ME And GHOST

ME And GHOST
Kenyataan Yang Terungkap 138



Setelah mendengarkan ucapan darai Dian, bos besar itu menjadi sedikit tersadar dengan semua perbuatannya selama di rasuki oleh hantu jahat itu. Dia terdiam dan merenungkan semua perbuatan yang telah dia lakukan.


"Apakah setelah aku di rasuki oleh hantu jahat itu aku menjadi sangat jahat?" 


"Iya kak, kakak menjadi tidak memiliki perasaan kasian pada orang lain dan menyiksa orang orang yang tidak bersalah bahkan membuat orang lain terluka," jawab Dian.


"Kau harus mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu di kantor polisi, jika kau menyerahkan diri sekarang dengan baik baik mungkin hukumanmu tidak akan terlalu berat," ucap Maya.


"Serahkanlah diri kakak kepada polisi, kita akan membuka lembaran baru dan dapat hidup dengan lebih baik lagi, percayalah kak, harta bukan satu satunya agar kita bisa hidup bahagia," ucap Dian sambil menatap kakaknya.


"Baiklah aku akan menyerahkan diriku pada polisi, jika kau merasa bahagia jika aku melakukan itu, aku tak ingin membuatmu menjadi susah karena perbuatan diriku," ucap Bos besar itu sambil mengelus rambut adiknya.


"Aku senang melihat kakak telah kembali seperti dulu lagi," ucap Dian.


Dian memeluk kakaknya dengan sangat erat dan menangis karena bahagia melihat kakaknya telah sadar dan kembali seperti dulu lagi. Erica kemudian tersadar dan duduk sambil memegangi kepalanya, saat itu dia masih memegang erat kalung yang mengurung hantu jahat itu.


"Erica! akhirnya kau sadar juga," ucap Maya.


"Apa yang terjadi padaku Maya?" tanya Erica.


"Kau tiba tiba pingsan setelah berhasil memasukkan hantu jahat itu ke dalam kalung yang kau bawa," jawab Maya.


"Erica, apa kau baik baik saja?" tanya Evan khawatir.


"Aku baik baik saja, hanya saja aku merasa sangat lelah dan kepalaku cukup terasa pusing," ucap Erica sambil memegangi kepalanya.


"Kau duduk saja dulu di sini, sampai rasa pusingmu berkurang," ucap Maya.


"Baiklah Maya, aku harus segera membuang jauh kalung ini," ucap Erica.


"Kita akan membuangnya sangat jauh di tempat orang lain yang tak bisa menemukannya," ucap Maya.


Tak lama kemudian polisi datang ke rumahnya Dian dengan membawa mobil polisi, semua penjahat di masukkan ke dalam mobil polisi satu persatu. Lalu mereka semua di bawa ke kantor polisi untuk di selidiki lebih lanjut, sementara itu Erica, Maya, Rian dan juga Evan berencana akan pergi untuk membuang jauh kalung yang mengurung hantu jahat itu.


"Jenni, aku akan mengurus kalung ini bersama Erica dan yang lainnya, aku ingin kau mengurus semua penjahat ini di kantor polisi, setelah aku selesai aku akan melapor ke kantor pusat dan membantumu menyelidiki kasus ini lebih lanjut dan menangkap semua orang yang terlibat dengan bos besar itu," ucap Maya.


"Baiklah kalau begitu, kau akan membawa mereka semua ke kantor polisi," ucap Jenni.


Lalu Jenni pergi dengan mobilnya ke kantor polisi dengan semua penjahat yang telah mereka tangkap itu. Dian masih menangisi kakaknya yang telah di tangkap oleh polisi saat itu, Maya mencoba menghibur Dian dengan berbicara padanya.


"Hiks hiks hiks" suara Dian menangis.


"Kau tak perlu sedih, masih ada kami di sini yang akan menemanimu kau tak akan sendirian, aku sangat berterimakasih padamu karena telah menolongku dan membantu kami untuk menyelesaikan kasus ini, walaupun kau tahu jika kakakmu akan masuk ke dalam penjara karena telah membantu kami," ucap Maya.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya, aku tak ingin kakakku berbuat jahat lagi kepada orang lain karena itu akan menyakitinya juga, aku merasa sedih dan juga senang melihatnya saat ini," ucap Dian.


