ME And GHOST

ME And GHOST
Pembalasan 12



Ibunya tasya sangat merasa sedih mendengar semua ucapan orang tua rio, mereka hanya mementingkan anaknya dan tak memperdulikan yang lainnya. Tak ada rasa menyesal ataupun peduli sedikitpun terhadap tasya dan ibunya. Erica berusaha untuk menenangkan ibunya tasya.


"Bu! sudah tak usah bersedih dan mendengarkan semua ucapan mereka! kami akan terus membantu ibu!" ucap erica sambil duduk di samping ibunya tasya.


"Iya erica! ibu sangat berterimakasih kepada kalian semua!"


"Lebih baik sekarang kita selesaikan acara pemakaman tasya dulu!" ucap ayahnya erica.


"Baik pak!" jawab ibunya tasya.


Acara pemakaman tasya lun dimulai dan di lanjutkan dengan membawa peti jasadnya tasya ke tempat pemakaman. Tasya masih merasa sedih melihat ibunya dan dia juga belum tenang karena rio belum mendapatkan hukuman atas semua perbuatannya.


"Akhirnya jasadku dikuburkan maya!" ucap tasya.


"Kenapa kau masih bersedih tasya?" ucap maya.


"Aku bersedih karena ibu dan diriku belum mendapatkan keadilan!"


"Heem tenang saja tasya aku juga memiliki sebuah rencana untuk memberikan orang tua rio pelajaran!" ucap maya tersenyum sinis.


"Apa yang ingin kau rencanakan maya?"


"Nanti malam kita akan mengunjungi orang tua rio!"


"Maksudmu kita menghantuinya seperti yang kita lakukan pada rio!"


"Yaaaps tepat sekali tasya! ayo kita lakukan lagi, mereka benar benar membuatku merasa sangat marah!" ucap maya kesal.


"Baiklah maya!"


"Kita akan buat mereka sangat ketakutan, hahahahahah!" Maya tertawa.


"Aku juga sangat marah kepada mereka maya! mereka tak ada rasa bersalah sedikitpun! aku akan membalas semua perbuatan mereka!" ucap tasya marah.


"Baiklah kita jalankan rencana kita malam ini!" ucap maya.


Setelah acara pemakaman tasya selesai erica, evan, intan, dan orang tua erica. Mereka langsung bersiap untuk pulang.


"Saya dan istri saya permisi untuk pulang!" ucap ayahnya erica pada ibunya tasya.


"Iya pak terimakasih telah datang kemari!" ucap ibunya tasya.


"Yang sabar ya bu! keadilan untuk tasya pasti akan kita dapatkan! saya dan suami hari ini akan menemui pengacara yang menangani kasus ini!" ucap ibunya erica.


"Semoga saja kita bisa mendapatkan keadilan untuk tasya!" ucap ibunya tasya sedih.


"Baik bu kami permisi untuk pulang!" ucap ayahnya erica.


"Baik bapak dan ibu terimakasih untuk semuanya!" ucap ibunya tasya.


"Sama sama!" jawab ayahnya erica.


"Erica ayo cepat! kita akan menemui pengacara hari ini!" ucap ibunya erica.


"Bu apa bisa evan dan intan ikut dengan kita?" tanya erica.


"Tentu boleh! ayo cepat!" ucap ibunya erica.


"Erica naik mobil evan saja bu bersama dengan intan!"


"Baiklah kalau begitu!" Ibunya erica berjalan menuju mobil.


"Ayo evan, intan kita pergi!" ucap erica.


"Iya!" ucap evan dan intan.


"Bu kami permisi dulu!" ucap erica pada ibunya tasya.


"Iya erica! hati hati dijalan!" ucap ibunya tasya.


"Iya bu!" Erica berjalan menuju mobilnya evan.


Orang tua erica, evan, erica, dan intan pergi dengan mobil menuju ke rumah pengacara yang akan menangani kasus tasya dan erica. Setelah sampai disana, semuanya langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah pengacara itu.


"Ting tong ting tong" Suara bel berbunyi.


"Kreek" Suara pintu terbuka.


"Selamat siang! mau bertemu dengan siapa?" ucap pembantu rumah pengacara itu.


"Saya ingin bertemu dengan pak andre!" ucap ayahnya erica.


"Apa anda sudah punya janji dengan pak andre?"


"Saya sudah membuat janji dengannya dan akan bertemu siang ini dirumahnya!" ucap ayahnya erica.


"Apa anda pak daniel?"


"Iya saya daniel!"


"Silahkan masuk! pak andre sudah menunggu anda diruang kerjanya!"


"Baik terimakasih!" ucap ayahnya erica.


"Mari saya antar keruang kerja pak andre!"


"Tok tok tok" Suara mengetuk pintu.


"Silahkan masuk!" teriak pak andre dari dalam ruangan.


"Kreek" Suara membuka pintu.


"Permisi pak! pak daniel dan keluarganya sudah datang!"


"Silahkan masuk pak daniel! saya sudah menunggu anda dan keluarga dari tadi!" Pak andre berjalan menghampiri ayahnya erica.


"Apa kabar pak andre?" tanya ayahnya erica.


"Kabar baik! bagaimana dengan kabar anda pak daniel?" tanya pak andre.


"Kita semua kabar baik! Oo iya kenalkan ini istri saya, anak saya erica, dan teman temannya anak saya erica!"ucap ayahnya erica.


"Salam kenal juga pak andre!" ucap ibunya erica.


