ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 54



 


 


Keesokan harinya Erica setelah pulang dari sekolah dia ingin menemui ibunya Rey, dia ingin menanyakan dan memastikan ingatannya. 


 


 


 


"Rey!" teriak Erica.


 


 


 


"Iya Erica ada apa?" tanya Rey.


 


 


 


"Apa hari ini aku boleh main kerumahmu, aku ingin bertemu dengan ibumu," ucap Erica.


 


 


 


"Tentu sjaja Erica, aku juga baru ingin bilang padamu jika ibuku menyuruhku untuk mengajakmu kerumahku, dia bilang jika sangat ingin bertemu denganmu," ucap Rey.


 


 


 


"Benarkahh ibumu bilang begitu?" tanya Erica.


 


 


 


"Iya Erica, sepertinya dia ada perlu dengan dirimu," jawab Rey.


 


 


 


 


Saat Erica sedang berbicara dengan Rey, Evan melihatnya Cindy yang melihat Evan yang datang ke kelasnya untuk bertemu dengan Erica lalu dia mendekati Evan dan berbicara padanya.


 


 


 


"Apa kau cemburu melihat kedekatan mereka berdua," ucap Cindy.


 


 


 


"Aku tidak merasa cemburu, Erica dan dia hanya berteman saja, kenapa kau menanyakan hal itu padaku?" ucap Evan.


 


 


 


"Aku hanya tidak ingin kau nanti akan sakit hati," ucap Cindy.


 


 


 


"Apa maksudmu Cindy?" tanya Evan.


 


 


 


 


"Aku bilang kita tidak tahu hati seseorang bisa saja itu berubah setiap saat karena kedekatan yang sering terjadi," ucap Cindy.


 


 


 


 


"Apa kau ingin bilang jika Erica akan mengkhianatiku dengan berpindah ke lain hati? maaf saja jika membuatmu kecewa Erica bukan gadis seperti itu aku sangat percaya padanya dan diapun percaya padaku," ucap Evan sambil menatap Cindy.


 


 


 


Kemudian Evan berjalan mendekati Erica yang sedang berbicara dengan Rey, Cindy merasa sangat kesal dengan ucapan Evan pada dirinya.


 


 


 


"Kita lihat saja sampai kapan cinta kalian akan bertahan," ucap Cindy sambil berjalan keluar dari dalam kelas.


 


 


 


 


"Erica!" 


 


 


 


"Evan, baru saja aku ingin menghampirimu," ucap Erica.


 


 


 


"Bukankah kau sudah selesai, ayo kita pulang sekarang," ucap Evan.


 


 


 


"Apa kau masih libur latihan basket?" tanya Erica.


 


 


 


 


"Iya Erica selama satu bulan ini aku izin tidak untuk ikut latihan, bukankah aku masih tidak boleh terlalu letih karena baru saja sembuh dari operasi," jawab Evan.


 


 


 


"Ooo begitu, aku akan pergi kerumahnya Rey untuk bertemu dengan ibunya," ucap Erica.


 


 


 


"Apa kau juga ingin ikut kerumahku?" tanya Rey.


 


 


 


"Erica ajak saja Evan, setelah pulang dari rumahnya Rey kita bisa langsung menemui kakaknya," ucap Maya yang ada di sampingnya Erica.


 


 


 


"Iya Evan, bagaimana jika kau ikut saja, bukankah kau juga belum pernah berkunjung kerumahnya Rey," ucap Erica.


 


 


 


"Baiklah jika dirimu ingin aku ikut, aku akan ikut denganmu kerumahnya," ucap Evan.


 


 


 


 


"Ayo kita berangkat sekarang kerumahku," ucap Rey.


 


 


 


"Aku akan naik mobilnya Evan saja," ucap Erica.


 


 


 


 


"Baiklah kalau begitu," ucap Rey.


 


 


 


 


Kemudian mereka pergi kerumahnya Rey, Evan dengan Erica pergi kesana dengan menggunakan mobilnya Evan sedangka Rey bersama supir pribadinya. Setelah sampai di rumahnya Rey mereka semua langsung turun dari mobil. Evan sangat terkejut ketika melihat rumahnya Rey yang begitu mewah dan besar seperti rumahnya Erica.


 


 


 


"Wah, ternyata dia anak orang yang sangat kaya seperti Erica, rumahnya sangat mewah dan besar," ucap Evan di dalam hati.


 


 


 


"Ayo kita masuk ke dalam, ibuku pasti sangat senang bertemu dengan kalian," ucap Rey.


 


 


 


"Ayo Evan kita masuk ke dalam," ucap Erica.


 


 


 


"Ah iya Erica," ucap Evan.


 


 


 


"Kenapa dengan dirinya? apa dia terkejut melihat rumahnya Rey?" ucap Maya.


 


 


 


 


Kemudian mereka masuk ke rumahnya Rey dan berjalan menuju ke kamar ibunya Rey.


