
Keesokan paginya Ayah dan Ibunya Erica merasa terkejut setelah mendengar berita kematian Bu Sandra. Mereka mendengar kabar setelah mendapat telpon dari kantor kepolisian.
"Kring kring kring" Suara handphone Ibunya Erica berdering.
"Ehm, ini dari kantor kepolisian sepertinya mereka telah menangkap wanita itu," ucap Ibunya Erica sambil menjawab telponnya.
"Halo, apa ini dengan Bu Rosa?"
"Iya betul, saya Rosa."
"Kami ingin mengabarkan bahwa Bu Sandra tersangka kasus tabrak lari yang anda laporkan telah meninggal dunia tadi malam karena tertabrak mobil truk saat berusaha kabur dari polisi yang akan menangkapnya."
"Apa!! jadi Sandra telah meninggal dunia tadi malam!" teriak Ibunya Erica terkejut.
"Iya betul, jadi kami menutup kasus ini karena tersangka telah meninggal dunia," ucap Pak Polisi.
"Baiklah pak, terimakasih atas informasinya," ucap Ibunya Erica sambil menutup telpon.
"Apa yang barusan polisi itu katakan benar bu? apa Sandra telah tiada?" tanya Ayahnya Erica.
"Saat akan ditangkap oleh polisi Sandra melarikan diri dan tanpa sengaja tertabrak mobil truk yang lewat dan membuatnya meninggal dunia tadi malam," ucap Ibunya Erica.
"Astaga! bagaimana ini semua bisa terjadi!" ucap Ayahnya Erica.
"Aku juga tidak menyangka jika semua bisa begini! Sandra tiada dengan sangat mengerikan," ucap Ibunya Erica.
"Apa kita perlu pergi kerumahnya untuk mengucapkan turut berduka cita?" tanya Ayahnya Erica.
"Memang aku sangat membenci Sandra tetapi melihat dia meninggal dunia dengan cara begini membuatku cukup sedih," ucap Ibunya Erica.
"Terus apa yang akan kita lakukan?"
"Baiklah ayo kita pergi kerumahnya untuk mengucapkan duka cita," ucap Ibunya Erica.
"Apa kita perlu memberitahu Erica tentang ini?"
"Sebelum kita pergi, biar ibu yang memberitahunya! mungkin sekarang dia masih di kamarnya karena masih bersedih."
"Baiklah" ucap Ayahnya Erica.
"Ibu akan memberitahu Erica dahulu, setelah itu baru kita pergi," ucap Ibunya Erica sambil berjalan keluar dari kamarnya.
Ibunya Erica berjalan menuju ke kamar Erica untuk mengabarkan berita kematian Bu Sandra.
"Tok tok tok" Suara Ibunya Erica mengetuk pintu.
"Erica"
"Iya bu, masuk saja pintunya tak dikunci," ucap Erica dari dalam kamar.
"Kreek" Suara membuka pintu.
"Erica apa kau sudah bangun tidur?" ucap Ibunya Erica sambil masuk ke dalam kamarnya.
"Iya bu, aku baru saja selesai mandi! ada apa bu?"
"Ibu ingin memberitahukan sesuatu padamu."
"Apa yang ingin ibu beritahu padaku?"
"Ini Soal Bu Sandra."
"Apa Bu Sandra telah di tangkap oleh polisi?" tanya Erica.
"Dia tidak ditangkap oleh polisi."
"Kenapa Bu Sandra tidak di tangkap oleh polisi?"
"Karena Sandra telah meninggal dunia tadi malam karena tertabrak mobil truk saat melarikan diri dari polisi," jawab Ibunya Erica.
"Apa bu!!! jadi Bu Sandra telah meninggal dunia! aku tak menyangka bila terjadi seperti ini," ucap Erica sedih.
"Ibu dan ayah akan pergi ke rumah duka."
"Apa boleh Erica ikut pergi bu?"
"Tapi bukankah dirimu sedang tidak sehat sayang?"
"Aku sekarang sudah baik baik saja! setidaknya kita harus melayat ke rumahnya," ucap Erica.
"Baiklah kalau begitu ibu dan ayah akan menunggu di bawah," ucap Ibunya Erica sambil berjalan keluar dari kamarnya Erica.
Erica merasa terkejut setelah mendengar kabar dari Ibunya yang mengatakan bahwa Bu Sandra telah meninggal dunia.
"Apa kalian sudah mengetahui berita ini? kalian semua tampak tidak terkejut mendengarnya?" tanya Erica pada Maya, Tasya, dan Evan.
"Iya Erica, kami sudah mengetahuinya sejak tadi malam," jawab Maya.
"Darimana kalian mengetahui jika Bu Sandra telah tiada?"
"Itu karena tadi malam hantu Bu Sandra datang kemari," jawab Tasya.
"Sepertinya dia telah berubah menjadi hantu yang jahat karena menyimpan dendam pada dirimu dan keluargamu Erica," ucap Maya.