"Mari silahkan duduk!" ucap pak andre.


"Baik terimakasih!"


Ayah, ibunya erica, erica, evan, dan intan mereka semua duduk.


"Ternyata pengacara ini yang akan menangani kasusmu tasya!" ucap maya sambil menatap pengacara itu.


"Sepertinya memang dia pengacara yang menangani kasusku!" ucap tasya.


"Iya tasya kalau dilihat dari penampilannya sepertinya dia pengacara yang lumayan hebat!" ucap maya.


"Iya maya!"


"Bagaimana pak andre tentang kasus yang sedang kami hadapi? apakah kita bisa membuat tersangka mendapatkan hukuman yang berat?" tanya ayahnya erica.


"Anda pasti mengenal pengacara wanita yang bernama sandra dia adalah saingan kita di pengadilan nanti! kebetulan tersangka adalah anak kandungnya yang bernama rio!" ucap ibunya erica.


"Iya saya mengenal pengacara bu sandra dia memang pengacara yang hebat! tapi dalam kasus ini saya ragu dia bisa memenangkannya!" ucap pak andre.


"Kenapa anda ragu dia bisa menang?" tanya ibunya erica.


"Karena dalam kasus ini anaknya memang sudah jelas sebagai tersangka dan juga semua bukti sudah mengarah padanya! kemungkinan dia hanya bisa mengurangi hukumannya saja kalau membebaskannya saya rasa tidak mungkin!" ucap pak andre.


"Saya dan istri ingin jika rio di tuntut hukuman yang seberat beratnya atas semua perbuatannya!" ucap ayahnya erica.


"Iya pak daniel saya akan mengusahakan tersangka akan di tuntut hukuman yang seberat beratnya! untuk kasus ini mungkin bu sandra akan meminta waktu agar sidang di tunda karena alasan keadaan anaknya yang masih di rumah sakit!" ucap pak andre.


"Apa kita bisa mengajukan sidang secepatnya tanpa menundanya?" tanya ibunya erica.


"Saya akan mengusahakan untuk sidang ini dilakukan secepatnya!"


"Jika sidang di tunda tunda terus kapan kasus ini akan selesai!" ucap ibunya erica kesal.


"Sabar bu! pak pengacara pasti akan melakukan yang terbaik!" ucap erica menenangkan ibunya.


"Ibu benar benar kesal jika mengingat kasus ini!" ucap ibunya erica.


"Saya mengerti perasaan ibu! saya tentu akan melakukan yang terbaik!" ucap pak andre sambil tersenyum.


"Tenang saja bu pak andre dia juga pengacara yang sangat handal kita pasti bisa memenangkan kasus ini!" ucap ayahnya erica.


"Apakah semua yang ada disini adalah saksi dalam kasus ini?" tanya pak andre.


"Iya pak! saya korban juga seperti tasya, intan dia adalah sahabat tasya dan juga saksi, dan evan dia juga saksi pada waktu menyelamatkan saya dari rio dan saksi juga waktu menemukan jasadnya tasya!" ucap erica menjelaskan pada pak andre.


"Ehm baiklah sudah sangat jelas kasus ini kita akan menang dengan semua bukti dan saksi yang ada pada kita!" ucap pak andre.


"Apa anda yakin pak andre?" tanya ibunya erica.


"Saya sangat yakin 100% bu!"


"Huuh syukurlah kalau begitu!" ucap ibunya erica.


"Saya akan memberikan kabar jika sidang akan di laksanakan! untuk sementara saya akan mengajukan mempercepat proses sidang di pengadilan!" ucap pak andre.


"Itu yang sangat saya harapkan!" ucap ibunya erica.


"Baiklah pak andre saya rasa kita sudah menjelaskan semuanya! kami percayakan semuanya kepada anda!" ucap ayahnya erica.


"Iya pak daniel saya tidak akan mengecewakan anda!"


"Saya dan keluarga akan pamit pulang!" ucap ayahnya erica.


"Baiklah pak daniel! terimakasih telah datang kemari!"


"Sama sama pak andre! saya juga ucapkan terimakasih telah membantu saya!"


"Iya pak daniel!"


"Baiklah saya pamit pulang!"


"Baik pak daniel!"


"Bu! erica akan pulang dengan evan dan intan!" ucap erica.


"Baiklah erica! evan tolong antar anak tante ya sampai kerumah!"


"Baik tante pasti!" jawab evan.


"Saya juga pamit pulang tante!" ucap intan.


"Iya intan sampai jumpa lagi!" ucap ibunya erica.


"Iya tante!" jawab intan.


"Ayo erica kita pulang!" ucap ayahnya erica.


"Erica akan pulang diantar oleh evan!" jawab ibunya erica.


"Oo begitu! evan hati hati jangan terlalu ngebut mengendarai mobil!" ucap ayahnya erica.


"Iya om!" jawab evan.


"Erica pergi dulu sama evan dan intan! sampai jumpa dirumah ayah ibu!" ucap erica.


"Iya sayang!" ucap ibunya erica.


"Ayo evan, intan kita pergi!" ucap erica.


"Permisi om tante kita pulang duluan!" ucap evan.


"Iya evan!" jawab ayah dan ibunya erica.


Erica, evan, dan intan pulang bersama, mereka merasa sangat lega setelah bertemu dengan pak andre pengacara yang akan menangani kasusnya tasya dan erica. Karena mereka kemungkinan besar akan memenangkan kasus ini dan membuat rio mendapatkan hukuman yang berat karena semua perbuatannya.