ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 75



Setelah sampai di ruang perawatan Evan, Ibunya Evan tak berhenti menangis melihat keadaan anaknya yang masih belum sadar. Apalagi setelah mendengar dari dokter jika Evan mengalami koma dan belum dapat sadar dalam waktu dekat. Erica hanya bisa menangis dan menyesali semua yang terjadi pada Evan.


"Evan!!!! anakku kenapa semua ini bisa terjadi padamu! hiks hiks hiks," teriak Ibunya Evan sambil menangis.


"Sudahlah bu! Evan akan baik baik saja, jika ibu bersedih seperti ini Evan pasti akan sangat sedih," ucap Jenni sambil memeluk ibunya.


"Evan pasti akan cepat sadar bu! bukankah dokter bilang jika operasinya sukses! kita hanya menunggu sampai Evan siuman saja," ucap Ayahnya Evan mencoba menenangkan istrinya.


Erica berjalan mendekati ayah dan ibunya Evan.


"Maafkan Erica! Tante dan om jika saja Evan tidak menyelamatkanku dia tidak akan mengalami semua ini," ucap Erica sambil meneteskan air matanya.


"Kau jangan menyalahkan dirimu sendiri! mungkin Evan memang ingin menyelamatkanmu, dan ini juga kecelakaan karena perbuatan orang lain bukan karena dirimu Erica," ucap Ayahnya Evan.


"Saya juga sangat mengucapkan terimakasih karena Evan sudah menyelamatkan anak kami," ucap Ayahnya Erica.


"Sama sama Pak Daniel, ini semua mungkin sudah kemauannya Evan untuk menyelamatkan Erica," ucap Ayahnya Evan.


"Semoga saja Evan cepat siuman dan tidak lama mengalami koma," ucap Ibunya Erica.


"Aamiin semoga saja," ucap Ayahnya Evan.


"Bu, saya mengerti sekali bagaimana perasaan jika melihat kondisi anak seperti itu! saya pribadi benar benar sedih, Evan anak yang sangat baik dia pasti akan cepat sembuh," ucap Ibunya Erica pada Ibunya Evan.


"Terimakasih Bu Rosa, ini semua sudah terjadi saya hanya berharap agar Evan cepat sadar dari komanya dan sehat seperti dulu lagi," ucap Ibunya Evan.


"Semoga saja orang yang menabrak Evan dapat cepat tertangkap," ucap Jenni.


"Polisi pasti sekarang sedang mencari dan menangkap Sandra," ucap Ayahnya Erica.


"Lihat saja wanita itu tidak akan kulepaskan dia!" ucap Ibunya Erica marah.


"Lebih baik bawa Erica pulang saja Pak Daniel, sepertinya dia juga butuh istirahat," ucap Ayahnya Evan.


"Baiklah Pak Eric kami akan pulang dulu, nanti akan kemari lagi! jika nanti ada apa apa tolong langsung hubungi saya! ini nomor telpon saya," ucap Ayahnya Erica memberikan kartu namanya.


"Baik Pak Daniel," ucap Ayahnya Evan sambil mengambil kartu nama yang diberikan ayahnya Erica.


"Erica kita pulang dulu! kau harus mengganti pakaianmu dan beristirahat, nanti kita akan kemari lagi melihat Evan," ucap Ayahnya Erica.


"Ayo sayang, kita pulang dulu, lihatlah pakaianmu penuh dengan darah," ucap Ibunya Erica.


"Baik bu," ucap Erica sambil memegang tangan ibunya.


"Kami permisi dulu Pak Eric dan Bu Eric," ucap Ayahnya Erica.


"Iya Pak Daniel, Erica kau tak perlu mencemaskan Evan, kami disini ada untuk menemani Evan," ucap Ayahnya Evan.


"Iya om," jawab Erica.


Lalu Erica dan orang tuanya pulang kerumah, Sementara itu Maya dan Tasya tetap berada di rumah sakit dan melihat keadaan Evan yang masih belum siuman.


"Maya apa Evan akan baik baik saja?" tanya Tasya sambil menatap Evan yang terbaring di atas tempat tidur.


"Entahlah Tasya apa yang akan terjadi pada Evan, kita lihat saja nanti," jawab Maya sedih.


"Ini semua karena Bu Sandra! semoga saja dia ditangkap polisi dan mendapatkan hukuman yang berat!" ucap Tasya kesal.


"Jika saja ini terjadi pada Erica aku pasti tidak segan akan melenyapkan wanita jahat itu dengan tanganku sendiri," ucap Maya.


"Tapi Maya jika kau melenyapkan manusia bukankah tidak di perbolehkan?"


"Jika melenyapkan orang jahat mungkin itu pengecualian Tasya, biarlah tuhan yang akan menentukan bagaimana nasibku nanti," ucap Maya.


"Bagaimana ini Maya apa Evan tidak akan selamat?"


