ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 14



Maya dan tasya pergi menghilang dan muncul dirumah sakit tempat rio di rawat. Mereka berniat untuk menakut nakuti orang tua rio, terutama ibunya rio yang sangat angkuh dan sombong.


"Ternyata rio tidurnya sangat nyenyak dirumah sakit ini!" ucap maya sambil menatap rio yang sedang tertidur.


"Dia masih bisa merasakan kenyamanan di rumah sakit ini!" ucap tasya kesal.


"Kita akan buat kenyamanan itu hilang malam ini!" ucap maya.


"Betul maya kita akan merenggut semua rasa nyaman dan ketenangan mereka!"


"Dimana ayah dan ibunya rio? kenapa tidak ada disini?" ucap maya heran.


"Mungkin mereka belum datang kemari maya?"


Terdengar suara ayah dan ibunya rio di luar ruangan yang sedang berbicara dengan dokter di rumah sakit itu. Kemudian maya dan tasya mendekati mereka dan mendengarkan semua percakapan.


"Dok bagaimana kondisi anak saya sekarang?" tanya ibunya rio.


"Apakah keadaannya sudah mulai membaik dok?" tanya ayahnya rio penasaran.


"Rio sekarang sudah mulai membaik dan depresi yang dia alami mulai berkurang! saya rasa dia sudah bisa di bawa pulang 1 atau 2 hari lagi! kita bisa rawat jalan saja!" ucap pak dokter.


"Syukurlah ternyata rio sekarang keadaannya sudah mulai membaik!" ucap ibunya rio senang.


"Apa tidak masalah jika rio hanya rawat jalan dirumah dok?" tanya ayahnya rio.


"Anda juga seorang dokter pasti lebih paham masalah kesehatan seorang pasien! rio sekarang sudah lebih baik jika anda inginkan dia juga bisa di rawat di rumah sakit tempat anda bekerja, bukankah disana rumah sakitnya lebih besar dan bagus dari rumah sakit ini!" ucap pak dokter pada ayahnya rio.


"Saya ingin masalah kesehatan anak saya di rahasiakan dok! makanya rio saya rawat disini daripada di rumah sakit tempat saya bekerja!" ucap ayahnya rio.


"Dok tolong buat keterangan jika anak saya sedang depresi berat saat ini agar dia tidak bisa menghadiri pengadilan dalam waktu dekat ini!" ucap ibunya rio.


"Kenapa anda ingin melakukan itu! kondisi anak anda saat sudah baik dan dapat mengikuti persidangan di pengadilan!"


"Tolonglah kami dok! kami ingin mengulur waktu agar anak kami rio benar benar sehat dulu!" ucap ibunya rio.


"Kita sesama dokter saya mohon agar dapat membantu saya saat ini dok!"


"Ehm, baiklah saya akan membantu kalian untuk kali ini! tetapi lain kali saya tidak bisa berbohong dan menolong lagi!"


"Baik dok! terimakasih tidak apa apa!" ucap ibunya rio.


"Terimakasih!" ucap ayahnya rio.


"Sama sama! baiklah saya permisi dulu!" ucap pak dokter sambil berjalan pergi.


"Huuh untung saja dokter itu mau membantu kita!" ucap ibunya rio.


"Untuk saat ini kita beruntung bisa mengulur waktu persidangan! tetapi lain kali kita tidak dapat menghindarinya!" ucap ayahnya rio khawatir.


"Kita akan mencari saksi dan bukti palsu untuk meringankan hukuman rio!" ucap ibunya rio.


"Heeem, ternyata nenek sihir ini ingin mengulur waktu persidangan agar bisa mencari saksi dan bukti palsu!" ucap maya kesal.


"Sepertinya dia tidak pernah ada rasa bersalah sedikitpun padaku dan ibu!" ucap tasya kecewa.


"Orang seperti mereka ini memang tidak pantas di kasihani! mereka ini lebih keji dan jahat daripada yang kubayangkan selama ini! untung saja erica tidak sempat dekat dengan rio dan keluarganya!" ucap maya.


"Betul maya! cukup diriku saja yang menjadi korban jangan sampai ada orang lain yang menjadi korban mereka!"


Ayah dan ibunya rio masuk ke dalam ruangan rio.


"Ayo tasya kita ikuti mereka!" ucap maya.


"Iya maya!"


Maya dan tasya mengikuti orang tua rio masuk ke dalam ruangan rio.


"Kreek" Suara ayahnya rio membuka pintu.


"Rio masih tertidur!" ucap ibunya rio sambil masuk ke dalam ruangan dan berjalan mendekati rio.