"Kau sebaiknya berhati hati Erica saat menjadi manusia saja dia sudah sangat jahat, apalagi sekarang sudah menjadi hantu," ucap Evan.
"Dia akan berubah menjadi hantu yang sangat kuat dan jahat jika tidak menghentikannya dari sekarang," ucap Maya.
"Apa yang harus kita lakukan untuk menghentikannya Maya?" tanya Erica.
"Kita berencana ingin menemui dukun yang bernama adrian itu Erica," jawab Tasya.
"Kita perlu bantuan darinya untuk menghentikan hantu Bu Sandra," jawab Maya.
"Sekaligus menanyakan padanya siapa tahu dia bisa membantu Evan kembali ke tubuhnya," ucap Tasya.
"Kapan kalian akan menemuinya?" tanya Erica.
"Kami berencana hari ini akan menemuinya," jawab Maya.
"Aku akan ikut bersama kalian jangan pergi tanpa diriku! sekarang aku akan pergi ke rumah duka bersama ayah dan ibuku! setelah itu baru kita pergi mencari dukun itu," ucap Erica.
"Baiklah jika itu mau mu Erica! kami juga akan ikut pergi denganmu kerumah duka! siapa tahu hantu Bu Sandra akan muncul disana dan berusaha menyakitimu," ucap Maya.
"Baiklah" ucap Erica.
Lalu Erica dan orang tuanya pergi ke rumah duka untuk mengucapkan duka cita pada keluarga Bu Sandra. Setelah sampai disana begitu banyak orang yang datang. Erica dan orang tuanya langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah duka. Saat mereka masuk semua orang menatap. Karena kasus yang menimpa keluarga Bu Sandra dan keluarga Erica telah tersebar luas. Sehingga mereka menjadi pusat perhatian saat berada disana.
"Yah, kenapa sepertinya semua orang menatap kita?" bisik Ibunya Erica.
"Mungkin berita perselisihan keluarga kita dan Sandra telah tersebar luas, makanya orang orang yang berada di sini menatap kita," jawab Ayahnya Erica.
Saat Erica dan orang tuanya telah masuk ke dalam rumah dan berjalan mendekati peti mati Bu Sandra. Ayahnya Rio berteriak histeris pada Erica dan orang tuanya.
"Kenapa kalian datang kemari! apa belum puas kalian membuat keluargaku hancur!" teriak Ayahnya Rio.
"Kami datang kemari hanya ingin mengucapkan turut berduka cita padamu Pak Nico," ucap Ayahnya Erica.
"Kami juga turut bersedih atas kematian Sandra yang begitu tiba tiba," ucap Ibunya Erica.
"Haah, bersedih! bukankah kalian senang mendengarnya, jangan berpura pura baik di depanku!"
"Kami juga tak menyangka jika semua ini bisa terjadi!" ucap Ibunya Erica.
"Lebih baik kalian pergi dari sini! aku tak ingin kalian berada disini! pasti istriku tidak akan tenang jika kalian semua berada disini!" teriak Ayahnya Rio mengusir Erica dan orang tuanya.
"Kami benar benar meminta maaf dan turut berduka cita atas kematiannya Bu Sandra," ucap Erica pada Ayahnya Rio.
"Ayo lebih baik kita pergi dari sini," ucap Ayahnya Erica.
"Baiklah" ucap Ibunya Erica.
"Kami benar benar tulus mengucapkan duka cita padamu Nico! kami akan pergi dari sini!" ucap Ayahnya Erica.
Saat Erica akan keluar dari rumah duka dia melihat di sudut ruangan ada hantu Bu Sandra yang menatapnya dengan penuh dendam.
"Itu hantunya Bu Sandra! matanya benar benar menunjukkan dendam yang sangat besar," ucap Erica di dalam hati.
"Ayo Erica, kenapa kau berhenti disini? apa ada sesuatu yang kau lihat?" tanya Ibunya Erica.
"Aku tidak melihat apa apa bu," jawab Erica.
"Ayo kita pergi dari sini," ucap Ayahnya Erica.
"Baik yah," ucap Erica yang masih terus menatap hantunya Bu Sandra.
"Ternyata anak itu bisa melihat hantu sepertiku pantas saja dia selalu bersikap aneh selama ini," ucap hantu Bu Sandra sambil menatap Erica.
Erica dan orang tuanya lalu pergi dari rumah duka setelah Ayahnya Rio tak berkenan menerima kedatangan mereka. Ayah dan ibunya Erica tidak merasa marah dan tersinggung karena ucapan Ayahnya Rio. Karena mereka merasa jika sangat wajar bersikap seperti itu setelah kehilangan orang yang di cintai. Hantunya Bu Sandra akhirnya mengetahui bahwa Erica memiliki kemampuan untuk melihat hantu. Sehingga membuatnya semakin ingin membalas dendam pada Erica dan keluarganya.