"Berdoa saja semoga dia selamat! jika terjadi sesuatu padanya Erica pasti akan merasa sangat bersalah atas kejadian ini," ucap Maya.


Tiba tiba Maya dan Tasya merasakan jika ada hantu lain yang berada di ruangan Evan.


"Tasya apa kau merasakan sesuatu?"


"Iya Maya sepertinya ada hantu lain disini," jawab Tasya.


Maya dan Tasya melihat sekeliling ruangan tempat Evan dirawat. Maya dan Tasya sangat terkejut setelah melihat hantu itu ternyata dia adalah Evan. Evan tidak menyadari jika arwahnya telah keluar dari jasadnya.


"Apa itu Evan?" tanya Tasya terkejut.


"Kenapa arwahnya bisa ada disini?" ucap Maya terkejut.


"Siapa kalian? kenapa kalian bisa ada disini?" tanya Evan bingung.


"Darimana kau tahu namaku?" tanya Evan penasaran.


"Bukankah seharusnya kau masih hidup?" tanya Tasya.


"Apa maksudmu memang aku masih hidup?" jawab Evan.


"Jadi disana siapa?" tanya Maya sambil menunjuk ke arah tempat tidur.


"Apa maksudmu? kenapa diriku bisa ada disana?" teriak Evan terkejut.


"Ternyata kau tidak sadar jika arwahmu keluar dari jasadmu sendiri," ucap Maya.


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti?" tanya Evan bingung.


"Yang menyebabkan dirimu koma adalah karena arwah di dalam tubuhmu itu keluar dengan sendirinya tanpa kau sadari," ucap Maya.


"Bagaimana bisa Maya arwahnya keluar dari tubuh dan dia masih hidup?" tanya Tasya.


"Itu bisa saja terjadi, karena dia mengalami koma! tapi jika dia bisa kembali ke jasadnya mungkin dia akan segera siuman," ucap Maya.


"Kita buat saja dia masuk kembali ke tubuhnya agar segera siuman," ucap Tasya.


"Tidak semudah itu Tasya, itu harus dari dirinya sendiri!"


"Maksudnya apa Maya?"


"Aku pun tidak tahu pasti bagaimana cara mengembalikan arwahnya ke dalam tubuh," ucap Maya.


"Siapa kalian sebenarnya? dan kenapa aku bisa jadi begini?" tanya Evan bingung.


"Mudah saja menjawabnya sekarang kau menjadi arwah penasaran," ucap Maya.


"Apa aku menjadi arwah penasaran! bagaimana mungkin sedangkan disana tubuhku masih bisa bernafas?"


"Iya itu memang betul! tapi sekarang tubuhmu sedang mengalami koma dan tak sadarkan diri," ucap Maya.


"Bagaimana aku bisa kembali ke tubuhku?" tanya Evan.


"Ehm, aku tidak tahu bagaimana caranya," jawab Maya.


"Tunggu dulu! jadi kalian berdua adalah hantu!" teriak Evan terkejut.


"Iya betul kami berdua adalah hantu," jawab Maya tersenyum.


"Salam kenal," ucap Tasya.


"Apa kau Tasya yang di bunuh oleh Rio?" tanya Evan.


"Iya betul aku Tasya."


"Ah!!!!!! kalian hantu!!!!!" teriak Evan sambil menutupi wajahnya karena takut.


"Kita sama sama hantu kenapa kau harus takut," ucap Maya.


"Betul itu, kami juga tak menunjukkan wujud yang mengerikan padamu kenapa harus takut," ucap Tasya.


"Ooo iya dimana Erica? apa yang terjadi padanya?" tanya Evan khawatir.


"Erica baik baik saja berkat dirimu! dan sekarang dia sudah pulang kerumahnya untuk istirahat, asal kau tahu saja Erica menemanimu sampai kau di bawa kemari! dia sangat mengkhawatirkanmu dia menangis tanpa henti," ucap Maya.


"Syukurlah jika Erica baik baik saja," ucap Evan.


"Apa kau ingin bertemu dengan Erica?" tanya Maya.


"Bagaimana bisa aku bertemu dengannya jika menjadi arwah penasaran seperti ini?"


"Kau tidak mengetahui kelebihan dan keistimewaan dari Erica," ucap Maya.


"Apa maksudmu?" tanya Evan penasaran.


"Erica bisa melihat kita Evan," jawab Tasya.


"Maksudmu Erica bisa melihat hantu," ucap Evan terkejut.


"Betul" jawab Maya.


Evan yang tanpa sengaja keluar dari tubuhnya dan membuatnya menjadi arwah. Dia bertemu dengan Maya dan Tasya yang saat itu ada dirumah sakit. Evan terkejut setelah mengetahui dari Maya dan Tasya jika Erica memiliki kemampuan untuk melihat makhluk lain yaitu hantu.