ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 65



Setelah selesai melakukan pertemuan dan semua orang pulang dari rumahnya Erica, Saat malam harinya Maya dan Tasya mengatakan rencana mereka pada Erica.


"Erica" ucap Maya.


"Iya Maya, ada apa?"


"Aku dan Tasya berencana malam ini akan pergi lagi kerumahnya Rio untuk melihat keadaan disana dan untuk mencari tahu apa saja yang mereka rencanakan besok," ucap Maya.


"Apa kalian tidak apa apa jika kesana lagi?" tanya Erica khawatir.


"Erica jika kita tidak lincah dan cepat dari Bu Sandra, kita akan sangat mudah dikalahkan olehnya nanti," ucap Maya.


"Iya Erica, Bu Sandra orangnya sangat licik pasti dia akan berbuat curang di sidang nanti," ucap Tasya.


"Baiklah kalian boleh kesana tapi jangan terlalu lama disana, setelah mendapatkan informasi kalian harus segera kembali," ucap Erica.


"Siap Erica," ucap Maya dan Tasya.


"Maya apa kau tidak bilang pada Erica kita juga akan mengunjungi Rio di penjara?" tanya Tasya sambil berbisik.


"Kalau yang itu kita tidak perlu memberitahunya," ucap Maya pelan.


"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Erica penasaran.


"Ah tidak, kami tidak membicarakan apa apa kok," ucap Maya sambil tersenyum.


"Iya Erica, kami tidak membicarakan apa apa," ucap Tasya.


"Ooo begitu," ucap Erica.


"Baiklah Erica kami pergi dulu," ucap Maya.


Maya dan Tasya pergi menghilang dari kamarnya Erica menuju rumahnya Rio.


"Kenapa aku merasa jika mereka berdua berbohong padaku? sebenarnya apa yang di rencanakan oleh mereka berdua?" ucap Erica penasaran.


Setelah berada di rumahnya Rio, Maya dan Tasya mencari keberadaan Bu Sandra. Maya dan Tasya menemukan Bu Sandra berada di ruang kerjanya bersama suaminya dan orang suruhannya.


"Kenapa kau bisa sampai sekarang juga belum mendapatkan informasi tentang Nadira! tidak mungkin dia menghilang begitu saja!" teriak Bu Sandra sangat marah.


"Tapi Bu Sandra memang semua orang yang dekat dengannya juga tidak mengetahui keberadaannya sampai sekarang! dia juga tidak masuk kuliah teman temannya juga tak ada yang tahu!"


"Apa benar dia di sembunyikan oleh Rosa! kalau dia bersembunyi sendiri itu tidak mungkin!" ucap Bu Sandra.


"Mungkin itu bisa juga sayang! bukankah kita tidak menemukannya dimanapun, sepertinya dia bersembunyi dengan di bantu seseorang!" ucap Ayahnya Rio.


"Dan Orang itu adalah Daniel dan Rosa hanya mereka yang berani melawanku sampai saat ini," ucap Ibunya Rio.


"Kita kehilangan semua jejak Nadira, semua orangpun tak ada yang mengetahui keberadaannya! memang sepertinya dia pasti di bantu oleh orang lain Bu Sandra!"


"Hahahahaha! sebenarnya apa yang di rencanakan oleh mereka untuk melawan kita besok! apa mereka akan menjadikan Nadira saksi di sidang besok," ucap Ibunya Rio.


"Kemungkinan begitu, mereka pasti akan menjadikan Nadira saksi," ucap Ayahnya Rio.


"Ehm, mereka benar benar ingin melawanku nanti di persidangan! kita lihat saja besok apa mereka bisa mengalahkan kita! Serly juga besok tak akan mengakui jika bekerjasama dengan Rio dan ada dokter yang merawat Rio juga yang akan menjadi saksi nanti," ucap Ibunya Rio.


"Betul sayang, setidaknya kita bisa mengurangi masa hukuman Rio menjadi lebih ringan dari tuntutan," ucap Ayahnya Rio.


"Apalagi jaksa yang menangani kasus ini juga teman baikku! tentu dia akan membantuku untuk membuat masa hukuman Rio menjadi lebih ringan," ucap Ibunya Rio sambil tersenyum.


"Bagaimana dengan ketiga wanita yang kemarin? apa kau yakin mereka tidak akan berkhianat berbalik melawan kita?" tanya Ayahnya Rio.


"Bagaimana saat kau mengawasi mereka? apa ada sesuatu yang mencurigakan atau yang menemui mereka?"