"Kau wanita yang sangat baik Dian, aku sangat bangga padamu," ucap Maya.


"Karena kau telah menyelamatkan Maya dan telah membantu kami aku akan tetap mempekerjakanmu, tentu saja bukan sebagai seorang pelayan biasa, kau akan menjadi asisten pribadi Maya setelah dia menikah denganku nanti, tentu saja gaji yang akan kuberikan lebih besar dari sebelumnya dan pekerjaannya tidak terlalu berat," ucap Rian


"Terimakasih Tuan Rian," ucap Dian.


"Tunggu dulu, apa maksudmu dengan kata menikah tadi?" tanya Maya.


"Benarkah, tapi kenapa aku tidak ingat jika kau telah melamarku," ucap Maya.


"Tidak masalah kau ingat atau tidak, yang penting kita akan menikah sebentar lagi dan aku akan segera mempersiapkan semuanya," ucap Rian sambil tersenyum.


"Selamat Maya dan Pak Rian aku sangat senang mendengar kalian akan segera menikah," ucap Erica.


"Aku pun mengucapkan selamat pada kalian berdua," ucap Evan.


"Maaf jika aku mengganggu momen bahagia saat ini, tapi sekarang kita harus menyingkirkan kalung ini terlebih dahulu," ucap Erica.


"Benar kata Erica, kita harus pergi sekarang dan membuangnya yang sangat jauh," ucap Maya.


"Kira kira kita akan membuangnya di mana yang tidak bisa di temukan oleh orang lain?" tanya Rian.


"Ada satu tempat yang tidak akan mungkin dii temukan oleh orang lain, tapi kita butuh sebuah kapal atau sebagainya untuk pergi ke laut lepas," jawab Maya.


"Maksudmu kita akan membuangnya ke laut lepas?" tanya Evan.


Adrian kemudian menghampiri mereka.


"Itu adalah tempat yang baik untuk membuangnya," ucap Adrian.


"Iya betul, hanya itu tempat yang aman dan dia tak akan bisa di temukan oleh orang lain," jawab Maya.


"Kita gunakan saja kapal kecil milikku di pelabuhan, aku sering menggunakannya untuk memancing di laut lepas," ucap Rian.


"Sejak kapan kau punya kapal dan suka memancing?" tanya Maya penasaran.


"Tentu saja sejak kau menghilang satu tahun yang lalu, untuk menenangkan pikiranku aku sering pergi memancing ke laut lepas," jawab Rian.


"Bagaimana dengan Bu Dian, dia akan tinggal sendiri di rumah ini?" tanya Evan.


"Kalian pergi saja, aku akan menemaninya selama kalian pergi membuang kalung itu," ucap Adrian.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi sekarang," ucap Erica.


"Pakai saja mobilku, lebih baik jika kita hanya membawa satu mobil saja agar bisa lebih cepat," ucap Rian.


"Baiklah ayo," ucap Maya.


Kemudian mereka semua masuk ke dalam mobilnya Rian dan pergi menuju ke pelabuhan untuk menaiki kapalnya Rian. Di dalam perjalanan saat Erica masih menggenggam kalung itu dengan tangannya, tiba tiba kalung itu bergerak dan berubah menjadi cukup panas sehingga terlepas dari tangannya Erica. Lalu kalung itu terjatuh di dalam mobil itu, tangan Erica menjadi merah karena terkena panas dari kalung itu. Maya yang melihatnya menjadi panik dan terkejut.


"Ada apa Erica? kenapa tanganmu tiba tiba memerah seperti terkena panas?" tanya Maya.


"Apa yang terjadi pada Erica?" tanya Evan.


"Aku tidak apa apa, hanya saja kalung itu tiba tiba berubah menjadi panas, aku rasa hantu jahat itu mencoba untuk mengeluarkan dirinya dari kalung itu," jawab Erica.


"Kita harus cepat segera membuang kalung itu ke laut lepas," ucap Rian.


Maya membalut tangannya Erica dengan sebuah kain yang ada di mobil Rian, Erica kemudian mengambil lagi kalung yang terjatuh dan memegangnya kembali, Rian yang merasa sangat khawatir menambah kecepatan mobilnya agar segera sampai di pelabuhan.