 


 


 


"Tok tok tok" suara Rey mengetuk pintu.


 


 


 


 


 


 


 


"Kreek" suara Rey membuka pintu.


 


 


 


"Ibu!"


 


 


 


"Rey, kau sudah pulang."


 


 


 


"Iya bu, aku sudah pulang, Erica dan juga temanku Evan juga ikut kemari," jawab Rey.


 


 


 


"Erica, aku sangat ingin bertemu dengan dirimu," ucap Ibunya Rey senang.


 


 


 


"Apa kabar tante? maaf Erica baru bisa datang kemari," ucap Erica.


 


 


 


 


"Kabar tante baik baik saja, tak apa apa yang penting sekarang kau sudah datang kemari sekarang, kemarilah duduk di dekatku," ucap Ibunya Rey.


 


 


 


 


"Baik tante," ucap Erica.


 


 


 


Erica berjalan mendekati Ibunya Rey dan duduk di sampingnya di atas tempat tidur.


 


 


 


"Kalian juga duduklah disini," ucap Ibunya Rey.


 


 


 


"Baiklah tante," ucap Evan.


 


 


 


"Ibu malah lebih senang bertemu dengan Erica daripada diriku," ucap Rey sambil berjalan mendekati ibunya dan duduk di samping Evan di sofa.


 


 


 


"Apa kau cemburu pada Erica?" tanya Ibunya Rey.


 


 


 


"Tentu tidak, hanya saja Erica seperti anak kandung ibu saja," ucap Rey sambil tersenyum.


 


 


 


"Ibu berharap jika memang dia bisa menjadi bagian dari anggota keluarga kita, tapi sangat sayang dia telah menjadi milik orang lain," ucap Ibunya Rey sambil menatap Evan.


 


 


 


 


"Apa dia tahu jika aku adalah pacarnya Erica? kenapa dia menatapku seperti itu?" ucap Evan di dalam hati.


 


 


 


"Bukankah kau adalah Evan pacarnya Erica?"


 


 


 


 


"Iya tante," jawab Evan.


 


 


 


 


"Kau sangat beruntung bisa mendapatkan Erica, jika saja kau belum menjadi pacarnya pasti dia sudah menjadi pacar dari anakku," ucap Ibunya Rey.


 


 


 


"Bisa bisa Evan menjadi cemburu dengan Rey jika begini terus," ucap Maya.


 


 


 


"Ibu, aku akan keluar sebentar mengganti pakaianku dan meminta makanan dan minuman untuk dibawakan kemari," ucap Rey.


 


 


 


"Baik sayang," jawab Ibunya Rey.


 


 


 


Rey kemudian keluar dari kamar ibunya.


 


 


 


 


"Erica aku sudah lama ingin berbicara denganmu mengenai Maya, Ah bisakah kau keluar sebentar meninggalkan kami berdua," ucap Ibunya Rey sambil menatap Evan.


 


 


 


"Tidak apa apa tante, Evan sudah mengetahui semuanya tentangku dan juga Maya," ucap Erica.


 


 


 


"Benarkah? baiklah kalau begitu aku akan langsung berbicara saja sekarang sebelum Rey kembali lagi kemari."


 


 


 


"Apa yang ingin tante katakan padaku?" tanya Erica.


 


 


 


 


"Sehari sebelum kecelakaan terjadi aku sempat berbicara dengan Maya melalui telpon, dan mendengar ada suara seorang wanita sedang bersama dirinya, Maya memanggil nama wanita itu dengan sebutan Bu Dian," ucap Ibunya Rey.


 


 


 


"Bu Dian? siapa dia? aku baru mendengar nama itu?" ucap Erica.


 


 


 


"Sepertinya Maya sangat mengenal wanita itu karena dari nada bicaranya mereka terdengar cukup akrab," ucap Ibunya Rey.


 


 


 


"Bagaimana cara untuk mencari wanita yang bernama Dian tanpa mengetahui wajahnya?" ucap Evan.


 


 


 


"Benar ucapan Evan, kita tidak bisa menemukan wanita ini jika tidak mengetahui wajahnya, sedangkan Maya belum bisa mengingat semuanya," ucap Erica.


 


 


 


"Coba kau tanya Maya apa dia ingat sesuatu tentang wanita yang bernama Dian?" ucap Ibunya Rey.


 


 


 


 


"Aku tak ingat wanita yang bernama Dian itu Erica," jawab Maya.


 


 


 


"Maya tak ingat dengan wanita yang bernama Dian itu, kita harus mencari tahunya sendiri saat ini," ucap Erica.


 


 


 


 


Erica mendapatkan sedikit petunjuk setelah bertemu dengan Ibunya Rey, tapi mereka hanya bisa mengetahui sebuah nama dan tak tahu wajah dari wanita yang bernama Dian yang di sebutkan oleh Ibunya Rey. Erica memutuskan untuk mencari tahu tentang wanita itu.