidak menyangka jika rio merupakan laki laki yang buruk untuk anaknya.


"Dasar keluarga itu!! anak dan ibunya sama sama jahat, membuatku rasanya ingin memukulnya habis habisan!!!" teriak ibunya erica marah.


"Sudahlah bu, tak perlu marah marah lagi yang penting sekarang anak kita baik baik saja" Ayahnya erica mencoba menenangkan.


"Ibu akan membalas semua perbuatannya kepada kita!!! lihat saja nanti dia memilih lawan yang salah, beraninya rio ingin merusak anakku!!" ucap ibunya erica duduk di ruang tamu dan masih merasa sangat kesal dan marah.


"Iya kita akan menyewa pengacara yang hebat agar bisa menghukum rio dengan berat" ucap ayahnya erica mendekati ibunya dan duduk di sampingnya.


"Tapi bukannya ibunya rio juga seorang pengacara yang hebat dan terkenal!!" ucap maya yang masih berada di tubuh erica.


"Sehebat apapun dia anaknya tetap salah dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku, lihat saja nanti akan ku balas perbuatan mereka!!!".


"Iya bu, ayah akan mencari pengacara yang lebih hebat dari ibunya rio untuk memenangkan kasus ini" ucap ayahnya erica memegang tangan ibunya erica.


"Ooo iya erica ibu ingin bertanya padamu, siapa wanita yang telah di bunuh oleh rio? apa kau mengenalnya?" tanya ibunya erica penasaran.


Maya kemudian duduk di hadapan ibu dan ayahnya erica dan menceritakan semua kejadian yang menimpa tasya serta perbuatan rio kepadanya. Setelah mendengar semua cerita ibunya erica bertambah marah dan sangat membenci rio dan keluarganya.


"Astaga hampir saja aku menjodohkan anakku dengan seorang yang buruk seperti" ucap ibunya erica terkejut mendengar semua cerita tentang tasya.


"Ayah pun tidak menyangka jika rio orangnya seperti itu, padahal di depan kita dia selalu bersikap sopan dan baik".


"Tapi memang begitulah kenyataannya, rio bisa menyembunyikan semua kejahatannya di depan orang lain, banyak juga wanita yang sudah di permainkannya dan yang paling parah terjadi dengan tasya yang berakhir di bunuh oleh rio".


"Syukurlah kita cepat mengetahui semuanya dan belum terlambat" ucap ibunya erica.


"Tapi benar kan erica, tidak terjadi apa apa denganmu dan rio?" tanya ayahnya erica.


"Iya, tidak terjadi apa apa padaku dengan rio".


" Ayah sangat lega kau masih bisa selamat dari laki laki kurang ajar itu".


"Ya sudah erica, kau masuklah ke kamarmu dan beristirahatlah besok kita akan mencari pengacara yang hebat untuk mengalahkan ibunya rio!!!" ucap ibunya erica.


"Iya sayang istirahatlah hari sudah malam" ucap ayahnya erica.


"Baiklah" ucap maya berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya erica.


Setelah sampai di kamar, maya merebahkan tubuhnya erica di atas tempat tidur. Kemudian maya keluar dari tubuhnya erica. Erica yang masih dalam pengaruh obat tidur yang di berikan rio belum sadar dan masih tertidur.


"Ternyata rio memberikan obat tidur kepada erica terlalu banyak sampai sekarang erica pun belum sadar" ucap maya menatap erica yang tertidur di atas tempat tidur.


Sementara itu di kantor polisi ibunya rio dan ayahnya ingin menjamin rio agar bisa bebas bersyarat. Karena pengaruh dari mereka akhirnya rio bisa bebas bersyarat walaupun dia telah menjadi tersangka. Kasus yang menjerat tetap di proses namun dia tidak tinggal di penjara namun tinggal dirumahnya tetapi tidak oleh keluar sama sekali. Tasya yang mengetahui rio bisa keluar dari kantor polisi dengan bebas bersyarat langsung pergi memberitahu maya.


"Maya!!!" teriak hantu tasya yang berada di kamar erica.


"Aaah kau mengagetkanku tasya tiba tiba muncul di belakangku" ucap maya terkejut.


"Maaf maya jika aku membuatmu terkejut".


"Iya tidak apa apa, ada apa kau datang kemari? bukannya kau tadi masih berada di dekat rio?".


"Rio tidak ada di kantor polisi lagi, dia telah keluar dari sana dengan bebas bersyarat karena orang tuanya menjamin dia".


"Apa!!!! jadi sekarang dia sudah keluar dari kantor polisi".


"Iya maya, itu karena orang tua rio termasuk orang berpengaruh di kota ini jadi mudah saja bagi mereka untuk membebaskan anaknya" ucap hantu tasya sedih.


