ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 58



Setelah kembali dari rumahnya rio, maya dan tasya langsung menemui erica dan menceritakan semua yang mereka dengar pada saat di rumahnya rio.


"Erica!!!" teriak maya.


"Kalian sudah kembali dari rumahnya rio?" tanya erica.


"Iya erica" jawab tasya.


"Terus apa yang kalian dapat dari sana?" tanya erica penasaran.


"Benar katamu! wanita itu telah menyusun rencana untuk menghadapi sidang nanti!" ucap maya.


"Iya erica! dia telah merencanakan semuanya dengan teliti!" ucap tasya.


"Apa yang telah dia rencana?" tanya erica.


"Mereka mencari semua wanita yang pernah bersama rio! dan menutup mulut mereka dengan uang!" ucap maya.


"Jadi bu sandra menyuap mereka dengan uang agar tutup mulut?" ucap erica terkejut.


"Iya erica! dia juga sekarang masih mencari nadira! dia menyuruh orang untuk menemukan nadira!" ucap tasya.


"Dia pasti akan terus mencari nadira sampai ketemu! apalagi dia tahu jika nadira pernah hamil dengan anaknya!" ucap maya.


"Untung saja kita telah menyembunyikan nadira dirumahku!" ucap erica.


"Dia juga mulai mencurigai ibumu! dia berpikir jika nadira telah bertemu dengan dirimu dan ibumu, lalu kalian menyembunyikannya!" ucap maya.


"Tapi pasti dia tidak mengira jika nadira bersembunyi dirumahku! pasti dia mengira jika nadira di sembunyikan di tempat lain!" ucap erica.


"Iya betul erica! dia juga mengira begitu jika kalian menyembunyikan nadira di tempat lain!" ucap maya.


"Jangan sampai dia tahu nadira ada disini! jika dia tahu pasti akan mencari cara untuk menculik nadira dari ibumu!" ucap tasya.


"Benar erica! nenek sihir itu lebih mengerikan daripada anaknya rio! sepertinya keluarga mereka psikopat semua!" ucap maya.


"Jangan berbicara seperti itu maya!" ucap erica sambil menatap maya.


"Tapi itu benar erica! keluarga mereka seperti itu semua! selalu mengatakan akan melenyapkan orang lain yang dapat membahayakan keluarga mereka!" ucap maya kesal.


"Aku tahu kalian marah dan kesal dengan mereka! tapi kita harus tetap harus mengontrol emosi kita! jika tidak begitu kita juga akan sama seperti mereka bersifat jahat kepada orang lain juga!" ucap erica sambil tersenyum.


"Apa kau tahu erica! nenek sihir itu juga merencanakan akan melenyapkan semua wanita itu jika mereka semua berkhianat padanya!" ucap maya kesal.


"Bu sandra memang orang yang sangat kejam dan mengerikan erica! kita tidak boleh merasa lemah padanya!" ucap tasya.


"Aku tahu itu memang dia sangat jahat! tetapi dia jahat karena ingin melindungi anaknya! walaupun cara dia menyayangi anaknya salah!" ucap erica.


"Huuh! benar benar salah malah! dia melakukan apapun untuk anaknya yang sering melakukan kesalahan!" ucap tasya.


"Padahal dia seorang pengacara seharusnya dia lebih paham tentang hukum!" ucap maya sambil menatap erica.


"Rasa cinta yang berlebihan pada anaknya mungkin yang membuat dia jahat kepada orang lain!" ucap erica.


"Heem! semoga saja nenek sihir itu mendapat hidayah agar bisa berubah baik!" ucap maya.


"Aamiin! Ooo iya apa kalian tahu nama nama wanita yang diberikan uang oleh bu sandra?" tanya erica.


"Ehm kalau tidak salah namanya risa, reyna, dan melinda!" ucap tasya.


"Kita harus mencari tahu tentang mereka erica!" ucap maya.


"Baiklah kalau begitu aku akan mencoba menanyakan pada nadira! apa dia mengenal nama nama yang kalian sebut tadi!" ucap erica.


"Iya betul erica! siapa tahu nadira mengenal mereka semua! jadi kita bisa menyelidiki mereka jika sudah mengetahui latar belakang mereka semua!" ucap maya.