"Tidak ada yang mencurigakan Bu Sandra, dan tidak ada juga yang datang menemui mereka sampai saat ini."


"Bagus kalau begitu! berarti mereka semua menuruti perkataanku!" ucap Ibunya Rio.


"Apa ada perintah lain lagi Bu Sandra?"


"Kau awasi saja ketiga wanita itu dengan baik baik, aku tak ingin mereka berubah pikiran dan muncul di pengadilan nanti dan membuat kacau semua rencanaku," ucap Ibunya Rio.


"Baik Bu Sandra."


"Kau boleh pergi sekarang, jika ada sesuatu yang mencurigakan cepat kau kabari nanti."


"Baik Bu Sandra."


"Sudah kubilang pasti wanita jahat ini akan berbuat curang pada sidang nanti," ucap Maya kesal.


"Iya Maya dia berusaha agar Rio mendapatkan hukuman yang ringan," ucap Tasya.


"Tentu tidak akan kubiarkan itu terjadi."


"Maya apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Ehm, kita tidak mungkin menakut nakuti ayah dan ibunya Rio pasti mereka akan memanggil dukun itu lagi nanti," ucap Maya.


"Lalu bagaimana Maya?"


"Hanya Rio saja yang akan kita takuti! bukankah dia sangat takut denganmu Tasya, tunjukkan saja wujudmu yang sangat menakutkan itu padanya!" ucap Maya.


"Apa harus seperti itu Maya?"


"Tentu Tasya, kita harus membuat dia merasa sangat ketakutan! Ah pada saat sidang besok tunjukkan saja wujudmu hanya pada Rio dan buat dia sangat ketakutan pasti dia akan berteriak dan langsung mengakui semua perbuatannya sendiri di depan hakim," ucap Maya.


"Baiklah Maya, aku akan mencobanya besok! tapi apa kita akan mengatakan rencana kita pada Erica?"


"Saya rasa tidak perlu kita beri tahu ini hanya rencana cadangan kita nanti di pengadilan," ucap Maya.


"Baiklah kalau begitu Maya," ucap Tasya.


"Ayo kita pergi dari sini dan mengunjungi mantab pacarmu di penjara," ucap Maya.


"Baik Maya"


Maya dan Tasya pergi dari rumahnya Rio dan menuju ke penjara tempat rio di tahan. Setelah sampai disana Maya dan Tasya melihat Rio tidur dengan sangat nyaman di penjara ruangan khusus.


"Ehm, enak sekali dia tidur dengan nyenyak di penjara sendiri dengan nyaman," ucap Maya sambil menatap Rio yang sedang tidur.


"Pasti Bu Sandra yang meminta dia untuk di penjara khusus ini," ucap Tasya.


"Pasti wanita itu sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk mendapatkan penjara khusus untuk anak tercintanya," ucap Maya.


"Apa yang akan kita lakukan padanya Maya?" tanya Tasya.


"Bagaimana jika kita hanya mengganggunya sedikit malam ini?" ucap Maya.


"Maksudmu apa Maya?"


Maya mendekati Rio dan menarik selimut yang di pakainya.


"Riooooo!" teriak Maya di telinga Rio.


"Siapa itu!!!!!" teriak Rio terkejut dan terbangun dari tidurnya.


"Hahahahaha" Maya tertawa melihat Rio yang terkejut.


"Kenapa selimutku bisa terjatuh kebawah?" ucap Rio heran sambil mengambil selimutnya.


Tasya memegang tangannya Rio saat dia mengambil selimutnya dan membuat Rio merasa terkejut dan ketakutan.


"Aah!!! seperti ada yang menyentuh tanganku," ucap Rio ketakutan.


"Begitu saja dia sudah sangat takut! bagaimana jika kau muncul nanti di hadapannya dengan wujud yang mengerikan," ucap Maya.


"Pasti dia akan lebih ketakutan Maya," ucap Tasya.


"Sepertinya cukup untuk hari ini Tasya, kita akan membuatnya lebih ketakutan besok di persidangan," ucap Maya.


"Baik Maya, kita biarkan dia untuk malam ini," ucap Tasya.


"Ayo kita pulang," ucap Maya.


"Iya Maya," ucap Tasya.


Rio merasa ketakutan karena di ganggu oleh Maya dan Tasya saat dia tidur. Maya dan Tasya berencana akan membuat Rio ketakutan pada saat sidang dan membuat dia mengakui sendiri semua perbuatan jahatnya di persidangan nanti.