
Jenni terdiam sejenak saat mendengarkan semua cerita dari Evan tentang Erica dan Maya. Saat masih memikirkan ucapan Evan dia di kejutkan dengan handphonenya yang tiba tiba berdering.
"Kring kring kring" Suara handphone berdering.
"Astaga! mengejutkanku saja handphone ini tiba tiba berdering, siapa juga yang menelpon malam malam begini," ucap Jenni sambil melihat handphonenya.
"Angkat saja kak, siapa tahu itu telpon penting," ucap Evan.
Jenni kemudian menjawab telponnya.
"Iya halo."
"Halo Jenni, ini Heru."
"Iya, ada apa kau menelponku malam malam begini?" tanya Jenni.
"Aku ingin memberitahumu jika semua barang bukti yang kita dapatkan itu tiba tiba menghilang semuanya," jawab Heru.
"Apa! bagaimana mungkin itu bisa terjadi? apa ini perbuatan dari pimpinan kalian? padahal rencanaku besok akan ke sana bersama temanku yang bekerja sebagai jaksa," ucap Jenni.
"Sepertinya dia bergerak dengan sangat cepat, kami juga tak tahu kapan dia melenyapkan semua barang bukti itu, dan juga semua rekaman CCTV pada malam ini juga tidak ada seperti ada yang menghapusnya," ucap Heru.
"Sial, aku tak menduganya jika mereka bergerak malam ini, ini pasti ulah dari pimpinan itu, tidak mungkin orang lain melakukan ini di kantor polisi, tapi kalian jangan khawatir karena Evan dan Erica telah menemukan Maya," ucap Jenni.
"Benarkah Maya telah di temukan?" ucap Heru terkejut.
Mendengar ucapan Heru yang mengatakan Maya, Riki kemudian mendekatinya.
"Apa betul jika Maya masih hidup dan telah di temukan?" tanya Riki.
"Iya betul ternyata Maya selama ini mengalami koma dan dirawat oleh Dian adik dari bos besar itu yang bekerja sebagai pelayan di rumahnya Rian kekasih dari Maya, dia menyelamatkan Maya dan merahasiakan semuanya karena takut jika bos besar itu tahu dan akan mencelakainya lagi," jawab Jenni.
"Tapi apa Maya sekarang telah sadar? dan di mana dia sekarang? kami sangat ingin bertemu dengannya," ucap Heru.
"Maya sekarang berada di rumah salah satu temannya Dian dan dia sekarang sedang bersama ibunya dan Rian, kami besok berencana akan menjebak bos besar itu dan komplotannya dengan bantuan adiknya Dian, hanya dengan cara ini kita bisa menangkap mereka semua," ucap Jenni.
"Bagaimana dengan pimpinan dan Yoga yang masih berada di kantor polisi ini?" tanya Heru.
"Jika kita berhasil menangkap bos besar itu, tentu saja semua yang terlibat dengannya otomatis akan ikut di tangkap," ucap Jenni.
"Betul juga katamu, mereka semua pasti akan gelisah dan ikut tertangkap karena semua bukti bukti yang akan kita dapatkan dari menangkap bos besar itu," ucap Heru.
"Kita juga akan ikut dengan kalian," ucap Riki.
"Boleh saja kalian ikut, aku akan mengirimkan alamat tempat kita berkumpul besok, aku harap kalian besok pagi telah disini agar kita bisa menyiapkan semuanya," ucap Jenni.
"Siap, kami akan segera kesana besok pagi, kami juga sangat tidak sabar ingin bertemu kembali dengan ketua kami Bu Maya," ucap Heru senang.
"Baiklah sampai jumpa besok pagi," ucap Jenni.
"Apa yang terjadi di sana Kak Jenni?" tanya Evan.
"Pimpinan polisi di sana telah melenyapkan barang bukti yang telah kita dapatkan, mungkin bos besar itu yang memerintahkannya, dia melakukan semua ini dengan sangat baik tanpa ada kesalahan sedikitpun, tapi kita akan membalas semua besok, Apa kau yakin jika Maya dan Erica siap untuk besok?" tanya Jenni.
