
Setelah malam tiba maya dan tasya kembali berencana untuk menakuti rio dan orang tuanya. Erica melarang maya dan tasya untuk melakukan sesuatu yang jahat kepada rio dan orang tuanya.
"Maya, tasya jangan sampai kalian melakukan sesuatu yang sangat jahat kepada mereka! cukup kalian hanya menakuti mereka saja!" ucap erica khawatir.
"Kenapa erica! bukankah rio dan orang tuanya sangat jahat!" ucap maya kesal.
"Walaupun mereka jahat, tetapi kita tidak boleh seperti mereka maya! biar pengadilan nanti yang akan menghukum mereka!" ucap erica.
"Kapan sidang kasus tasya akan dilaksanakan? apa kita harus tetap menunggu! sedangkan orang tuanya rio selalu menghalangi persidangan ini!" ucap maya kesal.
"Tentu tidak lama lagi maya, bersabarlah kita hanya akan menunggu kabar dari pak pengacara!" ucap erica.
"Akupun berharap jika kasus ini dapat disidang dengan cepat dan tidak di tunda lagi! ini benar benar membuatku tidak tenang!" ucap tasya sedih.
"Aku yakin kau akan mendapatkan keadilan tasya!" ucap erica sambil menatap tasya yang ada di sampingnya.
"Semoga saja erica!" ucap tasya.
"Aku dan tasya akan kesana lagi sekarang! aku ingin membuat hidup mereka tidak tenang dan ketakutan!" ucap maya.
"Baiklah!" ucap erica.
Maya dan tasya pergi menghilang dari kamarnya erica menuju kerumah sakit tempat rio dirawat. Sementara dirumah sakit ibunya rio masih merasa gelisah dan ketakutan, Rio pun gelisah dan tidak bisa tidur karena merasa ketakutan jika tasya mendatanginya lagi.
"Haah! kenapa malam ini hatiku benar benar gelisah!" ucap ibunya rio sambil duduk di sofa.
"Ada apa bu? istirahatlah jika lelah biar ayah yang akan menunggu rio!"
"Aku inginnya tidur, tapi entah mengapa malam ini hatiku benar benar gelisah dan tidak tenang!"
"Apa kau masih memikirkan kejadian semalam?" tanya ayahnya rio kepada istrinya.
"Iya! aku tidak bisa tidur karena memikirkannya!"
"Sudahlah tidur saja tidak usah dipikirkan lagi, itu hanya hayalanmu saja!"
"Ibu tidak berhayal yah! itu benar benar nyata dan aku melihat dengan kedua mataku jika hantu itu benar benar tasya!" teriak ibunya rio ketakutan.
"Itu memang dia!" ucap rio.
"Apa katamu nak?" tanya ayahnya rio sambil berjalan mendekatinya.
"Itu memang hantunya tasya! dia menghantui ibu seperti menghantuiku waktu itu!" ucap rio ketakutan.
"Tidak usah kau dengarkan ucapan ibumu rio! ibumu hanya berhayal saja percayalah kepada ayah!"
"Dia akan datang lagi dan membalas dendam pada kita yah!"
"Kenapa dia hanya mengganggu kau dan ibumu saja?" ucap ayahnya heran.
"Entahlah kenapa dia tidak mengganggu ayah!" ucap ibunya rio sambil bersandar di sofa.
Maya dan tasya sampai di ruangan rio, maya melihat orang tua rio dan rio yang sedang berbincang membicarakan tasya yang mengganggunya.
"Sepertinya ibunya rio dan rio sudah mulai merasa ketakutan denganmu tasya!" ucap maya.
"Sepertinya begitu maya! bagaimana apa kita malam ini akan membuat mereka lebih ketakutan lagi?" tanya tasya.
"Tentu tasya malam ini akan kubuat mereka tak akan melupakan apa yang terjadi!" ucap maya sambil tersenyum.
"Baik maya! kita akan membuat mereka lebih merasa ketakutan lagi daripada kemarin!" ucap tasya.
Tasya membuat jendela terbuka dengan tiba tiba.
"Jeeeeeedaaaaaarr!!" Suara jendela terbuka tiba tiba.
Orang tua rio dan rio terkejut mendengar jendela yang terbuka tiba tiba.
"Astaga! kenapa jendela bisa terbuka sendiri!" ucap ayahnya rio terkejut.
"Apa dia datang kemari lagi!" ucap rio ketakutan.
"Siapa maksudmu rio!" tanya ayahnya rio.
"Tasya!!!" teriak rio.
"Dia datang lagi kemari untuk menakuti kita!" ucap ibunya rio ketakutan.
"Jangan asal bicara kalian itu tidak mungkin dia!" ucap ayahnya rio sambil berjalan menuju jendela.