"Iya baiklah aku akan mencoba bertanya pada nadira! semoga saja kita mendapatkan informasi tentang mereka semua!" ucap erica.


"Ayo erica cepat kau tanya sekarang! biar kita bisa lebih cepat mengetahui semuanya!" ucap maya sambil memegangi bahunya erica.


"Baik maya! aku akan segera menemui dan bertanya pada nadira sekarang!" ucap erica sambil berjalan keluar kamar.


"Ah nadine kau sudah lama di depan pintu kamarku?" tanya erica terkejut.


"Tidak erica! aku hanya lewat saja dan kau membuka pintu kamar" ucap nadine sambil melihat sekeliling kamarnya erica dari luar kamar.


"Apa ada yang ingin kau lihat di kamarku?" tanya erica penasaran melihat nadine yang melihat ke arah dalam kamarnya.


"Ah tidak erica! Ooo iya erica apa tadi kau sedang berbicara dengan seseorang?" tanya nadine penasaran.


"Maksudmu aku berbicara dengan orang lain di dalam kamar?" tanya erica.


"Iya apa sedang ada orang di kamarmu erica?" tanya nadine.


"Tidak ada siapa siapa! aku hanya sendiri saja di dalam kamar!".


"Tapi rasanya tadi aku mengira jika dirimu sedang berbicara dengan seseorang di dalam kamar!" ucap nadine bingung.


"Ooo itu! tadi aku sedang menelpon teman kok!" ucap erica.


"Ooo begitu! maaf erica jika aku terlalu banyak bertanya padamu!" ucap nadine sambil tersenyum.


"Ah tidak apa apa kok! memang kadang aku juga sering berbicara sendiri kok! ya begitulah kebiasaan burukku selama ini! sering berbicara sendiri!" ucap erica tersenyum.


"Begitukah! aku tak tahu jika dirimu punya kebiasaan seperti itu!" ucap nadine.


"Ooo iya nadine! dimana nadira aku ingin bertemu dengannya?" tanya erica.


"Dia sedang ada di dalam kamar!" ucap nadine.


"Baiklah aku akan menemuinya di dalam kamar saja!" ucap erica sambil berjalan menuju ke kamar nadira.


"Ehm, erica sangat cantik, pintar, dan kaya! tapi kadang sering aneh karena suka berbicara sendiri!" ucap nadine di dalam hati.


Erica menuju ke kamarnya nadira, setelah sampai erica langsung masuk ke dalam kamar dan berbicara dengan nadira.


"Nadira!" teriak erica sambil berjalan mendekati nadira yang sedang duduk di atas tempat tidur.


"Apa kau sedang ingin beristirahat?" tanya erica.


"Ah tidak erica! aku hanya sedang bersantai saja kok!" ucap nadira.


"Apa kau merasa bosan tinggal dirumahku?" tanya erica menatap nadira.


"Tentu tidak erica! aku tidak merasa bosan tinggal disini! malah aku sangat senang bisa tinggal disini!" ucap nadira.


"Syukurlah jika kau tidak merasa bosan! aku pikir kau akan merasa tidak nyaman dan bosan karena tinggal disini!" ucap erica senang.


"Ooo iya erica! ada apa kau mencariku?" tanya nadira penasaran.


"Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu nadira!".


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya nadira.


"Apa kau mengenal semua mantannya rio?".


"Kenapa kau bertanya tentang itu?" tanya nadira.


"Aku hanya ingin tahu saja nadira!".


"Soal itu aku hanya mengetahui beberapa orang saja! karena mantan laki laki itu sangat banyak sampai aku sendiri kadang lupa mengingat namanya!" ucap nadira.


"Berarti kau tahu beberapa orang? kenapa kau bisa tahu tentang mereka semua?" tanya erica penasaran.


"Karena rasa penasaranku pada semua mantan rio! lalu aku mengumpulkan semua informasi tentang mereka! apalagi aku pernah menjadi korban dari rio!" ucap nadira.


"Apa kau mengenal wanita yang bernama risa, reyna, dan melinda?" tanya erica sambil menatap nadira.


Nadira langsung terdiam setelah mendengar nama nama wanita yang telah di sebutkan oleh erica. Nadira menatap erica dengan penuh pertanyaan, nadira merasa heran pada erica karena mengetahui nama nama wanita dari mantan rio.