"Biarkan dia beristirahat dulu!" ucap ayahnya rio sambil menutup pintu.


"Ibu tenang saja! ayah akan melakukan apapun agar rio di bebaskan dari segala tuduhan!"


"Mana mungkin anak kita melakukan sesuatu yang bodoh! pasti gadis itu yang menggoda rio dan membuat rio menidurinya sehingga dia hamil dan ingin rio bertanggung jawab! kita juga tidak tahu apa itu anak rio atau bukan!" ucap ibunya rio menyalahkan tasya.


"Kita belum mengetahui kebenaran itu dari rio! sampai saat ini rio belum mengatakan apapun pada kita!" ucap ayahnya rio.


"Kenapa ayah tidak percaya kepada rio! dia anak kita dan kita harus percaya dan yakin padanya! rio tidak mungkin bersalah!" ucap ibunya rio sambil memegang tangannya rio.


"Iya bu! ayah percaya pada rio, tetapi kita juga harus menanyakan pada rio tentang semuanya yang berkaitan dengan kasus ini!"


"Ehm! itu sama saja ayah tidak percaya dengan rio!" ucap ibunya rio marah.


"Kenapa ibu marah ayah kan hanya mengutarakan pendapat saja!"


"Ibu tidak marah hanya kesal saja pada ayah!"


"Enak saja mereka bilang seperti itu! mereka tidak memikirkan perasaan ibumu tasya! bukankah kau juga putri satu satunya!" ucap maya kesal.


"Mereka sudah membuatku benar benar marah!" ucap tasya marah.


Tasya merubah wujudnya menjadi sangat mengerikan. tasya benar benar marah dengan ibu dan ayahnya rio yang tak memiliki rasa bersalah sedikitpun. Jendela tiba tiba terbuka dan angin kencang masuk ke dalam ruangan rio.


"Braaaak" Suara jendela tiba tiba terbuka.


"Astaga!! kenapa jendela itu bisa terbuka! anginnya kencang sekali masuk ke dalam!!" ucap ibunya rio terkejut.


"Biar ayah yang menutup kembali jendela!" Ayahnya rio berjalan menuju jendela.


"Ceklek" Suara ayahnya rio menutup jendela.


"Anginnya kencang sekali masuk ke dalam ruangan!" ucap ayahnya rio.


"Kenapa ibu jadi merinding!" ucap ibunya rio heran.


"Iya bu! ayah juga kenapa tiba tiba merinding? apa karena angin kencang yang masuk tadi ya?" ucap ayahnya rio.


Lampu di ruangan rio tiba tiba berkedip kedip mati dan hidup.


"Ada apa dengan lampu di ruangan ini kenapa berkedip kedip!" teriak ibunya rio.


"Ayah akan memanggil seseorang untuk memperbaiki lampunya!" Ayahnya rio keluar dari ruangan.


"Cepat yah! jangan terlalu lama!" teriak ibunya rio.


"Kenapa perasaan jadi sangat tidak enak malam ini! serasa ada seseorang yang sedang memperhatikanku!" Ibunya rio melihat sekeliling ruangan.


"Ayo tasya lakukanlah ibunya rio sedang sendiri sekarang!" ucap maya.


Tasya mendorong ibunya rio dan membuatnya terjatuh.


"Braaaak" Suara ibunya rio terjatuh.


"Siapa yang mendorongku!!" teriak ibunya rio.


"Tidak ada siapa siapa di sini! tetapi seperti ada yang mendorongku tadi!"


"Rasakan ini!!" Tasya menarik rambut ibunya rio dan menyeretnya.


"Aaaaarrrggghhhh!!" teriak ibunya rio kesakitan.


"Hahahahahahahaa hihihihihihihihi" Suara tasya tertawa.


"Siapa itu! siapa yang baru saja menarik rambutku dan tertawa!" Ibunya rio memegangi kepalanya.


"Boleh juga dia! sampai sekarang belum seberapa merasa ketakutan!" ucap maya sambil duduk di sofa dan melihat ibunya rio.


"Keluar kau! jangan bersembunyi!" teriak ibunya rio.


"Kita lihat sampai mana kau berani dan tak merasa ketakutan dengan hantu!" ucap maya sambil tersenyum.


Maya dan tasya memberikan pelajaran dan membalas ibunya rio. Ibunya rio termasuk orang yang cukup sulit di buat ketakutan. Tetapi maya dan tasya tak berhenti dan mengganggunya terus sampai dia merasa ketakutan.