Maya mendekati ayahnya rio dan menarik tangannya.
"Seperti ada yang menarik tanganku!" ucap ayahnya rio di dalam hati.
"Ada apa yah!" tanya rio.
"Ah tidak apa apa!" Ayahnya rio menutup jendela.
"Jeeeeeeeedeeeeeeeeer!" Jendela terbuka lagi.
"Wuuuuuus wuuuuus wuuuuuuussss" Suara angin masuk ke dalam ruangan.
Lampu di ruangan rio berkedip kedip mati dan hidup sendiri sehingga membuat ibunya rio dan rio ketakutan.
"Dia sudah ada disini yah!" teriak rio ketakutan.
"Kemarin juga seperti ini dan dia tiba tiba muncul di hadapan ibu!" ucap ibunya rio ketakutan.
"Apa yang kalian katakan mana ada hantu disini!" ucap ayahnya rio.
"Dia ada disini, itu pasti dia yah!" ucap rio.
Maya menyentuh tangan ibunya rio, dan tasya menyentuh tangannya rio.
"Haaaaaah!" teriak ibunya rio sambil berlari ke arah suaminya.
"Aaaaaaaaaahh!" Rio berteriak ketakutan.
"Kenapa kalian semua berteriak?" tanya ayahnya rio.
"Ada yang menyentuh tanganku!" ucap ibunya rio.
"Sama bu, tadi juga ada yang menyentuh tanganku!" ucap rio.
Bau busuk menyebar di seluruh ruangan, maya dan tasya membuat bau busuk mayat. Sehingga orang tua rio dan rio merasa mual karena mencium baunya.
"Bau apa ini!" teriak ibunya rio.
"Ini seperti bau bangkai bu!" ucap rio sambil menutup hidungnya.
"Ini seperti bau busuk tubuh manusia!" ucap ayahnya rio.
"Kenapa ruangan ini bisa menjadi bau! Huuuuuuakkkk huuuuakkk!" Ibunya rio merasa mual dengan baunya.
"Ayah juga tidak tahu kenapa ruangan ini bisa ada bau busuk!"
"Ini pasti ulahnya tasya yah!" ucap rio.
"Ayah sudah bilang tidak ada hantu disini!"
Maya dan tasya membuat kursi dan meja yang ada di dalam ruangan bergerak gerak sendiri.
"Teeeek teeeeek teeeek" Suara kursi dan meja bergerak sendiri.
"Ayah!!!!" teriak ibunya rio dan rio ketakutan.
"Lihat itu kursi dan meja bergerak gerak sendiri!" Ibunya rio menunjuk kearah kursi dan meja.
"Dia sudah ada disini!" teriak rio ketakutan.
"Itu hanya terkena angin saja makanya bisa bergerak gerak sendiri!" ucap ayahnya rio mencoba menenangkan suasana.
Maya dan tasya menarik rambut ibunya rio dan rio sampai mereka terjatuh.
"Aaaaaarrrrggghhh!!!!" teriak ibunya rio dan rio kesakitan.
"Ada apa dengan kalian! kenapa kalian bisa sampai terjatuh!" teriak ayahnya rio.
"Ada yang menarik rambut kita yah!" ucap rio.
"Siapa yang menarik rambut kalian! ayah tidak melihatnya!"
"Kemarin rambut ibu juga di tarik seperti ini sampai terjatuh! ini pasti perbuatan hantu sial itu!" teriak ibunya rio marah.
"Apa katanya dia bilang kita hantu sial!" ucap maya kesal.
Maya mendekati ibunya rio dan menarik kakinya dan menyeretnya sampai ke depan pintu.
"Aaaaaaaarrrrrgggghhhh!!" teriak ibunya rio.
"Sayaaaaaannggg!!" ucap ayahnya rio sambil mengejar dan menarik tangan istrinya.
"Tolooong aku!!" teriak ibunya rio.
"Hahahahahahaha" Maya tertawa.
Saat ayahnya rio menarik tangan ibunya rio, tasya muncul di depan ayahnya rio dengan wujud yang sangat menyeramkan dan membuatnya terkejut sampai melepaskan tangannya dari ibunya rio.
"Haaaaaaaaaah!" teriak ayahnya rio terkejut.
"Hahahahahahaha hihihihihihi" Tasya tertawa sambil menatap ayahnya rio yang ada di hadapannya.
"A...a..apa kau hantunya tasya?" ucap ayahnya rio.
"Dia tasya yah!!!" teriak ibunya rio berdiri dan langsung berlari ke arah suaminya.
"Iya ayah dia tasya!!" teriak rio.
Ayahnya rio sangat terkejut setelah melihat tasya yang muncul tiba tiba dengan wujud yang sangat menyeramkan. Dia sangat gemetar ketakutan setelah melihat tasya.