"Kalau Erica aku sangat yakin padanya, apalagi besok Adrian juga membantunya untuk melenyapkan hantu jahat yang ada di tubuh bos besar itu, jika Maya aku rasa juga sama, walaupun dia baru sadar dari koma, aku melihatnya tadi dia tidak ada keluhan sama sekali, malah dia sangat bersemangat untuk menangkap semua penjahat itu, dan dia juga ingin menyelesaikan semua kasus ini dengan tangannya sendiri, bukankah dia juga masih seorang polisi wanita," ucap Evan.
"Baiklah jika memang kau yakin mereka siap, aku hanya berharap besok rencana kita akan berhasil, aku pun sangat ingin menangkap semua penjahat itu," ucap Jenni geram.
"Ini alamat rumahnya Dian yang akan menjadi tempat kita akan menjebak mereka semua kak," ucap Evan sambil memberikan selembar kertas yang telah di berikan oleh Bu Vira.
"Baiklah aku akan mengirimkan alamat ini pada Heru dan juga Riki agar besok mereka juga bisa datang ke sana," ucap Jenni.
"Aku akan pergi tidur sekarang, hari sudah larut malam, Ooo iya kak bagaimana dengan orang yang kakak tangkap tadi?" tanya Evan penasaran.
"Maksudmu orang yang mengikuti Erica itu?"
"Tentu saja kak, masa aku menanyakan orang lain," ucap Evan.
"Kau tenang saja dia masih berada di kantor polisi setidaknya untuk 48 jam ini," jawab Jenni.
"Ooo begitu baiklah, aku akan tidur sekarang, selamat malam Kak Jenni," ucap Evan.
Evan kemudian keluar dari kamarnya Jenni dan menuju ke kamarnya. Sementara itu Riki dan juga Heru merasa senang setelah mendengar kabar jika Maya telah di temukan dalam keadaan hidup.
"Aku sangat senang akhirnya Bu Maya telah di temukan," ucap Riki.
"Biasanya selama dia menghilang kau hanya menyebut namanya saja, dan sekarang kau kembali menyebutnya dengan sebutan Bu Maya," ucap Heru sambil tersenyum.
"Tentu saja bagaimanapun dia adalah ketua kita, jabatan dia lebih tinggi dari kita bukankah kita juga adalah bawahannya," ucap Riki.
"Aku tidak sabar lagi ingin bertemu dengannya, sudah satu tahun dia menghilang dan sekarang di temukan, kira kira apa dia masih bersikap seperti dulu?" ucap Heru.
"Maksudmu bersikap tegas dan cukup galak?" tanya Riki.
"Maksudku bukan begitu, walaupun dia sangat tegas dan cukup galak, dia sangat peduli pada bawahannya, aku ingin lihat bagaimana wajah pimpinan kita nanti setelah dia tahu Maya masih hidup dan juga boa besar itu di tangkap, pasti dia akan merasa ketakutan," jawab Heru.
"Pasti dia juga akan segera di tangkap, bukankah dia juga kaki tangan dari bos besar itu, dan juga pasti dia menerima sejumlah uang dari bos besar sebagai uang suap selama ini," ucap Riki.
"Benar sekali ucapanmu, walaupun dia seorang pimpinan polisi, tapi jika di lihat dari kekayaan yang dia punya sepertinya pasti dia banyak mendapatkan uang suap dari orang orang seperti bos besar itu," ucap Heru.
"Entah kenapa aku merasa sangat senang jika dia nanti ikut terjerat dan tertangkap saat bos besar itu nanti masuk penjara, rasakan saja dia, kita bekerja mati matian untuk mendapatkan bukti malah dia menghilangkannya," ucap Riki kesal.
"Aku yakin semua kasus ini akan terungkap semuanya, akhirnya dendam kita terbalaskan," ucap Heru senang.
Riki dan juga Heru menyiapkan semua perlengkapan mereka untuk membantu Jenni dan Maya dalam menangkap semua penjahat itu besok. Mereka ingin membalaskan rasa dendam mereka karena selalu tidak berhasil menangkap penjahat penjahat itu.