"Kau jangan bersedih kita akan menakuti nakutinya dan membuatnya menjadi ketakutan dan mengakui semua perbuatan dia di depan semua orang" ucap maya tersenyum licik.


"Maksudmu kita akan menghantui rio?".


"Tentu tasya, orang seperti dia dan orang tuanya harus kita lakukan seperti itu! agar mereka mengakui sendiri perbuatannya".


"Secara hukum mungkin kita bisa di permainkan oleh orang tuanya rio tetapi jika hantu yang menghukum apa bisa dia menghentikan kita, hahahahaha!!" ucap maya tertawa.


"Kau benar maya, aku akan membuat dia merasa sangat ketakutan dengan diriku".


"Iya benar tasya, munculnya di depannya dengan wujudmu yang sangat menyeramkan sehingga membuatnya sangat ketakutan".


"Aku akan melakukannya, aku akan membalasnya dengan menghantuinya".


"Heem, betul sekali kita gunakan cara hantu". ucap maya tersenyum.


"Bagaimana keadaan erica?" tanya tasya yang melihat erica masih terbaring di tempat tidur.


"Ehm dia masih belum sadar karena pengaruh obat tidur yang di berikan rio padanya".


"Syukurlah jika erica hanya tertidur dan tidak terluka karena rio".


"Kau jangan mengkhawatirkan erica karena aku akan selalu menjaganya dan melindunginya dari orang yang jahat" ucap maya menatap erica yang sedang tertidur.


"Kapan kita akan mulai menghantui rio?" tanya hantu tasya.


"Kita mulai besok malam, untuk sementara biar kan dia tidur dengan nyenyak malam ini, di malam selanjutnya kita akan buat dia tidak dapat tidur dengan nyenyak" ucap maya tersenyum sinis.


"Baiklah maya aku pergi dulu dari sini" ucap hantu tasya menghilang pergi dari kamarnya erica.


"Akan kupastikan membuatmu sengsara rio, kau telah berani mengganggu erica dan berbuat kejam kepada tasya" ucap maya marah.


Keesokan paginya setelah erica sadar maya memberitahu jika rio bisa keluar dari kantor polisi karena orang tuanya telah menjaminnya. Dan rio menjadi bebas bersyarat dan tidak boleh keluar dari rumahnya. Mendengar itu erica sangat terkejut.


"Apa!!! jadi rio sekarang bisa pulang kerumahnya!!" ucap erica terkejut mendengar berita dari maya.


"Iya erica, itu benar tasya sendiri yang kemari tadi malam dan memberitahuku".


"Itulah hal yang ku takutkan orang tua rio punya cukup pengaruh di kota ini dan bukan hal yang tidak mungkin bagi mereka jika mengeluarkan anaknya dari kantor polisi".


"Apa kau tahu erica, tadi malam ibumu dan ibunya rio berkelahi" ucap maya duduk di samping erica.


"Kenapa ibuku bisa berkelahi dengan ibunya rio?".


"Ibumu tak terima karena rio ingin mencelakaimu dan ibumu mendekati rio menampar dan menjambak rambut rio, kemudian ibumu di dorong oleh ibunya rio lalu ibumu membalasnya dengan menjambak ibunya rio, lalu mereka berkelahi dan saling menjambak" ucap maya menceritakan kejadian tadi malam di kantor polisi.


"Apa benar ibuku sampai seperti itu maya?".


"Iya, wah ibumu sangat keren menurutku dia juga akan menyewa pengacara yang lebih hebat dari ibunya rio agar dapat membuat rio di hukum dengan sepantasnya" ucap maya.


"Ternyata ibuku sangat menyayangiku sampai dia marah seperti itu" ucap erica senang mendengar cerita maya tentang ibunya.


"Ayah dan ibumu sangat mengkhawatirkanmu sampai menyusul ke kantor polisi dan menjemputmu pulang, kau sangat beruntung erica di kelilingi oleh banyak orang yang menyayangimu" ucap maya tersenyum menatap erica.


"Lalu bagaimana dengan evan dan intan?" tanya erica.


"Mereka memberi kesaksian juga di kantor polisi, lalu evan mengantar intan pulang kerumahnya".


"Apa intan sangat terkejut dengan kematian tasya?".


"Dia sangat terkejut dan sedih, karena sahabatnya yang meninggal dengan tidak wajar" ucap maya.


"Tentu saja dia pasti akan sangat sedih" ucap erica.


"Bersiaplah erica bukannya kau akan pergi ke sekolah!!".


"Ooo iya maya aku lupa jika hari ini harus sekolah" ucap erica langsung berlari ke kamar mandi.


Erica bersiap siap untuk berangkat ke sekolahnya, Maya sangat kesal jika rio sampai tidak mendapatkan hukuman yang berat karena semua perbuatannya. Maya dan tasya berencana akan menghukum rio dengan cara mereka sendiri, dan membuat rio mengakui sendiri semua perbuatannya.